Ternyata Kamu

Ternyata Kamu
Part 77


__ADS_3

🌼Happy Reading🌼


Beberapa saat setelah makan siang, Rivan kembali mendiskusikan langkah yang akan ia ambil untuk melindungi sang istri, bahkan ia menyita ponsel sang istri untuk mencegahnya kembali dari rasa takut.


“Uncle Ferdi sudah mengurusnya di sana Van, tak perlu khawatir, semoga saja ini hanya obsesi pria muda yang sedang jatuh cinta”


“Justru itu pa, Rivan sangat mengkhawatirkannya, karena obsesinya itu, bisa saja Raymond berbuat nekat”


“Papa juga sudah meminta bodyguard untuk menjaga putri papa, papa pastikan tak akan ada yang berani mendekatinya”


“Terimakasih pa, maafkan Rivan yang belum bisa menjaga Nia dengan baik”


“Kau sudah melakukan yang terbaik selama ini Van”


Keduanya tersenyum, di tengah rasa khawatir yang mendera hati mereka. Sebisa mungkin bersikap tenang agar dapat berpikir jernih dan bisa melindungi orang tersayangnya.


Hingga sore hari, mereka terus mengupdate perkembangan setiap info yang di dapat dari anak buah mereka, sementara papa Ryan tengah sibuk menggantikan sang putra mempersiapka acara peresmian Resort esok hari.


Menjelang maghrib, pasangan suami istri yang tengah menanti anak pertama itu telah tiba di Resort setelah melakukan pemeriksaan kesehatan penerbangan ke kota ini.


“Sudah sampai Nan?” tanya mama Nita yang melihat anak dan menantunya memasuki ruangan khusus untuk mereka yang hanya bersebelahan dengan kamar keluarga Erlangga.


“Iya ma” Nando dan Linda segera menyalami sang mama dan memeluknya erat.


“Bagaimana kondisi Nia ma?” tanya Nando saat ketiganya telah duduk di sofa ruang depan.


“Sudah lebih baik, ketakutannya sudah berangsur hilang”


Nando mengangguk, dan merasa lega setelah mendengar kondisi sang adik sudah baik-baik saja, kemudian ia beralih menatap sang istri yang terlihat kelelahan setelah perjalan yang agak jauh ini.


“Istirahat dulu Yang, mau berbaring?” tanya Nando pada sang istri, perut sang istri yang sudah terlihat membucit itu membuatnya merasa tak tega karena sang istri mudah merasa lelah.


“Nanti habis isya sekalian mas”


“Baiklah, katakan pada mas, kalau butuh sesuatu”


“iya mas”

__ADS_1


***


Kini kedua keluarga yang telah bebesanan itu telah berkumpul di café resort untuk menyantap makan malam bersama. Ada yang bebeda kali ini, Penampilan putri bungsu Rahardian sekaligus menantu Erlangga itu terlihat anggun dengan balutan gamis berwarna biru tua dengan jilbab berwarna senada. Setelah mendapat persetujuan dari sang suami Nania bertekat untuk mengenakan hijab mulai saat ini.


Keputusannya berhijab pun mendapat dukungan penuh dari keluarga, tak ada yang menentang sama sekali.


“Besok agenda di mulai jam berapa Yan?” tanya Doni di sela makan mereka pada sahabat sekaligus besannya itu.


“Jam 10 Don, semoga saja tidak ada kendala”


“Aamiin” semua mengaminkan ucapan papa Ryan berharap agenda esok hari berjalan lancar.


Di tengah obrolan mereka, terdengar langkah yang semakin mendekat, dan behenti tepar di belah meja hingga semua orang menatapnya.


“selamat malam”


“kau baru sampai?” tanya Papa Ryan setelah semua orang menjawab salam asisten pribadi sang putra.


“Iya pak, ada delay tadi, jadi baru tiba”


“Duduklah Ko, ikut malam bersama kami” timpal mama Dahlia,


Mereka pun melanjutkan makan malam mereka diselingi obrolan ringan yang membuat suasana terasa hangat.


