
Halo ... White Blossom kembali menyapa 🌺
Aku kembali dengan rekomendasi novel yang menarik nih! Jangan lupa mampir ya!
...Happy reading 🌺...
...⪻⪼...
Ivew Mirabeth membuka matanya perlahan dan menatap bola air di depannya yang sebelumnya merah kini berubah warna menjadi biru muda.
“Kamu berhasil. Selamat, Ivew Mirabeth”
Suara Etwar terdengar di sekitarnya dan dinding angin berwarna putih itu mulai menghilang. Manik emerald Ivew kembali menatap Windy yang berada di atas kepala Etwar. Perasaan Ivew terasa lebih ringan saat senyum perlahan terukir di wajahnya.
“Sudah berapa lama waktu berlalu?” tanya Ivew menatap dua sosok roh alam di depannya.
"Dua minggu dan dia tetap setia menunggumu di sana."
Manik emerald Ivew melebar saat mendengar jawaban dari Etwar. Ivew memandang ke arah tembok air di belakangnya. Samar-samar di balik tembok air itu Ivew bisa melihat siluet Laveron yang bersandar pada dinding di belakangnya.
“Abangku … dia tidak istirahat dan tetap di sana? Dua minggu ini?” tanya Ivew tetap menatap siluet Laveron di balik dinding air itu.
“Dia tidak meninggalkan tempatnya dan tetap berada di sana. Penyihir suci bahkan sudah memarahinya, tetapi tetap saja dia tidak meninggalkan tempatnya,” jawab Etwar mengepakkan sayap biru mudanya.
“Kamu bisa menemuinya, Ivew. Istirahatlah! Besok Etwar akan mengajarkanmu pengendalian kekuatan air. Kami bertiga akan membantumu esok,” tambah Windy terbang dari atas kepala Etwar.
Ivew menganggukkan kepalanya dan kembali berjalan menuju dinding air yang berada di pintu masuk. Saat dirinya sampai di dekat pintu masuk dinding air itu perlahan menghilang dan manik emerald Ivew bisa melihat Laveron yang segera berlari ke arahnya dan memeluk tubuhnya erat.
Kantung mata terlihat jelas di wajah pemuda itu dan Ivew membalas pelukan Laveron seraya menenangkan perasaan gundah yang hadir di dalam hati Laveron.
Mata emerald Ivew beralih menatap Veister dan Ramound yang baru saja datang dari sisi lorong lainnya dan di belakang keduanya tampak Diano dan Rair yang sedang berbincang hangat.
Langkah kedua pemuda itu terhenti saat menatap Ivew yang berada di dalam pelukan erat Laveron dan yang bisa dilakukan gadis itu hanya melambaikan tangan serta mengukir senyum di wajahnya.
"Kamu berhasil, kan?" tanya Veister yang sampai lebih dulu di depan Ivew, sedangkan Ramound yang berada di belakangnya hanya tersenyum.
"Selamat Saintess. Saya turut senang Anda bisa menyelesaikan ujian dari roh air."
__ADS_1
Ivew menganggukkan kepalanya ke arah Rair dan melirik Laveron yang berdiri di sampingnya. Rair segera mengajak mereka kembali menuju ruang pertemuan suku laut.
Dalam perjalanan itu Ivew kembali bertemu dengan Anata. Gadis itu diperintahkan untuk menuntun Ivew menuju kamarnya dan beristirahat.
"Istirahatlah, Ivew. Kita akan bertemu saat makan malam nanti."
Ivew mengangguk saat dirinya berpisah dengan Laveron dan berjalan menuju kamarnya. Ekspresi penuh kelegaan tampak nyata di wajah Laveron dan pemuda itu segera berjalan menuju ruang pertemuan suku laut bersama Veister dan yang lainnya.
Ivew menatap punggung Anata yang berjalan di depannya. Warna biru mendominasi suasana di sekitarnya membuat Ivew merasa tenang dan nyaman.
Manik emerald Ivew menatap lorong panjang di depannya dan beralih menatap dinding laut di kejauhan yang menjulang tinggi dan membatasi mereka dengan dunia luar.
"Anda baik-baik saja, Saintess?"
Ivew menoleh menatap Anata dan tersenyum saat akhirnya mendengar suara Anata.
"Aku baik-baik saja. Aku hanya kagum dengan kepandaian kalian semua mengendalikan air."
Anata terdiam dan kemudian menguntai senyum di wajahnya. Manik mata biru tua gadis itu memancarkan kehangatan dan rambut biru mudanya yang tergerai indah itu tampak berkilau di mata Ivew.
