
...⪻⪼...
Cahaya perak bercampur putih bersinar di tengah ruangan dan tak lama sebuah hologram besar berwarna coklat muncul. Dan beberapa wajah mulai hadir di dalam hologram termasuk Kaisar Aradi yang di belakangnya tampak Raceta yang berdiri. Layar coklat hologram itu segera terbagi lima menampilkan wajah dari perwakilan daerah lain yang mengikuti rapat darurat.
Kekuatan itu kan ... kekuatan penyihir suci, kan? Batin Duke Dexter Rizery menatap punggung Veister.
Manik ruby Leister menatap wajah Lolita bersama Grein yang terbang di dekatnya di salah satu hologram sebagai perwakilan dari wilayah Flowerlax.
Gadis bermata delima itu tersenyum saat matanya bertemu dengan manik ruby Leister. Duke Dexter Rizery berdehem sejenak dan mulai membuka rapat dengan menyampaikan salam hormat
kepada Kaisar Aradi.
“Saya ucapkan terima kasih untuk kehadiran kalian semua di tengah kesibukan kita mengurus masalah serangan monster yang tak ada habis-”
“Jika Anda tau kami sibuk bukankah lebih baik langsung dimulai saja?”
Seorang pria yang menggunakan jubah putih tampak berdecak kesal di dalam hologram. Rambut hitam pria itu sedikit muncul dari tudung jubah putihnya.
“Kaisar jauh lebih sibuk dari Anda, Kepala Penyihir. Lihat! Bahkan, Yang Mulia Kaisar mendengar pembukaan pertemuan ini dengan tenang.”
Seorang wanita dengan mata ungu dan rambut abu-abu tua dari layar hologram lainnya tersenyum lembut dengan mata yang menyipit, menatap wajah orang yang dipanggil kepala penyihir.
Kepala Penyihir itu hanya berdecak kesal dan kembali diam. Duke Dexter Rizery hanya diam dan melirik Kaisar Aradi yang mengangguk dan kembali menyuruhnya untuk melanjutkan pertemuan mereka.
“Ehem ... seperti informasi yang sudah saya sampaikan, kita perlu memperkuat pertahanan dan perlindungan diri. Saat ini dua bangsawan sudah menghilang tanpa jejak dan kami mulai mendapatkan petunjuk tentang dalang dibalik semua ini, saat seorang gadis yang akan ikut ekspedisi bersama kami menghilang karena serangan sosok yang kami duga ada sangkutannya dengan penyihir hitam.”
Duke Dexter Rizery mulai menjelaskan dokumen yang diberikan Diano kepadanya dan menatap wajah-wajah di dalam hologram. Kaisar Aradi tampak mengangguk diikuti oleh Raceta yang terus mencatat.
“Seorang gadis? Bukan bangsawan?”
__ADS_1
Wanita dengan mata ungu dan rambut abu-abu itu kembali bertanya mewakili pertanyaan yang tercipta di pikiran peserta pertemuan lainnya sedangkan Lolita hanya diam dan menyimak pembicaraan yang terjadi.
“Benar, Duchess Veryn. Gadis itu bukan bangsawan dan waktu hilangnya gadis itu sangat dekat dengan waktu hilangnya putra bungsu Anda. Saya ... tidak kami yakin ini ada hubungannya.”
Duke Dexter menjawab pertanyaan wanita yang merupakan penguasa wilayah Angena. Duchess Veryn Angena itu menganggukkan kepalanya dan kembali fokus menatap hologram di depannya.
“Dia hanya gadis biasa? Kenapa penyihir hitam menangkapnya?” tanya seorang pria yang menggunakan jubah putih dengan rambut hitamnya.
Veister yang memperhatikan rapat darurat itu dari sudut lain mengernyitkan keningnya saat menatap wajah pria kepala penyihir dari layar hologram di depannya. Pemuda dengan mata dua warna berdecak kesal menarik perhatian Laveron dan Leister.
“Kepala Penyihir Aksario, seharusnya kami yang bertanya kepada Anda mengenai alasannya. Karena sebagai penyihir Anda tentu mengetahui hal-hal yang ingin dapatkan penyihir hitam meskipun itu bertentangan dengan ajaran sihir Anda. Bukankah kalian musuh?”
Pria yang dipanggil Kepala Penyihir itu hanya diam saat mendengar jawaban dari Duke Dexter Rizery. Perhatian mereka yang berada di layar hologram teralihkan saat Veister kembali berdecak kesal dan berdiri di belakang Duke Dexter Rizery membuat Diano sedikit kaget.
