
...⪻⪼...
Rayn tersentak kaget dan hendak mengalihkan perhatian sosok bertaring itu dari Ivew. Namun, langkah pemuda itu terhenti saat sosok bertaring itu membalikkan kepalanya ke arah Rayn, sedangkan kuku tajamnya bergerak memotong untaian benang angin di depan Ivew. Gadis dengan mata emerald itu berseru tertahan dan mulai mundur ke belakang.
Rayn yang menatap kepala sosok bertaring itu menghadap ke arahnya juga ikut melangkah mundur dan menggapai sesuatu di dalam kantong yang disembunyikannya. Sosok bertaring itu menyeringai ke arah Rayn dan membalikkan tubuhnya menghadap pemuda dengan mata orchid itu.
Sial! Wajahnya terlalu mengerikan. Batin Rayn menggenggam sebuah rumput di tangan kanannya.
Pemuda dengan mata orchid itu menatap ke arah Ivew yang kembali berusaha menguntai benang anginnya. Manik orchid Rayn melebar saat sosok bertaring di depannya mengeluarkan cahaya gelap di ujung kukunya yang panjang dan terkekeh pelan menatap pemuda di depannya yang beranjak mundur.
“Anak nakal harus dihukum, kan? Karena kamu anak nakal terimalah hadiah ini!”
Sosok bertaring itu mengarahkan sinar hitam di ujung kuku panjangnya ke arah Rayn yang tak sempat menghindar. Pemuda dengan mata orchid itu mengerang kesakitan saat merasakan cahaya hitam itu menyentuh tubuhnya.
Pemuda dengan mata orchid itu limbung dan menyentuh tanah bebatuan di bawahnya. Manik mata orchid-nya menatap Ivew yang memandangnya khawatir.
Aku harap kamu selamat, Ivew. Batin Rayn saat merasakan kesadarannya diambil alih oleh kegelapan.
Manik emerald Ivew melebar melihat Rayn kembali kehilangan kesadarannya karena serangan sosok-sosok hitam di sekitar mereka. Gadis itu mengerang kesal karena tidak bisa melakukan apa pun untuk membantu Rayn.
Berkali-kali pemuda dengan mata orchid itu mengalihkan perhatian sosok hitam yang hendak mengganggunya, tetapi malah berakhir dengan serangan itu mengarah kepadanya.
Aku harus menyelamatkannya. Aku tidak bisa kehilangan siapa pun di depan mataku! Tidak lagi! Batin Ivew menatap Rayn yang tak sadarkan diri dan beralih menatap sosok bertaring di depannya.
Sosok bertaring itu menyeringai dan kembali memasukkan kuku panjangnya ke sela-sela jeruji besi di depan Ivew. Gigi tajamnya tampak berkilau di tengah remangnya cahaya. Manik emerald Ivew berkilat akan kemarahan.
“Apa yang kalian lakukan dengan manusia-manusia yang kalian bawa ke sini?”
Ivew bertanya dengan sedikit berteriak, berusaha mencari informasi dan mengulur waktu. Jemari tangannya bergerak di belakang punggungnya berusaha menguntai benang angin seperti sebelumnya.
__ADS_1
Sosok bertaring di depannya menghentikan gerakannya dan memiringkan kepalanya. Sedetik kemudian tawa mengerikan bergema di remangnya ruangan sekitar. Gadis bermata emerald itu sedikit merinding, tetapi tetap berusaha fokus.
“Kamu sudah tau jawabannya, kan? Mereka semua mati! Hihihi ...”
Ivew mengepalkan kedua tangannya saat hampir kehilangan konsentrasi karena rasa marah yang memuncak. Manik emerald gadis itu melirik ke arah Rayn yang tampak sedikit bergerak dan kembali memandang sosok bertaring di depannya.
“Mereka mati karena kamu! Mereka mati karena kamu hadir di dunia ini! Hihi ...”
Gadis itu tersentak dan menatap wajah sosok di depannya yang menyeringai dengan gigi tajam yang tampak lebih panjang dari sebelumnya. Ivew mulai kehilangan kendali dari benang angin di tangannya. Gadis itu sedikit gemetar dengan perasaan sedih yang tiba-tiba menyeruak di hatinya.
“Tidak ada yang mengharapkan kehadiranmu! Kehadiranmu mendatangkan petaka untuk orang lain! Hihi!”
Ivew menutup kedua telinganya saat mendengar kalimat terakhir sosok di depannya. Bayang-bayang Cona Renjana hadir di benaknya. Seorang gadis yang menyebabkan keluarganya meninggal dan berakhir duduk di atas kursi roda.
