
Hai ... White Blossom kembali menyapa 🌺
Sambil nunggu aku update bab selanjutnya, jangan lupa mampir ke cerita ini ya! Dijamin seru banget!
...Happy reading 🌺...
...⪻⪼...
“Apa Anda sudah siap, Saintess?”
Ivew menoleh menatap pelayan yang membantunya bersiap untuk upacara penobatan hari ini. Gadis itu memakai gaun putih dengan beberapa motif bunga berwarna hijau dan ditutupi dengan jubah putih bergaris emas di sekitarnya.
Ivew menganggukkan kepalanya setelah menaikkan tudung jubah putih bergaris emas yang digunakannya.
“Mari saya pandu Anda, Saintess.”
Ivew berjalan di lorong istana kekaisaran dengan pelayan yang memandu di depannya. Gadis itu menghela nafasnya saat mengingat peristiwa sebelumnya.
Setelah serangan tiba-tiba kemarin sore itu Raceta datang ke arah mereka dengan wajah pucat dan tersentak saat menatap tetesan darah di dekat Ramound.
Suara hancurnya pelindung yang dibuat Veister itu cukup menggema membuat semua orang yang ada di istana kekaisaran dapat mendengarnya, termasuk para bangsawan yang berada di sisi lain istana yang sedang melakukan pertemuan dengan Kaisar.
Kekacauan itu segera mereda saat Veister menjelaskan semuanya setelah dirinya selesai menyembuhkan Ramound.
Wajah pemuda itu sedikit pucat, tetapi pandangan matanya tetap tertuju kepada Ivew yang sedari tadi menatap tulisan dari genangan darahnya di dekatnya.
Ivew dan Ramound segera kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat, sedangkan Veister kembali menemui Kaisar bersama Raceta untuk melaporkan serangan sebelumnya.
Hah … aku harap semuanya baik-baik saja. Akan tetapi firasat buruk ini tidak hilang terutama suara Windy saat itu. Batin Ivew menghela nafas dan menatap pelayan yang menuntunnya dari balik jubahnya.
Di perempatan lorong di depannya Ivew menatap Veister dan Ramound yang menunggunya. Veister menggunakan jubah putih bergaris emas di sekelilingnya dengan pola cahaya perak di bagian cahaya di belakang punggungnya. Jubah resmi yang digunakan seorang penyihir suci.
Mata emerald Ivew beralih menatap Ramound yang menggunakan pakaian putih dan bunga emas di dada kanannya.
__ADS_1
"Semua baik-baik saja, kan?" tanya Veister saat mereka berjalan beriringan.
Ivew menganggukkan kepalanya dan melirik ke arah halaman istana kekaisaran. Banyak rakyat dan para ksatria yang menggunakan pakaian berwarna putih dan bunga emas di dada kanan mereka.
"Itu adalah pakaian khas saat penobatan saintess. Bunga emas itu melambangkan kemurnian, keanggunan dan kebahagiaan. Harapan kepada Saintess Alam untuk membawa kebahagiaan dari hatinya yang murni dan keanggunan jiwanya."
Ivew menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan Veister, sedangkan Ramound berpisah dengan keduanya dan akan duduk bersama para bangsawan lainnya termasuk Duches Veiryn yang juga berada di istana kekaisaran.
"Aku dengar putra mahkota juga datang. Kamu belum pernah bertemu dengannya kan?"
Veister berbicara di dalam kepala Ivew dengan pandangannya tetap fokus ke depan. Ivew menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
Putra mahkota, ya? Aku dengar dia sakit saat aku bertemu dengan kaisar sebelum kunjungan ke wilayah Rizery itu. Batin Ivew berusaha mengingat tentang putra mahkota dalam buku yang ditulis Daisy.
Veister dan Ivew segera masuk ke dalam aula besar yang digunakan untuk penobatannya. Gadis itu sedikit tersentak saat merasakan banyak pasang mata tertuju ke arahnya, termasuk dari hologram para bangsawan yang tidak dapat datang ke istana.
Mata emerald Ivew menatap ke arah orang-orang berjubah putih di depan meja panjang perak yang sibuk menyalakan api di sebuah lilin. Mata gadis itu beralih menatap seorang pria yang mendekat ke arahnya.
"Salam untuk sang pembawa pesan agung. Saya Aksario Norldi, akan membantu penobatan Anda."
