Ternyata Kamu

Ternyata Kamu
Part 43


__ADS_3

🌼Happy Reading🌼


Keluarga Rahardian menyambut tamu mereka dengan senyum lebar dan penuh rasa bahagia. Setelah semua tamu telah duduk di tempat yang telah di sediakan, tokoh utama dalam acara yang akan dimulai sebantar lagi itu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan untuk mencari sosok yang begitu ia rindukan, namun nihil sekelebat bayangannya saja tak ia temukan.


“Nania mana pa?” spontan pertanyaan itu keluar dari mulut Adrivan,


Semua orang tergelak, ada yang terang-terangan mengeluarkan tawanya ada pula yang hanya berani menahan tawa mendengar pertanyaan itu.


“Sabar dikit napa sih bang, baru juga sehari ga ketemu kan” celetuk John dengan tawa yang cukup keras bermaksud meledek calon kakak iparnya itu.


“Sabar sih mas, acara juga belum mulai” bisik Riko sang asisten yang masih setia berdiri di belakang Adrivan sembari memegang kursi roda yang Adrivan duduki.


Tawa yang terdengar dan godaan demi godaan yang di lanturkan oleh keluarga Rahardian membuat Adrivan Raka Erlangga sosok yang biasanya galak dan tegas itu seketika merutuki kebodohan dirinya melanturkan pertanyaan itu. ‘aduh, bego banget sih lo Van, kelihatan bucin banget deh kalau kaya gini, untung saja karayawan lo ga ada yang ikut’ umpatnya dalam hati.


“wah, maafkan Don, sepertinya anak semata wayang saya ini sudah tak sabar untuk bertemu pujaan hatinya. Langsung saja kalau begitu” papa Ryan pun menatap sang putra dengan senyum dan gelengan kepala.


“Sebelumnya, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” papa Ryan menyampaikan salam dan di jawab serentak oleh semua orang yang hadir di kediaman Rahardian “Mohon maaf Bapak Doni Rahardian sekeluarga, mungkin memang sebaiknya kami langsung mengutarakan maksud dan tujuan kami datang kemari” ucap papa Ryan dengan bahasa formal, “Bapak Doni dan keluarga maksud kedatangan kami kemari adalah ingin meminang putri bungsu bapak yang bernama Nania Desi Rahardian untuk putra semata wayang kami Adrivan Raka Erlangga yang mana telah kita ketahui bersama bahwa kedua anak ini sudah menjalin hubungan dan alangkah lebih baik kita mendukung mereka untuk melanjutkan hubungan mereka ke tahap yang lebih serius, dan juga kami membawa sedikit oleh-oleh untuk bapak sekeluarga ada pula beberapa yang secara khusus untuk putri bapak, Nania, mohon kiranya bapak dan keluarga berkenan untuk menerima, terimakasih”


Suasana begitu hening saat papa Ryan menyampaikan tujuan kedatangan dirinya dan rombongan di kediaman Rahardian, bahkan Adrivan pun terlihat begitu gugup dan menatap keluarga Nania penuh was-was.


Ghem


Papa Doni berdehem sejenak sebelum menjawab untaian kalimat yang di sampaikan sahabat sekaligus tetangganya itu, yang membuat suasana semakin tegang dan tak seorang pun berani berbicara.

__ADS_1


“Terimakasih atas kedatangan Bapak Erlangga dan rombongan di kediaman kami, sebelumnya kami menyampaikan terimakasih atas oleh-oleh yang di berikan untuk kami, dan kamu menerimanya dengan senang hati, namun untuk jawaban atas maksud pinangan bapak dan keluarga terhadap putri kami Nania Desi Rahardian, maaf—“


Deg!


Seketika dada Adrivan begemuruh begitu hebat saat mendengar papa dari kekasihnya itu menyampaikan kata maaf, pikiran buruk berkecamuk dalam pikirannya, akankah lamarannya di tolak,? bukankah mereka kemarin yang meminta segera mempercepat penikahan?


Suasana begitu hening saat papa Doni menghela nafas panjang menjeda kalimatnya,


“mohon maaf saya tidak bisa menjawabnya secara langsung” lanjut papa Doni kemudian menatap adik bungsunya yang duduk di sofa paling pinggir “dek, tolong panggilkan Nania” pintanya pada tante Dea yang langsung di jawab dengan anggukan dan segera bearanjak memanggil sang keponakan tercinta.


