
Halo ... White Blossom kembali menyapa 🌺
Aku kembali dengan rekomendasi novel yang menarik nih! Jangan lupa mampir ya!
...Happy reading 🌺...
...⪻⪼...
"Apa? Penobatan Saintess?"
Ivew mengerutkan keningnya ketika Diano menyampaikan kabar tersebut saat makan pagi bersama mereka.
"Ya, aku baru saja mendapat pesan dari Kaisar saat dia tahu kamu sudah keluar dari wilayah suku laut Lady. Kaisar memintamu untuk datang ke istana dalam dua hari ke depan.”
Veister melirik Ivew yang kembali terdiam duduk di sampingnya. Ada banyak hal yang berubah dari kepribadian Ivew semenjak gadis itu datang ke dunia ini dan Veister tak mempunyai ide untuk menebak apa yang ada di dalam kepala Ivew.
Ivew menghela nafas dan menatap makanan di depannya. Kaisar ingin mengadakan pelantikan dirinya sebagai saintess dan mengumumkan keberadaannya kepada dunia? Apa itu akan baik-baik saja?”
“Aku rasa kaisar ingin mengurangi kecemasan rakyat. Dengan diumumkannya kalau saintess alam terlahir kembali, kritikan rakyat terhadap kekaisaran akan berkurang dan rakyat akan mengalihkan pandangan sepenuhnya kepada saintess.”
Ivew menatap Ramound yang duduk di depannya dan berkomentar sembari memakan daging di piringnya.
“Dengan kata lain kaisar ingin menjadikanku sarana adu domba yang baru? Jika terjadi kesalahan selanjutnya maka rakyat akan berbalik menyerang saintess dan bukan kekaisaran? Begitu kan?”
Ramound dan Diano hanya diam mendengar pernyataan Ivew, sedangkan Veister yang duduk di samping Ivew melirik sang gadis yang kembali menghela nafas.
“Apapun itu kita tidak bisa mengabaikan perintah kaisar, bukan?”
Diano menganggukkan kepalanya. “Aku akan mempersiapkan kebutuhan kalian menuju istana. Apa kamu juga akan ikut, Tuan Muda Ramound?”
Ivew melirik Ramound yang memasukkan potongan daging ke dalam mulutnya. Tuan Muda keluarga Angena itu tampak berpikir sejenak dan kemudian menganggukkan kepalanya.
Manik lilac pemuda itu bertemu dengan manik emerald Ivew dan segera senyum tipis hadir di wajahnya membuat Ivew segera mengalihkan pandangan ke arah lain.
...***...
“Terima kasih atas bantuannya, Tuan Muda Diano.”
__ADS_1
Ivew membungkuk sopan saat menatap beberapa barang dan kereta kuda yang disediakan Diano untuk keberangkatan mereka ke istana kekaisaran.
Tuan Muda Keluarga Rizery itu menganggukkan kepalanya dan melambaikan tangan ke arah Ivew naik ke atas kereta kuda dibantu oleh Ramound.
“Aku meninggalkan sihir pelindung di sekitar mansion ini. Jika ada bahaya aku akan berusaha datang.”
Diano menoleh ke arah Veister yang tersenyum tipis di depannya dan segera berjalan menuju kereta kuda. Pemuda itu membungkuk hormat seraya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Veister untuk wilayahnya.
Kereta kuda itu segera bergerak menuju istana kekaisaran. Manik emerald Ivew menatap pepohonan yang menyisakan sedikit api di sepanjang perjalanan.
Gadis itu menggunakan sedikit pengendalian kekuatan airnya untuk memadamkan api. Beberapa ksatria keluarga Rizery yang mengetahui hal itu berterima kasih kepadanya dan kembali melanjutkan pekerjaan mereka.
Rombongan itu terpaksa menggunakan kereta kuda untuk memantau keadaan sekaligus mengumumkan kelahiran kembali sainstess alam dengan menggunakan kekuatan Ivew untuk membantu rakyat dan juga para ksatria.
Memasuki daerah perbatasan Rizery dengan kekaisaran yang berada di daerah yang cukup tinggi mereka bisa melihat kekacauan di dua wilayah tersebut.
Untuk wilayah kekaisaran tidak terlalu banyak kerusakan dan hanya sisa-sisa asap hitam yang bisa mereka lihat. Berbeda dengan daerah Rizery yang masih terdapat nyala api di beberapa tempat.
Hah … aku harus mempersiapkan diri untuk banyaknya perhatian. Batin Ivew menyandarkan punggungnya pada kursi kereta kuda.
