Ternyata Kamu

Ternyata Kamu
Jalan Berdua


__ADS_3

***


Hari sudah menjelang sore membuat Rafi tak sabar untuk pergi, apalagi bersama sang pujaan hati, membuat Rafi sangat bersemangat.


Sebaiknya sekarang aku siap-siap. Rafi bermonolog bahagia


Beberapa menit kemudian akhirnya Rafi sudah siap.


Tapi akukan nggak tau rumahnya Sasa, nomor hp juga nggak punya, terus gimana dong. Bodoh banget si kamu Fi, kenapa tadi di kampus nggak kepikiran itu semua. Rafi kesal sendiri


Mungkin aja Andra punya, diakan nggak punya malu tuh. Rafi terkekeh membayangkan betapa absurdnya sahabatnya itu


Rafi pun menelpon Andra, tapi sudah dua kali panggilan, nggak dijawab juga.


Gini nih, saat dibutuhin dia nggak ngangkat-ngangkat. Saat nggak dibutuhin malah nongol mulu. Rafi bertambah kesal akhirnya Rafi memutuskan untuk menelepon sekali lagi


Di lain tempat yaitu di rumah Andra. Ternyata Andra tidak menjawab telpon dari Rafi karena Andra sedang tidur dengan sangat nyenyak.


drtdrtdrtdrt


Adduhhh, siapa sih yang nelpon. Andra gantengkan masih ngantuk, tapi fans Andra kan banyak, siapa tau salah satu dari mereka. ucap Andra bangga dengan dirinya


Haloooo, Andra disini. Ada yang bisa dibantu. ucap Andra di seberang sana membuat Rafi jengah dengan tingkah sahabatnya itu


Minta nomor Sasa. ucap Rafi membuat Andra bingung


Maksudnya? tanya Andra tidak mengerti perkataan Rafi


Minta nomor Sasa. ucap Rafi malas, begini nih kalau Andra kumat, suka laload alias lambat loading😂😂


Emang aku siapanya Sasa, aku nggak punya lah. ucap Andra bingung, dari mana sahabatnya itu berpikir kalau dia mempunyai nomor hp Sasa


Biasanya kan kamu punya tuh nomor Maba-Maba yang cantik. ucap Rafi memutar bola matanya


Itukan dulu Fi, sekarang mah aku udah berubah. Bukannya jodoh adalah cerminan diri. ucap Andra terkekeh


Kalau Anggi? tanya Rafi sabar


Anggi kenapa? tanya Andra juga membuat Rafi sangat geram dengan sahabatnya itu


Kamu punya nomor hp Anggi? tanya Rafi mengontol emosinya


Owh Anggi, Anggi yang mana. Anggi anaknya Pak desa?Anggi teman Smp? atau Anggi mantan aku? ucap Andra panjang lebar


Nggak ada yang bener, Anggi teman Sasa. Kamu punya nggak? ucap Rafi menyungar rambutnya ke belakang


Anggi belum jadi punya aku, kalau udah nikah baru deh udah punya aku tapi enggak mungkin sih, soalnya hati babang Andra hanya untuk dedek Rani seorang. ucap Andra lebay


Bukan itu maksud aku tapi nomoh hp. Kamu punya nggak? ucap Rafi menarik napas kemudian mengeluarkan pelan-pelan


Bilang dong, makanya kalau ngomong yang jelas. Keknya aku punya, aku sms aja nanti, bye. ucap Andra menutup telponnya


O...ke. ucap Rafi pelan karena dengan teganya Andra memutuskan telpon sepihak


Tak lama kemudian Andra ngesms, membuat Rafi cepat-cepat menelpon Anggi.


drtdrtdrtdrt


Halo. ucap Anggi di seberang sana


Ini Anggi kan? tanya Rafi takutnya Andra mengerjainya


Iya, ini siapa? tanya Anggi penasaran


Ini Rafi, kamu punya nomor hp Sasa? tanya Rafi secepatnya


Punya. Emang kenapa? tanya Anggi


Kirim lewat sms yaa. Kamu taukan sore ini aku udah janjian dengan Sasa, mau ke toko buku tapi aku baru nyadar kalau aku nggak punya nomor hpnya dan nggak tau rumahnya dimana. ucap Rafi menjelaskan membuat Anggi jadi paham


