TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 63


__ADS_3

"Sayang kenapa dady belum bangun juga, apa dia ingin membuat kita sedih terus..." Ucap Ameldita meraba perut ratanya dengan sebelah tangan, lalu dia melabuhkan kepalanya didada sang suami seraya terus berurai air mata.


Alghi membuka matanya perlahan nampak sang istri sedang menangis didadanya, dia merasakan sakit hatinya, tak tega melihat istri tercintanya menangis sedih.


"Sayang...jangan menangis lagi, aku baik-baik saja..." Sahut Alghi.


"Kak sudah bangun? Aku sangat khawatir terjadi sesuatu sama ka Al, bagaimana nasibku jadinya...?" Ucap Ameldita terisak-isak dalam tangisnya seraya membelai wajah sang suami.


"Sayang maafkan aku...ku selalu membuatmu bersedih, maafkan sayang..." Kata Alghi menghapus air mata sang istri, terlihat matanya merah dan sembab, betapa hancur hatinya melihat kondisi sang istri.


"Kak minumlah dulu, bagaimana perasaannya, apakah sudah ok, sudah tidak pusing lagi?" Ucap Ameldita seraya mengambilkan segelas air minum.


"Alhamdulillah sayang ku sudah baik, tapi kenapa tubuhku merasa panas ni...? Ujar Alghi dia merasakan tubuhnya gak normal, panas dan tak nyaman. Rupanya pengaruh obat itu mulai bereaksi ke seluruh aliran darah dan nadinya, Ameldita pun sudah tahu dari penjelasan dokter tadi, dan dia harus siap dengan segala reaksi suaminya.


"Apa ka Al tidak sadar, kalau wanita itu memberikan obat berbahaya?" Ucap Ameldita menatap kedua bola mata suaminya yang mulai mendamba.


"Sial dasar wanita j*l*ng...beraninya dia, seingatku tadi ku minum air yang tersedia disana sayang, tapi itu hanya air biasa." Kata Alghi mengingat-ingat kejadian tadi pas meeting.


"Iya air itu sudah dicampur dengan obat perangsang yang dosis tinggi kak, jadinya kak Al pingsan, dan kata dokter..." Belum sempat Ameldita meneruskan kata-katanya Alghi sudah meraup bibir sang istri dengan rakus, ******* dan mengh*s*pnya, dia langsung membuang seluruh kain yang melekat dalam dirinya juga sang istri, dia benar-benar dikuasai hasrat yang mengebu, sungguh tak bisa tertahan lagi. Dan terjadilah pergumulan panas antara keduanya, tak peduli itu diruang rawat rumah sakit.


"I love you sayang..." Kata Alghi ditengah mencapai puncak nirwananya.


Ameldita benar-benar merasa lelah setelah mengarungi pergulatan bersama sang suami, Alghi tiada henti mengeksplor dan memuja seluruh tubuhnya, mungkin dari pengaruh obat tersebut.

__ADS_1


"Tidurlah dulu sayang..., pasti lelah kan? So sorry..." Ucap Alghi seraya membawa sang istri ke pelukkannya.


"Tidak kak, kita harus membersihkan diri dulu, takut nanti dokter datang, kita kan dirumah sakit..." Kata Ameldita menatap sang suami yang masih berpeluh.


"Mereka pasti mengerti sayang..." Ucap Alghi, namun Alghi mengikuti keinginan sang istri untuk membersihkan diri dulu sebelum tiduran.


"Kak apa tidak tahu kalau yang datang, wanita brengsek itu?" Sahut Ameldita seraya memeluk tubuh suaminya, setelah mereka mandi.


"Aku tidak tahu sayang, kalau tahu dari sebelumnya pasti sudah ku cancel, karena sebelumnya kita membuat janji dengan Mr.Yukito, eh yang datang ternyata anaknya, dasar sial...tapi untung ada penyelamatku, yaitu istriku tercinta..." Tutur Alghi sambil mengecup kening sang istri dan merapatkan pelukkannya.


Dan beberapa saat kemudian Ameldita terlelap tidur, hari ini dia benar-benar lelah, semua menguras energi dan pikiran. Alghi merasa tak tega melihat sang istri, dia membiarkannya dan mengelus kepala istri tercintanya berusaha memberi kenyamanan.


Alghi menoleh ke arah jam dinding ternyata jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, dia pun menghubungi dokter, dia ingin mengetahui kondisinya, karena sudah ingin pulang ke rumah.


Ameldita membuka matanya, namun ia terkejut karena yang ia ingat tadi masih di hospital, tapi kini dia sudah berada dikamarnya dan kemana sang suami yang tadi memeluknya.


Dia menggisik matanya, terasa lapar sekali dari tadi memang dia belum makan apa pun, dia pergi ke kamar mandi lalu mengganti pakaiannya dengan baju rumah.


Dan pintu pun terbuka, disana nampak sang suami membawakan susu hangat dan makanan ke sukaannya.


"Sayang sudah bangun...ini ku bawakan makan malam untukmu, pasti lapar kan, kasian baby kita..."


"Kak ko kita sudah berada dirumah, pukul berapa kita pulang dari hospital dan bagaimana keadaan kak Al? Apa kata dokter?" Tanya Ameldita beragam pertanyaan, dia masih khawatir dengan kondisi suaminya.

__ADS_1


"Alhamdulillah semua sudah baik sayang, kita pulang pukul 6, karena istriku kelelahan, jadi tak berani membangunkanmu, ayo makan dulu...!" Ucap Alghi menaruh makanannya diatas meja, lalu meraih tangan sang istri dan mendudukkannya disofa.


"Kak bagaimana keadaan Anton dan yang lainnya?" Tanya Ameldita seraya menerima suapan dari sang suami.


"Jangan khawatir...mereka semua sudah ok juga, dan sudah berada dirumah masing-masing sayang." Jawab Alghi menatap wajah sang istri yang lagi mengunyah makanannya.


"Kak lain kali harus lebih hati-hati, Meldi takut kak bagaimana kalau sampai kak Al benar-benar tidur dengan wanita lain, sungguh tak kan sanggup menerimanya, hidupku pasti akan hancur, sehancur-hancurnya" Ucap Ameldita sendu dengan bola mata yang berkaca-kaca.


"So sorry sayang, sudah membuatmu khawatir, semua diluar dugaan, papa bilang wanita itu sudah dalam jeruji, dia tak mungkin lolos dari jerat hukum, jangan bersedih lagi, kasian baby kita sayang..." Kata Alghi seraya memeluk dan mengelus perut rata sang istri.


"Rasanya ku tak bisa melupakan kejadian hari ini kak..." Kata Ameldita meluruhkan air matanya.


"Sayang lihat aku, aku tahu melupakan sesuatu yang kita alami itu sangat sulit, tapi bismillah kita harus bisa, tersenyumlah dan kita lewati bersama..." Ucap Alghi mengusap air mata Ameldita, lalu mencium keningnya.


"Kak ku sudah kenyang..." Kata Ameldita menolak suapannya.


"Satu suap lagi sayang, please...." Ucap Alghi memaksa.


Dan mau tidak mau Ameldita pun membuka mulutnya.


Alghi pun memberikan minum dan juga vitamin yang harus dikonsumsi ibu hamil, karena hari sudah malam, mereka pun melanjutkan tidurnya saling memeluk dan memberi kehangatan masing-masing.


Cv

__ADS_1


__ADS_2