Terpaksa Transmigrasi

Terpaksa Transmigrasi
60 - Saintess Alam (1)


__ADS_3

...⪻⪼...


Ivew terdiam dan menatap bingung sosok berjubah di depannya, sedangkan sosok berjubah hitam dengan mata bulan sabit itu tertawa keras dan beranjak meninggalkan Ivew diikuti sosok yang mengeluarkan sulur hitam sebelumnya.


“Kasihan sekali! Hidupmu sangat malang terlahir sebagai penerus saintess alam.”


Sosok berjubah hitam yang mengeluarkan sulur itu menatap Ivew lama dan segera menarik sulur hitam berdurinya. Meninggalkan ruang jeruji Ivew dan mengikuti langkah rekannya.


Gadis dengan mata emerald itu bersandar pada dinding batu di belakangnya dan melirik bahu kirinya yang kembali berdarah. Ivew kembali menatap ke depan saat mendengar langkah kaki Rayn dari dalam jeruji di seberangnya.


Pemuda dengan mata orchid itu menatap Ivew yang memegang bahu kirinya dan kembali melemparkan obat oles luka yang tersisa. Gadis bermata emerald itu menangkapnya dengan tangannya dan mulai membersihkan lukanya dengan menyobek sedikit bajunya.


Ivew bernafas lega saat rasa sakit pada lukanya sedikit berkurang berkas obat oles yang diberikan Rayn. Gadis dengan mata emerald itu menatap Rayn yang melirik kesana kemari.


“Jadi kamu benar-benar saintess alam?” tanya Rayn setelah memastikan tidak ada siapa pun di sekitar mereka.


“Ha? Siapa itu saintess alam?”


Ivew menjawab bingung dan mendekat ke arah jeruji besi di depannya. Rayn yang mendengar jawaban Ivew menatap gadis bermata emerald di depannya dengan tatapan heran.


“Apa kamu tidak pernah ikut kelas sejarah? Tidak ada orang yang tidak tahu tentang siapa itu saintess alam.”


Rayn menatap Ivew yang tersenyum canggung dan menghindari tatapan matanya. Pemuda dengan mata orchid itu kembali bersandar pada dinding batu di belakangnya


“Eh ... mungkin aku melewatinya? Hehe ....”


Ivew menatap ke arah lain saat Rayn menghela nafas. Pemuda bermata orchid itu kembali melirik sekitarnya dan menatap manik emerald Ivew yang berada di jeruji di depannya.


“Ya itu akan menjadi cerita yang panjang.”

__ADS_1


Rayn menghela nafas dan mulai menjelaskan semua yang diketahuinya kepada Ivew. Gadis dengan mata emerald itu mendengarkan tanpa memotong satu kata pun.


Saintess alam adalah panggilan yang diberikan kepada mereka yang menerima kekuatan alam. Semua orang hanya mengetahui informasi itu. Namun, hanya sedikit orang yang mengetahui sejarah dari lahirnya saintess alam.


Mereka adalah orang-orang yang wujud karena keinginan alam untuk terhindar dan digunakan dengan buruk serta orang-orang yang menerima tugas untuk menjaga kedamaian dunia.


Saintess alam hadir seribu tahun sebelumnya saat masih banyak kerajaan-kerajaan kecil di sekitar kekaisaran, bahkan saat kekaisaran Attle ini masih sebuah kerajaan. Saintess alam membantu kehidupan masyarakat yang saat itu terkena wabah penyakit Iolo.


Penyakit yang menyebabkan banyak masyarakat meninggal dikarenakan demam, serta tubuh bintik-bintik merah dan berubah warna menjadi ungu hingga berakhir muntah darah dan meninggal.


Bersama partnernya sang penyihir suci yang agung, saintess alam menyelesaikan masalah kebersihan dan segala hal yang berhubungan dengan alam, sedangkan sang penyihir suci yang agung akan menggunakan kekuatan sihirnya untuk menyembuhkan warga. Saintess alam juga menjadi perantara tentang kabar yang disampaikan alam/semesta untuk manusia.


Sejarah mencatat saintess alam saat ini hanya berganti sebanyak dua kali dan keduanya berakhir di bunuh oleh entitas kegelapan yang muncul seribu tahun setelah munculnya saintess alam pertama. Kemudian saintess alam yang kedua muncul dan juga berakhir dibunuh.


