
...⪻⪼...
Pemuda dengan mata dua warna itu menatap Ivew datar dan bertanya dengan nada sedikit kesal, “Bukankah informasi ini ada di dalam buku coklat itu, Ivew?!”
“Tidak! Aku tidak menemukannya! ” sanggah gadis bermata emerald itu santai sambil melatih kekuatannya anginnya dengan menggerakkan benda-benda di dalam rumah.
Veister menghela nafas kesal dan bangkit dari ujung bawah anak tangga. Pemuda itu duduk di atas kursi kayu yang menghadap ke arah jendela depan rumah.
“Ada di halaman paling belakang. Penulis menceritakan semua kerangka dan informasinya di sana. Bagaimana bisa kamu tidak membacanya, Ivew! Semua informasi tentang dunia ini ada di sana!”
Veister menjelaskan dengan nada kesal dan posisi tangan berada di dadanya. Jubah hitam perak pemuda itu berkibar saat kekuatan angin Ivew melesat ke arahnya.
Gadis bermata emerald itu menatap Veister dengan wajah datar meski di dalam hatinya sangat kacau. Mengusap rambut hitam legamnya Ivew berjalan ke arah jendela dan menatap keramaian di luar jendela.
“Ya ... tidak ada gunanya bagiku untuk menyesal sekarang. Ceritakan saja Veister agar aku mengetahui langkah ke depannya. Semuanya tanpa terkecuali,” tambah Ivew berbalik menatap pemuda bermanik dua warna itu.
Veister menghela nafas dan mulai menjelaskan semuanya. Perang dengan para monster beratus tahun sebelumnya membuat banyak kerajaan hancur dan runtuh. Wilayah kekuasaan para monster meningkat dan kerajaan Osi yang terdekat dengan kerajaan mereka yang saat itu bernama Kerajaan Attle juga ikut runtuh.
Umat manusia yang tersisa masuk ke dalam wilayah kerajaan Attle dan kerajaan ini berubah nama menjadi Kekaisaran Attle. Untuk mengatasi serangan para monster para penyihir yang tersisa dari seluruh kerajaan membangun tembok pelindung besar yang mengelilingi wilayah kekaisaran, tembok setinggi empat puluh meter itu membentang mengelilingi wilayah kekaisaran.
Akan tetapi tembok tersebut tidak cukup untuk menghalangi serangan para monster. Salah satu ilmuan akhirnya berhasil menemukan tanaman herbal yang bisa digunakan untuk mengalahkan para monster. Ekstrak tanaman vanilla yang tak sengaja di berikan salah seorang ilmuan itu kepada monster kadal yang menyerangnya mampu membuat monster itu kesulitan bergerak dan berakhir kejang.
__ADS_1
Ilmuan itu selamat dan menyampaikan kabar baik ini kepada kekaisaran. Saat itulah mereka mulai mengembang biakan tanaman vanilla dan membangun pusat pengembangan senjata yang menggunakan ekstrak vanilla. Selain sebagai senjata mereka juga menggunakan tanaman ini sebagai perisai yang diperkuat dengan mana atau sihir dalam tubuh seseorang. Hasilnya penemuan ini mampu meningkatkan kemampuan hidup umat manusia yang tersisa di Kekaisaran Attle dan keluarga ilmuan itu dianugerahi gelar Duke, menjadi salah satu keluarga bangsawan yang disegani yaitu Duke Rozitto.
Ivew mengangguk mendengar penjelasan Veister, otaknya mulai mengingat beberapa informasi penting yang dibutuhkannya. Manik emerald nya melirik tanaman vanilla kering yang mengeluarkan cahaya kuning keemasan. Bau tanaman itu menguar ke seluruh ruangan saat Ivew menggerakkan angin di tangannya. Veister melirik Ivew yang sibuk mengendalikan kekuatan anginnya.
“Aku yakin dalam waktu dekat kamu mampu mengendalikan kekuatan itu.”
Ivew tersenyum dan mengangguk. Suara ketukan pada jendela terdengar membuat kedua insan itu menoleh memandang burung merpati putih yang terus mengetuk jendela dengan paruhnya. Ivew segera membuka jendela dan burung merpati itu berubah menjadi surat dan langsung terbang menuju tangannya. Ivew melirik nama yang tertulis di bagian atas surat dan mulai membaca isinya.
