
***
Seperti biasa Rafi berangkat ke kampus dengan senyuman tak luput dari wajahnya.
Rafi kemudian menuju kelasnya, ia berharap dosen tak masuk hari ini agar ia bisa pulang cepat untuk menemui Sasa. Namun keberuntungan tak berpihak kepadanya pasalnya di tengah jalan, ia melihat dosen yang mengajar hari ini sudah datang dan sepertinya memasuki ruangannya. Nasib-nasib, kalau udah gini yah mau gimana lagi. Sabar ajalah, semoga waktu cepat berlalu. 🤗🤗🤗
Rafi pun mempercepat langkahnya menuju kelasnya. Sesampainya di pintu kelas, ternyata sahabatnya itu siapa lagi kalau bukan Andra sudah datang dan dengan santainya ia duduk sambil bersenandung ria tak lupa earphone yang terpasang pada kedua telinganya, entah musik apa yang didengarkannya. Rafi hanya menggelengkan kepalanya kemudian bergerak menuju kursinya di samping Andra.
Rafi meletakkan tasnya kemudian memperbaiki duduknya tak lupa mengeluarkan buku dari tasnya. Pergerakan seseorang di sampingnya membuat Andra menghentikan senandungnya dan melepaskan earphonenya.
Eh Fi, udah lama? tanya Andra
Barusan. ucap Rafi singkat
Owh, btw gimana Sasa? tanya Andra
Gimana apanya? Rafi nanya balik
Maksud aku, Sasa gimana keadaanya? Kemarin kan dia udah balik tuh, nah hari ini dia masuk kampus nggak? jelas Andra
Sasa baik-baik aja, kalau masalah masuk kampus, aku juga nggak tau. ucap Rafi mulai menyibukkan diri dengan bukunya
Andra yang merasa kesal pada sahabatnya itu pasalnya sepertinya buku lebih menarik daripada dirinya, ia kan udah sahabatan sejak kecil, tapi Rafi gitu-gitu aja, kalau udah berinteraksi dengan buku, semuanya dilupain. Andra pun berencana untuk mengerjai Rafi, sekali-kali tidak apa-apa lah, pikir Andra.
Sasaaaa. teriak Andra menatap keluar kelas
Teriakan Andra membuat Rafi mengalihkan perhatiannya. Ia pun mengikuti arah pandang Andra namun nihil tak ada siapa-siapa.
Ndra, Sasa mana? tanya Rafi memutar tubuhnya menghadap ke Andra
Ntah. ucap Andra singkat bermaksud membalas perlakuan Rafi padanya
Lah, terus tadi kamu manggil siapa? tanya Rafi bingung
Nggak manggil siapa-siapa. ucap Andra menahan tawanya
Rafi yang merasa dikerjai segera memukul pundak Andra membuat sang empunya meringis.
Fi, santai dong. Sakit tau. ucap Andra sambil mengusap bahunya
Siapa suruh ngerjain. ucap Rafi kesal
Kamu sih, merhatiin buku mulu. ucap Andra
Yeh, kamu kayak anak cewek aja sih. Cari pacar sana supaya nggak merasa sendiri. ucap Rafi terkekeh
Gimana mau punya pacar, sepupu kamu itu nggak pernah nanggapin perasaan aku. ucap Andra mengingat Rani tak pernah bisa membalas perasaannya
Makanya lupain Rani, cari yang lain napa, Anggi juga cantik kok. usul Rafi
What??? Fi nanti aku aduin yah ke Sasa kalau ternyata kamu naksir sahabatnya sendiri. ucap Andra mengancam
Rafi yang melihat sahabatnya salah paham, pasalnya tadi ia mengatakan hal itu untuk Andra bukan dirinya. Rafi kemudian menepuk dahinya. Membuat Andra tak percaya.
Wah wah gawat kamu bro, kalau suka cewek yah satu aja jangan dua-duanya dong, cowok itu harus setia. ucap Andra panjang lebar
Rafi hanya mendengus mendengar perkataan sahabatnya, " Yah ngomong aku naksir Anggi siapa?"
Kamu lah, itu barusan ngomong kan. ucap Andra membenarkan perkataannya
Rafi merasa geram dengan Andra, begini nih Andra tuh terkadang nyebelin banget.
Maksud aku itu kamu kenapa nggak sama Anggi aja, diakan juga cantik meski cantikan Rani sih. ucap Rafi berusaha sabar
Owhh. ucap Andra santai sambil menganggukkan kepalanya
Beberapa menit berlalu, Andra baru sadar maksud dari Rafi.
Whattt, Aku sama Anggi, nggak deh. Aku tuh udah anggap Anggi sebagai adik sendiri. ucap Andra
Kenapa kamu nggak memberi kesempatan untuk Anggi, buka hati kamu untuk orang lain Ndra supaya kamu nggak selalu sakit hati. ucap Rafi kasihan pada sahabatnya pasalnya dari dulu Andra sudah menyukai sepupunya tapi sepupunya itu malah menyukai orang lain. Rafi sih mau membantu tapi Rani sangat keras kepala, dia kekeh untuk menunggu Dion membalas perasaanya. Memang sih Dion juga ganteng bahkan dikabarkan Dion belum pernah dekat dengan cewek manapun. Mungkin itu yang membuat sepupunya itu sangat menyukai sosok Dion. Tapi apa sepupunya itu tak capek apa, menunggu sesuatu yang tak pasti, Rafi jadi pusing sendiri.
