
...⪻⪼...
Manik emerald Ivew membara saat menatap monster lain yang mendekat ke arahnya. Rayn yang berusaha mempertahankan tangannya untuk merobek tubuh monster dengan pedang mulai merasa kebas.
Manik orchid sang pemuda melirik Ivew yang terdiam di bawahnya. Tangan kiri sang pemuda mengeratkan pegangannya pada tangan kanan Ivew.
Rayn tersentak saat merasakan angin lain datang dari arah bawahnya. Manik orchid pemuda itu melebar menatap bara api hijau menguar sedikit demi sedikit dari tangan kiri Ivew yang menggantung di udara dan mulai menyebar ke seluruh tubuhnya.
Ugh … sedikit panas. Batin Rayn saat lidah api hijau itu sedikit mengenai tangannya.
Sosok hitam dengan mata bulan sabit yang berada di bawah menyeringai saat melihat nyala api hijau keluar dari tubuh Ivew dan ditembakkan gadis itu ke arah monster yang hendak memakan mereka.
Rayn segera berseru mengajak Ivew menjauh dari monster di samping mereka saat keduanya hampir mencapai tanah.
Pemuda itu segera mencabut pedangnya dari tubuh monster yang terus berteriak kesakitan. Cairan tubuh sang monster mengenai tubuhnya, tetapi pemuda dengan mata orchid itu terus menjauh menarik tangan Ivew yang tampaknya tak mendengar ucapannya.
Rayn segera berlari sembari menarik Ivew yang sesekali mengeluarkan api hijaunya pada salah satu monster yang hendak menyerangnya.
“Ada rencana, Ivew?”
Rayn berbalik menatap Ivew yang menghembuskan nafasnya. Sosok hitam bermata bulan sabit di belakang mereka kembali mengeluarkan sulur penuh duri. Berusaha mengejar keduanya agar tak melarikan diri. Rayn segera memotong salah satu sulur yang hendak menghambat mereka.
Ivew menatap salah satu monster yang berteriak kesakitan di sampingnya. Getaran tubuh dari sang monster membuat langkahnya untuk berlari sesekali limbung. Gadis itu menatap bara api hijau di tangannya dan menatap punggung Rayn yang berlari di depannya.
"Tuan Muda, apa Anda bisa mengalihkan monster yang lain?"
Ivew bergerak lebih dekat dengan Rayn membuat pemuda bermata orchid itu menoleh dan menatap salah satu monster yang bergerak di belakang mereka.
"Aku selalu siap!"
Rayn tersenyum dan segera berlari ke arah lainnya membuat monster yang di belakang mereka segera mengejarnya. Gigi tajam sang monster keluar dan menyeruduk tanah di bawahnya. Rayn mengeratkan pegangannya pada gagang pedangnya dan memacu semangat di dalam dirinya.
__ADS_1
Manik orchid-nya melirik gigi monster yang terus menyeruduk tanah di belakangnya. Rayn kemudian berbalik dan segera berlari ke arah monster, menatap gigi-gigi tajam yang siap menghancurkan tubuhnya.
Pemuda itu segera melesat ke samping tubuh monster dan menusukkan pedangnya ke tubuh hitam berkilat sang monster. Teriakan kesakitan monster itu bergema, tetapi Rayn tetap membawa pedang yang masih tertancap di dalam tubuh monster itu berlari.
Merobek tubuh bagian samping sang monster dan mengeluarkan cairan di dalam tubuhnya. Nafas pemuda bermata orchid itu mulai tersengal, tetapi Rayn terus berlari dan berusaha merobek tubuh sang monster.
Langkah pemuda itu terhenti saat melihat nyala api hijau di depan matanya. Manik orchid-nya melebar menatap besarnya api hijau yang menghanguskan tubuh sang monster yang terus berteriak.
Suara kesakitan lainnya membuat Rayn menoleh dan menatap sosok bermata bulan sabit yang terkurung dalam pusaran angin milik Ivew. Manik orchid Rayn beralih menatap Ivew yang membelakanginya.
Rambut hitam sepunggung gadis itu berkibar mengikuti gerak angin yang bergerak liar di sekitar mereka. Rayn mencabut pedangnya dari tubuh sang monster yang tak lagi bergerak.
Manik orchid-nya menatap luka goresan panjang yang membentang horizontal di tubuh sang monster disertai cairan tubuh sang monster yang keluar membasahi tanah.
Rayn menarik nafas panjang dan segera bergerak menuju Ivew. Rayn sedikit tersentak saat melihat gadis dengan mata emerald itu terus mengeluarkan dua kekuatan alam yang berbeda.
