Terpaksa Transmigrasi

Terpaksa Transmigrasi
13 - Bantuan Sang Angin


__ADS_3

...⪻⪼...


“Tidak! Ivew!” teriakan Lolita menggema saat tangannya yang menggenggam tangan Ivew terlepas dan monster itu langsung menarik jaring berisi tubuh Ivew.


Duri tajam sang monster hampir menusuk jantungnya jika Lolita tidak menangkisnya dengan pedang yang dilemparkan Leister. Duri-duri itu terus datang menghambat pergerakan Lolita yang hendak menyelamatkan Ivew. Gadis bermata emerald itu sempat meraih pedang yang diberikan Lolita dan menggunakannya untuk memotong sisa jaring yang melilit tubuhnya.


Dengan keringat yang mulai mengalir membasahi tangannya Ivew berpacu dengan mulut sang monster yang semakin dekat dengannya. Tangannya gemetar berusaha memutus sisa jaring dengan pedang Lolita sedangkan monster laba-laba itu terus berteriak dan mengeluarkan duri tajamnya yang semakin menyulitkan Lolita.


Jaring itu mulai melonggarkan pergerakan Ivew dan tangan gadis itu dengan cepat menggerakkan pedang di tangannya memotong jaring yang berada di atas kepalanya. Jaring itu terputus dan Ivew berguling ke kanan menghindari serangan duri sang monster.


Monster laba-laba itu kembali berteriak dan menembakkan jaringnya ke arah Ivew yang masih berbaring. Gadis itu berdiri dan menebas jaring yang tanpa henti menyerangnya. Lolita yang melihat Ivew berhasil lepas dari jaring laba-laba sang monster menghela nafas lega dan fokus menghadang duri tajam yang terus datang ke arahnya.


Gerakan tangan Ivew menebas pedang tampak kuat tetapi gadis itu menahan nyeri pada pergelangan tangannya yang terasa ngilu. Manik mata emerald-nya menatap gelang yang melingkar di pergelangan tangan kanannya. Gadis itu seketika ingat dengan Veister yang berlari ke arah hutan hitam dan belum kembali. Ivew ingat cahaya perak kecoklatan yang memecah fokusnya dan berakhir ditangkap jaring laba-laba sang monster.


“Apa itu, Veister? Dimana dia saat ini?” gumam Ivew menebas satu jaring yang kembali datang.


Monster itu menggeram marah dan kembali berteriak,  mengeluarkan jaringnya menuju pedang Ivew. Gadis bermata emerald itu tersentak saat pedangnya ditarik sang monster dan dihancurkan oleh mulut yang penuh dengan gigi tajam. Ivew mengepalkan tangannya dan melirik Lolita yang sibuk menangkis duri tajam yang kini berasal dari tubuh bagian belakang sang monster.


Duri itu sedikit panjang dari duri di bagian kakinya dan berwarna hitam, terbang dengan kecepatan yang mematikan. Manik Ivew melirik Leister yang tak lagi bergerak dan meyakini pemuda itu kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


Ivew tersentak saat merasakan jaring laba-laba itu mengenai tangannya dan kembali menarik dirinya. Saat sibuk melepaskan jaring-jaring monster yang mulai melilit tangannya Ivew merasakan angin berputar di sekitarnya, membelai lembut rambut hitam legam-nya seolah ada tangan yang menggerakkan helai rambutnya. Manik emerald sang gadis melebar saat mendengarkan suara kecil yang samar-samar berbisik di telinganya.


“Kami akan membantumu! Ayo kita hajar monster itu bersama!”


Angin kembali bergerak di sekitar rambut Ivew. Gadis itu mengangguk dan mulai merasakan angin berkumpul di telapak tangannya membentuk pusaran berwarna putih yang cukup samar. Jemari Ivew menggerakkan angin di tangannya dan memotong jaring yang masih menariknya. Jaring laba-laba itu terputus tepat saat Ivew berdiri di depan sang monster.


Gadis itu tersenyum dan mengumpulkan kekuatan angin di tangannya menghasilkan pusaran yang cukup kuat dan langsung menembakkannya menuju mata besar sang monster. Monster laba-laba itu berteriak saat satu-satunya mata yang tersisa untuknya mendapatkan warna dan jarak dari mangsanya hancur.


