Ternyata Kamu

Ternyata Kamu
Part 60


__ADS_3

🌼Happy Reading🌼


“Lalu mas boleh mengabaikan kesehatan mas begitu?”


“Ya ga juga dek, maafkan mas ya, oke, mulai besok mas janji, tak akan lembur di kantor lagi”


“Jangan janji kalau ga bisa menepati mas”


Begitulah wanita kalau sudah merasa kesal bawaanya akan kesal sepanjang hari, meski dalam hati tak ingin meluapkan kekesalannya, namun dirinya tak akan lega jika tak melampiaskannya.


“Iya, makanya mas minta tolong jangan bosan untuk mengingatkan mas ya,hmm” ucap Adrivan dengan nada lembutnya,


Huff


Sekali lagi Nania mengehela nafas untuk meredam rasa kesalnya, lalu menatap sang suami yang terlihat sendu berharap penuh padanya.


“Maafkan Nia yang begitu kesal mas, tak seharusnya Nia marah-marah ke mas, Nia tau mas lelah, tak seharusnya Nia bersikap seperti ini hingga membuat mas semakin lelah”


“Tidak sayang, kamu benar, mas yang salah sudah mengabaikan janji mas, dan sudah mengabaikan kesehatan mas sendiri”


“hmm, mas kan tau, mas juga masih tahap pemulihan, berhari-hari mas pulang malam terus, memangnya tak kasihan dengan tubuh mas, hmm?”


“ya mau bagaimana lagi dek, kerjaan mas begitu menumpuk setelah beberapa waktu terabaikan karena kondisi mas kemarin, dan lagi bulan ini kan peresmian Resort dek, ada banyak deadline yang harus mas selesaikan.”


Huff


“Oke, Nia ngerti akan beban kerja mas, tapi jangan sampai mengabaikan kondisi mas sendiri, kemarin Nia juga dapat laporan dari Riko, kalau mas kemarin makan siang telat dan gak makan malam, lalu bagaimana mas menyuruh Nia untuk menjaga kesehatan Nia, tapi mas sendiri mengabaikan?”


“Maaf dek, bukan maksud mas begitu, oke, begini saja, mulai besok kamu antar makan siang ke kantor mas ya, biar mas ga telat makan” Adrivan tersenyum mencetuskan solusi akan masalahnya, dan lagi ia akan lebih sering bersama sang istri jika sang istri ke kantornya.


“Memangnya di kantor mas tidak ada kantin? Atau restoran dekat kantor?”


“ya ada dek, tapi kan beda, ya.. ya… mau ya” Adrivan menggerakan kedua alisnya naik turun membujuk sang istri,


Memang selama menikah Nania sekalipun belum menginjakan kakinya di kantor sang suami, apalagi selama Adrivan sakit, Adrivan lebih banyak bekerja di rumah, di tambah ia pun juga punya kesibukan lain dengan membantu kakak dan papanya.


“ya, baiklah” ucap Nia akhirnya pasrah, ini demi kebaikan suaminya juga.

__ADS_1


“Oke, besok biar Pak Rahman jemput kamu ke rumah kalau sudah mendekati waktu makan siang, jangan pergi sendiri? Oke?”


“hmm.” Nania pun beranjak dari tempat dudukya dan membereskan bekas makan mereka, sementara sang suami hanya duduk sembari tersenyum melihat aktivitas sang istri yang tak lagi marah padanya.


***


Setelah semalam keduanya saling memaafkan, pagi ini mereka jalani dengan ceria seperti biasa, bahkan suasana hati Adrican tampak lebih bahagia dari biasanya.


“Nanti langsung masuk ruangan mas aja dek, mas akan pesen ke resepsionis untuk mengantarmu ke ruangan mas”


“Hmm” Nania mengangguk lalu memejamkan matanya merasakan kecupan sang suami di dahinya.


Setelah drama pamit yang terasa enggan itu, keduanya berpisah di teras rumah untuk mengerjakan aktivitas masing-masing.


Nania pun ikut membereskan rumah untuk mengisi kegiatannya, kebetulan hari ini sedang kosong tak ada kegiatan di perusahaan sang papa.


“Bi, besok temani Nia ke Florist ya?”


“Mau cari bunga apa mbak?”