Manik emerald gadis itu kembali memandang pohon setengah hangus yang baru saja mereka lewati.
Ivew mendengar suara Efir di dalam kepalanya. Saat itulah Ivew teringat dengan Windy yang masih belum kembali dengan laporannya. Gadis dengan mata emerald itu berusaha memanggil Windy di dalam kepalanya, tetapi kupu-kupu putih itu tak kunjung datang.
Apa terjadi sesuatu? Sudah beberapa hari berlalu dan kenapa Windy belum juga kembali? Batin Ivew memijat pelan kepalanya.
“Istirahatlah, Ivew! Jangan terlalu memikirkan banyak hal. Saat sampai nanti aku akan membangunkanmu.”
Ivew melirik Veister yang duduk di sampingnya dan Ramound yang duduk di depannya menganggukkan kepalanya sekilas. Ivew mengangguk dan mulai memejamkan matanya saat merasakan kantuk menyerangnya.
Setelah memastikan Ivew terlelap Ramound memandang Veister yang menatap serius ke arah pepohonan separuh hangus di samping kereta kuda mereka.
“Apa ini tidak memberatkannya?” tanya Ramound menarik perhatian Veister.
Penyihir suci itu memandang wajah acuh tak acuh dari Tuan Muda Angena yang duduk berhadapan dengannya.
Mata dua warna Veister melirik wajah Ivew yang terlelap dan melihat sedikit kantung mata di wajah sang gadis.
“Ini sudah menjadi tanggung jawabnya dan dia harus siap untuk itu, yang bisa kita lakukan hanya berdiri di sampingnya dan mengulurkan tangan saat dia butuh bantuan.”
__ADS_1
Veister menyandarkan punggungnya ke belakang dan menatap langit-langit biru kereta kuda di atasnya. Sejak awal seharusnya dia tahu tanggung jawab yang berada di pundaknya. Menyelamatkan dunia yang sudah kacau sejak awal bukanlah hal yang mudah. Batin Veister.
...***...
“Selamat datang di istana kekaisaran, Saintess … Penyihir Suci dan Tuan Muda Ramound.”
Manik emerald Ivew kembali menatap Raceta yang menunduk hormat menyambut kedatangan mereka. Halaman istana itu cukup ramai dengan kehadiran kerumunan rakyat di luar gerbang istana.
Rumor tentang lahirnya saintess alam telah menyebar di kalangan rakyat dan mereka berbondong-bondong datang ke istana untuk melihat kembali saintess yang akan menyelamatkan mereka.
“Apa gadis dengan rambut hitam sepunggung itu?”
“Masih kecil ya?”
“Apa dia bisa menyelamatkan kita?”
“Apa benar itu saintess alam? Aku tidak yakin.”
Ramound menoleh ke arah gerbang istana saat mendengar bisikan-bisikan dari rakyat, begitu juga dengan Veister dan Raceta. Ketiga pemuda itu melirik Ivew yang pasti juga mendengar semua yang dibicarakan oleh para rakyat.
Aku bisa mendengar semuanya. Batin Ivew mengalihkan pandangannya dari Raceta yang berdiri di depannya.
Gadis itu hanya memilih memandang langit biru di atasnya. Mencari kembali ketenangan dirinya dari menatap salah satu berkah alam yang sangat disukainya.
Pandangan mata yang terasa datar tanpa ada rasa penasaran ataupun bahagia di dalamnya. Pandangan mata yang seolah tak peduli apapun yang masuk ke dalam telinga dan benaknya.
“Ah, saya akan memandu Anda semua ke dalam. Pertemuan dengan kaisar akan dilaksanakan besok. Kalian semua bisa istirahat terlebih dahulu.”
Raceta segera mengajak ketiganya memasuki istana dan membiarkan riuh masyarakat di luar semakin terdengar.
Ivew melirik sejenak rakyat yang berkerumun di gerbang istana dan beberapa di antaranya melambaikan tangan ke arahnya.
“Ivew?” panggil Veister menatap ke belakang saat tak mendengar langkah Ivew di belakangnya begitu juga dengan Raceta dan Ramound yang tampak menunggunya.
Aku harap kalian tidak terlalu berekspektasi tinggi kepadaku. Karena harapan selalu bisa patah jika kalian mengharapkannya terlalu tinggi. Batin Ivew berjalan mengikuti Veister dan yang lainnya.
...⪻⪼...
Jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya .... 🌺
__ADS_1