TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
Draft


__ADS_3

BAB 27


Dan setelah beres makan siang, mereka pun segera turun dengan bergandengan tangan, seakan tak mau lepas, saling memiliki satu sama lain, Alghi mulai menunjukkan sikap posesifnya.


"Ka nanti ku juga mau ke Pont des Arts Bridge ya...karena dulu ku pernah menyimpan gembok cinta disana, siapa tahu masih ada." Kata Ameldita, seraya naik ke mobil mewah itu.


"Bolehlah sayang, ku juga sama dulu pernah menyimpan gembok cinta disana..." Sahut Alghi.


"Benarkah, apa ka Al kesana sama pacar?" Kata Ameldita, menoleh dan menatsp wajah Alghi yang mulai mengemudi mobilnya.


"Enggak juga...ku sendiri kesana, kau sama siapa atau sama si Ricard ya?"


"Ey sok tahu, sendirilah...karena waktu itu aku dikawal sang bodyguard, secara aku sama Ricard backstreet." Kata Ameldita seraya memandang lepas ke arah jalanan.


"Cieee...mengenang masa lalu..." Ucap Ricard merasa tidak suka kalau istrinya menyebut nama pria lain.


"Siapa yang mengenangnya, emangnya ka Al masa lalu bertebaran dimana-mana..." Ucap Ameldita cemberut.


"Gak juga...itu hanya butiran debu yang mampir dijalan hidupku, dan itu sudah lenyap tertiup angin, kini sudah berada berlian dan permata yang menjadi bintang hidupku untuk selamanya." Sahut Alghi seraya menyentuh tangan istrinya, dan mendaratkan ciuman mesra dipipi yang kemerahannya.


"Ihhh...gombal banget, menyebalkan..." Ucap Ameldita memanyunkan bibirnya, namun merangkul tangan Alghi dan menyandarkan tubuhnya ke sisi bahu Alghi yang masih mengemudi.


"Tidak apa-apa, kan gombalnya sama istri sendiri...iya kan?" Sahut Alghi sambil mengecup pucuk kepala sang istri yang bersandar dibahu kirinya.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di menara eiffel, begitu banyak pengunjung disana. Mereka berjalan menyusuri lantai kaca sambil berselfi ria, mengabadikan moment tersebut, terasa bahagia disertai senda gurau dan canda tawa.


"Bruuuuk..." Ameldita menabrak sepasang kekasih yang sedang berpelukkan sambil menatap keindahan kota Paris dari lantai 2 menara eiffel itu, memang suasananya sangat indah dan romantis bagi para pasangan yang sedang dimabuk asmara.


"Hi...lihat-lihat dong kalau jalan!" Ucap sepasang kekasih itu secara bersamaan, seraya menoleh ke arah Ameldita yang menabraknya.

__ADS_1


"Amelditaaa...!" Seru seorang pria yang kira-kira berusia 35 tahunan itu, merasa kaget dia bisa bertemu Ameldita sang keponakan di Paris, sementara keluarganya berkelimpungan mencari dia kemana-mana, dan dengar kabar dia terbang ke negara Brunei sebagai tkw, sementara dia sekarang ada di Paris, kan heran.


"Uncle...!" Seru Ameldita tak kalah terkejutnya, dia bisa bertemu unclenya di menara eiffel dan yang lebih kaget lagi dua bersama seorang perempuan, yang berwajah mirip dengan mantan suaminya, yang waktu itu sempat bertemu dikantor sang suami.


"Mel apa yang kau lakukakan disini, kamu keterlaluan ya, dengan seenaknya pergi dari rumah dan bersenang-senang disini, sementara kakek dan juga orsng tuamu menderita, memikirkan sang anak yang tak tahu diri." Ucap uncle Jimy, sambil memegang bahu Ameldita kasar.


"Lepas uncle, nanti Meldi jelaskan..." Ucap Meldi ketakutan melihat unclenya marah, sementara Alghi tadi pergi dulu ke toilet unruk melepas hajatnya.


"Uncle tak mau ya kamu kabur-kaburan lagi, jangan basa basi Mel, kau terlalu dimanjakan hingga ngelunjak jadinya, sekarang juga uncle telpon kedua orang tuamu, agar menjemputmu." Kata uncle Jimy emosi, seraya tak lepas memegang pergelangan tangan Ameldita.


