TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 54


__ADS_3

"What are you doing sayang? Kenapa ada disini?" Tanya Alghi yang baru saja datang dan langsung ke pantry setelah Anton memberitahunya, bahwa sang istri ada di sana.


Ameldita malas menjawab, dia hanya menoleh dengan muka yang masam, dia melangkah mendekati kursi disana, tapi perutnya keram lagi.


"Awww..." Kata Ameldita sedikit mengeras dan meringis kembali.


"Sayang apa yang sakit? Oh my God..., aku kan sudah bilang jangan terlalu cape sayang..." Ucap Alghi seraya menggendong tubuh sang istri ala bridal style, Ameldita pun dengan cepat mengalungkan kedua tangannya dileher sang suami karena takut terjatuh, dia melabuhkan kepala didada suaminya, lalu Alghi membawanya ke ruang kerja.


"Perutku sakit kak..." Kata Ameldita, kemudian Alghi menyuruhnya untuk berbaring disofa.


"Periksa ke dokter ya, kita sekarang ke rumah sakit..." Alghi langsung mengusap-ngusap perut rata Ameldita, lalu memberinya kayu putih untuk sedikit menghilangkan rasa sakitnya.


"Mungkin karena aku lapar kak...dan mie ku..." Ucap Ameldita menatap suaminya.


"Kenapa harus membuat mie sayang, kan bisa order makanan yang praktis, aku khawatir sayang..." Kata Alghi membelai wajah sang istri, dan tangan sebelahnya masih mengelus perut rata istrinya, terasa nyaman hingga sakit itu pun seketika menghilang.


"Aku ingin makan mie...menunggu kak Al tak datang-datang...menyebalkan..." Ucap Ameldita cemberut dan mengerucutkan bibirnya kesal.


"Tadi ku nelpon untuk memberi kabar bahwa ku agak telat datang, karena klaen tadi mengajak berbincang dulu...tapi tak diangkat-angkat telponnya, chat tak dibaca iya kan?" Kata Alghi menatap istrinya yang so cute, dan cup dia mendaratkan ciumannya dibibir Ameldita yang mengerucut.


"Aku kesal...tadi pagi tak membangunkanku, sudah bosan ya berangkat bareng Meldi...!" Sahut Ameldita masih mood merajuk, kalau sudah begini Alghi harus extra merayu.


"Bukan begitu sayang, ku tak kan pernah bosan berada disisimu, tadi ku tak tega membangunkanmu, kau nampak letih...dan sudah tahu kan ku ada meeting pagi?" Tutur Alghi, sambil membawa sang istri kepelukannya.

__ADS_1


Dan Reni sang sekretaris datang membawakan mie Ameldita, hingga si empunya langsung bangkit lalu melahap mie pedas tersebut.


"Pelan-pelan sayang makannya, tak kan ada yang mengambil..., dan mie apa ini? Ko penuh dengan cabe, nanti perut kamu malah sakit sayang..." Kata Alghi ngeri juga melihat mie itu, kenapa istrinya malah menikmatnya dengan lahap.


"Kak mau coba gak, ni enak banget bikin otak fresh..." Ucap Ameldita seraya menyuapkan mie itu ke mulut Alghi.


"No no no...ini pedas banget sayang, ku ga kuat makannya..." Ucap Alghi kepedasan dan langsung minum air dengan rakusnya.


"Ini enak juga..., mau lagi gak?" Kata Ameldita tak peduli dengan suaminya yang kepedasan.


"No sayang...aku gak kuat iyyy..." Alghi menggelengkan kepalanya, lalu pergi ke kamar mandi.


"Hahhh...langsung toilet? Rasain tu dasar menyebalkan...!" Gerutu Ameldita sambil terus melahap mienya sampai ludes.


"Sayang apa kau benar-benar sudah tidur?" Tanya Alghi menghampiri istrinya dan berjongkok menyentuh pipi serta membetulkan dressnya yang sedikit terangkat memperlihatkan keindahan bagian pahanya.


