
...⪻⪼...
Ivew tersentak saat kaca kamarnya pecah dan segera bangkit berjalan mundur menuju pintu yang menghubungkan kamarnya dengan kamar Leister. Kaca kamarnya memang tidak pecah tetapi retakan dan suara gema benda yang membentur kaca itu meninggalkan perasaan yang tidak nyaman untuk hatinya.
Manik emerald Ivew menangkan cairan yang mengalir dan sesuatu yang bergerak di retakan kaca di depannya. Pintu penghubung itu terbuka dan menampilkan Laveron dan kucing Veister yang sedikit panik saat mendengar suara itu.
“Ada apa, Ivew? Suara apa itu?” tanya Leister menghampiri Ivew yang terdiam di depan pintu.
Gadis bermata emerald itu menunjuk ke arah jendela dan terkejut menemukan retakan besar dengan objek yang masih menempel di sana. Kucing Veister melangkah mendekat dan menatap burung hitam yang sedikit kejang dan tak lagi bergerak dengan darahnya yang mulai memenuhi retakan di dalam kaca. Leister terdiam dan melirik Ivew yang juga diam di sampingnya.
“Hanya burung? Kenapa burung gagak ini bisa menabrak jendela?”
Pertanyaan yang diajukan Leister tak ditanggapi oleh Veister yang sibuk menatap mayat burung gagak yang masih tersangkut di retakan kaca. Manik mata dua warna kucing itu bercahaya dan mulai mengeluarkan sihir untuk menurunkan tubuh burung ke balkon. Ivew dan Leister mendekat ke arah kucing Veister yang sibuk menginvestigasi mayat di depannya.
“Ada yang aneh. Kenapa burung gagak ini mengeluarkan sihir hitam? Bahkan, tubuhnya sudah membusuk di beberapa tempat,” jelas kucing Veister memperhatikan mayat burung gagak di depannya dari balik kaca.
Ivew yang mendengar penjelasan kucing Veister terdiam dan mengerang kesal saat serangan atau teror kembali mengusik langkahnya. Gadis itu menghela nafas gusar dan menatap nyalang mayat burung di depannya.
Leister yang merasakan kekesalan Ivew menepuk pelan bahu gadis di sampingnya berusaha menenangkan Ivew yang tampak akan menghancurkan apapun yang ada di depannya.
“Tenang, Ivew! Kita bisa melaporkan ini saat pertemuan dengan kaisar dan perwakilan daerah lainnya.”
Ivew menghela nafas dan mengangguk mendengar penuturan Leister. Kucing Veister menggunakan kekuatan sihirnya untuk membekukan mayat burung itu dan memasukkannya ke dalam sebuah kotak yang akan ditunjukkan Leister besok saat memberi salam pada kaisar atau diberikan pemuda itu kepada Raceta.
Malam itu mereka menghabiskan waktu istirahat di kamar Ivew. Gadis bermata emerald itu tertidur di atas tempat tidurnya, sedangkan Veister dan Leister berjaga. Lebih tepatnya hanya Veister yang berjaga sedangkan Leister tertidur saat tengah malam datang.
__ADS_1
Pagi kembali datang dan mereka mulai bersiap untuk menemui kaisar setelah sarapan pagi. Raceta menerima semua laporan tentang kejadian yang dialami Ivew dan menerima kotak yang berisi mayat burung gagak itu untuk diteliti oleh ilmuan dan penyihir kekaisaran.
Ivew dan Leister saat ini sedang berjalan menuju tempat kaisar menunggu mereka. Ivew yang menggunakan gaun bewarna hijau muda yang dipadu dengan warna perak itu melirik Leister yang menggunakan baju bewarna perak dengan beberapa pola merah di sisi bajunya dan juga pedang yang masih tersarung di pinggangnya.
“Silahkan, Tuan Muda dan Lady ... Yang mulia berada di ruangan ini.”
Raceta mempersilahkan keduanya di depan pintu besar dan melirik ksatria kekaisaran untuk membukakan pintu pada keduanya. Pintu mulai terbuka dan Leister mulai melangkah masuk diikuti Ivew di sampingnya.
“Selamat datang.”
Ivew sedikit tersentak saat merasakan angin yang mengalir disekitarnya. Rasa sesak sedikit membuat gadis bermata emerald itu kesulitan dan melirik Leister yang tampak biasa saja. Menahan rasa gemetar pada tangannya Ivew mengikuti Leister yang membungkuk dan menyampaikan salamnya pada Kaisar di depan mereka.
