Terpaksa Transmigrasi

Terpaksa Transmigrasi
39 - Perintah Itu Mutlak


__ADS_3

...⪻⪼...


Seluruh bangsawan yang berada di dalam ruangan terdiam dan tampak saling berbisik. Diano Rizery terdiam dan melirik Laveron yang duduk di seberangnya. Meja lingkaran pertemuan itu tampak riuh dengan bisikan peserta rapat.


“Apa maksudnya, Yang Mulia? Bukankah sudah cukup dengan pasukan militer laut yang melakukan patroli, Yang Mulia?” tanya Diano Rizery yang tak paham dengan rencana kaisar.


Kaisar Aradi tersenyum dan melirik Raceta yang memandang kertas di tangannya, pemuda bermata emas itu kemudian memandang Kaisar yang tersenyum dan segera menangkap maksud dari ucapan sang kaisar. Manik emasnya melirik Laveron, Diano dan Leister yang duduk cukup berdekatan.


“Demi keamanan kekaisaran kita harus mengkaji semua perubahan yang terjadi, Tuan Muda Diano. Terlebih wilayah Rizery yang biasanya ribut dan cukup sibuk dengan serangan monster mendadak tenang dan beralih ke wilayah darat di perbatasan wilayah Flowerlax. Apa hal itu tidak aneh menurut Anda, Tuan Muda Diano?”


Raceta mengajukan argumennya dan menatap Diano yang kini terdiam. Kaisar Aradi mengangguk dan menyetujui pendapat yang diberikan Raceta dan melirik ke arah Diano dan Leister.


“Bagaimana menurutmu, Tuan Muda Leister? Bukankah militer darat perlu bekerjasama dengan wilayah militer laut saat ini?”


Kaisar Aradi menatap Leister yang mengangguk menyetujui pernyataan kaisar. Ivew menelisik pemuda bermata lilac dengan rambut abu-abu tua yang sedari tadi meliriknya dengan senyum sinis di wajahnya.


Gadis bermata emerald itu seketika ingat dengan karakter yang cukup menyebalkan dalam cerita Ramound Angena, putra pertama dari keluarga Angena yang terkenal dengan sifat nakalnya.


Laveron segera menangkap maksud dari Kaisar Aradi dan melirik Ivew yang berdiri tenang di belakang Leister. Beberapa bangsawan yang menghadiri pertemuan tampak berdiskusi


“Apa kita perlu meminta bantuan keluarga Rozitto, Yang Mulia?” tanya Raceta menatap salah satu bangku kosong milik perwakilan keluarga Rozitto.


“Tidak perlu mereka saat ini sedang sibuk dengan penelitian tanaman vanila. Apa pasukan militer darat sudah mengirim sample cairan monster itu kepada keluarga Rozitto?”


Kaisar Aradi kembali menatap Laveron. Pemuda bermata navy itu menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan kaisar. Diano yang berada di samping Laveron menatap sang pemuda yang mengernyit dan tampak sibuk dengan pikirannya. Kaisar Aradi segera memberi perintah kepada perwakilan bangsawan yang hadir untuk meningkatkan pertahanan daerahnya.

__ADS_1


Ramound Angena memberi laporannya kepada Raceta tentang pengembangan senjata yang sedang dilakukan keluarganya. Manik emas Raceta melebar saat menatap proposal dan kemajuan dari meriam yang sedang dikembangkan keluarga Angena.


Kaisar Aradi mengangguk dan meminta keluarga Angena untuk memperbanyak meriam agar menjadi salah satu pertahanan di tembok pelindung. Pemuda dengan mata lilac itu tampak berbinar saat mendapat pujian dari kaisar.


“Jadi salah satu keputusan penting pertemuan kali ini adalah kita akan mengadakan ekspedisi ke daerah Rizery yang dilakukan oleh prajurit militer daratan yang bekerja sama dengan-”


Raceta terdiam dan menatap Kaisar Aradi yang mengangkat tangannya meminta pemuda bermata emas itu untuk berhenti. Manik mata emerald Ivew menyipit saat kembali merasakan perasaan tidak nyaman dari tatapan yang diberikan Kaisar Aradi kepadanya. Bahkan, Laveron yang duduk tak jauh darinya juga ikut mengernyit berusaha menyingkirkan kemungkinan buruk yang hadir dalam pikirannya.


“Bagaimana kalau kamu juga ikut, Lady Mirabeth?” tanya Kaisar Aradi dengan senyum di wajahnya


Ramound ikut tersenyum dan menatap Ivew yang tampak terkejut dengan usulan Kaisar. Pemuda bermata lilac itu meletakkan kedua tangannya di atas meja dan cukup tidak sabar menunggu reaksi yang diberikan Ivew.


