Terpaksa Transmigrasi

Terpaksa Transmigrasi
48 - Kegelapan


__ADS_3

...⪻⪼...


Ivew menatap datar saat suasana sekelilingnya berubah menjadi kegelapan tanpa batas. Suara tawa seseorang bergema diiringi langkah kaki yang terdengar mendekat.


Gadis bermata emerald itu berusaha mencari sosok yang bersembunyi di dalam kegelapan. Mengangkat telapak tangan kanannya gadis itu berusaha memunculkan api kecil untuk menerangi sekitarnya.


Api kecil berwarna hijau  muncul di tangan Ivew, gadis itu menoleh ke arah suara langkah kaki yang terdengar dan mengarahkan apinya ke arah kanannya hanya untuk menemukan kekosongan. Gadis itu berdecak kesal dan mengarahkan apinya ke segala arah.


“Jangan jadi pengecut! Keluarlah!” teriak Ivew dan menembakkan kekuatan apinya ke segala arah.


Manik emerald gadis itu berkilat dengan kemarahan dan api di sekitarnya semakin menyala mengikuti kemarahan dihatinya. Rambut hitam legam sepunggung Ivew berkilat di antara panasnya api membara.


Gadis itu menoleh ke sampingnya saat mendengar tawa kecil seseorang dan terundur lima langkah ke belakang saat sosok itu meninju pinggangnya. Ivew sedikit meringis saat merasakan nyeri pada pinggangnya.


Gadis itu memuntahkan darah segar dari mulutnya dan kembali memandang sosok hitam yang menyeringai dalam kegelapan. Gigi tajam sosok itu terlihat oleh manik emerald Ivew, gadis itu kembali mengeluarkan apinya dan menembakkannya ke arah sosok bertaring tajam yang terus menyeringai.


Ivew tersentak saat merasakan sesuatu melingkari kakinya dan menarik tubuhnya secepat kilat. Gadis itu mengerang kesakitan saat merasakan tubuhnya menghempas tanah dengan kuat. Ivew terlentang di atas tanah sembari memfokuskan pandangannya yang terasa buram.


“Selamat datang di dark crust,” sapa sosok mahkota taring itu dari kejauhan.


Ivew bangkit dan memegang kepala belakangnya saat merasakan cairan hangat mengalir menuruni lehernya. Manik emerald gadis itu mengernyit saat merasakan nyeri di sekujur tubuhnya.


Sosok mahkota taring itu menjentikkan tangannya dan membuat kegelapan di sekitar mereka sedikit remang dengan api merah darah yang berada beberapa meter di atas mereka.


Ivew mengedarkan pandangannya menelisik segala penjuru ruangan. Manik emerald gadis itu melebar saat menemukan beberapa tengkorak di ujung kegelapan di belakangnya dan menutup hidungnya saat mencium bau busuk yang sama dari sulur berduri yang menyerangnya sebelumnya.


Ivew menggerakkan tangannya berusaha memunculkan perisai angin untuk melindunginya.

__ADS_1


Angin biru muda itu berputar di telapak tangannya dan kemudian hilang beberapa detik kemudian. Ivew tercekat saat bau busuk itu mulai membuatnya mual di tambah dengan rasa nyeri pada punggungnya.


Sosok mahkota taring yang berdiri sepuluh langkah di depan Ivew itu menyeringai. Gigi taring di kepalanya berkilau terkena cahaya dari merahnya api.


“Apa baunya menyakitimu? Hihi ... ini baru permulaan, Lady!” tekan sosok mahkota taring itu tertawa lepas membuat tempat di sekitar mereka bergetar.


Ivew meneguhkan kakinya dan melirik sekitarnya, menghindar memandang ke arah belakang. Telinga Ivew menangkap samar-samar suara teriakan jauh di kegelapan di depannya.


“Tempat apa ini?” gumam Ivew pelan dan mengabaikan eksistensi sosok mahkota taring yang menyeringai beberapa langkah di depannya.


 “Hihihi ... ini adalah kerak kegelapan. Tempat di mana segala keburukan dan hal-hal negatif terwujud dan kamu adalah orang terpilih yang berada di tempat ini.”


Sosok mahkota taring itu berujar dengan mata hitam yang berbentuk seperti bulan sabit. memandang Ivew. Gadis itu kembali mendengar teriakan yang cukup familiar di depannya. Suara-suara merintih menahan sakit dan suara tertahan seseorang yang memanggil namanya.