"Jangan begitu uncle, apa uncle tak sadar diri, siapa perempuan yang berdiri disamping uncle, jika uncle berani mengadu, maka aku tak akan segan-segan untuk memberi tahu tante Mira, bahwa suaminya selingkuh." Ancam Ameldita serius. Dia kesal juga melihat unclenya menghianati sang istri yang setia menunggu dirumah.


"Mel jaga sikapmu, jangan kurang ajar sama orang tua." Ucap Uncle Jimy ketakutan.


"Aku tidak kurang ajar uncle, cuma membela diri." Kata Ameldita.


"Iya tapi kamu kelewatan Mel, wajar saja uncle ini laki-laki, bebas mau punya perempuan dimana pun, dan harus kamu tahu setiap pria jika jauh dari istrinya ya begini, mencari kehangatan diluar." Jelas Jimy seraya merangkul Dina kekasihnya yaitu mantannya sang suami.


"Sayang dia keponakanmu...?" Ucap Dina seraya menatap ke arah Ameldita, dia merasa pernah bertemu juga, tapi dimana?


"Iya sayang, dia anaknya kakak, yang kabur dari rumah." Kata Uncle Jimy.


Dan tiba-tiba Alghi datang menghampiri sang istri, dia terkejut ketika melihat tangan Ameldita digenggam erat sama seorang pria, dia pun emosi dan melayangkan bogeman mentahnya ke arah muka laki-laki itu.


"Bajingan lepaskan tangan kotormu itu..." Ucap Alghi kasar.


"Kurang ajar, berani sekali kau memukulku..." Kata uncle Jimy emosi juga.


"Hi...hentikan...ka Al sudah, uncle...." Teriak Ameldita histeris.

__ADS_1


"Hentikannn...jangan berkelahi...!"Teriak Dina, dia pun ikut histeris dan memegang tubuh uncle Jimy yang terbakar emosi.


"Dina...!"


"Alghi...!"


Ucap keduanya bersamaan, mereka sama-sama terkejut kenapa bisa bertemu disana.


"Apa yang kau lakukan disini...?" Tanya Dina.


"Lalu apa yang kau lakukan disini...?" Tanya Alghi.


"Tentu saja jalan-jalan, memangnya apa lagi...? Jadi kau datang dengan istrimu? "Jawab Dina, seraya menatap ke arah Ameldita yang sedang mengusap air matanya, dan memegang lengan Alghi.


"Ya kami berdua lagi berlibur...tapi ada yang mengacau rupanya sudah berani menyentuh istriku." Ucap Alghi seraya menoleh ke arah pria yang sedang memegang bibirnya dan sedikit sobek karena pukulan Alghi.


"Hi...siapa yang mengacau, dia keponakanku yang melarikan diri, dan aku akan membawanya pulang, kamu bilang dia istrimu? Mustahil, dia sudah dijodohkan, kau jangan bermimpi." kata uncle Jimy.


"What...unclemu sayang, benarkah?" Kata Alghi terkejut seraya memegang tangan sang istri.


"Iya ka, dia uncle ku, dan lebih baik kita pergi ka, dia lagi bersama kekasih tercintanya." Ucap Ameldita menunjuk Dina, sebenarnya dia takut unclenya benar-benar ingin membawanya pulang.


"Benarkah? Bagus tu sayang, semoga mereka berjodoh" Kata Alghi bahagia juga, karena mantannya sudah move on dan tidak ada yang akan menggangu lagi rumah tangganya.


"Kau jangan membual mengakui keponakanku sebagai istrimu, lebih baik biarkan dia pulang bersamaku." Kata uncle Jimy tegas.


"Tidak ada yang akan mengambilnya dariku uncle, dan jangan khawatir kami akan segera pulang kesana, nikmatilah waktu anda uncle, jangan usik ketenangan kami." Ucap Alghi seraya merangkyl sang istri.


"Uncle ingat, jika memaksaku pulang, maka aku akan mengadukan perbuatan busukmu pada tante, jika tidak maka berdamailah." Kata Ameldita seraya meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


"Sial...kalah dengan bocah ingusan." Rutuk uncle Jimy kesal bukan main.


Dina berusaha menenangkan Jimy, ya walau pun dia hanya memanfaatkan kekayaannya, namun tak rela jika kebersamaan dengan pria beristri itu kacau, hanya karena ngurusin keponakannya, dan dia istri dari mantan kekasihnya. Jujur hatinya teriris melihat kebahagiaan sang mantan tapi apa boleh dikata, semua sudah berakhir.


__ADS_2