Oke nanti aku kirimin kak. ucap Anggi menutup telponnya tanpa menunggu jawaban Rafi


Nggak Andra nggak Anggi sama-sama saja, matiin hp seenaknya. batin Rafi

__ADS_1


Tak lama kemudian, Anggi sudah mengirim sms ke Rafi.


drtdrtdrtdrt


Halo. ucap Rafi


Iya, ini siapa? tanya Sasa penasaran


Rafi. ucap Rafi singkat


Oiya, ada apa kak? tanya Sasa


Hari ini jadi ke toko buku??? Kamu nggak lupa kan? tanya Rafi takut jika Sasa tak jadi pergi menemaninya


Aku kirain nggak jadi kak soalnya ini udah lewat jam 3. ucap Sasa menjelaskan


Jadi kok, tadi aku udah mau berangkat tapi baru nyadar kalau aku nggak tau rumah kamu terus nomor hp juga nggak punya. ucap Rafi menghela napas


Owh gitu kak, gimana kalau kita ketemu langsung di toko bukunya aja. saran Sasa


Tapi Sa, aku bisa kok jemput kamu. ucap Rafi


Nggak usah kak, kita ketemu di sana aja. Kakak sms aja tempatnya dimana. ucap Sasa


Yaudah, sampai ketemu disana. ucap Rafi menyerah


Oke kak. ucap Sasa


Oke, udah dulu yah. ucap Rafi


Ya kak. ucap Sasa kemudian mematikan telponnya


Rafi pun menuju toko buku tersebut kemudian tak lupa mengirim lokasi ke Sasa.


Sudah beberapa menit Rafi menunggu tapi Sasa tak kunjung datang juga. Rafi dibuat gelisah saja.


Kak, maaf aku lama banget yah. ucap Sasa membuat Rafi terkejut


Nggak kok. Santai aja. ucap Rafi tersenyum


Adab-adab berumah tangga. ucap Rafi santai


Hha?? buat siapa kak?? tanya Sasa terkejut dengan jawaban Rafi


Buat aku lah. ucap Rafi membuat Sasa membulatkan matanya


Wah, aku baru tau kalau kakak udah menikah. ucap Sasa berusaha menutupi sesuatu yang ia rasakan. Sasa juga bingun, itu perasaan apa yah😯😯😯


Yang bilang aku udah nikah siapa? tanya Rafi menaikkan alisnya berniat menggoda Sasa tapi Sasa terlihat biasa saja


Nggak ada sih kak, aku hanya menarik kesimpulan kalau kakak sudah menikah sehingga kakak mau membeli buku itu. ucap Sasa berwajah polos membuat Rafi gemas dengan sikap Sasa, rasanya Rafi ingin mencubit kedua pipi Sasa tapi Rafi masih waras, nggak mungkin ia melakukan itu takutnya Sasa tak suka diperlakukan seperti itu


Membeli buku seperti itu tidak harus orang yang sudah menikah. ucap Rafi tetap mengelilingi rak buku


Owh jadi kakak beli buat apa dong? tanya Sasa polos


Buat masa depan kita. ucap Rafi seperti berbisik yang membuat Sasa mendengarnya tidak terlalu jelas


Kakak bilang apa? tanya Sasa penasaran


Nggak, nggak bilang apa apa kok. Yaudah kamu cariin gih. Aku cari ke sebelah sana (menunjuk arah kanannya) dan kamu cari di sebelah sana (menunjuk arah kirinya). ucap Rafi mengalihkan pembicaraan


Sasa yang notebennya nggak terlalu memusingkan sesuatu, ia pun menuruti perkataan Rafi.


Beberapa menit kemudian, Sasa pun menuju Rafi yang sedang duduk memperhatikan Sasa, membuat Sasa salah tingkah saja.


Accieeeee kalau ditatap sama cogan baperlahhh😍😍😍😍


Kak ini bukunya. ucap Sasa menyadarkan Rafi


Oh iya thanks yah. ucap Rafi tersenyum masih menatap Sasa


Sasa hanya tersenyum menanggapi perkataan Rafi. Beberapa menit keheningan melanda keduanya. Akhirnya Sasa membuka suara.

__ADS_1


Masih ada yang mau kakak beli? ucap Sasa


Hemmm keknya udah nggak ada deh, kita ke kasir yuk. ucap Rafi kemudian menuju kasir


Sasa hanya mengikuti di belakang Rafi.


