Terpaksa Transmigrasi

Terpaksa Transmigrasi
38 - Pertemuan dan Perintah


__ADS_3

...⪻⪼...


Ruang Pertemuan, Istana Kekaisaran


Ivew yang berdiri di belakang Leister merasakan tatapan dari semua bangsawan tertuju padanya. Karena tak biasanya keluarga Flowerlax membawa seseorang yang akan membantunya terlebih Duke Ekan Flowerlax yang juga enggan untuk membawa putri kandungnya sendiri untuk datang menemaninya.


Leister yang merasakan tatapan para bangsawan tertuju kepada Ivew yang berdiri di belakangnya berdehem pelan sembari membaca beberapa dokumen di depannya.Saat ini mereka menunggu Kaisar Aradi datang bersama ajudannya yaitu Raceta.


Manik emerald Ivew menatap ke sekeliling ruangan dan bertemu dengan Diano yang tersenyum ke arahnya. Gadis itu ikut tersenyum sopan dan sedikit membungkuk pada pewaris tunggal Duke Rozery itu. Ivew berusaha menenangkan dirinya saat merasakan tatapan intens dari pemuda di seberang meja lingkaran di depannya, gadis itu mengalihkan pandangannya menatap salah satu kursi yang tetap kosong.


Seorang pemuda dengan mata lilac dan rambut abu-abu tua terus memandangnya membuat gadis bermata emerald itu tak nyaman. Kedatangan Kaisar Aradi dan Raceta menghentikan tatapan pemuda itu dan mereka segera bangkit untuk memberi salam kepada sang kaisar.


Ivew melirik para bangsawan di depannya dan menatap Laveron yang juga berada di dalam ruangan. Pemuda dengan mata navy itu tersenyum dan berusaha menenangkan ketegangan yang sedikit terpancar di wajah sang adik.


Aku tau para bangsawan di depanku ini adalah karakter utama dalam cerita. Tapi aku tidak ingat nama dan ciri-ciri mereka! Ah ... bodohnya aku. Batin Ivew berusaha menunjukkan wajah tenang saat Kaisar Aradi meliriknya sekilas.


Gadis bermata emerald itu hendak keluar bersama para ajudan dan sekretaris bangsawan lainnya yang telah selesai memberikan semua berkas dan salam hormat mereka. Ivew berseru senang saat akhirnya bebas dari tatapan-tatapan di dalam ruangan dan merasa beruntung bahwa dirinya tak perlu mengikuti pertemuan. Akan tetapi langkahnya terhenti saat Kaisar Aradi menyuruhnya untuk tetap berada di dalam ruangan.


“Bukankah menurut rumor yang beredar Lady Mirabeth pernah melawan salah satu monster itu?”


Kaisar Aradi menoleh ke arah Raceta yang mengangguk dan membenarkan pertanyaan yang diajukan sang kaisar. Para bangsawan yang berada di dalam ruangan kembali melirik Ivew yang terdiam di depan pintu. Hal itu membuat Laveron dan Lesister saling pandang dan melirik Ivew yang terpaksa kembali berdiri dengan tenang di belakang Leister.


Raceta tersenyum dan mulai membuka pertemuan rutin mereka. Ivew mengepalkan keduanya saat manik emerald gadis itu menangkap lirikan mata dari pemuda dengan mata lilac di seberang meja Leister. Ivew mengalihkan pandangannya menatap Laveron yang mulai menyampaikan informasi dari pasukan militer darat tentang pergerakan monster.

__ADS_1


Gadis itu terdiam saat Laveron menyinggung tentang kehadiran monster yang sangat berbeda dari catatan


sejarah. Monster-monster dengan bentuk baru dan taktik serangan yang baru membuat mereka kewalahan.


Namun, kabar baiknya monster-monster itu hanya muncul di perbatasan hutan hitam dengan wilayah Flowerlax. Dan juga menjelaskan tentang ekspedisi singkat yang mereka lakukan untuk memastikan keamanan tembok pelindung kekaisaran di daerah Flowerlax serta serangan sosok hitam tak dikenal yang melukai Putri dari keluarga Flowerlax.


“Serangan sosok hitam? Apa kalian mengetahui siapa sosok itu?”


Raceta bertanya mewakili kaisar dan Laveron menjawab dengan gelengan kepala.  Pemuda bermata navy itu segera mengakhiri laporannya dan kembali duduk melirik Ivew yang tampak senang dan kagum dengan penampilan dan kharisma sang abang saat menyampaikan laporan.