Sejak saintess alam kedua dibunuh tidak ada lagi kabar tentang kemunculan saintess selanjutnya termasuk sang penyihir suci kedua yang menghilang tak lama setelah sang saintess kedua terbunuh.


Ivew terdiam mendengar penjelasan Rayn. Pemuda dengan mata orchid itu menunggu respon dari gadis di depannya sembari melirik ujung lorong yang tampak hening dalam remang.


“Apa kamu baik-baik saja, Ivew?”


Rayn kembali bersuara menarik perhatian Ivew dari alam bawah sadarnya. Gadis itu mengangguk dan menatap telapak tangan kanannya yang terdapat tato lima kelopak bunga. Jemari Ivew menyentuh tato lima kelopak bunga itu pelan dan kembali menatap Rayn.


“Apa buku itu menjelaskan wujud atau ciri-ciri saintess alam?”


Ivew kembali bertanya, sedangkan Rayn mulai menutup matanya mencari jawaban di antara banyaknya buku yang pernah dirinya baca. Pemuda dengan mata orchid itu tersentak saat mendengar langkah kaki di sisi lain lorong.


Keduanya segera beranjak menuju sudut penjara yang mengurung mereka, tetapi langkah keduanya terhenti saat sulur hitam berduri kembali masuk melalui jeruji besi di depan mereka dan menusuk dinding di samping mereka.


“Haha ... tidak kena? Kamu kurang beruntung!”

__ADS_1


Ivew mengepalkan tangannya saat mendengar tawa sosok hitam berjubah dari sudut lorong kembali menghilang. Rayn menghela nafas lega saat sulur busuk itu menghilang dari pandangannya. Pemuda dengan mata orchid itu melihat Ivew yang tampak menahan amarahnya.


“Tenanglah, Ivew! Dan terkait pertanyaanmu sebelumnya aku tidak menemukan penjelasan apa pun di buku yang pernah aku baca.”


Veister menganggukkan kepalanya saat mendengar jawaban Rayn. Gadis dengan mata emerald itu kembali menghela nafas untuk melepaskan kemarahannya.


Apa aku bisa bertemu kak Iletta ya? Semenjak terkurung di sini aku tidak pernah berkomunikasi dengan alam atau pun bertemu kak Iletta lagi, kecuali saat dendamku yang meluap hari itu. Batin Ivew mulai mencoba mengeluarkan angin di telapak tangannya.


“Kita harus segera keluar dari sini. Firasatku sangat tidak enak,” ungkap Rayn.


Ivew mengangguk dan mencoba untuk berkonsentrasi, merasakan aliran angin di sekitarnya walaupun samar. Gadis itu menutup matanya dan mulai merasakan aliran angin di sekitarnya. Mata orchid Rayn memperhatikan Ivew yang tampak konsentrasi dan kembali memperhatikan suasana sekitar.


Aku yakin dia adalah saintess alam, tapi bagaimana mungkin seseorang yang mendapat kekuatan alam tidak tau jika dirinya adalah saintess alam? Batin Rayn terus memperhatikan Ivew.


Gadis dengan mata emerald itu berseru senang saat menemukan aliran angin yang mulai membentuk untaian benang biru muda di depannya. Rayn bangkit dan berdiri di depan jeruji besinya menatap Ivew dengan pandangan berbinar.


“Apa yang akan kamu lakukan dengan itu?” tanya Rayn menatap Ivew yang tersenyum sembari menghapus keringat yang mengalir turun dari dahinya.


“Aku akan mencoba menghubungi seseorang dengan angin ini.”


Ivew kembali memejamkan matanya dan terus mengikuti aliran samar dari angin yang bisa dirasakannya. Gadis itu mulai sedikit gemetar saat terus berusaha mencari angin di udara bebas.


Ivew tersentak saat akhirnya untaian benang anginnya sampai di udara terbuka dan gadis itu melihat angin putih yang samar-samar terbang di udara sekitar.


“Halo? Apa ada yang mendengar suara ini?”


Ivew yang berbisik melalui untaian angin di depannya mulai menunggu dengan wajah berharap begitu juga dengan Rayn yang menunggu. Namun, kebahagiaan keduanya terhenti saat merasakan kibasan angin membawa sosok lain di depan jeruji besi mereka. Manik keduanya melebar melirik entitas lain yang tersenyum dengan taring yang tajam.


“Mainan yang nakal ya ... sepertinya butuh hukuman ....”

__ADS_1


...⪻⪼...


__ADS_2