
***
Hari sudah menjelang sore membuat Rafi tak sabar untuk pergi, apalagi bersama sang pujaan hati, membuat Rafi sangat bersemangat.
Sebaiknya sekarang aku siap-siap. Rafi bermonolog bahagia
Beberapa menit kemudian akhirnya Rafi sudah siap.
Tapi akukan nggak tau rumahnya Sasa, nomor hp juga nggak punya, terus gimana dong. Bodoh banget si kamu Fi, kenapa tadi di kampus nggak kepikiran itu semua. Rafi kesal sendiri
Mungkin aja Andra punya, diakan nggak punya malu tuh. Rafi terkekeh membayangkan betapa absurdnya sahabatnya itu
Rafi pun menelpon Andra, tapi sudah dua kali panggilan, nggak dijawab juga.
Gini nih, saat dibutuhin dia nggak ngangkat-ngangkat. Saat nggak dibutuhin malah nongol mulu. Rafi bertambah kesal akhirnya Rafi memutuskan untuk menelepon sekali lagi
Di lain tempat yaitu di rumah Andra. Ternyata Andra tidak menjawab telpon dari Rafi karena Andra sedang tidur dengan sangat nyenyak.
drtdrtdrtdrt
Adduhhh, siapa sih yang nelpon. Andra gantengkan masih ngantuk, tapi fans Andra kan banyak, siapa tau salah satu dari mereka. ucap Andra bangga dengan dirinya
Haloooo, Andra disini. Ada yang bisa dibantu. ucap Andra di seberang sana membuat Rafi jengah dengan tingkah sahabatnya itu
Minta nomor Sasa. ucap Rafi membuat Andra bingung
Maksudnya? tanya Andra tidak mengerti perkataan Rafi
Minta nomor Sasa. ucap Rafi malas, begini nih kalau Andra kumat, suka laload alias lambat loading😂😂
Emang aku siapanya Sasa, aku nggak punya lah. ucap Andra bingung, dari mana sahabatnya itu berpikir kalau dia mempunyai nomor hp Sasa
Biasanya kan kamu punya tuh nomor Maba-Maba yang cantik. ucap Rafi memutar bola matanya
Itukan dulu Fi, sekarang mah aku udah berubah. Bukannya jodoh adalah cerminan diri. ucap Andra terkekeh
Kalau Anggi? tanya Rafi sabar
Anggi kenapa? tanya Andra juga membuat Rafi sangat geram dengan sahabatnya itu
Kamu punya nomor hp Anggi? tanya Rafi mengontol emosinya
Owh Anggi, Anggi yang mana. Anggi anaknya Pak desa?Anggi teman Smp? atau Anggi mantan aku? ucap Andra panjang lebar
Nggak ada yang bener, Anggi teman Sasa. Kamu punya nggak? ucap Rafi menyungar rambutnya ke belakang
Anggi belum jadi punya aku, kalau udah nikah baru deh udah punya aku tapi enggak mungkin sih, soalnya hati babang Andra hanya untuk dedek Rani seorang. ucap Andra lebay
Bukan itu maksud aku tapi nomoh hp. Kamu punya nggak? ucap Rafi menarik napas kemudian mengeluarkan pelan-pelan
Bilang dong, makanya kalau ngomong yang jelas. Keknya aku punya, aku sms aja nanti, bye. ucap Andra menutup telponnya
O...ke. ucap Rafi pelan karena dengan teganya Andra memutuskan telpon sepihak
Tak lama kemudian Andra ngesms, membuat Rafi cepat-cepat menelpon Anggi.
drtdrtdrtdrt
Halo. ucap Anggi di seberang sana
Ini Anggi kan? tanya Rafi takutnya Andra mengerjainya
Iya, ini siapa? tanya Anggi penasaran
Ini Rafi, kamu punya nomor hp Sasa? tanya Rafi secepatnya
Punya. Emang kenapa? tanya Anggi
Kirim lewat sms yaa. Kamu taukan sore ini aku udah janjian dengan Sasa, mau ke toko buku tapi aku baru nyadar kalau aku nggak punya nomor hpnya dan nggak tau rumahnya dimana. ucap Rafi menjelaskan membuat Anggi jadi paham
Oke nanti aku kirimin kak. ucap Anggi menutup telponnya tanpa menunggu jawaban Rafi
Nggak Andra nggak Anggi sama-sama saja, matiin hp seenaknya. batin Rafi
__ADS_1
Tak lama kemudian, Anggi sudah mengirim sms ke Rafi.