Setelah Rafi membayar buku yang dibelinya, ia dan Sasa pun keluar dari toko itu.


Sa, kita makan dulu yuk. ajak Rafi


Nggak usah kak, aku langsung pulang aja. ucap Sasa ingin cepat-cepat pulang karena sepertinya jantungnya tak baik-baik saja, setiap di dekat Rafi, mengapa jantungnya sering berdetak abnormal.


Please Sa, mau yah. bujuk Rafi


Tapi kak... Sasa ingin menolak


Nggak ada tapi-tapian, tadi kamu kesini naik gojek kan. Jadi sekarang ikut aku, aku yang akan nganterin kamu pulang habis makan. ucap Rafi tersenyum sambil menarik tangan Sasa


Sasa tak berkutik, perlakuan Rafi padanya membuat Sasa tambah gugup.


Mereka pun sampai di Resto, Sasa terkejut dengan perlakuan Rafi yang tiba-tiba membukakan pintu untuknya. Sasa pun turun, dan tak terduga Rafi malah menggenggam tangannya. Adduuhhhhh😱😱😱


Sa, mau pesen apa? tanya Rafi menyadarkan Sasa


Hhhaa? Kakak nanya apa? ucap Sasa salah tingkah


Aku tanya kamu mau pesen apa? tanya Rafi sambil tersenyum


Roti bakar dan es jeruk aja. ucap Sasa mengontrol dirinya


Itu aja? tanya Rafi memastikan


Iya kak. ucap Sasa menatap ke arah lain


Beberapa menit mereka makan, akhirnya mereka bersiap untuk pulang.


Sa, kamu kenapa? tanya Rafi bingung dengan Sasa yang diam dari tadi


Nggak papa kak, ngantuk aja. ucap Sasa pura-pura menguap


Owh gitu. ucap Rafi menganggukkan kepala


Rafi pun mengantar Sasa pulang setelah menanyakan alamat rumah Sasa. Beberapa menit perjalanan akhirnya mobil Rafi sampai di depan rumah Sasa yang megah.


Makasih ya kak, kakak nggak masuk dulu ke rumah? ucap Sasa berdiri di samping mobil Rafi


Nggak deh Sa, lain kali aja deh. Udah mau magrib nih. ucap Rafi menolak dengan halus, sebenarnya ia sangat ingin mampir tapi apalah daya, udah mau magrib. Kalau ia belum sampai di rumah sebelum magrib bisa-bisa Papanya itu akan mengomelinya lagi.


Yaudah deh kak, hati-hati di jalan. ucap Sasa bergerak menuju pagar rumah kemudian berbalik lagi menatap Rafi


Oke, aku pulang ya. ucap Rafi menyalakan mesin mobilnya kemudian meninggalkan rumah Sasa


Setelah mobil Rafi sudah tak terlihat lagi, Sasa pun memasuki rumahnya sambil senyum-senyum. Tanpa ia sadari sedari tadi Papa, Mama dan kedua adiknya memperhatikan interaksinya dengan Rafi.


Assalamu'alaikum. ucap Sasa memasuki rumahnya


Waalaikumussalam. ucap kedua orang tuanya


Pa, Ma Sasa ke kamar dulu yah. pamit Sasa


Iya sayang. ucap kedua orang tuanya


Sasa pun menuju kamarnya sambil bersenandung membuat kedua orang tuanya yang melihatnya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya. Sepertinya anaknya itu sedang jatuh cinta, tapi mengingat anaknya pernah sakit hati karena mencintai seseorang yang tidak mencintainya membuat kedua orang tuanya selalu memantau Sasa. Takutnya Sasa mengalami hal yang sama lagi.


Pa, Mama takut deh. ucap Mama Sasa menatap suaminya


Takut kenapa? tanya Papa Sasa


Mama takut kejadian 3 tahun lalu terulang lagi, Mama nggak mau melihat Sasa tersakiti lagi pa. ucap Mama Sasa menunduk


Papa akan pastikan kali ini Sasa nggak akan sakit hati. ucap Papa Sasa meyakinkan


Mama Sasa tidak menjawab perkataan suaminya, ia kemudian memeluk dan bersandar di dada suaminya.

__ADS_1


***


Jangan lupa vote & comment guys❤❤❤


__ADS_2