"Anda juga bisa, Saintess. Sejatinya kami meminjam pengendalian kekuatan air dari Saintess Alam sebelumnya dan roh air menjadikan tempat kami sebagai rumahnya sampai Saintess Alam berikutnya lahir."
"Kami percaya dengan Anda. Jadi, jangan ragukan diri Anda sendiri, Saintess. Semua kekuatan itu milik Anda … Anda hanya perlu waktu untuk mengendalikannya."
Anata tersenyum menatap Ivew dan gadis itu kembali menuntun Ivew untuk berjalan menuju kamarnya.
"Terima kasih … kamu mengatakan hal yang sangat aku perlukan saat ini," ucap Ivew saat mereka sampai di depan kamar yang menjadi tempat istirahat Ivew.
Anata mengangguk dan sedikit membungkuk hormat ke arah Ivew.
"Sama-sama, Saintess. Kami senang jika Anda nyaman disini. Suatu kehormatan bagi kami bisa menjamu Anda."
Ivew menganggukkan kepalanya dan sedikit merasa tak enak saat melihat Anata yang membungkuk kepadanya. Gadis dengan mata biru tua itu tersenyum saat Ivew kembali menyuruhnya untuk berdiri.
"Selamat beristirahat, Saintess. Saya akan menjemput Anda saat makan malam nanti."
Ivew mengangguk dan menatap Anata yang menjauh dari pandangannya. Mata Ivew menatap pintu biru muda dengan ukiran gelombang air berwarna biru tua di depannya.
Haha … aku mulai terbiasa dengan sikap sopan dan formalnya bahasa mereka. Batin Ivew melangkah masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Wah … benar-benar suasana yang menggambarkan air," gumam Ivew menatap perabotan di dalam kamarnya.
Gadis itu menatap takjub lantai di bawahnya yang terdapat aliran air yang jernih dan pandangan Ivew beralih menatap jendela kamarnya yang menampilkan pemandangan laut lepas yang dijaga khusus oleh istana suku laut.
Senyum merekah di wajah Ivew saat melihat air laut di depannya berkilauan terkena cahaya matahari. Pemandangan yang amat disukainya saat masih hidup sebagai Cona Renjana dan hingga saat ini.
"Aku selalu bersyukur bisa menyukai laut dan pantai," gumam Ivew berjalan ke arah tempat tidurnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah disediakan untuknya.
Pakaian khas tamu suku laut yang dimodifikasi dengan bentuk seperti kemeja dan celana serta tak lupa luaran berupa jubah berwarna biru muda yang menjuntai sampai pergelangan kaki.
Rasanya nyaman. Batin Ivew duduk di atas tempat tidur yang juga berwarna biru muda dan mulai membaringkan tubuhnya seraya menatap langit-langit kamar di atasnya.
...***...
Suara ketukan pada pada pintu kamarnya membuat Ivew membuka matanya perlahan dan menyadari dirinya yang tertidur. Mata emerald Ivew menatap remangnya cahaya di dalam ruangannya dan sekali lagi tersentak saat mendengar suara ketukan pada pintu kamarnya.
"Saintess … apa Anda mendengar suara saya?"
Itu Anata. Batin Ivew bangkit dari baringnya dan menatap laut di kejauhan yang gelap menandakan malam telah datang.
"Ya … aku akan segera keluar," ucap Ivew sambil merapikan rambut dan pakaiannya.
Ivew menemukan Anata yang tersenyum dan menunduk sopan ke arahnya saat pintu kamarnya terbuka. Gadis itu kembali menjadi pemandu Ivew menuju ruang makan di istana suku laut.
Melewati tempat yang sama Ivew kembali terpukau menatap gemerlap lampu-lampu kecil berwarna biru laut yang menyinari suasana sekitarnya.
Anata menoleh menatap Ivew saat tak mendengar langkah kaki gadis itu di belakangnya. Manik biru Anata menatap senyum yang merekah di wajah Ivew dan pandangan mata sang Saintess yang tampak terpesona.
"Ah, maafkan aku. Aku hanya terpesona menatap pemandangan ini," ucap Ivew saat menyadari Anata menatapnya dan menunggunya.
Anata tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa, Saintess. Saya tidak masalah dengan hal itu."
Anata mendekat ke arah Ivew dan ikut menatap laut dengan gemerlap cahaya di depannya. "Apa Anda menyukai pemandangan ini, Saintess?"
Ivew tersenyum dan menggenggam erat kedua tangannya. "Aku selalu menyukai laut dan pantai. Sampai kapan pun … karena tempat itu membawa banyak kenangan untukku."
...⪻⪼...
Jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya .... 🌺
__ADS_1