Aku nggak bisa Fi, takutnya aku malah menyakiti perasaan orang lain karena memaksakan perasaan aku. Sesuatu yang dipaksakan kan ujung-ujungnya nggak akan baik. ucap Andra
Rafi hanya menganggukkan kepalanya, tak lama dosenpun masuk kekelasnya. Semua mahasiswa pun mengikuti pelajaran dengan khidmat. Beberapa jam berlalu mata kuliah pun sudah selesai. Waktunya kekantin untuk mengisi perut yang sudah keroncongan🤣🤣🤣
Andra memasukkan buku-bukunya ke tas beserta alat tulisnya, " Fi ke kantin yuk"
Hem, aku masukin buku dulu. ucap Rafi merapikan bukunya
__ADS_1
Setelah semua buku dan alat tulis mereka masukkan ke dalam tas, keduanya pun menuju kantin dengan santainya dengan senyuman tak luput dari wajah keduanya, mereka memang terkenal ramah di kampus ini, meski mereka senior tapi mereka tak pernah semena-mena terhadap junior.
Kak Rafi tambah ganteng aja deh.
Kak Andra juga ganteng banget.
Keduanya emang ganteng banget, andai aku bisa jadi pacar salah satunya.
Aku tuh calon istrinya tauuu.
Mana ada, kamu nggak cocok. Cocokan juga aku.
Ucap junior-junior disepanjang jalan membuat Rafi dan Andra tersenyum tipis dan tetap melanjutkan jalannya. Namun, di tengah jalan Rafi dikejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba memeluk lengannya. Baru saja Rafi ingin melepaskan tangan orang itu tapi tak jadi karena ternyata disana ada seseorang yang sangat dicintainya, ia tak menyangka Sasa akan kekampus hari ini pasalnya baru kemarin ia kembali dari rumah sakit.
Hi kak. ucap Sasa tersenyum ke arah Rafi
Hi. ucap Rafi singkat sambil tersenyum
Interaksi keduanya membuat banyak pasang mata merasa cemburu, pasalnya biasanya Rafi akan dengan tegas menolak jika ada cewek yang mendekatinya tapi kali ini Rafi terlihat sangat dekat dengan juniornya itu.
Ihh dasar cewek centil.
Nggak punya malu banget tuh cewek.
Itu cewek nggak cantik-cantik amat, cantikan juga aku.
Kok kak Rafi bisa deket sih sama dia.
Ucap cewek-cewek yang merasa cemburu dengan Sasa karena lebih dekat dengan Rafi.
Rafi yang mendengar semua itu merasa geram, "Kalian semua diam, Sasa jauh lebih baik dari kalian"
Ucapan Rafi membuat semuanya menjadi terdiam.
Kak udah, nggak papa. Mereka wajar kok ngomong gitu. ucap Sasa menenangkan Rafi
Rafi pun segera menarik Sasa memasuki kantin tanpa berbicara apapun. Sedangkan Andra dan Anggi mengikuti dibelakang keduanya.
Mereka berempat pun duduk dan Rafi dan Andra yang memesan makanannya.
Tak lama kemudian, Rani datang ke meja mereka.
Iya kak. jawab Sasa singkat
Liat Rafi nggak? tanya Rani
Tuh. ucap Sasa menunjuk Rafi yang sedang mengantri untuk memesan makanan
Rani yang melihat keberadaan Rafi pun segera menuju kesana tanpa mengucapkan apapun kepada Sasa.
Anggi yang sadar perubahan raut wajah sahabatnya segera mengalihkan perhatiannya.
Sa kenapa? tanya Anggi merasa Sasa tak baik-baik saja setelah kedatangan Rani
Kak Rani siapanya kak Dirga sih. ucap Sasa cemberut sambil menatap kedepan dimana Rafi dan Rani terlihat sangat dekat, hal itu membuat Sasa jadi cemburu
Nggak tau juga sih Sa, tapi kelihatannya mereka memiliki hubungan yang lain bukan sekedar teman. ucap Anggi yang terbawa suasana
Ucapan Anggi membuat Sasa semakin menatap keduanya tak suka.
Beberapa menit keheningan melanda keduanya, Rafi, Andra dan Rani terlihat sudah memesan makanan dan menuju meja dimana Sasa dan Anggi berada.
Nih Reina makanan kamu. ucap Rafi sambil menyimpan makanan Sasa didepannya
Sasa tak menjawab perkataan Rafi, ia kemudian memulai memakan makanannya. Perubahan sikap Sasa membuat Rafi merasa ada sesuatu yang terjadi, tapi apa?? Tak mau memusingkannya, Rafi pun mulai memakan makanannya.
Anggi yang tak mau ikut campur pun segera memakan makanannya. Sedangkan Andra dan Rani tetap santai tak menyadari suasana yang tak baik.