Tangan kanannya bergerak mengontrol angin untuk menahan pergerakan sosok bermata bulan sabit, sedangkan tangan kirinya bergerak mengendalikan api hijau yang terus membakar tubuh besar monster tak jauh dari mereka.
Sosok bermata bulan sabit di dalam pusaran angin Ivew berdecak kesal. Tangan dengan kuku hitam panjang itu mulai menggores angin yang terus berputar di sekitarnya.
Ivew mengernyit saat merasakan kepadatan angin di pusarannya mulai kacau. Gadis itu berusaha menjaga konsentrasinya dan kembali memadatkan angin pada pusaran di depannya.
Rayn yang baru sampai di samping Ivew tersentak saat melihat cairan merah mengalir dari hidung sang gadis. Mata emerald Ivew tampak bersinar terang kontras dengan wajahnya yang mulai pucat.
"Sudah cukup, Ivew! Tubuhmu sudah mencapai batasnya!"
Rayn menggenggam salah satu lengan Ivew untuk menarik perhatian sang gadis. Ivew menatap Rayn dengan mata emerald-nya dan menggelengkan kepala. Keduanya tersentak saat mendengar dentuman dari dalam pusaran angin di depan mereka.
Manik Ivew melirik monster yang sudah hangus dalam lalapan api hijaunya dan segera menghentikan kekuatan apinya. Jemari gadis itu bergerak menghapus cairan merah yang mengalir di hidungnya dan menatap pusaran angin di depannya yang mulai menghilang.
"Dia tangguh juga."
__ADS_1
Ivew menatap Rayn yang berdiri sedikit di depannya dengan pedang teracung ke depan. Manik orchid pemuda itu memandang fokus ke depan dengan kilatan tajam yang tampak hadir di tatapan matanya.
Sosok dengan mata bulan sabit itu berteriak kencang dengan cahaya hitam hadir di sekitar tubuhnya. Manik emerald Ivew menajam menatap sosok-sosok yang keluar dari lingkaran hitam yang terbentuk di belakang sosok bermata bulan sabit itu.
Dua sosok berjubah hitam hadir di belakang sosok bermata bulan sabit dengan membawa sebuah wadah besar yang menguarkan bau busuk bercampur amis. Manik emerald Ivew melebar menatap cairan dalam wadah besar yang dituangkan ke tubuh sosok bermata bulan sabit itu.
Cahaya hitam bercampur ungu tua hadir di sekitar sosok bermata bulan sabit yang kini tertawa lebar. Rayn menatap cairan merah yang mengalir membasahi tubuh sosok bermata bulan sabit itu jatuh menuju tanah.
Bau amis darah. Batin Rayn menatap tajam sosok bermata bulan sabit di depannya.
"Apa kamu penasaran dengan cairan di dalam wadah ini, Saintess?"
Sosok bermata bulan sabit itu merentangkan tangannya dengan tubuh yang mulai bersinar hitam pekat, sedangkan dua sosok hitam di belakangnya menunduk dan membiarkan cahaya hitam keluar dari tubuh mereka menyatu bersama sosok bermata bulan sabit di depan mereka. Dua sosok berjubah hitam itu segera berubah menjadi debu saat cahaya hitam terakhir keluar dari tubuhnya.
"Dia menyerap anggotanya sendiri?"
Rayn mengeratkan jemarinya pada gagang pedangnya dengan mata orchid yang tetap fokus menatap ke depan. Ivew yang berada di sampingnya menutup hidungnya saat merasakan bau amis yang terasa memutar perutnya.
Gadis itu mengepalkan kedua tangannya saat mengetahui cairan yang dimaksud sosok bermata bulan sabit di depannya.
"Hihi … ini adalah panen dari mainan yang selalu kami bawa. Panen yang sangat bermanfaat untuk kekuatan kami."
Sosok bermata bulan sabit itu menjilat cairan merah yang mengalir menuju ujung jarinya. Mata bulan sabit itu tampak bersinar ungu tua dan angin kencang segera menerpa keduanya saat tubuh sosok bermata bulan sabit itu mulai berubah.
Psikopat gila! Batin Ivew menahan amarahnya.
Sulur-sulur hitam berduri panjang tampak melambai di belakang tubuhnya disertai empat kaki-kaki tajam yang keluar di bawah tubuhnya. Tawa lebar menggema saat sosok bermata bulan sabit itu menyelesaikan perubahan tubuhnya.
"Hihi … bersiap-siaplah untuk kematianmu, Saintess!"
...⪻⪼...
__ADS_1
Happy reading dan jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya .... ✨