Terpaksa Transmigrasi

Terpaksa Transmigrasi
12 - Serangan


__ADS_3

...⪻⪼...


Manik emerald Ivew melebar menatap jaring dan duri tajam itu terarah pada mereka. Gadis itu menarik lengan Lolita dan berlari untuk menghindar dari arah serangan monster. Satu duri tajam itu hampir mengenai tempat berdiri mereka sebelumnya.


Lolita menggeram kesal dan menggunakan pedangnya untuk memotong jaring yang kembali datang ke arah mereka.  Monster itu menggerakkan tubuhnya mendekat menuju tempat Lolita dan Ivew. Leister yang melihat hal itu berusaha memotong beberapa kaki monster di depannya.


“Mirip dengan laba-laba tarantula. Kakinya sepuluh dan duri-duri tajam itu,” gumam Ivew yang fokus memperhatikan pertarungan di depannya sembari menghindari dari sisa jaring yang berusaha menangkapnya dan Lolita.


Pedang Leister beradu dengan tajamnya duri yang berada di kaki monster laba-laba. Monster itu kembali berteriak mengeluarkan suara yang memekakkan telinga. Beberapa kstaria kembali datang. Ivew memicing mata menatap sang monster yang berusaha melepaskan diri dari pedang Leister dan ksatria di sekitarnya. Jarak monster itu dari Ivew dan Lolita sekitar lima belas meter. Ivew menatap beberapa pisau kue di tangannya dan mulai memperhitungkan rencana di kepalanya.


“Nona Muda, apa anda bisa melindungi saya dari jaring-jaring itu?” tanya Ivew berdiri di samping Lolita.


Manik delima gadis itu menatap Ivew kaget. Pedang di tangannya kembali terangkat menebas salah satu jaring laba-laba yang datang. Lolita mengangguk dan Ivew membalasnya dengan wajah tersenyum. Gadis itu maju beberapa langkah dan mulai memperhitungkan jarak serta kecepatan lemparan pisau di tangannya.


“Lebih baik mencoba dari pada hanya berdiam diri.”


Ivew bergumam dan mulai melempar pisau kue di tangannya ke arah salah satu mata bagian depan sang monster dan menggunakan sedikit angin di sekitar tangannya yang akan menambah laju kecepatan pisau kue itu.


Monster itu berteriak saat merasakan sesuatu yang tajam menusuk matanya. Ivew mengulangi cara yang sama dan menembakkan tiga pisau lainnya. Mengoyak salah satu mata depan sang monster laba-laba hingga hancur dan mengalirkan darah ungu. Serangan itu cukup untuk menghalangi pergerakan sang monster untuk menilai jarak serangannya.


“Serangan itu dari-"


Leister yang melihat monster laba-laba itu berteriak terdiam dan berbalik menatap tempat Lolita dan Ivew. Manik ruby pemuda itu membesar saat melihat Ivew yang baru saja menyelesaikan serangannya. Darah ungu sang monster mengalir dari matanya dan hampir mengenai Leister yang berada di dekat kaki sang monster. Pemuda itu segera mundur bersama para ksatria yang tersisa.


“Ivew ... itukan kekuatan-

__ADS_1


Suara keterkejutan Lolita terputus saat monster itu menembak secara acak jaring laba-labanya. Leister yang berdiskusi bersama para ksatria menghindar dari kaki monster yang terus bergerak acak dan menahan duri-duri tajam dari kaki monster yang terus ditembakkan ke segala arah dengan pedang peraknya.


“Sial! Kalian berhati-hati lah!”


Leister berteriak dan suaranya bergema bercampur dengan teriakan sang monster serta suara kesakitan ksatria yang terkena serangan duri tajam.


“Nona awas!”


Lolita terdiam saat duri tajam dari kaki sang monster berada dua meter di depannya. Kaki Ivew berlari dengan cepat berusaha menarik tangan Lolita untuk menjauh.


“Nona, Anda baik-baik saja?” tanya Ivew saat berhasil menarik Lolita menghindar dari duri tajam yang menghancurkan tanah di belakang mereka.


Gadis bermata delima itu mengangguk pelan dan mengusap pelan wajahnya yang berdebu. Rambut peraknya tampak berkilau meski debu tanah bertebaran di sekitar mereka.


Ivew mengangguk mendengar jawaban Lolita. Manik mata emerald-nya kembali menatap Leister dan ksatria keluarga Flowerlax yang hampir membuat monster laba-laba itu sekarat. Bahkan, baju yang digunakan Leister sudah penuh dengan cairan ungu dari sang monster.


