Terpaksa Transmigrasi

Terpaksa Transmigrasi
93 - Daratan yang Hancur


__ADS_3

Halo ...White Blossom kembali menyapa🌺


Sambil nunggu aku update bab selanjutnya, aku kembali merekomendasikan cerita yang bagus nih! Buat yang suka cerita teen, ayo merapat!


...Happy reading 🌺...



...⪻⪼...


Mereka berhasil keluar dari dinding pelindung suku laut. Menatap dinding pelindung kekaisaran di kejauhan hati Ivew mulai gundah saat melihat asap hitam yang tampak membumbung tinggi di kejauhan.


Abang … aku harap abang baik-baik saja. Batin Ivew mengepalkan tangannya erat.


Aku merasakan firasat buruk. Batin Veister dan Ramound disaat bersamaan.


Kedua pemuda itu memandang dinding pelindung kekaisaran di depannya dengan pandangan tajam. Ada aura aneh yang menanti mereka dari balik dinding yang menjulang tinggi itu.


Saat kapal yang digerakkan oleh Ajata itu menyentuh ujung daratan Ivew segera melompat diikuti Ramound dan Veister, sedangkan Ajata menghilangkan kembali kapal biru muda transparan itu dan mulai mengikuti langkah Ivew.


Suku air menugaskan pemuda itu sebagai perwakilan sekaligus mengamati keadaan daratan dan membawa kabar untuk suku laut.


Sunyi. Tidak ada ksatria militer yang membukakan pintu gerbang untuk mereka. Ramound mengerutkan keningnya menatap gerbang yang tertutup.


Pemuda itu berbalik memandang Veister yang menganggukkan kepalanya. Ivew menggunakan kekuatan angin di bawah kaki mereka dan Veister yang mulai merapalkan mantra.


“ Flihying!”


Tubuh keempatnya mulai bergerak ke atas menuju tembok pelindung kekaisaran. Saat sampai di bagian atas tembok mereka semua terdiam menatap ke arah daratan kekaisaran yang terlihat sejauh mata memandang.


Asap hitam serta kobaran api tampak hadir di beberapa tempat di berbagai wilayah. Wilayah Rizery yang berada paling dekat dengan mereka cukup terdampak.


Beberapa rumah tampak hancur dan juga api yang membakar hutan kecil di dekat mansion Rizery. Mereka juga melihat lubang retakan pada tanah tepat di dekat gerbang di tembok.


Ramound mengalihkan pandangannya ke arah barat tepat dimana wilayah Angena berada. Hanya ada sedikit asap yang mengepul di wilayah tersebut.


Pemuda itu melirik Ivew yang menatap ke arah wilayah kota Osgord. Wilayah paling ujung yang berada di sisi lain tembok.

__ADS_1


Asap hitam tampak mengepul banyak di wilayah ujung itu dan bahkan masih ada nyala api yang terlihat di bagian hutan hitam.


“Ivew, ada apa?”


Veister menepuk pelan pundak Ivew saat tak kunjung mendapat tanggapan dari sang gadis. Manik emerald Ivew beralih menatap Veister yang menunggu jawabannya, sedangkan Ajata beralih menatap wilayah laut yang berada di belakangnya.


Pemuda itu tersentak menatap tentakel merah yang tampak menjulang di utara lautan.


“Tentakel itu.”


Semua mata menoleh ke arah belakang saat mendengar suara Ajata. Serangan dari dua wilayah itu membuat mereka ragu untuk bertindak. Wilayah daratan dan lautan sama-sama terancam.


Ajata tak punya pilihan selain balik ke wilayah suku laut dan menyampaikan kabar kepada pemimpin mereka.


“Kami akan segera memberi bantuan setelah wilayah kami aman, Tuan dan Saintess.”


Setelah mengucapkan kalimat itu Ajata segera menghilang dari hadapan mereka.


“Mansion Rizery. Lebih baik kita melihat keadaan di sana terlebih dahulu. Aku akan menggunakan mantra teleportasi,” ucap Veister menarik perhatian mereka.


“Cepat bawa yang terluka ke dalam!”


“Prioritaskan anak-anak dan wanita terlebih dahulu!”


Lalu-lalang para prajurit terlihat di sekitar mereka saat Ivew dan yang lainnya sampai di halaman mansion Rizery. Beberapa orang tampak terluka dan asap hitam tampak membumbung di kejauhan.


