
đŒHappy ReadingđŒ
Pagi ini papa Doni mendapat kabar bahwa Adrivan telah sadar dan dalam kondisi sangan baik, maka dari itu setelah membersihkan diri papa Doni mengajak istri dan keponakannya kembali ke rumah sakit untuk melihat keadaan calon menantunya.
Dan di sinilah mereka, bersamaan dengan papa Ryan dan mama Dahlia yang baru saja kembali dari membeli makan, mereka menyaksikan Adrivan yang kembali mengungkapkan perasaannya, dan kali ini langsung di jawab oleh Nania.
Ghem! Ghem!
Papa Doni berdehem, membuat kedua orang yang telah resmi menjadi sepasang kekasih itu mengurai pelukan mereka,
âPapaâŠâ Nania berdiri dan beralih merangkul sang papa yang telah berdiri memandang mereka dengan tersenyum lebar.
âAnak papa sudah besarâ papa Doni mendekap erat sang putri dan memberikam kecupan di dahinya.
âNia sudah menjawab lamaran Rivan paâ ucap Nania malu-malu, pipinya bersemu merah dengan mata bengkak masih menghiasi mata sipitnya.
âKami sudah mendengarnya sayangâ ucap mama Nita beralih memeluk sang putri.
âTerimakasih sudah menerima anak mama sayangâ timpal mama Dahlia sembari mengusap kepala Nania yang masih dalam dekapan sang mama.
âNia yang harus berterimakasih tanteâ ucap Nania malu-malu.
âJangan panggil tante lagi, panggil mama ya?â
Nania menatap kedua orang tuanya meminta persetujuan, dan kedua orang tuanya pun mengangguk memberikan persetujuan.
âIya maâ
âAh, senangnya akhirnya punya anak perempuan!â pekik mama Dahlia sembari memeluk calon menantunya.
âBagaimana kondisimu bang?â kali ini John yang mendekati sang calon kakak ipar, karena semua orang tua tengah bereuforia memeluk kakak sepupunya.
âSangat baik John, terimakasih atas dukungan kalian semua selama iniâ
John tersenyum dan beralih menatap keluarga yang masih saling berpelukan itu. âjaga kak Nia dengan baik bang, abang tau kan kalau dia satu-satu princess di keluarga Rahardian, jadi jangan sampai membuatnya menangis atau kami para pria Rahardian akan memisahkan kalian.
Adrivan menelan ludahnya kasar mendengar ancaman John, tentu saja ia tak akan membiarkan Nania bersedih.
âTentu John, abang akan berusaha membuat senyumnya terus mengembang jika bersama abangâ
âJohn pegang kata-kata abangâ
âJaga putri papa Vanâ papa Doni mendekat dan berdiri di samping keponakannya.
âTentu om, Rivan akan selalu menjaganyaâ
âNo sayang, panggil kami papa dan mama, seperti Nia memanggil kamiâ timpal mama Nita saking senangnya.
__ADS_1
âBaik ma,â jawab Ardrivan dengan senyum lebarnya,
Ditengah kebahagiaan dua keluarga di ruangan perawatan VIP, tiba-tiba saja terdengar seseorang mengetuk dari luar.
âPermisi pak bu, ini sarapan tuan Adrivanâ ucap perawat seraya menyerahkan nampan berisi makanan yang harus Adrivan makan pagi ini sebelum meminum obatnya.
âTerimakasih susâ
Setelah perawat itu pergi, mama dan papa duduk di sofa untuk menyantap sarapan mereka sementara Nania dengan telaten menyuapi sang kekasih yang belum bisa duduk terlalu lama.
âLucu ya? baru beberapa hari lalu kamu menyuapi ku, sekarang aku yang menyuapi muâ Nania terkekeh mengingat kondisinya tempo hari, yang tak mau makan kalau bukan Adrivan yang menyuapinya.
âitu namanya jodoh, saling melengkapiâ goda Adrivan sembari menerima suapan demi suapan dari sang kekasih.
***
âBagaimana hasil penyelidikan kalian Ko?â tanya papa Ryan saat Riko, asisten pribadi sang putra mengunjungi ruang rawat pewaris EC saat hari telah beranjak siang.
