Ternyata Kamu

Ternyata Kamu
Part 86


__ADS_3

🌼Happy Reading🌼


“Segera pulang. Jangan sampai Nia panik”


Kalimat itu terus terngiang dalam benak Rivan yang kini mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Setelah sambungan telpon terputus, ia pun mengecek ponsel di saku celananya, benar saja ponselnya mati karena kehabisan daya seperti yang ia duga, hingga sang papa menghubunginya melalui sang istri.


Namun permintaan sang papa menyuruh mereka segera pulang membuatnya panik sendiri, ‘apa yang sebenarnya terjadi? kenapa papa tidak menjelaskan apapun?’


Sepanjang perjalanan pulang, Nania tampak diam mengamati sang suami yang begitu fokus mengemudi. Ia pun merasa heran karena tiba-tiba sang suami mengajakanya pulang, padahal tadi mengatakan dirinya lapar.


“papa ga kenapa-napa kan mas?” tanya Nania akhirnya karena tak tahan dengan


“Ndak dek, hanya minta kita pulang aja, sepertinya ada hal yang ingin di diskusikan terkait resepsi kita” bohong Rivan, karena sejatinya ia menduga bukan alasan ini lah yang membuat sang papa memintanya segera pulang.


“Emang ada masalah?”


“kurang tau juga dek, cuma kemarin emang sempat ada masalah soal konsep acara” kilah Rivan agar sang istri tak menaruh curiga padanya.


“Kan sudah selesai di bahas sih itu mas”


“Makanya mas juga kurang paham, kita pulang dulu aja, tanya ada apa, gapapa kan?”


“hmm” Nania mengangguk, menyetujui ucapan sang suami, mengesampingkan rasa laparnya dan berharap segera sampai rumah untuk menyantap makanan, ramen yang dia ingin kan sedari tadi pun terpaksa ia lupakan, berharap ada makanan di rumah yang menggoda seleranya.


Rivan kembali melajukan mobil yang di kemudikannya setelah lampu lalu lintas berwarna hijau menyala. Namun saat berada di tengah jalan, tiba-tiba.


Brak!!!!


Cittt!!!!


***


“Astaghfirullah!!!” pekik papa Ryan kala menerima laporan dari anak buahnya yang mengabarkan bahwa mobil yang di tumpangi anak dan menantunya mengalami kecelakaan.


“Bagaimana kondisi mereka saat ini?”


“Beruntung lukanya tak terlalu parah pak, tapi masih di tangani dokter.”


“Lalu yang menabrak? Apa tertangkap?”


“Iya pak, sudah di amankan”


“Bagus, aku akan ke rumah sakit, jaga anak dan menantuku dengan baik”


“Baik pak”


Papa Ryan menghela nafas panjang lalu memijat pelipisnya yang terasa pening. Baru saja ia memperolah informasi terkait pelaku penculikan menantunya dan berharap segera bisa menangkapnya agar anak-anaknya tak kembali dilukai, namun nyatanya pergerakannya kurang cepat. Kini ia mendapatkan kabar buruk mengenai kejadian yang menimpa putra semata wayangnya.

__ADS_1


Setelah menenangkan pikirannya, ia beranjak ke luar rumah menemui sopir pribadinya untuk mengantarnya ke rumah sakit di mana sang putra di rawat.


Dalam perjalanan ia pun menghubungi sahabat sekaligus besannya untuk memberitahukan informasi terkait kejadian yang menimpa putrinya. Meski tanpa di beri tau pun, Doni Rahardian mungkin saja sudah mengetahuinya.


“Iya Yan, aku dan Nando sedang dalam perjalanan ke sana”


“Baiklah Don, maafkan aku”


“Kita tak tau apa yang akan terjadi dengan kita Yan, ini mungkin memang taksdir putriku” ucap Doni berusaha tenang, meski hatinya bergejolak karena mengkhawatirkan putri bungsunya.


“Kita bertemu di rumah sakit Don”


***


“Bagaimana kondisi mereka Yan?” tanya Doni dengan wajah khawatirnya saat tiba di rumah sakit.


“Masih di tangani Don, dokter belum keluar”


“lalu di mana penabraknya?”


“Sudah di amankan orang-orang ku”


“pastikan dia tak lolos kali ini Yan”


“Pasti Don, aku tak mau kejadian buruk menimpa keluarga kita kembali kalau dia lolos”


“ya, katakan padaku jika butuh bantuan”


“Tentu saja ini juga berhubungan denganku juga Yan, kau lupa kalau menantumu itu adalah anak ku”


Papa Ryan tersenyum pada sahabatnya yang mendengus kesal karena ucapannya.