“Anda kepala penyihir yang baru?” tanya Veister menatap datar wajah kepala penyihir yang kaget menatapnya.
Kaisar dan beberapa orang di dalam hologram kecuali Lolita menatap kaget wajah Veister yang menunggu jawaban dari kepala penyihir.
Veister kembali mengulang pertanyaannya, menatap wajah kepala penyihir yang menghindari tatapan matanya. Kaisar yang menatap semuanya dengan wajah terkejut akhirnya bertanya kepada Veister.
“Anda penyihir suci, Tuan?” tanya Kaisar membuat kaget Lolita yang sedari awal hanya mendengar pembicaraan dengan bimbang.
Diano yang mendengarnya juga kaget dan melirik Leister dan Laveron yang tetap tenang. Pemuda dengan mata ruby awalnya juga kaget mengetahui identitas sebenarnya dari Veister.
Seorang penyihir suci yang kehadirannya sudah menghilang sejak bertahun-tahun sebelumnya. Penyihir suci itu hilang tanpa jejak setelah utusan suci dari alam atau sering disebut saintes alam yang selalu bersamanya terbunuh oleh penyihir hitam.
Asumsi dari masyarakat berkembang dan menyatakan penyihir suci mungkin saja mati bersama utusan saintes alam. Kehilangan kedua kekuatan terbaik sekaligus tentu saja mempengaruhi jalannya peperangan karena itulah bertahun-tahun setelahnya penyihir-penyihir biasa yang membantu membangun tembok pelindung kekaisaran mendapat kehormatan dari masyarakat.
Salah satunya adalah Aksario Norldi yang saat itu memimpin para penyihir muda lainnya dalam pembangunan tembok pelindung kekaisaran. Penyihir suci adalah orang yang mendapat tugas untuk menjaga dunia sejak dunia memulai takdirnya.
__ADS_1
Hingga saat ini hanya ada dua kali pergantian penyihir suci dan Veister adalah orang kedua yang menjadi penyihir suci menggantikan pendahulunya. Penyihir suci yang dengan kekuatannya mampu mengalahkan sebagian penyihir hitam hanya hadir seribu tahun sekali.
Kehadiran yang sangat langka dan mereka diberi umur yang panjang hingga menemukan pewaris selanjutnya. Tugas lainnya dari penyihir suci adalah menjaga kedamaian alam serta menjadi
penjaga bagi saintes alam.
Veister menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan kaisar di dalam hologram. Kaisar Aradi yang melihat hal itu bangkit dan membungkuk hormat ke arah Veister diikuti Duchess Veryn, Lolita dan juga peserta rapat lainnya. Kepala penyihir Aksario Norldi melakukan hal yang sama dengan wajah yang tertekuk.
“Kami menyapa sang penjaga dunia. Semoga cahaya selalu mengiringi, Anda.”
Veister menghela nafas kesal dan mengusap wajahnya pelan. Memutar bola mata dua warnanya dengan malas Veister kembali menatap ke arah hologram.
“Sudahlah ... tidak perlu formal begitu. Lagi pula sudah lama waktu berlalu jadi aku tidak terlalu mempermasalahkannya,” terang Veister melirik Duke Dexter Rizery dan Diano Rizery yang tampak canggung.
“Tapi kemana saja Anda selama ini? Sejak saintess alam terbunuh Anda menghilang tanpa jejak menimbulkan kekacauan dan kita hampir kehilangan sebagian besar populasi manusia,” tanya Duchess Veryn Angena.
Aku terdampar ke dunia yang jauh dan berubah menjadi entitas lainnya. Ya, tapi aku tidak mungkin menjawab seperti itu. Batin Veister dan melirik Laveron yang juga menatapnya.
Veister hanya menggelengkan kepalanya dan kembali menatap Kepala Penyihir Aksario yang sedari tadi diam membisu.
“Kesampingkan hal itu dulu. Ada hal yang penting yang harus kita bahas.”
Veister melirik gadis berambut hijau muda mata tuscany di layar hologram.
“Lady, kamu dari keluarga Rozitto, kan? Apa hasil dari cairan yang kami kirim itu sudah selesai kalian teliti?” tambah Veister sementara Kaisar Aradi kembali duduk dan melirik ke arah perwakilan keluarga Rozitto.
“Ya, Tuan. Kami sudah menyelesaikannya dan hasilnya di dalam cairan hijau busuk itu, ada campuran jejak organik dari manusia yang telah membusuk dalam waktu yang lama.”
...⪻⪼...
__ADS_1
Happy reading dan jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya .... ✨