
🌼Happy Reading🌼
“Kenapa dek?” tanya Rivan saat keluar dari kamar mandi,
“Mama papa minta di jemput di bandara mas”
“Loh, bukannya besok baru mau ke sini”
“Ga tau mas, ini mereka sudah di bandara, bentar lagi take off, jam 9an mungkin sampai sini”
“hmm, ya sudah, mas siap-siap kalau gitu. Kamu mas tinggal sendiri gapapa? Atau mau ikut?”
“Nia istirahat aja mas, capek, Nia mau telpon papa juga”
“ya sudah kalau gitu, tolong telponkan pak Didi, untuk bersiap atau minta sopir lain jika beliau capek, mas ganti baju dulu”
Nania mengangguk dan menghubungi sopir mereka menggunakan ponsel sang suami, beruntung Pak Didi belum pulang ke rumahnya saat, jadi bisa langsung pergi bersama majikannya.
“Hati-hati ya mas, kabari Nia kalau sudah sampa bandara”
“Iya sayang, kunci pintu depan, kalau sudah ngantuk tidur aja, ga usah nunggu mas”
“Iya mas”
***
Sementara Rivan dalam perjalanan menjemput kedua orangtuanya, Nania bersantai di ruang depan sembari menghubungi sang papa.
“Assalamau’alaikum pa” sapa Nania dengan raut manjanya,
“Wa’alaikumusalam dek, kamu gimana kabarnya sayang?”
“Alhamdulillah baik pa, Nia sehat, papa gimana?”
“Sehat juga dek, tumben telpon papa malam-malam gini? Kenapa?”
Nania tertawa karena sang papa berhasil menebak ada sesuatu yang ia ingin sampaikan.
“Ih papa mah, emang anaknya telpon malam-malan ga boleh?”
“Ya boleh dong, papa seneng malah, kamu itu princess papa satu-satunya, kalau bisa malah kamu tinggal di sini sama papa”
“Ya ga bisalah pa, kan papa sendiri yang menikahkan Nania” Nania tersenyu meski sedikit mencebikan bibirnya.
__ADS_1
Papa Doni tersenyum melihat wajah ceria sang putri, bukannya tidak tau masalah yang baru saja menimpa sang putri, namun ia memilih diam tak mengungkitnya selama putri kesayangannya itu baik-baik saja. Dia juga memilih sang putri untuk bercerita sendiri.
“Ya, akhirnya memang papa harus mengalah, kamu sudah jadi milik suamimu, makanya segera berikan papa cucu, biar nemenin papa”
Wajah Nania malah bersemu merah mendengar permintaan sang papa, padahal sebantar lagi akan dapat cucu dari anak sulungnya.
“Kan papa bentar lagi juga punya cucu dari Kak Nando dan Kak Linda, nanti bakal ada temennya pa”
“Iya dari kamu juga, biar tambah ramai, kalian tidak menunda kan?”
Nania hanya tersenyum menggelengkan kepala, mengisyaratkan kalau ia dan sang suami tak menunda momongan, bahkan tadi baru saja membeli susu untuk program kehamilan.
“Bagus lah, kalian sudah sama-sama bekerja, jadi tidak masalah untuk segera punya anak, lagipula papa juga yakin, papa dan mama mertuamu juga pasti juga tak sabar untuk menggendong cucu”
“Iya pa, mohon doanya”
“Pasti sayang, papa akan selalu mendoakan anak-anak papa”
“Terimakasih pa, oh ya mama di mana pa?”
“di kamarnya Linda, nonton drakor katanya, ga tau itu kakak iparmu, akhir-akhir ini seneng nonton drakor, dan mama mu malah ikut-ikutan” adu papa Doni dengan suara melas, membuat Nania terkekeh.
“Kak Nando juga ikut nonton?”
“Iya, mau bagaimana lagi, Linda minta di temani, lagi pula tau sendiri kakakmu itu juga posesif, mana mau istrinya mengagumi cowok-cowok pemain drakor, bikin emosi aja”
“Kamu ngetawain papa ya?”
