TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
Draft


__ADS_3

BAB 12


Setelah membawa ke ruangan kerjanya Alghi dengan cepat menyuruh Ameldita ganti pakaian kebetulan disana ada ruangan khusus untuk beristirahat, namanya juga ruangan CEO, dan tak ada pakaian perempuan semua pakaian formal milik Alghi, dia pun memakai kemeja putih milik Alghi yang nampak kebesaran.


"Sebenarnya apa sih yang membuatmu menangis seperti ini, kenapa menyiksa diri hah..."Ucap Alghi seraya memeluk Ameldita dan menaikan selimut ketubuhnya, Alghi berusaha menahan hasratnya, dalam kondisi tubuh yang kedinginan otomatis bagian intinya butuh kehangatan dari tadi terus meronta dan mengeras, apalagi sedang mendekap gadis pujaannya, dan Ameldita nampak seksi serta menggoda karena hanya memakai kemeja saja, seluruh tubuhnya tadi basah kuyup hingga harus melepas semua pakaiannya.


Tak ada jawaban dari gadis itu, Alghi mengelus rambut basah Ameldita penuh kasih sayang, namun hatinya tetap merasa kesal sama relasi bisnisnya yaitu Ricard, ini semua pasti gara-gara dia."Ricard Ricardoooo...." Geramnya.


Ameldita pun tertidur dengan nyaman didada bidangnya Alghi, dia menatap wajah sendu itu, mengelusnya perlahan, dan ia melabuhkan bibirnya dikening gadis itu, mau dibangunkan tak tega tapi kalau terus didekatnya tak tahan juga takut hilaf. Dan akhirnya Alghi membiarkan Ameldita tertidur dengan lelap, sementara dia pergi ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya, disela-sela kenikmatan itu datang, dia meneriakkan nama Ameldita bahkan membayangkan bercinta dengannnya.

__ADS_1


Hampir pukul satu lebih, Ameldita membuka matanya, ia merogoh hanphonenya melihat jam berapa."Oh ya ampuuun ku kesiangan ini kan masih jam kerja...!" Ucapnya setengah berteriak dan ia menyibakkan selimut tebal itu, meraba-raba seluruh tubuhnya takut terjadi apa-apa, karena dia hanya memakai kemeja Alghi saja tak memakai apa pun bahkan pakaian dalamnya pun ia tanggalkan karena basah, nampak seksi bukan, pantas saja tadi tuan mudanya bernafsu, dia mengingat kembali rentetan kejadian tadi.


"Ah sial kenapa harus bertemu dengan bajingan itu lagi." Rutuk Ameldita seraya turun dari ranjang itu, kemudian ia membuka sedikit pintu, dan matanya mengintip, nampak disana ada Alghi dan sekretaris seksinya sedang berbincang, etah urusan apa, yang pasti urusan pekerjaan kali, karena masih jam kerja.


Dan nampak sekretarisnya itu mencondongkan badannya seakan menunjukkan buah dadanya yang besar itu."O no... mereka mau ngapain ya?" Aneh ada sakit yang mencubit dihatinya menyaksikan ke intiman mereka, padahal siapalah dirinya hanya seorang asisten pribadi untuk tuannya. Karena terlalu kaget melihat pemandangan itu, Ameldita pun menutup pintu dengan keras hingga membuat Alghi dan sekretarisnya Susan menoleh secara bersamaan.


Tadi Susan mau undur diri dari hadapan bosnya otomatis untuk menggeser kursinya harus sedikit membungkukkan badan bukan, namun Ameldita yang masih dilanda galau berasumsi lain tapi apa pedulinya juga.


Alghi membawa paper bag yang berisi perlengkapan pakaian Ameldita, terpesona dengan wajah cantik yang nampak menggoda iman dari tadi, dengan berbalut kemeja putih dan kancing atas sedikit terbuka maklum baru bangun tidur namun itu menambah keseksiannya.

__ADS_1


Dia pun merangsek maju dan memepet tubuh seksi itu hingga membentur pintu, tanpa berbicara dahulu dia pun langsung saja mendaratkan ciumannya dibibir tipis yang merah alami itu, ********** dengan rakus tanpa mempedulikan siempu yang meronta.


Paper bag pun terjatuh begitu saja kala kedua tangan Alghi yang satu memegang tengkuk Ameldita dan yang satu memegang pinggang rampingnya. Ameldita berusaha menolak karena dia tidak rela, ini adalah ciuman pertamanya, kenapa tuannya berani melakukan itu, apa sudah terbiasa cium sana cium sini, intinya apakah dia yang dinamakan playboy kelas kakap. Begitulah yang dipikirkan Ameldita.


"Kenapa kau melakukan ini tuan, apa tidak cukup dengan satu wanita? kau telah melecehkanku..." Isak Ameldita ketika Alghi melepaskan ciuman panasnya dan menempelkan hidung mancungnya kehidung Ameldita.


"Maksud kamu apa tidak cukup dengan satu wanita? Saya bukan laki-laki murahan, dan hanya mencintai satu wanita paham!" Tegas Alghi.


"Jika begitu kenapa kau melakukannya terhadapku hah...!" Seru Ameldita, menatap dengan mata yang memerah penuh dengan emosi.

__ADS_1


"Maukah kau menikah denganku?" Tiba-tiba Alghi mengutarakan keinginannya, tanpa menjawab pertanyaan yang Ameldita lontarkan.


__ADS_2