
...⪻⪼...
Manik emerald Ivew menatap Diano yang mulai menjelaskan tentang daerah yang akan mereka kunjungi esok hari. Daerah yang berada di luar tembok pembatas kekaisaran serta daerah yang dijaga oleh suku laut.
Ivew menatap kertas yang berada di tangannya yang berisi tentang suku laut. Sebuah suku yang tempat tinggalnya dikelilingi oleh tembok pelindung berupa air dari lautan dan air itu bergerak melindungi mereka saat serangan monster datang.
Selain itu suku laut juga memiliki benda pusaka yang sudah mereka jaga selama ratusan tahun dan tersimpan rapat di ruang bawah tanah suku tersebut yang tinggal di atas lautan.
Saat ini suku laut dipimpin oleh seorang wanita tua berusia 90 tahun bernama Rair yang menguasai teknik bertahan dengan menggunakan air.
Manik emerald Ivew menatap foto wanita tua dengan mata biru tua dan rambut biru muda bercampur putih yang disanggul. Kerutan halus hadir di wajah sang wanita, tetapi kharisma wanita itu dapat dirasakan Ivew hanya dengan menatap fotonya.
“Dia akan mempertemukanmu dengan roh air.”
Ivew mendengar suara Windy di kepalanya dan melirik kupu-kupu putih itu yang kini hinggap di atas kepala Veister, sedangkan Laveron sibuk menatap wajah sang adik yang berada di depannya saat gadis dengan mata emerald itu tampak tak fokus dengan penjelasan Diano.
“Aku menantikan reaksi Efir.”
Suara tawa kecil dari Windy menarik perhatian Ivew yang menyadari tatapan Laveron terarah kepadanya. Gadis dengan mata emerald itu hanya tersenyum kecil dan kembali fokus pada penjelasan Diano.
Diskusi mereka malam itu segera berakhir dan Laveron segera menahan Ivew yang hendak berjalan menuju kamarnya membuat gadis dengan mata emerald itu menatapnya bingung.
“Semua baik-baik saja, kan?” tanya Laveron saat di dalam ruangan diskusi itu hanya tersisa Veister dan Ramound.
Mata ketiganya menatap ke arah Ivew dan menunggu jawaban dari sang gadis. Ivew yang merasakan semua tatapan itu hanya menganggukkan kepalanya dan berusaha bersikap santai.
“Berhati-hatilah, Ivew. Karena kamu sudah pernah bertemu dengan mereka … aku yakin mereka akan kembali datang dan melakukan sesuatu yang buruk.”
Manik emerald Ivew beralih menatap Veister yang berdiri di belakang Laveron dan menepuk pelan bahu pemuda dengan mata navy itu menyuruhnya untuk tetap tenang.
“Fokus saja untuk besok! Kita tidak bisa mengendalikan takdir. Jadi, lakukan saja sebaik mungkin.”
__ADS_1
Ramound yang sedari tadi duduk tenang di kursinya bangkit berdiri dan berjalan keluar ruangan. Saat berpapasan dengan Ivew tangan pemuda itu bergerak menepuk pelan puncak kepala sang gadis dan segera pamit kepada Laveron dan Veister yang terdiam melihat interaksi keduanya.
...***...
“Apa ada yang mabuk laut?” tanya Diano keesokan harinya saat mereka bergerak dengan kuda masing-masing menuju wilayah suku laut.
Veister saat ini berada dalam bentuk kucingnya dan berada di kuda yang sama dengan Laveron, sedangkan Diano menjadi pemimpin rombongan diikuti oleh kuda Ivew dan Ramound di sampingnya.
Gadis dengan mata emerald itu menggelengkan kepalanya dan melirik Ramound yang ada di sampingnya. Manik lilac pemuda itu tampak memandang fokus ke depan dan angin sepoi-sepoi kembali menggerakkan rambut abu-abu tua sang pemuda.
“Ada apa? Kenapa menatapku seperti itu? Ada yang ingin kamu katakan?” tanya Ramound tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Ivew.
“Tidak ada, Tuan Muda. Maafkan saya yang mengganggu konsentrasi Anda. Sebenarnya saya hanya menatap langit di samping Anda.”