drtdrtdrtdrt
Halo. ucap Rafi
Iya, ini siapa? tanya Sasa penasaran
Rafi. ucap Rafi singkat
Oiya, ada apa kak? tanya Sasa
Hari ini jadi ke toko buku??? Kamu nggak lupa kan? tanya Rafi takut jika Sasa tak jadi pergi menemaninya
Aku kirain nggak jadi kak soalnya ini udah lewat jam 3. ucap Sasa menjelaskan
Jadi kok, tadi aku udah mau berangkat tapi baru nyadar kalau aku nggak tau rumah kamu terus nomor hp juga nggak punya. ucap Rafi menghela napas
Owh gitu kak, gimana kalau kita ketemu langsung di toko bukunya aja. saran Sasa
Tapi Sa, aku bisa kok jemput kamu. ucap Rafi
Nggak usah kak, kita ketemu di sana aja. Kakak sms aja tempatnya dimana. ucap Sasa
Yaudah, sampai ketemu disana. ucap Rafi menyerah
Oke kak. ucap Sasa
Oke, udah dulu yah. ucap Rafi
Ya kak. ucap Sasa kemudian mematikan telponnya
Rafi pun menuju toko buku tersebut kemudian tak lupa mengirim lokasi ke Sasa.
Sudah beberapa menit Rafi menunggu tapi Sasa tak kunjung datang juga. Rafi dibuat gelisah saja.
Kak, maaf aku lama banget yah. ucap Sasa membuat Rafi terkejut
Nggak kok. Santai aja. ucap Rafi tersenyum
Adab-adab berumah tangga. ucap Rafi santai
Hha?? buat siapa kak?? tanya Sasa terkejut dengan jawaban Rafi
Buat aku lah. ucap Rafi membuat Sasa membulatkan matanya
Wah, aku baru tau kalau kakak udah menikah. ucap Sasa berusaha menutupi sesuatu yang ia rasakan. Sasa juga bingun, itu perasaan apa yah😯😯😯
Yang bilang aku udah nikah siapa? tanya Rafi menaikkan alisnya berniat menggoda Sasa tapi Sasa terlihat biasa saja
Nggak ada sih kak, aku hanya menarik kesimpulan kalau kakak sudah menikah sehingga kakak mau membeli buku itu. ucap Sasa berwajah polos membuat Rafi gemas dengan sikap Sasa, rasanya Rafi ingin mencubit kedua pipi Sasa tapi Rafi masih waras, nggak mungkin ia melakukan itu takutnya Sasa tak suka diperlakukan seperti itu
Membeli buku seperti itu tidak harus orang yang sudah menikah. ucap Rafi tetap mengelilingi rak buku
Owh jadi kakak beli buat apa dong? tanya Sasa polos
Buat masa depan kita. ucap Rafi seperti berbisik yang membuat Sasa mendengarnya tidak terlalu jelas
Kakak bilang apa? tanya Sasa penasaran
Nggak, nggak bilang apa apa kok. Yaudah kamu cariin gih. Aku cari ke sebelah sana (menunjuk arah kanannya) dan kamu cari di sebelah sana (menunjuk arah kirinya). ucap Rafi mengalihkan pembicaraan
Sasa yang notebennya nggak terlalu memusingkan sesuatu, ia pun menuruti perkataan Rafi.
Beberapa menit kemudian, Sasa pun menuju Rafi yang sedang duduk memperhatikan Sasa, membuat Sasa salah tingkah saja.
Accieeeee kalau ditatap sama cogan baperlahhh😍😍😍😍
Kak ini bukunya. ucap Sasa menyadarkan Rafi
Oh iya thanks yah. ucap Rafi tersenyum masih menatap Sasa
Sasa hanya tersenyum menanggapi perkataan Rafi. Beberapa menit keheningan melanda keduanya. Akhirnya Sasa membuka suara.
__ADS_1
Masih ada yang mau kakak beli? ucap Sasa
Hemmm keknya udah nggak ada deh, kita ke kasir yuk. ucap Rafi kemudian menuju kasir
Sasa hanya mengikuti di belakang Rafi.
