Ternyata Kamu

Ternyata Kamu
Part 39


__ADS_3

🌼Happy Reading🌼


“Sudah kangen Rivan dek?”Nando semakin asyik menggoda sang adik, baginya saat adiknya itu tersenyum malu akan membuatnya terlihat menggemaskan.


Nania hanya menjawab dengan menundukan kepalanya, ‘kelihatan banget ya kalau aku kangen banget sama Rivan, duh Nia, kok mulut lo ga tahan sih buat nanya ke kapan rumah Rivan' gerutu Nania dalam hati.


“Hari ini Nia di rumah aja ya dek, jangan ke rumah Rivan” imbuh mama Nita membuat putri bungsunnya itu kembali mengangkat kepala dan menatap penuh tanya kepada sang mama.


“Kenapa ma?”


“Memangnya Rivan ga hubungi kamu pagi ini?”


“Belum sih ma, Nia belum cek hp juga, tadi habis subuh Nia charge, belum penuh baterainya, jadi belum Nia aktifkan”


“Hari ini di rumah saja temenin kak Linda, papa sama mama akan keluar setelah sarapan ini, terus kak Nando akan ke kantor” imbuh sang papa.


Ya, semenjak mengetahui dirinya hamil, Linda memilih untuk mengundurkan diri dari kampusnya sebagai dosen atas anjuran sang suami, agar tak terlalu lelah dan lebih fokus dengan kehamilannya.


“Tapi pa, Rivan masih sakit pa, Nia mau nemenin Rivan juga”


“Hari ini sama besok di rumah dulu, Rivan akan baik-baik saja, kamu lupa kalau Dahlia seorang dokter”


“iya pa,” jawab Nania dengan wajah melasnya.


Semuanya orang mengulum senyum dan tampak kompak mengerjai calon pagantin yang terlihat lesu itu.


“Apa papa Ryan membatalkan pertemuan keluarga pagi ini karena kesibukan pa?” tanya Nania tiba-tiba saat mereka telah menyelesaikan sarapannya.


“ya tentu, mereka sangat sibuk hari ini dan besok”


“papa sama mama berangkat jam berapa? Nia mau jenguk Rivan bentar boleh? sebelum kak Linda ditinggal sendiri di rumah”


“Haduh, adek kakak ini ga sabar banget sih? sudah kangen berat?”


“Nia hanya khawatir kak, semalam waktu kita pulang kan Rivan sempat mengeluh sakit lagi kan”


“Rivan akan baik-baik saja” jawab sang papa, “Jangan kemana-mana hari ini, besok mereka akan ke sini” ucap papa akhirnya.


“Maksudnya pa?” Nania masih belum paham dengan ucapan ayahnya, yang tak menjelesakan secara detail.

__ADS_1


“Ya Allah, adik ku satu ini, besok Rivan dan keluarganya akan ke sini buat lamar kamu dek” Nando begitu gemas dengan sikap adiknya yang tak seperti biasanya, kali ini Nania begitu sulit memahami maksud ucapan mereka.


“Kakak jangan bercanda ih?” bukannya senang Nania malah merasa di-prank, pasalnya semalam ia sendiri mendengar bahwa kekasihnya itu akan meresmikan hubungan mereka setelah kondisinya pulih, meskipun kedua orang tuanya menyarankan untuk mempercepat pernikahan.


“siapa yang bercanda sih dek” Nando kembali mengacak rambut Nania yang baru saja di rapikannya.


“Kakak serius pa?” kali ini pertanyaannya ditujukan pada sang papa yang melihatnya dengan senyum bahagia,


“Iya sayang, anak papa akan di lamar keluarga Erlangga besok” jawab papa akhirnya membuat mata sipit Nania berkaca-kaca.


“Ma….” Rengek Nania berdiri lalu memeluk wanita yang telah melahirkannya, “serius ini ma?” Nania masih mencari jawaban untuk meyakinkan dirinya.


“Iya sayang, anak gadis mama sekarang sudah dewasa, sudah mau di lamar orang” dengan lembut mama Nita mengusap kepala putri bungsunya yang masih berada dalam dekapannya.


“Nah, karena besok acara lamaran kalian, jadinya hari dan besok kalian tak usah ketemu dulu, di rumah sama kak Linda, sementara papa mama mempersiapkan semuanya” ucap sang mama memberikan pengertian kepada putrinya yang merindukan kekasihnya.