Manik emerald gadis itu melebar dan mulai merasakan perasaan takut dan gelisah memenuhi dadanya. Sosok mahkota taring di depannya menyeringai. Jubah hitam yang digunakannya berkibar saat tawanya menggema di penjuru kegelapan.


Kuku panjang sosok itu tampak berkilau di bawah cahaya api merah. Ivew menutup kedua telinganya dan memandang sengit sosok di depannya.


Ivew  memandang kuku panjang sosok di depannya serta api merah di sekitar mereka dengan kedua tangan tetap menutup telinganya. Gadis dengan mata emerald itu mulai merasakan air mata mengalir menuruni wajahnya saat suara-suara itu terus memanggil namanya dan membuyarkan konsentrasinya untuk membuat perisai angin.


“Saatnya permainan di mulai!”


Gadis bermata emerald itu tersentak saat angin kencang yang berbau amis datang ke arahnya dan kembali membuatnya terpental. Gadis itu mengerang kesakitan saat punggungnya menghantam tengkorak besar di belakangnya.


Ivew kembali memuntahkan darah segar dan melirik bahunya yang mulai mengeluarkan darah karena tusukan dari pecahan tengkorak di belakangnya. Ivew menggerakkan tangannya dan mencoba mengeluarkan angin untuk melindungi tubuhnya.


Angin berwarna biru muda itu berputar di telapak tangan Ivew dan mulai membentuk kubah perisai yang melindungi tubuhnya. Suara benturan perisai angin dengan pedang tulang memekakkan telinganya, Ivew memandang sosok mahkota taring yang terus mengeluarkan objek dengan bahan utama tulang. Mulai dari pedang tulang, tombak tulang, tulang yang

__ADS_1


membentuk batu dan terakhir panah tulang.


 “Apa kamu terobsesi dengan tulang?” sindir Ivew sembari menyeka darah di sudut bibirnya.


Sosok mahkota taring itu menyeringai lebih lebar. Mata berbentuk bulan sabit itu mulai bersinar merah dan memunculkan monster seperti cacing raksasa dengan tubuh sempurna dari tulang.


Ivew menahan nafas saat cacing tulang itu menggeliat di depannya dan menerjang ke arahnya dengan kecepatan tinggi. Manik emerald-nya menatap perisai angin yang melindunginya, gadis itu berdecak kesal dan mulai menggunakan sisa tenaganya untuk mengeluarkan tombak angin.


Aku pasti bisa! Aku hanya perlu membayangkannya! Batin Ivew menggerakkan kedua tangannya dan berusaha membentuk tombak angin.


Angin biru muda di sekitar perisainya mulai bergerak dan sedikit demi sedikit membentuk tombak angin raksasa di atas Ivew. Sosok mahkota taring itu menyeringai dengan mata bulan sabit yang menyala merah.


Getaran karena gerakan cacing tulang itu mulai membuat pijakan Ivew bergoyang berusaha memfokuskan pikirannya Ivew mulai menembakkan satu tombak angin berukuran sedang dan mengenai bagian samping kanan cacing tulang itu.


Gadis bermata emerald itu menggunakan anginnya untuk menjauhkan beberapa tulang yang terbang ke arahnya. Manik emerald Ivew melebar saat menangkap tulisan berwarna yang terukir di atas salah satu tulang yang menggores lengannya.


Mengabaikan darah yang mengalir dari lengannya dan tombak angin yang hampir selesai di atas kepalanya Ivew jongkok dan mengambil pecahan tulang itu.


“Hihi ... bagaimana? Suka dengan hadiahku?” tanya sosok bertaring itu menyeringai menatap raut wajah terguncang Ivew.


“Kamu tau ... tulisan itu adalah nama orang yang tulangnya aku gunakan untuk membuat senjata. Hihi ... apa kamu kenal dengan nama itu? Hm?”


Sosok mahkota taring itu tertawa kencang saat Ivew tak menanggapi pertanyaannya. Gadis dengan mata emerald itu membiarkan air matanya jatuh dan menatap nyalang sosok bertaring di depannya. Nyala api hijau muncul di sekitarnya bersamaan dengan teriakan kemarahan Ivew.


“Kau! Aku akan membunuhmu! Beraninya kau bermain dengan tubuh keluargaku!”


“Tidak, Ivew! Jangan! Buka matamu!”

__ADS_1


...⪻⪼...


Happy reading dan jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya .... ✨


__ADS_2