Tak berapa lama kemudian, tiga orang yang begitu cantik dari keluarga Rahardian menuruni tangga dan mendekati ruang tengah yang tehubung dengan ruang tamu tempat semua orang berkumpul. Semua mata tertuju kepada mereka ketika derap langkah mereka terdengar semakin dekat.


Bahkan Adrivan yang semula gugup itupun tak mampu bekerdip melihat gadis pujaanya berjalan dengan senyum manisnya menyapa semua orang di sana.


Tente Dea dan Linda yang mengapit sang princess Rahardian itupun mengantarkannya hingga duduk di tengah kedua orang tuanya.


“saya lanjutkan” ucap papa Doni yang membuat Adrivan tersadar dari rasa kagumnya pada sang calon istri, eh calon istri? Bolehkan ia sekarang menyebutnya demikian sedangkan keluarga kekasihnya belum memberikan jawaban akan pinangannya.


“Adek, anak papa yang paling cantik, Keluarga Erlangga, datang kemari bermaksud meminangmu untuk menjadi istri dari putra mereka, Adrivan Raka Erlangga, papa tidak bisa menjawabnya langsung karena kamulah yang akan menjalani kehidupan rumah tangga kedepannya,” lanjut papa Doni dengan menatap lembut sang putri yang duduk di sampingnya. “apakah kamu bersedia menerima pinangan dari laki-laki itu nak?”


Nania menatap kedua orang tuanya bergantian seolah meminta persetujuan, hatinya berdebar begitu kencang memikirkan jawaban yang akan ia sampaikan, “bolehkan Nia tidak menerimanya pa?” tanya Nania dengan pelan, namun masih terdengar oleh semua orang yang hadir, dan membuat suasana semakin tegang.


Adrivan menatap sendu ke arang sang kekasih ‘akankah Nia menolak lamaranku?’

__ADS_1


“tentu saja nak, semua keputusan ada padamu nak” jawab papa Doni begitu lembut sembari menatap dengan senyuam kepada sang putri, sementara sang mama terus menggenggam erat tangan putri bungsunya.


Huff


Nania menghela nafas sejenak, “sayangnya Nia tak akan melakukannya pa, bismillahirrohmanirrahim, Nia menerima pinangan Adrivan Raka Erlangga pa, dan bersedia menjadi istrinya.” Ucap Nania cepat dengan senyum cantik yang terus mengembang dari bibirnya.


“Alhamdulillah” seru keluarga Erlangga dengan penuh rasa lega.


“Baiklah Bapak Ryan Erlangga, kita sudah mendengar jawaban dari putri kami, maka dari itu tak ada alasan bagi kami untuk menolaknya, maka dengan ini kami menerima pinangan keluarga Erlangga terhadap putri kami Nania Desi Rahardian untuk putra anda Adrivan Raka Erlangga” lanjut papa Doni.


Adrivan sendiri merasa begitu lega, serasa bongkahan yang meyesakan di hatinya terangkat dan hilang entah kemana, memberikan rasa bahagia yang luar biasa. tinggal selangkah lagi gadis yang selama ini begitu di cintainya akan bersanding dengannya, akan selalu bersama dengannya.


“Alhamdulillah, Terimakasih atas jawabannya pak, sungguh ini adalah jawaban yang sangat melegakan bagi kami terutama untuk putra kami” timpal Papa Ryan dengan senyum sumringahnya.


“Sebagai symbol di terimanya pinangan kami ijinkan anak kami memakaian cincin ini untuk Nania” mama Dahlia pun berdiri dan membuka kotak cincin yang ia bawa,


“berdirilah nak, mendekat ke calon suamimu”


Riko pun dengan sigap mendorong kursi roda sang atasan menuju tempat khusus yang telah di sediakan untuk prosesi tukar cincin,


Semua orang tersenyum dengan sumringah, dan beberapa di antaranya mengabadikan momen pertunangan itu dengan ponsel milik mereka,, meskipun sudah ada fotografer yang di tunjuk keluarga Rahardian namun tetap tak menyurutkan antusias mereka merekam momen penting itu.


“Kamu sangat cantik dek”

__ADS_1


Tbc


__ADS_2