Terpaksa Transmigrasi

Terpaksa Transmigrasi
90 - Pengendalian Elemen Alam (3)


__ADS_3

Halo ...White Blossom kembali 🌺


Sambil nunggu aku update bab selanjutnya, aku kembali merekomendasikan cerita horor yang bagus nih! Jangan lupa mampir ya!


...Happy reading 🌺...



...⪻⪼...


Nafas Ivew mulai terasa berat saat terus berusaha menarik aliran air itu keluar. Keringat terus mengalir dari dahinya dan manik emerald Ivew melebar saat tangannya merasakan aliran air di dalam akar angin itu berhasil ditariknya keluar sedikit demi sedikit.


Ayolah! Sedikit lagi! Batin Ivew meneguhkan tekadnya saat merasakan tangannya semakin gemetar.


Gadis itu berseru senang saat beberapa benang air mulai berkumpul di telapak tangannya. Namun, sedetik kemudian senyum di wajah Ivew berubah menjadi kerutan kesakitan saat benang-benar air itu berbalik menyerang dan menusuk telapak tangannya.


Mengalirkan darah yang sangat banyak dan rasa dingin yang masuk ke dalam pembuluh darahnya. Akar-akar angin yang berada di sekitarnya mulai membelit tubuh Ivew dan mengambil sisa-sisa udara yang tersisa di sekitar Ivew membuat gadis itu kehabisan nafas dan berakhir dalam kegelapan.


Hal terakhir yang Ivew dengan sebelum kegelapan merenggutnya adalah suara menggema Etwar dan Windy serta angin yang perlahan menghangatkan tubuhnya.


...***...


"Jangan lawan gejolak apinya, Ivew!"


Suara Efir terdengar di sekitarnya saat Ivew sedang berusaha mengendalikan bola api dengan cincin air di depannya.


Tiga minggu telah berlalu semenjak Ivew memulai pelatihannya. Hari pertama yang berakhir dengan kegagalan itu masih jelas dalam benak Ivew.


Saat membuka matanya kembali Ivew disambut oleh Windy yang terbang di atasnya dan Efir yang berada di sampingnya, sedangkan Etwar tampak sedang mengendalikan airnya yang bercampur dengan noda merah.


Manik emerald Ivew menatap bekas darah di telapak tangan dan pakaiannya. Menggerakkan tangannya perlahan Ivew mengernyit saat merasakan rasa ngilu menyerang otot-otot tubuhnya.


“Jangan bergerak dulu! Aku baru saja mengeluarkan aliran air yang masuk ke dalam pembuluh darahmu!”


Ivew menoleh menatap Etwar yang terbang mendekat ke arahnya. Angsa biru muda itu menggerakkan salah satu sayapnya ke arah dahi Ivew.


Cahaya biru muda hadir saat bulu sayap biru muda itu menyentuh Ivew, mata emerald Ivew menatap aliran air yang keluar dari dahinya berubah warna menjadi merah muda.

__ADS_1


“Sudah lebih baik,kan?” tanya Etwar memutar aliran air di ujung sayapnya dan segera menghilang menjadi uap.


Ivew menganggukkan kepalanya saat tak merasakan rasa ngilu pada otot tubuhnya. Efir yang berada di belakang Etwar hanya diam dan membiarkan Windy hinggap di atas kepalanya.


“Istirahatlah! Kita akan lanjutkan ini besok.”


Saat keluar dari tempat Etwar gadis itu langsung limbung dan dirawat oleh Veister yang sudah menunggunya bersama Ramound.


Keduanya hanya bisa diam menatap bercak darah yang berada di pakaian Ivew dan membiarkan gadis dengan mata emerald itu untuk beristirahat.


Hari-hari berikutnya Ivew belajar pengendalian kekuatan air secara dasar dan berhasil mempelajarinya dalam tiga hari.


Setelah itu Ivew kembali mempelajari gabungan kekuatan angin dan air. Ivew kembali berkutat dengan rasa sakit di tangan kanannya dan hampir mengalami kegagalan.


Lima belas hari kemudian gadis itu berhasil mempelajari kombinasi dua elemen alam tersebut dan mendapat pujian dari Etwar. Tibalah saatnya bagi Ivew untuk mempelajari pengendalian elemen api.


Efir terbang dengan semangat membara di depannya. Sepuluh ekornya itu bergerak mengikuti tubuhnya. Efir mulai mengajari Ivew teknik-teknik dasar dalam pengendalian api.