Monster itu mencoba bangkit dan berbalik ke arah hutan hitam. Leister segera menebas dua kaki depan monster yang lebih pendek dari kaki lainnya, kembali menahan goresan dari pedangnya yang mengenai duri tajam sang monster.


Monster itu kembali berteriak dan menggerakkan kakinya yang lain membuat pemuda bermata ruby itu terpental ke arah beberapa kstaria di belakangnya. Lolita yang melihat kejadian di depannya berteriak dan hendak membantu Leister yang kesulitan untuk bangun.


Pemuda itu mengerang saat merasakan rasa ngilu pada punggung serta kaki kanannya. Darah mengalir dari kepalanya yang menghantam tanah. Monster itu berbalik ke arah Lolita yang hendak berlari mendekat tetapi di tahan oleh tangan Ivew.


“Nona ... monster itu ke arah kita. Kita harus memikirkan cara untuk menghindari serangannya.”


Suara Ivew terdengar tenang membuat Lolita mengatur nafasnya dan ikut mengangguk. Manik delimanya menatap Leister yang mencoba bangkit. Dari kejauhan manik emerald Ivew menangkap cahaya perak kecoklatan yang berlari mendekat ke arah mereka dari dalam hutan.

__ADS_1


Bertepatan dengan jaring laba-laba sang monster yang ditembakkan ke arahnya. Ivew dengan panik mendorong tubuh Lolita menjauh dari jarak serangan monster laba-laba. Gadis itu menahan nafas saat jaring laba-laba sang monster menangkan tubuhnya dan menarik dirinya dengan kecepatan tinggi menuju sang monster.


Lolita yang melihat hal itu segera berlari secepat yang dirinya bisa mengikuti Ivew yang mengerang sakit saat punggungnya menghantam beberapa bebatuan besar yang mencuat dari tanah. Gadis bermata delima itu berseru dan melemparkan pedangnya kepada Ivew.


Tangan Ivew yang berada di antara lubang jaring segera menangkap pedang Lolita dan menancapkannya ke tanah. Gerakan jaring laba-laba itu terhenti dan Ivew menahan sekuat tenaga tarikan sang monster yang membuat nafasnya mulai sesak.


Leister yang berada sepuluh meter di sebelah kiri Ivew berusaha bangkit menahan pandangannya yang kabur akibat benturan di kepala. Pemuda itu menusukkan pedangnya pada tanah berusaha menahan tubuhnya tetap berdiri sedangkan ksatria di sekitarnya tak lagi bergerak dan hanya terdengar rintihan kesakitan.


Lolita segera mencapai tangan Ivew yang mulai lemah menggenggam ganggang pedang. Manik delima gadis itu sedikit panik saat tarikan monster laba-laba itu melepaskan satu tangan Ivew dari gagang pedang. Monster laba-laba itu kembali berteriak dan mengacaukan konsentrasi mereka. Lolita mati-matian menahan tangannya untuk terus menggenggam tangan Ivew.


Gadis bermata emerald itu mulai kehabisan nafas saat salah satu jaring melilit dada serta perutnya erat. Leister dengan sisa tenaganya berusaha mendekat ke arah kedua gadis yang mati-matian bertahan. Darah terus menetes dari kepala sang pemuda dan langkah kakinya semakin pelan dengan tangan yang menarik pedangnya.


“Sial! Lolita tangkap pedang ini!”


Leister berteriak sambil melemparkan pedangnya dan gadis bermata delima itu berhasil menangkapnya. Leister tersenyum saat pedang itu berada di tangan Lolita dan terjatuh karena tak sanggup menahan rasa sakit.


“Bertahan, Ivew!” teriak Lolita dengan satu tangan memegang pedang berusaha memotong jaring laba-laba dan tangan lainnya masih setia memegang tangan Ivew.


Gadis bermata emerald itu mengangguk dan berusaha mengendalikan nafasnya sedangkan monster laba-laba di belakang mereka kembali berteriak saat mangsanya tak kunjung sampai. Binar bahagia hadir di manik delima Lolita saat jaring laba-laba itu mulai terlepas dari tubuh Ivew.


“Eh ... tidak!”


...⪻⪼...


Happy reading dan jangan lupa tinggalkan komentarnya .... ✨

__ADS_1


__ADS_2