Ivew tersenyum sopan ke arah Ramound yang meliriknya dari ujung matanya. Gadis dengan mata emerald itu tidak sepenuhnya berbohong. Manik emerald Ivew memang melihat ke arah gumpalan awan yang berada di dekat kepala Ramound.
Awan yang berbentuk seperti gelombang air itu menarik perhatiannya saat windy memberikan kode berupa hembusan angin kepadanya. Kupu-kupu putih itu saat ini hinggap di bahu Ivew tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Tenang, Laveron. Tidak akan terjadi apa pun selama kita ada di dekatnya."
Laveron sedikit tersentak saat mendengar suara kucing Veister di kepalanya. Manik navy pemuda itu menatap kucing Veister yang menganggukkan kepalanya.
Aku tidak tau penyebab kegelisahan ini, tetapi aku harap ucapan Veister benar. Batin Laveron sedikit mempercepat laju kudanya.
Kuda mereka sampai di tembok pelindung kekaisaran. Ksatria penjaga pintu gerbang yang merupakan gabungan ksatria keluarga Rizery dan ksatria kekaisaran itu membungkuk hormat pada rombongan yang baru saja datang.
Mereka yang telah diberi tahu tentang kedatangan rombongan ini segera membuka gerbang yang menjadi pembatas wilayah kekaisaran dengan suku laut.
"Ini adalah zona netral. Nantinya akan ada perwakilan dari suku laut yang menjemput kita. Jangan khawatir … mereka adalah orang yang sudah aku kenal."
Diano menjelaskan ke arah rombongan dan menjawab rasa khawatir yang hadir di wajah Laveron. Pemuda dengan mata navy itu menganggukkan kepalanya dan menatap zona netral yang berupa daratan lapang di sekitar mereka.
__ADS_1
Mirip dengan pelabuhan hanya saja tidak ada kapal. Batin Ivew menatap laut biru di depannya dari atas kuda.
Manik emerald gadis itu kembali menemukan gumpalan awan yang membentuk gelombang air. Windy yang berada di pundak Ivew tetap diam dan tak melakukan apapun.
Apa itu tanda dari roh air? Batin Ivew menelisik awan berbentuk ombak di depannya.
"Ya … kamu benar, Ivew. Sepertinya dia tidak sabar bertemu denganmu."
Suara Windy terdengar di kepala Ivew dan manik mata emerald gadis itu beralih menatap ke arah laut di depannya saat mendengar bunyi benda keluar dari air.
Manik emerald gadis itu melebar menatap seorang pemuda dan seorang wanita yang keluar dari laut di depannya dengan pakaian biru muda senada dengan rambut biru muda dan manik mata biru tua.
"Salam untuk rombongan perwakilan kekaisaran. Kami berdua adalah perwakilan dari suku laut."
Pemuda dengan kulit coklat itu menunduk hormat menyapa Diano dan rombongan. Mereka semua yang sudah turun dari kuda membalas salam hormat pemuda itu dengan Diano sebagai perwakilan.
"Saya Ajata dan gadis di samping saya, Anata."
Pemuda itu memperkenalkan gadis dengan mata biru tua di sampingnya. Ivew menatap pakaian biru muda mereka yang mirip seperti pakaian yunani dan hanya berbeda warna saja.
Manik mata emerald Ivew bertemu dengan mata biru tua milik Anata. Gadis itu tersenyum tipis dan mengangguk hormat ke arahnya yang dibalas dengan tindakan yang sama oleh Ivew.
"Baiklah Tuan-Tuan dan Nona Kami berdua akan membantu Anda sekalian menuju wilayah kami. Harap mendekat ke arah lingkaran biru muda di bawah kaki Anda."
Semua orang mengikuti instruksi dari Ajata dan mulai masuk ke dalam lingkaran biru muda yang diciptakan Anata.
"Oh, sebelum itu saya ingatkan. Jangan buka mulut Anda selama perjalanan berlangsung jika ingin selamat!"
...⪻⪼...
Happy reading dan jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya .... ✨
__ADS_1