Abang sangat keren! Entah kenapa aku seperti melihat sosok dirinya. Batin Ivew saat gadis itu merasakan tatapan Laveron kepadanya sangat serupa dengan tatapan seseorang di dunia sebelumnya.


Ivew mengalihkan pandangannya saat kaisar meminta laporan dari pasukan militer laut di angkatan laut kota Rizery. Diano Rizery yang datang sebagai perwakilan wilayah Rizery dan juga angkatan laut mulai menjelaskan semuanya. Sisi laut yang cukup tenang selama beberapa bulan terakhir. Bahkan, suku laut tak menangkap pergerakan apapun dari monster laut yang biasanya sering menyerang dan berusaha menembus perisai suku mereka.


Kaisar Aradi bergumam saat Diano menyelesaikan laporannya dan menatap para bangsawan yang juga ikut berpikir.


"Mungkin karena ada variabel baru yang menyebabkan para monster bergerak lebih agresif,  Yang Mulia,” ucap pemuda bermata lilac dengan rambut abu-abu tua.


Ivew merasakan perasaan tidak enak saat mata lilac pemuda itu melirik ke arahnya dan kembali memandang kaisar sebagai pemimpin rapat. Semua bangsawan yang ada di dalam ruangan melirik Ivew yang sedikit tersentak dengan tatapan tiba-tiba semua orang.


“Apa maksud Anda, Tuan Muda Ramound?” tanya Leister berusaha meredakan perhatian semua orang menuju Ivew yang berdiri di belakangnya.


“Ya ... hanya asumsi saja. Saya yakin Anda juga paham dengan maksud saya, Tuan Muda Leister. Variabel apa yang saya maksud dan pola serangan monster yang berbeda.”

__ADS_1


Kaisar Aradi tampak berpikir dan melirik satu-satunya gadis di dalam ruangan pertemuan yang tetap diam dan berdiri di belakang perwakilan Flowerlax. Kaisar tersenyum miring dan memusatkan perhatiannya pada Ivew yang sempat menatap Laveron yang mengepalkan tangannya.


“Bagaimana pendapatmu, Lady Mirabeth? Bukankah kamu pernah melawan salah satu monster yang baru pertama kali muncul itu?”


Kaisar Aradi tersenyum angkuh saat mengajukan pertanyaan yang sama kepada Ivew. Gadis bermata emerald itu menelan ludah dengan tangan sedikit gemetar saat semua mata benar-benar menatapnya dengan beragam pandangan. Mengepalkan kedua tangannya Ivew mulai menenangkan diri dan melirik Laveron yang menatapnya dengan pandangan yang tak bisa dibaca.


Saatnya menguji keberuntunganku. Batin Ivew menatap Kaisar Aradi yang menunggu jawabannya.


“Itu benar Yang Mulia. Saya memang pernah melawan salah satu monster yang baru muncul saat saya mengunjungi mansion flowerlax. Yang bisa saya katakan adalah monster itu cukup tangguh dan memiliki pola serangan yang langsung membunuh habis mangsanya dengan berbagai serangan. Berbeda dari monster lainnya yang biasanya menyerang hanya dengan satu senjata. Selain itu monster ini tidak tertarik untuk memakan, mereka hanya datang untuk membunuh. Setidaknya itulah yang saya lihat Yang Mulia.”


Ivew menjawab dengan suara yang tenang saat seluruh perhatian benar-benar terarah padanya. Raceta tampak mencatat beberapa hal di kertas yang dibawanya, sedangkan pemuda dengan mata lilac itu tersenyum miring saat melihat Ivew.


Sikap Ivew dalam menghadapi tekanan yang di arahkan kepadanya serta jawaban logis yang diberikan Ivew meski gadis itu tidak tergabung dalam bagian militer.


Gadis yang menarik. Batin sang pemuda kemudian beralih menatap Kaisar Aradi yang tersenyum dan


mengangguk.


Laveron dan Leister terdiam dengan jawaban yang diberikan Ivew. Begitu rinci seolah gadis bermata emerald itu mengetahui semuanya. Leister melirik Ivew yang berdiri tenang di belakangnya dan sedikit tersentak saat mendengar usulan yang diberikan Kaisar Aradi kepada mereka semua.


“Hmm ... bagaimana kalau kita adakan ekspedisi ke daerah Rizery? Sekaligus mencari petunjuk ke mana monster-monster itu menghilang?”


...⪻⪼...

__ADS_1


Happy reading dan jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya ya .... ✨


__ADS_2