“Saya bukan bagian militer Yang Mulia jadi, saya hanya akan menjadi beban jika iku-”


“Bukankah Lady punya kekuatan alam? Anda adalah orang yang diberkahi dengan alam bukan? Jadi selagi Anda berada di alam menurut saya tak masalah dengan perlindungan karena alam pasti akan


Ramound memotong penjelasan yang hendak diberikan Ivew kepada Kaisar Aradi dan menatap Leister dengan senyum angkuh. Gadis bermata emerald itu mengepalkan tangannya dan berusaha menahan amarah untuk tidak memukul wajah pemuda dengan mata lilac di depannya, sedangkan Leister terdiam dan berusaha mengendalikan ekspresinya saat setiap mata tampak menanti jawabannya termasuk Kaisar.


“Anda benar, Tuan Muda Ramound, tapi Lady Mirabeth bukanlah orang yang biasa dengan ekspedisi seperti ini. Dia hanyalah rakyat biasa yang sering berburu. Ekspedisi seperti ini bukan dunianya.”


Tuan Muda kamu yang terbaik! Tapi kenapa rapat ini malah membahas hal ini. Batin Ivew merasa terharu saat Leister berusaha membelanya dan tanpa sadar tersenyum kecil, sedangkan Ramound yang berada di depannya tersenyum miring.


“Tuan Muda Ramound, memang benar. Lady Mirabeth adalah orang yang diberkahi alam dan kita baru saja mendapatkan kekuatan ini setelah bertahun-tahun berlalu sejak serangan besar yang dilakukan para monster. Namun, pendapat Tuan Muda Leister juga benar bahwa Lady Mirabeth juga bukan orang yang memiliki latar belakang penggunaan senjata militer.”


Kaisar Aradi terdiam setelah mendengar penjelasan tambahan dari Raceta. Manik mata perak sang kaisar menelisik setiap wajah di dalam ruangan dan beralih menatap Laveron yang sedari tadi terdiam tampak sibuk dengan pikirannya. Tak terusik dengan keributan yang diciptakan dua bangsawan di sekitarnya.

__ADS_1


“Bagaimana menurutmu, Laveron? Jelaskan pendapatmu sebagai perwakilan militer!” perintah  Kaisar Aradi menarik perhatian Laveron yang tersentak kaget dan menatap sang kaisar.


Ivew yang sedari tadi menahan rasa kesalnya melirik Laveron yang tampak kacau dan cukup bingung dengan suasana yang ada. Pemuda itu tetap diam beberapa menit kemudian hingga Raceta kembali memanggil namanya dan memintanya untuk menjawab.


“Maafkan saya, Yang Mulia ... saya tidak mengizinkan Lady Mirabeth ... tidak adik saya untuk ikut karena saya dan adik saya juga baru mengetahui kekuatan ini, Yang Mulia. Butuh waktu bagi adik saya untuk mengendalikannya. Dan benar seperti perkataan Tuan Muda Leister adik saya bukan orang yang terbiasa dengan ekspedisi, Yang Mulia. Bagaimana jika saya kehilangan adik saya dalam ekspedisi itu!”


Laveron melepaskan semua yang ada dipikirannya saat rasa khawatir terus menghantui jiwanya. Pemuda itu berusaha menenangkan diri saat bayang-bayang seorang gadis yang berteriak kesakitan memanggil dirinya. Pemuda itu menutup matanya berusaha mengabaikan ingatan buruk yang datang di waktu yang tidak tepat.


Tenang Laveron ... tenang ... sekarang berbeda dari saat itu. Batin Laveron seraya menghembuskan nafasnya pelan.


“Jika itu alasanmu maka aku tidak bisa mengabulkannya, Laveron! Kehadiran Lady Mirabeth bisa jadi sangat diperlukan untuk ekspesidi kali ini. Alam akan selalu membantunya bukan? Jika ada bantuan seperti itu bukankah kemenangan akan selalu menanti kita?”


Kaisar Aradi menatap para peserta pertemuan dan Raceta mengangguk menyetujui kembali pertanyaan sang kaisar.


“Tapi Kaisar ... Lady Mirabeth tidak ahli dalam menggunakan sen-”


“Kita bisa melatihnya bukan? Masih ada waktu satu bulan sebelum ekspedisi di lakukan selama itu kalian bisa melatihnya!”


Kaisar Aradi memotong pernyataan yang diberikan Leister dengan nada yang sedikit tinggi membuat semua orang dalam ruangan itu terdiam. Ramound mengangguk dan membenarkan pernyataan Kaisar Aradi, manik mata lilac-nya melirik Ivew merasa tertarik dengan ekspresi yang ditampilkan sang gadis.


Sepertinya aku tak bisa menolaknya. Selamat tinggal kehidupan sederhanaku dan selamat datang masalah. Batin Ivew pasrah berusaha menenangkan amarahnya.


“Jadi keputusanku sudah mutlak! Ekspedisi itu akan diadakan bulan depan dan Lady Mirabeth akan ikut bersama perwakilan flowerlax dan prajurit militer!”


...⪻⪼...

__ADS_1


Happy reading guys ... Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya ya ... Biar nulisnya makin semangat ... ✨


__ADS_2