Terpaksa Transmigrasi

Terpaksa Transmigrasi
71 - Kemarahan Sang Saintess (6)


__ADS_3

...⪻⪼...


Ivew tersentak kaget saat mendengar teriakan Laveron yang masih sibuk menangkis duri dengan pedangnya. Gadis dengan mata emerald itu segera melompat ke belakang dan merendahkan kepalanya saat pedang tulang itu berada di atasnya.


Gadis itu segera bangkit dan menggunakan kakinya untuk menendang perut sosok mahkota taring di depannya. Ivew segera melompat mundur dengan anginnya dan menjaga jarak dari sosok mahkota taring yang terpental mundur sekian meter darinya.


Api hijau tetap membara di seluruh bagian tubuhnya. Manik emerald gadis itu terus bercahaya seiring kemarahan dalam jiwanya semakin memuncak. Wajahnya mulai memerah karena hawa panas yang dikeluarkan tubuhnya dengan tangan yang sedikit gemetar. Namun, gadis itu segera menggelengkan kepalanya dan kembali fokus menatap sosok di depannya.


Aku harus menghabisi makhluk ini! Batin Ivew dan tangan kirinya kembali mengeluarkan bola api berwarna hijau.


Sosok mahkota taring di depannya mengusap sudut bibirnya dan menatap darah hitam di sela jari yang mengalir menuju kuku panjangnya. Laveron yang berada di belakang Ivew menatap punggung sang adik sembari menangkis duri hitam dari sosok bermata bulan sabit. Manik navy Laveron menatap sulur hitam yang berada di belakang tubuh sosok bermata bulan sabit itu.


Bukankah sulur itu sudah hilang karena serangan Veister? Batin Laveron mulai berlari ke arah sosok bermata bulan sabit itu.


Pedang pemuda itu bergerak cepat menangkis duri hitam yang terbang ke arahnya. Laveron melirik duri lain yang ditembakkan ke arah Veister yang sibuk menangkis dengan perisainya. Manik navy Laveron menatap tajam sosok dengan mata bulan sabit di depannya dan tersentak saat menyadari ada sulur lain yang hendak melilitnya.


Pedang Laveron segera memotong habis sulur hitam di depannya. Pemuda itu berlari ke belakang tubuh sosok bermata bulan sabit dan segera memotong satu-satunya sulur yang tersisa. Sosok dengan mata bulan sabit itu berteriak kesakitan dan hendak menyerang Laveron dengan tongkat hitam panjangnya.


Namun, tindakannya terhenti saat Veister kembali mengeluarkan sulur emasnya dan mulai membakar tubuh sosok dengan mata bulan sabit itu. Laveron menggerakkan pedangnya ke arah tangan sosok bermata bulan sabit yang memegang tongkat hitam tipisnya.


Sulur emas Veister segera melilit tongkat hitam itu dan menghancurkannya. Pemuda dengan mata navy itu melangkah mundur saat sosok bermata bulan sabit mulai terbakar dan berteriak kesakitan.


Manik navy Laveron melirik Veister yang berkonsentrasi di belakangnya. Pemuda itu segera berbalik ke arah tempat Ivew bertarung dan tersentak dengan ledakan yang terjadi di depannya. Laveron menutup matanya saat asap dan debu dari tanah sekitar menghambat pandangannya.


Asap dan debu itu mulai menghilang dan Laveron benar-benar terkejut menatap pemandangan di depannya termasuk Rayn dan yang lainnya yang melihat dari belakang. Ivew, gadis dengan mata emerald itu tampak agung dengan rambut putih dari ujung kepalanya tak lupa angin kecil bercampur api yang berputar di atas kepalanya.

__ADS_1


Di sekitar gadis itu angin kecil berputar dan bersinar biru muda mengalun dari tangan menuju lengan Ivew dan membentuk pola berputar.


Itu mirip dengan tampilan saintess sebelumnya. Bagaimana mungkin dia bisa menggunakan kekuatan saintess hampir seutuhnya disaat dia belum mendapatkan pelatihan apapun? Batin Veister terdiam menatap mahkota angin bercampur api yang bergerak di atas kepala Ivew.


Dia benar-benar gadis yang menarik. Batin Ramound tersenyum kecil menatap Ivew yang berada jauh di depannya.


Jubah hitam yang diberikan Laveron untuk melindungi tubuhnya ikut berubah warna menjadi putih pucat dan berkibar mengikuti arah angin. Gadis dengan mata emerald itu tampak bersinar di tengah medan perang.


Duchess Veryn yang berdiri di samping anak-anaknya sedikit menundukkan kepala merasakan alam merestui perwakilannya. Rayn melirik sang ibu yang menunduk dan ikut menundukkan kepalanya kepada Ivew yang jauh di depan mereka.