“Lihat dulu aja bi, besok yang bagus apa, pengen kasih tanaman di teras kamar, sama buat hiasan dalam kamar juga”


“Emang belanja lainnya ga seneng bi?”


“Ya seneng mbak, tapi paling seneng itu beli kembang”


Setelah selesai memberekan rumah, Nania pun segera ke dapur untuk menyiapkan makan siang untuk sang suami. Tak perlu waktu yang lama Nania sudah menyelesaikan beberapa menu untuk sang suami, ia pun menyiapkannya di kotak bekal yang cukup besar dan dalam kotak yang lebih kecil untuk di berikannya pada Riko, asisten pribadi sang suami.


Suara deru mobil memasuki halaman rumah, dan bersamaan dengan Nania yang keluar dari kamarnya setelah membersihkan diri dan bersiap.


“Sudah sampai pak?” tanya Nania basa-basi saat sopir keluarganya telah memasuki rumah.


“Sudah mbak, mau langsung berangkat atau masih tunggu?”


“Langsung saja pak, sudah siap kok”


Nania pergi ke dapur untuk mengambil dua paper bag yang telah ia siapkan, setelah berpamitan pada asisten rumah tangganya ia pun melangkahkan kakinya menuju mobil yang telah stand by di depan teras.

__ADS_1


Perjalanan yang tak begitu lama Nania tempuh untuk sampai di perusahaan sang suami.


“Selamat siang” sapa Nania ramah saat memasuki loby perusahaan dan di hadapkan dengan 2 resepsionis yang telah menyambutnya.


“Siang bu, mau langsung ke ruangan bapak bu?”jawab sang resepsions, keduanya tersenyum lebar menyambut istri bosnya yang baru datang pertama kali ke perusahaan. Untung saja sang bos telah mengatakan bahwa istrinya akan datang di antar bersama sopirnya, jadi tak ada drama menahan ibu bos di loby kantor karena tak mengenali wajah istri bos mereka.


“iya mb, bisa saya ke sana?”


“Silakan bu, mari saya antar” salah satu resepsionis keluar dari balik meja dan mengantarkan istri bos mereka ke ruangan yang berada di lantai atas.


“Mbak Nia” sapa Riko saat melihat istri dari atasannya ini keluar dari lift,


“Siang Ko” sapa Nania ramah, kemudian mengucapkan terimakasih pada resepsionis yang telah mengantarkannya, dan selanjutnya akan ke ruangan bersama Riko.


“Siang mbak, mari langsung masuk saja”


Nania mengangguk lalu mengikuti langkah asisten pribadi suaminya menuju ruang paling pojok, bersebelahan dengan ruangan sang papa mertua yang berada di tengah.


Cklek!!


Suara pintu terbuka tanpa ketukan membuat pemilik ruangan mendongakan kepala di tengah kesibukannya. Terlihat wanita tersayangnya masuk ke dalam ruangan dengan senyum manisnya.


“Dek… sudah sampai?” sekika Rivan menghentikan aktivitasnya dan menyambut sang istri dengan berdiri.


“Mas masih sibuk?” Nania mendekat dan menyalami sang suami,


“Tidak juga dek,, hanya masih ada beberapa berkas yang harus mas periksa,”


“Kalau gitu kita makan siang dulu, Ko, ikut makan siang sekalian ya” ajak Nania yang beralih ke sofa yang tak jauh dari meja kerja sang suami.


“siap,....dengan senang hati mbak” Jawab Riko sumringah, baru saja ia ingin memesan makan siang di kantin perusahaan eh, istri sang atasana sudah menawarkan makan siang, emang kalau rezeqi gak akan ke mana, rezeqi anak sholeh emang.


Riko pun segera duduk di salah satu sofa yang bersebrangan dengan pasangan pengantin baru itu, kemudian meraih kotak bekal yang disiapkan Nania untuknya,


“Wah mb, sering-sering gini ya” ucap Riko tanpa sungkan.


“eh, Enak di kamu Ko! ga boleh, sekali ini aja, besok-besok ga usah bawakan dia lagi Yang” ucao Adrivan tak terima.

__ADS_1


“Elah, pelit amat sih mas, mbak Nia aja ga keberatan kok. Iya kan mb?”


Tbc


__ADS_2