Ivew tersenyum bangga menatap hasil di depannya dan menjauh dengan menggunakan angin yang berputar di sekitarnya. Gadis bermata emerald itu berdiri tepat di samping Lolita yang menatapnya dengan ekspresi yang kaget bercampur haru. Manik delima gadis itu melebar saat menatap wajah Ivew yang tersenyum menatapnya.


Monster itu tampak kacau dengan keseimbangannya dan bergerak tanpa arah. Ivew menghela nafas dan kembali memusatkan angin dengan kedua tangannya membentuk tombak besar di atas tubuh sang monster.


“Pergerakannya semakin kacau. Ayo kita hancurkan monster laba-laba itu!”


Ivew mengangguk saat suara itu kembali terdengar olehnya. Tombak angin itu mulai bergerak turun mengikuti gerakan tangan Ivew dan ujung tajam tombak angin itu menusuk bagian tengah tubuh monster laba-laba. Teriakan kesakitan sang monster bergema bersamaan dengan angin yang berada di dalam tubuhnya mengacaukan tubuhnya secara perlahan. Cairan ungu dari monster itu menyebar ke segala arah diikuti dengan getaran akibat perlawanan sang monster.


Ivew mengernyit mencoba mempertahankan tombak anginnya yang hampir membunuh monster di depannya. Keringat mulai mengalir dari dahinya dan gadis itu merasakan pandangannya yang sedikit kabur. Lolita berjaga dengan pedangnya di belakang Ivew jika terjadi sesuatu yang tidak terduga. Gadis bermata delima itu menatap punggung Ivew yang tampak  gemetar bersamaan dengan teriakan monster laba-laba yang mencoba melepaskan diri dari tombak yang menghujam tubuhnya.


“Sedikit lagi!”

__ADS_1


Ivew bergumam sembari menahan gemetar saat tombak angin itu mulai kacau dan melebur kehilangan bentuk tombaknya. Lolita segera berlari ke arah Ivew menahan tubuh gadis bermata emerald itu yang limbung ke belakang.


Monster itu merasakan pergerakan Lolita dari mata sampingnya dan kembali menembakkan duri tajam dari bagian tubuh belakangnya. Duri hitam itu berhasil ditangkis oleh Lolita dengan satu tangan menahan tubuh Ivew. Nafas gadis bermata emerald itu nampak berat saat tubuhnya terlalu kaget dengan skala kekuatan yang digunakan secara tiba-tiba.


Dari dalam hutan hitam telinga Ivew dan Lolita mendengar keributan membuat keduanya semakin takut jika itu adalah bantuan untuk para monster. Lolita mengacungkan pedangnya dengan pandangan fokus ke depan. Ivew berusaha membuka matanya dan memfokuskan pandangan pada sosok monster yang tampak menunggu pergerakan dari mangsanya.


“Monster itu ... hanya tinggal mata sampingnya ... Nona. Kita pasti bisa!”


Suara serak Ivew masuk ke dalam pendengaran Lolita. Gadis bermata delima itu mengangguk dan segera paham. Itu artinya monster di depan mereka menunggu mereka untuk bergerak dan melancarkan serangan kemudian menyerang mereka dengan serangan mematikannya.


Suara dari dalam hutan semakin dekat dan manik emerald Ivew bisa melihat bahwa itu adalah sosok-sosok prajurit dengan seragam militer mereka dan paling depan adalah sosok yang dikenalnya. Pemuda dengan manik navy yang siap dengan pedang teracung ke depan.


“Nona Muda ... Anda percaya dengan saya kan?” tanya Ivew pelan dengan pandangan tetap fokus ke depan.


Lolita mengangguk sebagai jawaban. Ivew tersenyum dan menggerakkan salah satu tangannya, membayangkan bentuk tombak angin dan memunculkannya manik emerald Ivew sedikit berkilau. Tombak itu menghantam kepala sang monster dan membuat monster itu berteriak. Bergerak dengan cepat menuju Lolita dan Ivew yang sudah kelelahan dan hampir menutup mata.


“Angkat senjata kalian dan serang!”


...⪻⪼...

__ADS_1


Happy reading dan jangan lupa tinggalkan komentar ✨


__ADS_2