Tak ada jawaban, sepertinya sang istri benar-benar sudah terlelap karena lelah, Alghi mencium kening, kepala, pipi serta bibir istrinya dengan penuh sayang, dan berguman sendiri: "Sayang kenapa akhir-akhir ini kau terlihat berbeda, lebih sensitif, mudah marah dan sering uring-uringan tanpa sebab, ada apa? Apa yang salah? Apa semua baik-baik saja? Semoga kau cepat hadir disini buah hatiku..." Terakhir menyentuh perut rata sang istri, dia sangat mengharapkan kehadiran buah hatinya segera.


Hari sudah menunjukkan pukul 3 sore, tandanya waktu pulang kantor tinggal 1 jam lagi, sementara Ameldita baru bangun dari tidurnya, tangannya meraba-raba ke samping kiri dan kanan, berharap menemukan sang suami disampingnya namun alih-alih tak mendapatkannya, dan ternyata dia berada dikamar istirahat yang tersedia dikantornya, sepertinya dia dipindahkan sang suami ke ruangan khusus itu.


Dia meraih handphonenya, dan terkejut melihat jam sudah menunjukkan pukul 3, dia pun terbangun dengan tergesa.


"Haduuuhhh...pekerjaanku ?"

__ADS_1


Dia keluar menuju meja kerjanya, tapi semua berkas disana sudah tak ada terlihat rapi, lalu suaminya kemana? Apakah dia ditinggal lagi? Begitu pikirnya.


Ameldita menyandarkan tubuhnya ke kursi, dia merasakan sedikit pusing kepala, memijitnya perlahan sambil memejamkan mata. Hingga masuk Reni sekretarisnya.


"Maaf Mrs mengganggu, ada pesan dari Mr Alghi bahwa mohon tunggu sebentar karena tadi habis meeting ada klaen yang ingin melihat langsung proyek baru kita." Tutur Reni, menatap ke arah Ameldita yang masih memijit kepalanya, dan nampak pucat wajahnya.


"Oh Ok Ren, thanks...apa jadwal hari ini sudah beres? kepalaku sedikit pusing, jadi sisa agenda buat besok saja, dan kau boleh pulang..." Ujar Ameldita seraya tersenyum, dia berusaha nampak baik-baik saja.


"Sudah beres semua Mrs, dan Mr Alghi pesan saya harus menemani anda dulu, sebelum Mr Alghi pulang." Jawab Reni.


"Ah ada-ada saja suamiku itu, noh disana pun sudah ada 4 pengawal yang menjagaku, sudah jangan dihiraukan, kalau mau pulang, pulang saja Ren...kasian rumah kamu kan jauh..." Ucap Ameldita, perhatian banget sama karyawan.


"Sebentar lagi saja Mrs, ini sambil meriksa sedikit berkas buat besok." Jawab Reni, dia lebih takut sama Alghi, bisa-bisa kehilangan pekerjaan kalau tidak mengikuti perintahnya, makanya dia lebih baik mengerjakan sesuatu sambil menuggu bosnya.


"Ok kalau begitu Ren..." Ucap Ameldita, dia pun menatap layar laptopnya, memeriksa beberapa e-mail yang masuk, namun kenapa rasa pusing dikepalanya semakin menjadi, dia mengangkat kedua alisnya lalu mengerutkannya kemudian memijit pelipisnya perlahan. "Oh my God kenapa ni kepalaku? Rasanya pusing sekali..." Guman Ameldita dalam hati.


Pintu pun terbuka, terlihat disana suami bersama sang kaki tangan yaitu Anton memasuki ruangannya. Ameldita menoleh ke arah mereka yang mengucapkan salam hampir bersamaan.


"Waalakum salam..." Jawab Ameldita dan Reni.


"Halo sayang...kenapa wajahmu nampak pucat? Apa perutnya sakit lagi?" Kata Alghi khawatir, melihat sang istri yang nampak kurang sehat, sambil mencium keningnya, lalu meraba kening sang istri dengan telapak tangannya.


"Tidak apa-apa kak...aku baik-baik saja..." Jawab Ameldita berbohong, takut suaminya pun merasa lelah seharian sibuk bekerja, dia tak ingin menambah beban pikirannya, walau pun hatinya sedikit dongkol, karena seharian ini ditinggal terus.

__ADS_1


__ADS_2