---Selamat pagi\, Ivew! Bagaimana kabarmu? Aku harap kabarmu baik. Langsung saja karena aku yakin kamu tidak suka basa basi. Aku menulis surat ini karena ingin mengundangmu kembali ke mansion kami. Tenang saja Duke hari ini sedang berada di kekaisaran dan setidaknya tidak akan kembali hari ini. Aku bisa memastikannya\, jadi aku harap kamu bisa datang siang nanti ya Ivew. Hanya agenda minum teh bersama dengan Leister juga. Sampai bertemu nanti.
^^^Salam hangat,^^^
^^^Lolita Flowerlax^^^
“Cahaya yang hadir menyinari kegelapan, berikanlah kami perlindunganmu!”
Sebuah gelang berwarna perak dengan corak coklat gelap melingkar di pergelangan tangan kananya, Ivew menatap takjub pada gelang yang tampak sederhana tetapi tetap elegan.
“Jangan lepaskan gelang ini! Gelang itu akan memudahkan ku untuk menemukanmu di manapun kamu berada, Ivew. Tinggal panggil namaku dan aku akan datang,” jelas Veister kembali duduk.
Gadis itu mengangguk dan mengucapkan terima kasih. Veister yang melihatnya hanya mengangguk dan segera menyuruhnya untuk bersiap menuju kediaman Flowerlax. Ivew melirik busur panahnya yang tergantung di dekat tempat pedang Laveron. Terdapat goresan memanjang dan bekas darah yang cukup mencolok jika di lihat dari dekat.
__ADS_1
Ivew memutuskan membawa busur panah itu sebagai senjata bertahannya. Menjelang siang dirinya sudah
berada di atas kuda dan bersiap menuju kediaman Flowerlax dengan Veister yang dalam wujud kucing duduk di pelukannya.
“Kenapa kamu tidak terbang atau menggunakan sihir saja?” tanya Ivew kesal saat melihat kucing hitam dengan ekor perak itu hampir tertidur.
“Itu melelahkan. Lebih baik menghemat tenagaku,” jawab Veister yang terdengar di kepala Ivew.
“Dasar, Penyihir Pemalas!” gumam Ivew mempercepat laju kudanya saat melihat awan kelabu datang di kejauhan.
Gadis itu sampai di depan gerbang kediaman Flowerlax dan di sambut dengan senyum Leister yang menunggunya. Dengan sedikit tergesa gadis itu turun dari kudanya dan menyapa sopan tuan muda keluarga Flowerlax itu. Leister hanya mengangguk dan mempersilahkan salah satu ksatria penjaga gerbang untuk membawa kuda Ivew menuju kandang kuda mereka.
“Kita akan ke mana, Tuan Muda?” tanya Ivew memeluk wujud kucing Veister yang benar-benar tertidur. Bulu hangat kucing hitam itu ikut menghilangkan rasa gugup Ivew saat mengikuti langkah tuan muda di depannya.
“Kamu akan tau nanti. Lolita sudah menunggu kita, ayo!”
Leister mempercepat langkahnya sedangkan Ivew mengikuti dalam diam. Manik emerald nya menatap bagian samping mansion flowerlax yang tetap megah dengan warna perak kemerahan, beberapa pelayan yang melewati mereka membungkuk hormat menyapa Leister. Langkah kaki Ivew sedikit pelan saat menyadari bahwa mereka telah berada di bagian belakang mansion.
Suasana yang cukup sepi membuat Ivew memeluk erat kucing Veister yang masih tertidur nyenyak. Angin kembali membelai tubuhnya membuat Ivew menatap pepohonan hitam di kejauhan. Langkah Leister yang berjalan di depannya terhenti dan manik emerald Ivew beralih menatap Lolita yang tersenyum dan menyapanya hangat.
Rambut perak gadis itu berkibar mengikuti gerak angin kencang dari pepohonan di depannya. Bahkan, suara aneh yang terdengar di sekitar mereka tidak membuat kedua bangsawan Flowerlax itu takut.
__ADS_1
“Itu hutan hitam, kan?”
...⪻⪼...