Gadis muda yang berakhir hidup seorang diri, di rumah besar yang penuh dengan kenangan hangat keluarganya. Manik emerald-nya mulai berkaca-kaca dengan tubuh yang gemetar karena rasa sesak yang menggulung jiwanya.
Tidak! Aku harus melawannya! Itu kehidupanku sebelumnya! Sekarang aku bukan Cona lagi! Tapi kenapa air mata ini terus mengalir?! Batin Ivew berusaha menutup kedua telinganya mencegah kata-kata dari sosok di depannya masuk ke telinganya.
Gadis dengan mata emerald itu tersentak saat merasakan sesuatu yang dingin menyentuh puncak kepalanya. Gadis itu mendongak dan bertemu dengan pandangan mata sosok di depannya. Manik hitam kosong sosok itu mengisi pandangan Ivew sepenuhnya.
“Hihi ... kamu bencana yang membawa kematian kepada orang lain. Jadi lebih baik kamu mati, kan?”
Sosok bertaring itu kembali berbicara, mendominasi pandangan dan pendengaran Ivew dengan mata kosong dan suaranya yang berat. Rayn yang kembali mendapatkan kesadarannya memandang ke arah jeruji besi Ivew di depannya.
Manik orchid pemuda itu melebar menatap pemandangan yang tersaji di depannya. Dengan langkah yang gemetar pemuda itu berdiri dan melemparkan rumput di tangannya ke arah tubuh sosok hitam yang membelakanginya.
Sosok hitam bertaring itu tersentak dan mengerang sakit membuat Ivew terlepas dari pandangan mata hitam kosongnya. Gadis dengan mata emerald itu menarik nafas dalam dan berusaha menghapus air matanya yang terus mengalir.
Berhasil? Aku akan berterima kasih kepadamu bang Ramound! Batin Rayn menghela nafas lega mengingat saudaranya yang selalu menyuruhnya membawa rumput vanilla itu untuk berjaga-jaga dari bahaya yang datang.
__ADS_1
Sosok ini membaca memori hidupku sebagai Cona? Sialan! Memori yang ingin aku lupakan! Aku tidak akan memaafkanmu! Batin Ivew menatap sosok hitam di depannya yang berteriak kesakitan saat rumput itu mengenainya dan mulai membakar tubuhnya.
Di sudut ruangan api kemerahan itu tampak sedikit berpendar dan salah satu nyala kecilnya bergerak ke arah Ivew
yang sibuk bergelut dengan kemarahan.
“Kamu ... bisa mendengarku? Ayolah! Kamu .. mendengarku, kan?”
Manik emerald sang gadis membola saat mendengar suara putus-putus yang bersemangat di dalam kepalanya. Gadis itu mengangguk dan mencoba bangkit dengan langkah sedikit terhuyung.
“Bagus! Aku ... akan membantumu!”
Mata emerald gadis itu tampak membara dengan kemarahan dan Ivew menatap telapak tangannya, salah satu tato lima kelopak bunga itu tampak bersinar. Gadis itu menyeringai dan menatap sosok hitam di depannya yang mulai beringsut keluar melalui sela jeruji besi.
Apa yang akan dilakukannya? Batin Rayn menatap Ivew yang tampak tersenyum.
“Kamu tau? Aku mengucapkan terima kasih karena kamu membangkitkan luka itu.”
Ivew menatap sosok bertaring itu yang meringis kesakitan dan terus berjuang keluar dari sela jeruji besi. Tubuhnya semakin terbakar karena rumput vanilla yang dilemparkan Rayn. Jubah hitam yang digunakannya mulai terbakar bersamaan dengan cahaya hitam yang menguar dari tubuhnya.
“Karenanya hatiku jadi penuh dengan bara balas dendam untuk menghancurkan kalian yang mengacaukan kedamaian dunia!”
Ivew menatapnya dengan mata emerald yang semakin membara dan api hijau yang keluar dari telapak tangan kanannya. Sosok bertaring itu berteriak ketakutan dan hendak lari.
Namun, Ivew berhasil menahannya dengan benang tipis angin miliknya. Gadis itu menguntai senyum dan mengarahkan api hijau di tangannya ke arah sosok bertaring yang mulai berseru ketakutan.
“Jangan takut ... terimalah api pemurnian ini dengan sepenuh hati dan pergilah ke neraka! Purification fire!”
...⪻⪼...
__ADS_1
Happy reading dan jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya .... ✨