Elemen api sangat dekat dengan emosi dibandingkan elemen lainnya. Kemarahan dan semangat adalah wujud dari elemen alam tersebut.


Ivew harus mempelajari cara mengendalikan emosinya, karena itulah ia menjemput ketenangan dirinya sebagai Cona Renjana sebelumnya dan berlatih dasar-dasar elemen air agar bisa menyeimbangkan kekuatan elemen api.


Lidah api itu hampir melukai Ivew saat gadis itu kehilangan konsentrasinya dan mendapat omelan kecil dari Efir.


"Hati-hati, Ivew! Jangan sampai kejadian saat itu terulang lagi. Saat itu kamu beruntung api hijau itu tidak melukai banyak orang."


Ivew mengepalkan tangannya sambil mengusap keringat yang mengalir di dahinya saat mendengar teguran Efir. Nafas gadis itu sedikit memburu saat terus memaksa tubuhnya mengendalikan cincin api di sekitarnya.


"Tenang, Ivew! Api adalah elemen yang liar, karena itu kamu butuh ketenangan jiwa dalam pengendaliannya."


Efir mengangguk saat mendengar tambahan penjelasan dari Etwar.


"Jangan biarkan ambisi mengambil alih hatimu. Tenangkan dirimu!"


Ivew menganggukkan kepalanya saat mendengar tambahan dari Efir. Gadis itu kembali menutup matanya saat Efir kembali menghadirkan cincin api di sekitar tubuhnya.


Panas api membuat keringat mengalir di dahinya dan Ivew kembali ditarik ke alam bawah sadarnya.

__ADS_1


Kegelapan sejauh mata memandang dan samar-samar cahaya merah bata hadir di depannya. Rasa panas mulai terasa seiring tubuhnya mendekat menuju cahaya merah bata itu.


Rasakan mananya dan kendalikan gejolaknya, huh? Baiklah … mari kita coba! Batin Ivew mulai menggerakkan kedua tangannya ke arah cahaya merah bata itu.


Benang-benang berwarna merah mulai bergerak menuju telapak tangan Ivew disertai rasa menyengat yang menggelitik. Benang-benang itu mulai bercahaya dan menjadi aliran benang api seiring semakin banyaknya masuk ke telapak tangan Ivew.


"Apa dia berhasil?" tanya Windy mengamati keadaan di depannya.


Efir tersenyum saat mata rubah miliknya melihat aura merah bata di sekitar tubuh Ivew.


"Ya ... dia mulai mengendalikannya."


Efir tampak bersemangat dan Etwar yang ada di sampingnya kembali mengamati Ivew.


Dia sangat berpotensi! Sepertinya keputusanmu benar saintess sebelumnya. Batin Etwar


Lima menit kemudian Ivew membuka matanya dan tersenyum saat cincin api di sekitar tubuhnya padam dan menghilang. Efir tersenyum dan tertawa bahagia.


"Bagus!"


Dan di sinilah Ivew saat ini, setelah berhasil mengendalikan dasar-dasar kedua elemen alam itu. Etwar dan Efir mulai meminta Ivew untuk mengendalikan gabungan elemen mereka.


Dua elemen alam yang berlawanan dan sangat menguras tenaga dalam mengendalikannya. Mata Ivew kembali fokus menatap bola api serta cincin air yang bergerak melingkarinya.


Tangan kanan Ivew mulai bercahaya merah bata, sedangkan tangan kirinya bercahaya biru muda. Pergerakan mulai tampak pada bola api di depannya yang mulai mengeluarkan nyala api yang terang dan hendak menguapkan cincin air yang berada di sekitarnya.


Mengerutkan keningnya jemari Ivew bergerak dan berusaha memadamkan nyala api tersebut dan berhasil. Tangan kiri Ivew mulai mengendalikan cincin air di sekeliling bola api agar tidak memadamkan nyala api tersebut.


Sementara Ivew larut dalam konsentrasinya ketiga roh alam itu hanya mengamati dari balik pelindung angin yang dibuat Windy.


“Aku tidak menyangka dia secepat itu mempelajari dasar elemen api,” ucap Efir memecah hening diantara mereka. Syukurlah kita mengambil keputusan yang tepat.”


Rubah berekor sepuluh itu menggerakkan ekornya perlahan dengan pandangan fokus kepada Ivew. Etwar menoleh ke arah Efir saat melihat kekaguman hadir di antara sorot mata sang roh api.


“Apa kita bisa meletakkan harapan kita kepadanya? Apa kamu sudah seyakin itu?”


...⪻⪼...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya ... 🌺


__ADS_2