“Bukan maksuda begitu Don, tentu kita berhubungan karena anak-anak kita menikah, namun permasalahan ini kan bermula dari ku, jadi biarkan aku yang akan menanganinya.”


Papa Doni pun mengangguk dan memberikan kesempatan kepada besannya itu untuk membalas perbuatan orang yang telah mencelakai putrinya.


“pantas saja hasil pengamatan terhadap Raymond bersih, ternyata memang bukan dia dalang di balik penculikan Nania”


“hm, maafkan aku Don, ini semua karena kami, Nania jadi kena dampaknya”


“jangan merasa bersalah Yan, kita terjun di di bidang ini sudah lama, musuh yang kita hadapai juga bukan hanya ini saja, aku paham dengan situasi yang terjadi”


Ya dalang di balik penculikan Nania beberapa waktu lalu adalah orang yang berhubungan dengan keluarga Erlangga. Pelaku penggelapan dana proyek pembangunan Resort yang sudah di tahan itu berhasil bebas dengan bantuan orang yang menyuruhnya, yang tak lain adalah lawan bisnisnya dan ia pun menaruh dendam dengan kelurga Erlangga, hingga nekat melakukan tindakan penculikan dengan tujuan membuat keluarga Erlangga merasakan kehilangan anaknya seperti yang ia rasakan.


Pelaku penggelapan dana itu kehilangan anaknya saat ia berada dalam penjara, ia tak bisa menjaga anaknya yang sakit hingga akhir hayatnya. Dan dengan hasutan lawan bisnis keluarga Erlangga ia menjadi sangat marah dan ingin keluarga Erlangga juga merasakan kehilangan anak sepertinya.


Cklek!!!


Ketiga pria yang tengah duduk menunggu dokter keluar itu pun menolah ke arah pintu yang terbuka.

__ADS_1


“Dokter bagaimana keadaan adik saya?” tanya Nando yang memang telah berdiri dan paling dekat dengan sang dokter,


“untuk Pak Rivan tidak ada yang perlu di khawatirkan, hanya luka luar yang mungkin akan sembuh beberapa hari”


“Alhamdulillah” ucap ketiganya serentak,


“Lalu Nania bagaimana dok?”


“Saat ini masih belum sadarkan diri, tapi setelah kondisinya sadar kami perlu memeriksa lebih lanjut, apalagi kondisi Ibu Nania sedang mengandung, kami perlu memeriksa untuk memastikan kondisi janinnya”


“Mengandung?” ketiganya saling pandang dan sedikit bingung dengan penjelasan sang dokter.


“Ya, Bu Nania sedang mengandung. Apakah keluarga belum mengetahuinya?”


Ketiga pria di hadapan sang dokter pun menggelengkan kepala tanda belum mengetahui informasi yang di sampaikan dokter.


Tepat saat dokter hendak pamit, terlihat seorang wanita paruh baya menghampiri mereka,


“Pa!” pekik mama Dahlia dengan wajah paniknya, setelah menangani pasiennya tadi, ia di kejutkan dengan keberadaan Pak Rahman yang menunggunya untuk menjemput, padahal dirinya tak meminta untuk di jemput,


Hingga Pak Rahman menuju rumah sakit, ia baru tau kalau putra dan menantunya mengalami kecelakaan dan sedang di tangani.


“Ma”Papa Ryan langsung merangkul sang istri, memberikan kekuatan agar sang istri.


“Dokter Faisal...” sapa mama Dahlia kala melihat rekan sesama dokternya berdiri di depan mereka, membuat dokter itu mengurungkan niatnya untuk meninggalkan mereka.


“Iya Dokter Dahlia”


“Anda yang menangani putra saya?”


“Ya, jangan khawatir dok, putra anda baik-baik saja”


Mama Dahlia menghembuskan nafas lega mendengar ucapan rekannya mengenai kondisi sang putra.


“Kami akan memindahkannya ke ruang perawatan,”


“Baik dok, terimakasih”


“Lalu menantu saya bagaimana dok?”


Tbc


Hallo semua, 🤗🤗


Maafkan baru bisa update lagi🙏🙏


terimakasih tetap menunggu 🤗🤗🤗


Terimakasih atas dukungannya🤩🤩

__ADS_1


Love you All 😍😍😍


__ADS_2