âBanyak kejanggalan pak, sesuai prediksi mas Rivan kalau ada penyelewengan dalam proyek kali ini.â
âsiapa yang melakukannyaâ
âManager perencanaan pak, dia menggelapkan dana dan mengganti bahan baku dengan kualitas rendah yang jauh dari standar kita, jadi bangunan yang sudah di bangun tak begitu kuat bahkan belum selesai di bangun saja sudah seperti ituâ
âmemangnya mandor dan pengawas pembangunan tidak protes dengan kualitas bahan?â
âsudah pak, mereka sudah menanyakan langsung dan manager bilang kalau memang bahannya di ganti sesuai keputusan pusatâ
âmanager sudah kami laporkan ke pihak berwenang pak, dan untuk semua pekerja yang terluka juga sudah mendapat penanganan yang sesuaiâ
âbagus, terimakasih telah bergerak cepat Ko, tolong atasi masalah di sini hingga kondisi Rivan memungkinkanâ
âBaik pak, saya akan kerjakan semaksimal mungkinâ
Kedua pria itu berdiskusi langkah selanjutnya yang akan mereka ambil dalam kasus pembangunan Resort yang telah di kerjakan, sementara Adrivan terbaring di ranjang perawatan dengan pulasnya setelah meminum obatnya.
Cklek!
Terdengar pintu terbuka dari luar saat papa Ryan dan Riko tengah berbicara dengan serius,
âApa aku mengganggu?â tanya pria yang baru saja masuk dan melihat tengah terjadi pembicaraan yang serius dalam ruangan yang ia masuki.
âTidak Don, masuklah" papa Ryan mempersilakan tamunya masuk, "apa Nania mau beristirahat?â
âIya, dia sudah tertidur di temani kedua mamanya, makanya aku ke siniâ papa Doni ikut duduk di sofa di mana mereka duduk berdiskusi.
âSyukurlahâ ucap papa Ryan lega.
__ADS_1
Riko pun menyapa papa Doni yang kini duduk di depannya, dan di balas dengan senyum ramah.
âApakah sudah selesai?â
âBelum, kami sedang membahas mengenai kejadian yang menyebabkan proyek kami jadi seperti iniâ
âKalau begitu lanjutkan saja, dan jangan sungkan untuk meminta bantuan kalau kalian memerlukannyaâ
Tanpa merasa terganggu Papa Ryan pun melanjutkan pembicaraannya dengan Riko, dan sesekali papa Doni menyampaikan pendapat untuk memberikan solusi yang harus mereka ambil.
âTerimakasih Don, atas saran-saran muâ
âsama-sama, semoga masalah ini segera selesai dan kita bisa fokus untuk mengurus pernikahan kedua anak kitaâ jawab papa Doni yang membuat Riko mengerutkan dahi,
âPernikahan kedua anak mereka? Apa mbak Nania sudah menerima lamaran mas Rivan?â
Kedua pria paruh baya itu tertawa bahagia membayangkan perhelatan akbar yang akan mereka adakan.
âNah Riko, kamu dengar kan, segera selesaikan masalah ini, lalu bantu kami menyiapkan pernikahan Rivan dan Naniaâ ucap papa Ryan menjawab pertanyaan dalam benak Riko.
âMbak Nia sudah menerima lamaran mas Rivan pak?â
âHmmmm, ya, Nia sudah menerimanya dan kami akan resmi berbesanâ papa Ryan begitu bahagia dan merangkul dan menepuk pelan pundak sang sahabat yang duduk di sampingnya.
âWah, selamat pak, akhirnya setelah sekian lama perasaan mas Rivan terbalasâ
âTerimakasih Ko, semoga kamu juga segera bertemu jodohmuâ
âAamiin, terimakasih pakâ
âBaiklah, lanjutkan kerja mu, tapi tetap jaga kondisimu, sementara Rivan terbaring di rumah sakit, kamu akan sangat lelah dengan banyaknya perkerjaanâ
âbaik pak, terimakasih, saya undur diri untuk kembali ke lokasi proyekâ
âya, hati-hatiâ
Riko pun meninggalkan ruang rawat VIP dimana Adrivan di rawat sementara kedua pria paruh baya itu masih berbincang dengan berbagai macam bahan secara random. Hingga tanpa sadar tawa mereka begitu menggema di ruang rawat itu. Untung saja mereka berada di ruang rawat VIP, sehingga tak mengganggu pasien lain yang tengah berisitirahat.
Hanya saja suara tawa mereka membuat Adrivan yang sebelumnya tertidur pulas harus membuka matanya.
Adrivan pun tak menegur kedua papanya, justru ia merasa senang karena kedua papanya terlihat bahagia, Adrivan pun tersenyum sembari menatap langit-langit kamar, mengingat kejadian tadi pagi di mana sang pujaan hati membalas perasaannya. Rasanya tak sabar untuk keluar dari rumah sakit dan segera menghalalkan sang pujaan hati.
âAh Nia⊠kenapa kamu membuatku begitu gila!!!â pekik Adrivan dalam hati.
Tbc
Halo semuanya, othor kembali hadir⊠đ€đ€
__ADS_1
Mohon dukungannya ya đ€©đ€©đ€©
Love you AllâŠ.đđđ