Jemari Ivew mulai bergerak mengendalikan angin membentuk panah angin bercampur api hijau dan menembakkan nya ke arah sosok dengan mahkota taring itu. Api dari panah itu langsung membakar tulang yang digunakan sosok mahkota taring itu untuk menangkis serangan Ivew.


Teriakan kesakitan dari sosok itu menggema di sekitar mereka. Api hitam bercampur merah keluar dari tubuh sosok mahkota taring itu saat salah satu panah Ivew mengenai tubuhnya.


Sosok itu berdecak kesal dan menggunakan pedangnya untuk menangkis panah Ivew. Ivew menggerakkan tangannya untuk menghasilkan bola angin dan berhasil membuat sosok itu terpental dan terkapar di atas tanah.


Manik emerald Ivew bersinar terang dan gadis itu mulai merasa sakit pada kepalanya. Tangan sang gadis bergerak memegang kepalanya dan di sekitarnya api hijau mulai berkobar dengan radius lima puluh meter. Leister yang hendak bergerak ke arah Ivew tersentak saat merasakan rasa panas dari api mengenai lengannya.


Duchess Veryn yang berada di dekat Leister juga ikut tersentak saat merasakan lidah api membakar kakinya. Rayn segera menggerakkan tangannya untuk memadamkan kobaran api hijau di kaki sang ibu. Ramound segera menarik keduanya untuk mundur dan menatap tajam api hijau di sekitarnya.


Veister berdecak kesal dan segera menarik Leister menjauh. Pemuda itu membuat perisai pelindung yang melindunginya, Leister dan juga keluarga Angena. Manik dua warnanya menatap ke arah Laveron yang berada di tengah kobaran api serta Ivew yang memegang kepalanya.


"Ivew! Kendalikan kekuatanmu! Jangan biarkan api ini membakar hutan di sekitar!"


Veister berteriak dan menambah perisai pelindungnya saat api itu semakin mendekat ke arah perisai. Keringat mengalir di dahi sang pemuda yang terus menambah perisai pelindungnya.

__ADS_1


Ugh … api alam memang sangat kuat. Batin Veister berusaha fokus.


Gadis dengan mata emerald di tengah kobaran api hijau itu  mengerang saat merasakan rasa sakit  pada kepalanya. Cairan merah kental mengalir di hidung dan sudut bibirnya. Tangannya gemetar dan berusaha mengendalikan api hijau yang berkobar di sekitarnya.


Manik emerald Ivew menatap Laveron yang berusaha mendekat ke arahnya. Pemuda dengan mata navy itu meringis kesakitan saat api hijau itu mengenai kulitnya.


"Ja-jangan mendekat!"


Ivew melangkah mundur menatap Laveron yang mencoba mendekatinya. Air mata mengalir menuruni pipinya yang mulai pucat. Tangan Ivew semakin gemetar saat dirinya mendengar ringisan kesakitan dari orang-orang yang tidak sengaja terkena ledakan kekuatan apinya. 


Perasaan bersalah hadir di hatinya saat menatap Laveron yang terus mendekat ke arahnya walaupun dengan api hijau yang semakin membara membakar tubuhnya.


"Abang … jangan! Aku tidak ingin abang terluka! Mundur, Bang! Biarkan aku mengendalikannya!"


Ivew semakin melangkah mundur menambah lingkaran kobaran api di belakangnya. Gadis itu mengerang kesal dan menatap ke arah Veister yang berusaha menyembuhkan mereka yang terkena api Ivew.


Manik emerald Ivew menatap Rayn yang tersenyum ke arahnya seolah mengatakan dirinya baik-baik saja dan tak merasa marah saat dirinya terluka karena api hijau milik Ivew. Gadis dengan mata emerald itu menatap tangannya yang gemetar dan rasa  pusing yang datang saat merasakan sesuatu menusuk dada kirinya. Ivew kembali memuntahkan cairan merah dari mulutnya.


Ivew menatap panah tipis panjang yang menembus dada kirinya dan jatuh ke tanah di depannya. Gadis itu berbalik menatap sosok mahkota taring yang berusaha berdiri dengan asap hitam yang semakin banyak keluar dari tubuhnya.


"Semoga … kamu masih hidup setelah ini, Saintess. Aku menanti pembalasanmu! Persiapkan dirimu untuk perang yang menanti!"


Sosok bermahkota taring itu segera menghilang saat lingkaran hitam muncul di belakangnya. Mengakibatkan bola api yang baru saja ditembakkan Ivew mengenai tanah kosong. Sementara Laveron yang melihat semua itu terdiam dan berteriak panik melihat Ivew yang menguntai senyum ke arahnya saat cairan merah dari dada kiri sang adik yang jatuh membasahi tanah.


"Ivew!"

__ADS_1


...⪻⪼...


Happy reading dan jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya .... ✨


__ADS_2