Nania seketika berusaha meredam tawanya, namun malah semakin terkesan meledek papanya,
“maaf pa, Nia ga bermaksud”
“Sudahlah, jangan bahas mamamu, kamu telpon papa ada perlu apa? Mana suamimu?” Jawab papa Doni mengalihkan pembicaraab dengan pertanyaan beruntun.
Sejenak Nania mengatur nafasnya agar berhenti tertawa, kemudian menjawab pertanyaan sang papa agar sang paoa tak semakin kesal.
“Mas Rivan sedang ke bandara pa, jemput mama papa”
“Oh iya, mertuamu ke sana hari ini ya”
Nania mengangguk, “hmm, papa ke sini besok kan?”
“iya, papa mama ke sana besok, tidak tau kalau kakakmu, besok pagi mau periksa dulu, mau memastikan kandungannya untuk terbang jarak yang agak jauh aman atau tidak”
__ADS_1
“hmm, oke pa, semoga saja boleh, Nia pengen kumpul sekalian liburan disini, tempatnya enak banget pa, besok kalau papa mama udah ke sini kita ke pantai ya" pinta Nania dengan mata berbinar.
“ya, semoga aja,… Besok bisa diatur dek, sesekali liburan bersana juga ok"
"kamu tadi mau bicara apa?” lanjut Papa Doni yang sudah merasa curiga pasti ada sesuatu yang tidak beres, kenapa sang putri tidak langsung to the point dalam menyampaikan kemauannya, malah seolah-olah mengulir waktu untuk menyampaiakan tujuan utamanya menghubunginya.
“hmm… itu pa, Nia mau minta tolong cabut blacklist Diva di perusahaan di situ pa”
Papa Doni menghela nafas panjang, mendengar permintaan sang putri. Anak bungsunya ini memang memiliki hati yang terlalu lembut, gampang merasa iba, namun kadang dengan sifatnya ini malah membuat orang lain memanfaatkannya.
“Kenapa tiba-tiba kamu minta seperti itu?”
“Sebenarnya Nia tadi ketemu Diva pa, dia meminta maaf ke Nia secara langsung, dia juga sudah menyesali perbuatannya”
“Lalu, apakah papa juga harus memaafkannya? Orang yang membuat putri papa terpuruk? Dengan begitu teganya dia mengkhianati putri kesayangan papa”
“Pa…” rengek Nania mencoba meredam emosi sang papa, “itu sudah lama berlalu, lagi pula Nia sekarang kan sudah bahagia, sekarang Nia sudah baik-baik aja pa, justru dengan pengkhianatan mereka, Nia menemukan jodoh Nia sesungguhnya pa, yang ternyata adalah tetangga kita sendiri, anak sahabat papa” wajah Nania merona saat mengucapkan kalimat terakhir,
Papa Doni pun diam saja membiarkan sang putri menyampaikan pendapatnya, ia pun sebenarnya juga bersyukur karena dengan kejadian dua tahun lalu itu, ia mendapatkan peluang untuk meneruskan perjodohan putrinya tanpa adanya unsur pemaksaan.
“Kasian orang tuanya pa, biarkan Diva kembali ke rumah, Nia sudah minta padanya untuk tak mengganggu Nia lagi,”
Sekali lagi papa Doni menghembuskan nafas kasar,
“Baiklah, papa akan pikirkan dulu”
“Terimakasih pa”
“Papa harap kamu tak menyesali keputusan ini”
“Tidak pa, Nia sudah mengenal keluarganya, Nia bisa merasakan penderitaan kedua orang tuanya pa, dan Nia tak mau mereka lebih menderita lagi akibat kelakuan anaknya, mereka tak bersalah pa, hanya anaknya yang bersalah, tak seaharusnya keluarganya ikut menderita pa,
“Baiklah, papa akan minta kakakmu untuk mengurusnya”
"terimakasih banyak pa" ucap Nania girang, karena permintaannya langsung dituruti sang papa.
"tapi janji sama papa, adek akan baik-baik saja, akan selalu bahagia"
"pasti pa, Nia janji"
Tbc
Hallo semua, 🤗🤗
__ADS_1
Mohon dukungannya 🤩🤩🤩
Love you All 😍😍😍