Setelah Rafi membayar buku yang dibelinya, ia dan Sasa pun keluar dari toko itu.
Sa, kita makan dulu yuk. ajak Rafi
Nggak usah kak, aku langsung pulang aja. ucap Sasa ingin cepat-cepat pulang karena sepertinya jantungnya tak baik-baik saja, setiap di dekat Rafi, mengapa jantungnya sering berdetak abnormal.
Please Sa, mau yah. bujuk Rafi
Tapi kak... Sasa ingin menolak
Nggak ada tapi-tapian, tadi kamu kesini naik gojek kan. Jadi sekarang ikut aku, aku yang akan nganterin kamu pulang habis makan. ucap Rafi tersenyum sambil menarik tangan Sasa
Sasa tak berkutik, perlakuan Rafi padanya membuat Sasa tambah gugup.
Mereka pun sampai di Resto, Sasa terkejut dengan perlakuan Rafi yang tiba-tiba membukakan pintu untuknya. Sasa pun turun, dan tak terduga Rafi malah menggenggam tangannya. Adduuhhhhh😱😱😱
Sa, mau pesen apa? tanya Rafi menyadarkan Sasa
Hhhaa? Kakak nanya apa? ucap Sasa salah tingkah
Aku tanya kamu mau pesen apa? tanya Rafi sambil tersenyum
Roti bakar dan es jeruk aja. ucap Sasa mengontrol dirinya
Itu aja? tanya Rafi memastikan
Iya kak. ucap Sasa menatap ke arah lain
Beberapa menit mereka makan, akhirnya mereka bersiap untuk pulang.
Sa, kamu kenapa? tanya Rafi bingung dengan Sasa yang diam dari tadi
Nggak papa kak, ngantuk aja. ucap Sasa pura-pura menguap
Owh gitu. ucap Rafi menganggukkan kepala
Rafi pun mengantar Sasa pulang setelah menanyakan alamat rumah Sasa. Beberapa menit perjalanan akhirnya mobil Rafi sampai di depan rumah Sasa yang megah.
Makasih ya kak, kakak nggak masuk dulu ke rumah? ucap Sasa berdiri di samping mobil Rafi
Nggak deh Sa, lain kali aja deh. Udah mau magrib nih. ucap Rafi menolak dengan halus, sebenarnya ia sangat ingin mampir tapi apalah daya, udah mau magrib. Kalau ia belum sampai di rumah sebelum magrib bisa-bisa Papanya itu akan mengomelinya lagi.
Yaudah deh kak, hati-hati di jalan. ucap Sasa bergerak menuju pagar rumah kemudian berbalik lagi menatap Rafi
Oke, aku pulang ya. ucap Rafi menyalakan mesin mobilnya kemudian meninggalkan rumah Sasa
Setelah mobil Rafi sudah tak terlihat lagi, Sasa pun memasuki rumahnya sambil senyum-senyum. Tanpa ia sadari sedari tadi Papa, Mama dan kedua adiknya memperhatikan interaksinya dengan Rafi.
Assalamu'alaikum. ucap Sasa memasuki rumahnya
Waalaikumussalam. ucap kedua orang tuanya
Pa, Ma Sasa ke kamar dulu yah. pamit Sasa
Iya sayang. ucap kedua orang tuanya
Sasa pun menuju kamarnya sambil bersenandung membuat kedua orang tuanya yang melihatnya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya. Sepertinya anaknya itu sedang jatuh cinta, tapi mengingat anaknya pernah sakit hati karena mencintai seseorang yang tidak mencintainya membuat kedua orang tuanya selalu memantau Sasa. Takutnya Sasa mengalami hal yang sama lagi.
Pa, Mama takut deh. ucap Mama Sasa menatap suaminya
Takut kenapa? tanya Papa Sasa
Mama takut kejadian 3 tahun lalu terulang lagi, Mama nggak mau melihat Sasa tersakiti lagi pa. ucap Mama Sasa menunduk
Papa akan pastikan kali ini Sasa nggak akan sakit hati. ucap Papa Sasa meyakinkan
Mama Sasa tidak menjawab perkataan suaminya, ia kemudian memeluk dan bersandar di dada suaminya.
__ADS_1
***
Jangan lupa vote & comment guys❤❤❤