Manik emerald Ivew menatap ke arah Wine yang berlari bersama ksatria keluarga Rizery lainnya. Beberapa prajurit di belakangnya tampak membawa anak-anak dan seorang wanita yang terluka.


“Kalian disini? Apa kalian baik-baik saja?”


Ramound dan Veister berbalik saat mendengar suara Diano yang berdiri di belakang mereka. Kondisi Tuan Muda Keluarga Rizery itu cukup baik dan terdapat beberapa perban di bagian kepala dan lengannya.


“Sejak kapan ini terjadi, Tuan Muda Diano?”


Ramound bertanya dan mendekat ke arah Diano yang sedikit terhuyung berjalan. Suasana ramai di sekitar mereka serta lalu-lalang prajurit menambah tegang suasana.


Diano melirik sekilas pemandangan di sekitarnya dan segera mengajak mereka masuk ke dalam ruang pertemuan keluarga Rizery. Saat ini otoritas kepemimpinan wilayah Rizery dipegang oleh Diano, sedangkan Duke Dexter Rizery sedang tertahan di istana kekaisaran.

__ADS_1


Ivew menatap suasana di halaman mansion Rizery dari jendela ruang pertemuan. Kacau. Sangat kacau dan bahkan di sudut lain halaman mansion itu ada tumpukan mayat para warga dan ksatria yang gugur karena serangan.


“Semua dimulai sekitar dua minggu yang lalu. Satu minggu setelah kami kembali masing-masing wilayah juga sudah bersiap akan serangan yang dilakukan para monster. Kaisar meminta pertemuan darurat di istana.”


Diano menghentikan penjelasannya dan melirik punggung Ivew yang tetap menatap ke arah halaman mansion keluarganya.


“Ayahku juga pergi sebagai perwakilan pertemuan dan sebagai gantinya aku berjaga-jaga dan berhubungan dengan tuan muda dan nona muda di wilayah lainnya. Sampai seminggu yang lalu kami menemukan keanehan di masing-masing wilayah, kecuali istana kekaisaran.”


“Keanehan?” tanya Veister yang duduk di depan Diano.


Tuan Muda Keluarga Rizery itu mengangguk. ”Ada simbol aneh berbentuk lingkaran dengan titik hitam di tengah dan dua pedang yang saling bersatu ujungnya di setiap dinding pelindung kekaisaran di masing-masing daerah. Simbol itu cukup besar, berwarna merah dan meninggalkan bau amis yang kami yakini adalah darah.”


Ruangan itu segera hening saat Diano mengakhiri kalimatnya. Mata obsidian pemuda itu menatap ke arah Ramound yang terdiam di depannya.


“Tenang saja, Tuan Muda Ramound. Wilayah Angena tidak mengalami banyak kerusakan. Duchess Angena berhasil mengamankan daerahnya, sedangkan Tuan Muda Rayn berada di istana, sama seperti ayah saya.”


Ramound menganggukkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih atas penjelasan Diano. Manik obsidian pemuda itu beralih menatap Ivew yang terus memandang ke arah halaman mansion.


“Lady Mirabeth, ada berita yang harus aku sampaikan kepadamu.”


Ivew menoleh menatap Diano yang tampak ragu melanjutkan kalimatnya, sedangkan Veister dan Ramound menunggu dengan tenang.


Ivew yang menyadari kalimat yang hendak disampaikan Diano mendekat dan berdiri di sisi lain meja ruang pertemuan itu.


“Apa terjadi sesuatu dengan bang Laveron?” tanya Ivew menatap Diano yang sedikit tersentak dengan pertanyaannya.


Pemuda dengan mata obsidian itu menganggukkan kepalanya perlahan. “Wilayah paling terdampak parah dari serangan ini adalah Kota Osgord. Laveron dan Leister mati-matian menghabisi musuh disana.”


Diano menghentikan kalimatnya dan menatap Ivew yang berdiri di depannya. Ekspresi wajah gadis itu tampak dipenuhi kemarahan dengan kedua tangannya yang menggenggam erat kepala kursi di depannya.


“Lalu? Apa yang terjadi?” tanya Ivew dengan suara yang sedikit bergetar. Ramound yang berada di dekatnya melirik Ivew dari sudut matanya.


“Asap hitam beserta api datang ke arah mereka membakar pohon di sekitar dan membatasi jarak pandangan. Saya mendapat kabar dari Lady Flowerlax kalau Leister dan ksatria militer Laveron … menghilang.”


...⪻⪼...


Jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya ... 🌺

__ADS_1


__ADS_2