“Iya ma”


Setelah menjelaskan persiapan apa saja harus dipersiapkan besok kepada sang putri, mama Nita dan papa Doni beranjak meninggalkan ruang makan, di ikuti yang lain.


Sembari menunggu mama Nita besiap, papa Doni menghubungi adik-adiknya yang tinggal berjauhan dengannya.


“Assalamu’alaikum kak” Jawab Uncle Bram yang sepertinya bari bersiap untuk pergi bekerja.


“ini mau ke kantor kak, kenapa? Tumben pagi-pagi telpon Bram”


“hari ini pulang ya, kalau bisa ajak anak dan istrimu” jawab papa Doni enggan untuk menjelaskan secara langsung agar sang adik penasaran.


“Ada masalah kak?”


“Ndak, bisa tidak pulang?”


“ada apa dulu sih kak? jangan bikin Bram parno dong” adik laki-laki papa Doni sudah telihat gelisah, wajah paniknya sudah sangat terlihat di layar ponsel papa Doni.


“Pokoknya bisa pulang tidak?”papa Doni masih menahan diri untuk tidak tertawa, “Kakak kirim pesawat pribadi kakak untuk jemput kalian sore ini kalau bisa”


“Ih, kakak sih tinggal bilang ada apa sih?”


“Uncle mau tambah ponakan baru!!” bukan papa Doni yang menjawab melainkan Nando yang sudah duduk di samping sang papa ikut nimbrung percakapan kakak beradik Rahardian itu.

__ADS_1


“Hah??!!! ponakan baru?!, Kak Nita hamil?’


Papa Doni dan Nando melongo mendengar pertanyaan uncle Bram, lalu menepuk jidat mereka, 'astaga? Kok uncle kepikirannya kaya gitu sih?'


“mau saingan sama cucu kakak?” Uncle kembali bertanya, “Ingat umur sih kak, masa Kak Nita dibuat hamil lagi” kali ini wajah panik Uncle Bram menghilang dan di ganti rasa kesal setelah yakin penambahan keponakan baru yang di maksud adalah karena kakak iparnya tengah mengandung lagi.


“Mulutmu itu dek” kesal papa Doni,


“Nia bukannya mau punya adik uncle, tapi mau punya suami” Nania ikut menimpali dan ikut nimbrung dengan berdiri di belakang sang papa yang memegang ponselnya.


Dirinya begitu gemas, karena papa Doni dan Kak Nando tak segera menjelaskan alasan meminta uncle Bram pulang bersama keluarganya.


“Hah!!!” uncle Bram melongo, tak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan.


“Sudah, pokoknya nanti sore pulang, nanti Tomy yang jemput kalian, Nia akan lamaran besok” ucap papa Doni lalu menutup telponnya tanpa mendengar jawaban dari sang adik.


“Kakak ih, tinggal bilang adek mau lamaran aja malah bilang mau tambah ponakan baru segala” kesal Nania “papa juga ga langsung to the point aja, dikiranya Nania akan punya adik kan” Nania mencebik kesal lalu meninggalkan kedua pria Rahardian beda usia itu yang melongo mendengar ucapannya.


“Itu tadi adikmu Nan?”


“Anak bungsu papa”


Kedua pria yang duduk di ruang keluarga itu pun kemudian tertawa terbahak-bahak mengingat tingkah mereka dan princess mereka barusan.


“untung mamamu ga denger Kak, coba kalau denger, bisa geger rumah ini”


“apa yang mama ga denger?” sahut mama Nita yang ternyata sudah sudah siap dan tengah berdiri di dasar anak tangga.


“ih gapapa kok ma,” jawab sang papa yang kemudian berdiri dan mendekati sang istri.


“Nan, nanti kamu saja yang hubungi tante Dea, papa mau antar mama dulu, besok kosongkan jadwalmu, jadi selesaikan kerjaan hari ini” titah papa Doni pada putra sulunyanya.


“siap pa” Nando pun berdiri dan melangakah untuk menyalami kedua orang tuanya sebelum ketiganya keluar rumah.


“Hati-hati pa, ma, Nando juga akan berangkat,”


“Hmm, hati-hati juga sayang” jawab mama Nita,


“Yang ga mama dengar tadi, Uncle Bram ngira kalau mama hamil lagi” ucap Nando lalau segera berlari keluar rumah sebelum kena timpuk sang papa sembari tertawa lebar.

__ADS_1


“Hah!!!”


Tbc


__ADS_2