“Baiklah, besok pagi kita berkumpul di sini lagi untuk sarapan.” Putus papa Ryan sebelum semua orang meninggalkan café dan kembali ke kamar masing-masing”


***


Keseokan harinya sesua rencana keluarga Rahardian dan keluarga Erlangga tengah berkumpul kembali di café untuk menyantap makan pagi mereke sebelum acara peresmian yang akan berlangsung tidak lebih dari 2 jam lagi. Bahkan semuanya telah siap dengan pakaian resmi mereka, dan akan menyambut tamu undangan usai sarapan.


Sekitar pukul 9.30 tamu undangan mulai berdatangan dan menempatkan diri di kursi yang telah tertata di bawah tenda yang telah disiapkan.


Tepat pukul 10.00 acara di mulai, MC mulai menyapa semua tamu kemudian membacakan susunan acara. Papa Ryan berdiri di atas panggung memberikan sambutan dan meresmikan Resortnya, serta mengumumkan waktu pembukaan resort.


Tepuk tangan yang meriah menyambut papa Ryan yang telah memotong pita sebagai symbol resort telah di buka secara resmi.


Setelah acara utama berlangsung kini tamu dipersilakan menikmati hidangan dan hiburan yang telah di sediakan, begitu pun keluarga Rahardian yang tampak menikmati acara , tamu kehormatan yang tentunya mendapat perlakuan istimewa itu duduk dengan santai sembari menikmati hidangan yang telah di sediakan di atas meja khusus mereka.

__ADS_1


Nania yang duduk di samping sang suami mengedarkan padangannya ke arah tamu yang menikmati hidangan mereka.


Deg!


Tanpa sadar ia mengeratkan genggaman tangannya pada sang suami dan membuat Rivan yang tengah berbicara dengan kakak iparnya itu menoleh ke arah sang istri.


“Kenapa dek?” tanya Rivan pelan, ia melihat wajah sang istri yang tengah di landa kecemasan.


Tatapan matanya tak beralih dari satu titik di sudut kanannya. Membuat Rivan pun melihat ke arah pandangan sang istri.


Terlihat seorang wanita yang mereka temui beberapa hari lalu duduk di salah satu meja dengan para tamu mereka. Wanita itu menatap ke arah sang istri dengan tatapan sendunya. Terlihat sekali raut bersalahnya masih melakat di wajahnya.


“Dia mungkin bekerja di dengan salah satu kolega papa dek, ga ada yang perlu di khawatirkan” ucap Rivan pelan lalu mengusap punggung tangan sang istri, agar mengalihkan pandangannya.


Nando yang mengamati tingkah kedua adiknya itu pun mengalihkan pandangannya ke arah yang sama dengan mereka. Nando mengerti kenapa adiknya tiba-tiba merasa cemas. Nando hanya memperhatikan dan berencana menemui wanita itu setelah acara ini berakhir. Ia tak ingin merusak suasana acara dengan menemui wanita itu di mejanya saat ini.


Setelah Nania meminta sang papa mencabut blacklist wanita itu dari perusahaan di sekitar rumahnya, Papa Doni memintanya untuk mengurus semuannya, dan memastikan wanita itu tak mengganggu princes dari keluarga Rahardian sesuai permintaan Nania.


“Dia tak akan mengganggumu lagi dek” ucap Nando tiba-tiba membuat sepasang pengantin baru itu menoleh ke arahnya.


“Kakak akan mengurusnya susuai permintaanmu” lanjutnya


Nania hanya mengangguk kemudian berusaha menikmati kembali acara hiburan yang di sajikan di atas panggung.


Rivan yang tak ingin sang istri kembali memikirkan mantan sahabatnya itu mengajaknya berbicara dan sesekali menyuapinya dengan cemilan yang tertata di depan mereka.


“Kalian ini so sweet banget sih” ucap Linda yang memperhatikan keromantisan adik iparnya.


“Iya lah kak, sekarang Nia bisa pamer juga, ga bakal iri lagi sama kalian” jawab Nania yang sudah mulai ceria kembali.


“Benar, bukan hanya kalian aja yang bisa pamer kemesraan , kami juga bisa” imbuh Rivan yang merangkul mesra sang istri.


“ck, segitu sombongnya, ga inget dulu nangis-nangis di depan kakak waktu Nia di tembak lelaki lain” sindir Nando


“Eits, sorry ya kak, di garus bawahi, Rivan ga nangis ya…”


“Iya tapi mewek”

__ADS_1


Tbc


__ADS_2