“Salam kepada bintang kekaisaran. Saya Leister Flowerlax dan sekretaris saya, Ivew Mirabeth memberi salam hormat.”
Pria berambut pirang dengan mata perak itu menatap Ivew dan Leister dari atas singgah sananya. Senyum hadir di wajahnya saat menatap keduanya dan segera menyuruh mereka untuk bangkit dari rasa hormatnya.
“Kamu bilang dia adalah Ivew Mirabeth? Apa kamu saudarinya perwakilan prajurit militer? Siapa namanya? Hm ... Laveron, bukan?”
Kaisar bertanya dan menatap Ivew yang sedikit memucat. Leister melirik perubahan yang terjadi pada Ivew dan bagaimana gadis bermata emerald itu tampak tak nyaman dengan suasana di sekitarnya.
“Benar, Yang Mulia. Saya adalah adik perempuan dari Laveron Mirabeth,” jawab Ivew sedikit menundukkan kepalanya hormat. Tetes keringat mengalir dari dahinya dan terjatuh menuju lantai di bawahnya.
“Sopan sekali! Tapi apa kamu baik-baik saja, Lady? Wajahmu tampak pucat?” tanya Kaisar tersenyum miring.
Ivew mengangguk dan berusaha menguntai senyum saat keringat mulai membasahi telapak tangannya. Gadis bermata emerald itu menatap pria yang tersenyum angkuh di atas singgah sananya dan kembali mencari informasi tentang sosok kaisar Atlle dalam ingatannya.
__ADS_1
Aradi Frastivoz Latte adalah seorang pria berusia empat puluh lima tahun dan seorang kaisar pertama kekaisaran Attle. Sosok yang berhasil membuat tembok pelindung setinggi empat puluh meter berkat idenya yang saat itu menjabat sebagai putra mahkota dan menyelamatkan manusia yang tersisa dari serangan monster. Rakyat sangat menghormatinya dan mengakui semua prestasinya dengan mengabaikan sifat angkuh yang dimiliki kaisar.
Di tahun pertamanya menjadi Kaisar dirinya menikah dengan putri dari kerajaan Osi. Sebuah kerajaan yang runtuh di dekat Kekaisaran Attle yang sebelumnya masih kerajaan dan menyebabkan mereka terpaksa menciptakan tembok pelindung. Di samping sifat sombong dan angkuhnya, Kaisar sangat menyayangi putra mahkota dan juga ratu yang baru saja meninggal setelah melahirkan sang putra.
Sudut mulut Ivew berkedut saat melihat senyum miring kaisar yang tetap menatapnya dengan wajah khawatir.
Tapi kenapa kaisar menggunakan angin busuk yang menyesakkan ini untuk menekanku?! Apa ini auranya? Batin Ivew semakin merasa sesak dan tak nyaman dengan aliran udara di sekitar mereka.
"Maafkan saya, Yang Mulia. Sepertinya Lady Mirabeth masih sakit Yang Mulia. Tadi malam Lady Mirabeth mendapatkan serangan mengejutkan di kamarnya.”
Leister sedikit membungkuk hormat dan menatap kaisar yang memandangnya datar.
“Benarkah? Apa yang terjadi?” tanya Kaisar Aradi menatap Leister, sedangkan Ivew memutuskan untuk diam dan membiarkan Leister menjelaskan semua kejadian semalam.
“Itu tidak biasa. Lalu apa anda baik-baik saja, Lady?”
Kaisar Aradi menatap Ivew dengan ekspresi yang terlihat lebih khawatir. Bahkan, Kaisar itu bangkit dari duduknya dan melangkah menuju mereka sedangkan Leister melirik Ivew dari sudut matanya.
“Ya, Yang Mulia. Saya baik-baik saja, terima kasih atas kekhawatiran Anda,” jawab Ivew sopan.
Kaisar Aradi tersenyum dan berdiri tepat di depan keduanya. Hanya mereka bertiga yang mengisi ruang singgah sana itu tanpa ada ksatria ataupun ajudan sang kaisar. Kaisar tersenyum dan manik mata emerald Ivew melebar saat melihat senyum lembut yang ditunjukkan kaisar yang kini menatapnya.
“Apa udaranya membuat Anda sesak, Lady? Apa angin ini mempengaruhi Anda hm?”
...⪻⪼...
__ADS_1
Happy reading dan jangan lupa tinggalkan like dan komentar .... ✨