TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 50


__ADS_3

"Iya kak serius...ku menstruasi, jadi jangan menangis lagi kak..." Sahut Ameldita seraya mengelap air mata Alghi.


"Alhamdulillah, ku trauma sayang, hati ini sakit, mengingat kejadian itu..." Kata Alghi mengecup seluruh wajah istrinya, padahal istrinya belum sempat mencuci muka.


"Kak...boleh tidak ku minta tolong...?" Ucap Ameldita ragu-ragu, takut tidak sopan menyuruh suaminya.


"Apa pun akan ku lakukan untukmu, minta tolong apa?" Ujar Alghi menatap wajah istrinya yang terlihat masih lemas.


"Ambilkan pembalut dilemari..." Kata Ameldita sedikit malu-malu.


"Ok sayang, tunggu sebentar ya..." Ucap Alghi lalu dia meninggalkan istrinya membersihkan diri.


"Sayang ini..." Kata Alghi,memberikan perlengkapan Ameldita, padahal Ameldita tidak menyuruh dengan underwearnya, namun Alghi peka, dia menyiapkan segalanya.


"Terimakasih suamiku tercinta..."Kata Ameldita.


"Sama-sama sayang..." Cup Alghi mendaratkan ciumannya lagi dipipi sang istri.


"Kak keluar saja, ku pakai sendiri...lagian ku mau buang air besar dulu..." Ucap Ameldita mendorong suaminya keluar kamar mandi.


"Oke, oke... nanti kalau sudah panggil ya, biar ku gendong lagi..." Kata Alghi masih khawatir karena Ameldita masih terlihat lemas.

__ADS_1


"Iya kak..." Jawab Ameldita.


Setelah beberapa saat Ameldita pun keluar dari kamar mandi, nampak Alghi membuka laptopnya dengan serius, namun dia bangkit lagi karena melihat istrinya keluar dari toilet.


"Sayang kenapa tidak memanggilku, jangan maksain diri berjalan, tubuhmu masih nampak lemas, aku khawatir sayang..." Kata Alghi seraya mengangkat tubuh istrinya lagi ke atas kasur, yang tadi sempat dia ganti seprainya karena terdapat darah disana.


"Kak jangan khawatir sekarang sudah lebih baik..." Ucap Ameldita, merasa kasian dengan suaminya yang sangat overprotektif, pasti dia merasa lelah selain memikirkan pekerjaan yang super padat harus juga memperhatikan sang istri yang lagi sakit, padahal ada mama dan neneknya yang selalu memperhatikan istrinya namun begitu dalam rasa cinta Alghi, sehingga tak membiarkan orang lain merawatnya dan tak melewatkan sedetik pun jauh dari istrinya.


"Alhamdulillah sayang, mari lanjutkan sarapannya terus nanti minum obat dan istirahat lagi ya, ku bekerja dirumah sambil jagain kamu sayang..." Kata Alghi sambil menyuapkan bubur ke mulut istrinya.


"Kak so sorry ku selalu merepotkanmu..." Ujar Ameldita menyentuh tangan suami tampannya.


"Siapa yang direpotkan sayang, jangan berpikiran seperti itu, karena sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban suami untuk merawat dan menjaga istrinya, dikala senang atau pun susah, lekas sembuh sayang..." Tutur Alghi. Setelah selesai sarapannya Alghi meminumkan obat kepada istrinya, lalu membaringkannya kembali sambil memeluknya, beberapa detik kemudian Ameldita tertidur karena pengaruh obat.


Seminggu berlalu, Ameldita baru bisa ikut lagi ke kantor menemanu suaminya bekerja, dan selama seminggu juga Alghi ngantor dirumahnya, karena dia benar-benar tak bisa jauh dari istrinya. Ameldita sedikit trauma untuk keluar, dia harus selalu bersama suaminya. Pengawalan semakin diperketat, papa Ameldita mengirimkan tambahan bodyguard yang handal, untuk selalu menjaganya, kedua orang tuanya khawatir terulang lagi kejadian penculikkan terhadap putri si mata wayangnya.


"Kau terlihat begitu cantik sayang..." Kata Alghi menatap istrinya dari ujung kepala hingga ujung kakinya, benar-benar kagum dan semakin mencintainya.


"Kak jangan gombal masih pagi ni..." Ucap Ameldita tersipu malu, seraya berjalan memasuki lift.


"Ini bukan gombal sayang, serius kau semakin menggoda..." Kata Alghi mepet tubuh seksi istrinya ke dinding lift, untungnya lift khusus menuju ruang CEO.

__ADS_1


Dan cup Alghi mendaratkan ciuman hangatnya dibibir sang istri, satu tangan Alghi melingkar dipinggang istrinya, dan yang sebwlah memegang tengkuknta, saling menyecap dan me****t sampai mereka kehabisan oksigen, baru mereka saling melepaskan dan menempelkan hidung mancung masing-masing sambil terengah-engah.


"Sayang apa tamu bulananmu sudah habis? Kasian ni kawanku sudah berpuasa selama seminggu..." Kata Alghi ditengah-tengah mengelus punggung sang istri.


"Masih kak..." Ucap Ameldita, sambil menahan tangan Alghi yang mulai menjalar ke mana-mana.


"Lama banget sayang...ku sudah menderita ni..." Ujar Alghi mengiba.


"Tapi boong..."Ucap Ameldita menjulurkan lidahnya sambil berlari melepaskan diri dari cengkraman suami mesumnya.


"Sayang...Hi jangan mempermainkanku ya..." Kata Alghi mengejar sang istri yang sedikit nakal, mereka akhirnya saling mengejar seperti anak kecil yang bermain petak umpet, hingga Alghi berhasil menangkap Ameldita.


Alghi menggelitik pinggang ramping Ameldita, dan Ameldita meronta sambil tertawa karena kegelian.


"Kak lepasin geli...kak...!" Teriaknya.


"Aku tak akan melepaskanmu sayang, kau semakin menggemaskan...!" Ucap Alghi.


Cup Ameldita memberikan ciumannya dibibir Alghi, karena hanya dengan cara itu Alghi akan berhenti menggelitiknya, Alghi tak tinggal diam, dia langsung menekan tengkuk sang istri lalu menerobos menjelajahi rongga mulut sang istri, hingga lidah pun saling bertautan, mereka terguling-guling diatas sofa, dan terjadilah adegan panas diantara keduanya, menyalurkan kerinduan dan hasrat yang terpendam selama seminggu.


Setiap hari bersama, hingga cinta mereka semakin dalam, dan sentuhan demi sentuhan itu menjadi candu bagi mereka. Setelah selesai pergulatan panasnya Alghi bersiap kembali, sementara Ameldita digendongnya ke ruang istirahat, takut dia kelelahan jadi Ameldita rebahan dulu dikasur.

__ADS_1


"I love you sayang, istirahatlah dulu, ku lanjut kerja ya..." Kata Alghi mengecup kening istrinya sambil menaikan selimut sampai menutupi dada sang istri, kemudian dia berlalu keluar menuju meja kerjanya.


__ADS_2