Di tengah-tengah mereka makan, Rani membuka suara.
Fi, kamu ingat yah nanti sore, jangan sampai lupa. Kamukan biasanya suka lupa. ucap Rani menatap Rafi
Itukan emang lupa mau gimana lagi, kali ini aku jamin nggak akan lupa. ucap Rafi terkekeh
Interaksi keduanya tak luput dari penglihatan Sasa dan Anggi. Sasa jadi tak selera untuk makan.
Nggi balik ke kelas yuk. ucap Sasa segera minum dan bergerak pergi dari sana
Kepergian Sasa membuat Rafi menjadi bingung.
__ADS_1
Anggi yang paham perubahan Sasa segera minum dan menyusul sahabatnya. Namun, baru saja ia ingin bergerak, Rafi sudah menahannya.
Biar aku yang nyusul Reina. ucap Rafi bangkit dari duduknya dan menyusul kepergian Sasa
Anggi pun tak ambil pusing, ia kembali duduk dan melanjutkan makannya. Rani dan Andra pun masih fokus dengan makanannya.
Nggi, Sasa kenapa sih? Kok tiba-tiba pergi gitu. tanya Andra setelah menyelesaikan makannya
Cemburu kak. Ucap Anggi santai
Hha?? Cemburu karena apa? tanya Rani menatap Anggi
Karena kakak. ucap Anggi memutar bola matanya
Kok aku. ucap Rani tak mengerti
Emang karena kakak, soalnya Sasa tadi liat kakak itu kek deket banget gitu sama kak Rafi terus tadi pas makan, kalian bahkan mau jalan. ucap Anggi kesal
Apa salah aku jalan sama Rafi, aku kan sepupunya. ucap Rani menahan tawanya pasalnya sepertinya Anggi dan Sasa sudah salah paham dan malah mengambil kesimpulan sendiri
Hahh??? Sepupu?? tanya Anggi tak percaya
Iya mereka sepupuan. ucap Andra membenarkan perkataan Anggi
Kalau gitu Sasa salah paham dong. ucap Anggi dengan polosnya
Rani dan Andra hanya menggelengkan kepalanya.
Dilain tempat Rafi terus mengejar Sasa yang sepertinya tak peduli dengan teriakannya.
Sasa tungguin. teriak Rafi tetap berlari
Sasa mendengar teriakan itu tapi ia sudah terlanjur kecewa, kenapa Rafi harus berpura-pura menyukainya jika pada dasarnya ia juga dekat dengan cewek lain. Ia pun tetap berlari, tak terasa air mata pun sudah membasahi pipinya.
Beberapa menit berlalu, Rafi akhirnya bisa menahan Sasa.
Rafi yang melihat Sasa menangis tambah merasa ada yang tidak beres, ia pun segera menarik Sasa menuju roftop kampus.
Sasa pun yang sudah capek berlari kemudian pasrah kemana Rafi akan membawanya. Masalah panggilan Rafi untuk dirinya, ia tak masalah karena jika mereka dengan orang dekat maka Rafi akan memanggilnya Reina tapi jika di tempat umum maka Rafi akan memanggilnya Sasa.
Reina kamu kenapa sih? tanya Rafi menghadap ke Sasa sambil menggenggam kedua tangan Sasa
Sasa hanya bisa menangis dan menangis membuat Rafi semakin merasa bingung.
Heyy Reina, ngomong dong, kalau kamu kek gini aku nggak tau harus gimana. ucap Rafi menundukkan kepalanya
Sasa pun manatap dalam mata Rafi, "kenapa kakak harus pura-pura suka sama aku"
Pura-pura?? Siapa yang bilang gitu?? tanya Rafi tak mengerti
Nggak ada yang bilang tapi melihat kedekatan kakak dengan kak Rani membuatku berpikir bahwa selama ini kakak hanya pura-pura. ucap Sasa serak habis menangis
Denger yah, aku nggak pernah pura- pura dan masalah Rani dia adalah sepupu aku. jelas Rafi meyakinkan
Ucapan Rafi membuat Sasa terkejut, "Sepupu?"
Iya, Papa aku dan Mamanya Rani itu saudara kandung. jelas Rafi
Owhh. ucap Sasa singkat karena malu, pasalnya ia sudah salah paham. Ia merasa bodoh banget kenapa nggak cari tau dulu baru mengambil kesimpulan, tapi semuanya udah terjadi yah mau gimana lagi.
Kamu maafin aku kan. ucap Rafi tersenyum
Hem. gumam Sasa
Hem Hem, jawab yang bener dong, iya atau tidak. ucap Rafi terkekeh
Iya kak Dirga. ucap Sasa tersenyum manis kepada Rafi
Senyuman Sasa adalah salah satu dari diri Sasa yang disukai Rafi.
Yaudah kalau gitu, kita pulang?? tanya Rafi bangkit dari duduknya tetap menggenggam tangan Sasa
Okey kita pulang. ucap Sasa antusias, membuat Rafi gemas melihat tingkah Sasa.
***
Sampai sini, gimana menurut kalian???
Semoga kalian suka dengan cerita aku yah
__ADS_1
Jangan lupa vote & comment♥️♥️♥️