Ivew mengingat perkataan Veister malam sebelumnya saat pemuda itu melihat keadaannya. Dalam pelantikan saintess alam akan dilakukan oleh dua orang yaitu penyihir suci dan juga kepala penyihir atau jika tidak ada keturunan kekaisaran adalah pilihan selanjutnya.
Darah keturunan kekaisaran dianggap mampu menanggung lonjakan kekuatan dari alam saat penobatan sang saintess.
Selain itu saintess harus duduk bersimpuh di depan meja perak yang di atasnya terdapat lilin, wadah emas berisi air, lonceng angin yang digantung di tengah ruangan, dan juga batu permata berwarna coklat yang dibiarkan di udara terbuka.
Benda-benda tersebut melambangkan para roh alam. Veister mengingatkan tentang tato lima kelopak bunganya. Ivew menatap tato lima kelopak bunga di telapak tangan kanannya.
Tato yang muncul saat bereaksi dengan kekuatan alam atau saat dirinya akan menggunakan kekuatan alam.
Kelopak bunga itu sudah memiliki warnanya masing-masing. Biru muda, merah bata, biru tua, dan juga coklat. Satu kelopak berwarna hijau samar dan Veister mengatakan itu adalah kekuatan dari dalam tubuhnya sendiri.
Saintess alam selalu memiliki kekuatan di dalam tubuhnya. Kekuatan itu bisa diartikan sebagai jumlah mana yang tak terhingga di dalam tubuhnya. Karena itu, saintess alam selalu butuh pengendalian dan ketenangan jiwa saat penggunaan kekuatannya.
Veister juga memberitahunya untuk tetap memakai tudung jubahnya sampai penobatan selesai dan membukanya setelah dirinya disahkan sebagai seorang saintess alam. Maka, disinilah Ivew berdiri di tengah aula dan menjadi pusat perhatian orang-orang. Kaisar dan putra mahkota di umumkan akan segera sampai.
__ADS_1
“Tenang, Ivew! Semua akan baik-baik saja.”
Ivew menoleh menatap Veister yang tersenyum. Rambut putih pemuda itu tampak berkilau dan megah saat berdampingan dengan jubah putihnya. Ivew menganggukkan kepalanya dan melirik aula di sekitarnya.
Ada tempat duduk yang berada di lantai dua aula yang digunakan untuk duduk kaisar dan putra mahkota. Layar hologram yang diciptakan Veister di dalam ruangan dan di halaman istana kekaisaran agar rakyat bisa melihat acara penobatan.
Aku tidak percaya aku akan mengalami hal seperti ini. Batin Ivew berusaha menahan rasa gugupnya saat melirik beberapa bangsawan menatapnya.
Ivew memandang balkon aula yang tak jauh darinya. Nantinya setelah penobatan tersebut dirinya akan berdiri di sana dan menyapa para rakyat yang menunggunya di halaman istana kekaisaran.
“Yang Mulia Kaisar Aradi Frastivoz Latte dan Putra Mahkota Arsenal Frastivoz Latte memasuki ruangan.”
Suara penjaga pintu di sisi atas aula itu menggema dan Ivew yang berada di lantai dasar aula menatap dua orang rambut pirang yang memasuki ruangan.
Aura dan kharisma dari keduanya begitu kental dan terasa memenuhi ruangan. Semua orang di dalam ruangan membungkuk hormat menyapa keturunan kekaisaran.
Jadi dia ya putra mahkota itu, karakter yang aku tak paham jalan pikirannya. Batin Ivew melirik putra mahkota yang segera duduk di samping Kaisar Aradi.
Ivew yang menatap putra mahkota terlalu lama tak menyadari, bahwa pandangan keduanya bertemu.
Mata coklat perak sang putra mahkota terasa merenungnya tajam dan Ivew hanya menganggukkan kepala dibalik jubahnya sembari menatap ke arah lain.
“Ada apa, Arsenal? Tidak biasanya kamu tertawa seperti itu.”
Kaisar menoleh menatap putranya yang tiba-tiba tertawa kecil. Mata coklat perak putra mahkota Arsenal itu menyipit sambil menyandarkan tubuhnya pada kursi di belakangnya.
“Tidak apa-apa, Ayah. Hanya rasa rindu dengan teman lama. Aku rasa?”
...⪻⪼...
Hai ... White Blossom kembali menyapa 🌺
Hari ini seperti yang aku janjikan, aku bakalan doble update ...
Jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya ...
__ADS_1