TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 95


__ADS_3

"Secepatnya, ku hanya ingin merawatmu dulu sampai kau benar-benar sehat, aku tak ingin mereka berpikir aku tak bisa merawatmu dengan baik, tolong mengertilah Missya..." Kata Bisma meyakinkan Ameldita, ya setidaknya dia bisa bersama untuk sesaat, meskipun dia tahu cinta tak mungkin berbalas.


Tadinya dia ingin mengikuti keegoisannya, memaksa Missya untuk hidup bersamanya, namun setelah dia berpikir secara logis dan dengan pikiran yang tenang, dia tak tega, apa lagi melihat Missya sering melamun dan menangis, kini dia menyadari bahwa kebahagiaannya terletak pada Alghi dan keluarganya.


"Oke kak, maaf ku selalu merepotkanmu." Sahut Ameldita berkaca-kaca.


"Aku tidak merasa selalu direpotkan, ku tulus melakukannya, fokus pada kesehatanmu dan kedua baby, jangan over thinking, oke..." Ucap Bisma mengelus bahu Ameldita.


"Oke kak, ku mau istirahat dulu, thanks..." Kata Ameldita.


"Baiklah istirahatlah, supaya cepat pulih." Ucap Bisma seraya pergi meninggalkan Ameldita.


Matahari sudah menampakkan sinarnya, menyapa seluruh makhluk yang ada didunia pana, semua orang mulai sibuk kembali dengan berbagai aktivitasnya.


Begitu pun dengan Ameldita, dia sudah siap-siap membawa kedua babynya untuk berjemur dihalaman rumah, ada sang nenek dan juga suster menemaninya.


Dia menghirup udara pagi perlahan lalu mengeluarkannya, berulang kali dia melakukannya, untuk menghilangkan rasa penat dalam dirinya, sebulan berlalu dia kini sudah benar-benar sehat, nenek Briska merasa kasian dan tak tega melihat Ameldita yang terpisah dari keluarganya, walau nampak dari luar bahagia namun dia tahu hati kecilnya menderita.


"Missya, hari ini Bisma akan mengadakan pesta perayaan untuk kedua babimu, jadi nanti bersiap-siaplah, acaranya pukul dua siang ini." Kata nenek Briska, ya walau pun nenek Briska sudah tahu nama Ameldita yang sebenarnya, tetap saja dia memanggil dengan nama Missya, karena sudah terbiasa dengan panggilan tersebut.


"Benarkah, mengapa kakak tidak membicarakan hal ini denganku nek?" Ucap Ameldita heran.


"Tadinya ini kejutan buatmu, tapi nenek tak bisa tutup mulut he he..." Kata nenek Briska tersenyum.


"Nenekkk..., nenek ini selalu saja, kan ku jadi tahu rencana kakak." Ucap Ameldita seraya memeluknya.


"Hi anak-anakku sayang, hari ini kita ke pesta ya...mari kita berdandan yang cantik, biar semua orang tahu kalau kalian paling ganteng dan cantik diseluruh dunia..." Kata Ameldita mengajak kedua bayi itu berbicara dan kedua bayi itu pun tersenyum seakan mengerti dengan apa yang dikatakan ibunya, lalu berakhir dengan ciuman dipipi mungil itu.


Hari pun beranjak siang, Ameldita bersama kedua anaknya sudah tampil sempurna, dia mengenakan gaun termahal yang disediakan Bisma, begitu pun dengan kedua bayi itu, mereka nampak tampan dan cantik, yang perempuan berbalut gaun warna pink serta bando bunga menghias dikepala mungilnya, dan yang laki-laki mengenakan baju tuxedo senada dengan baju yang dipakai Ameldita yaitu warna gold, mereka nampak serasi dan lucu.


"Missya apa kalian sudah siap?" Terdengar suara Bisma memanggil, dan menghampirinya, Bisma nampak tercengang melihat wajah Ameldita yang sangat cantik, sungguh bagaikan seorang ratu, andai saja dia memilikinya pasti dia akan bahagia dan merasa bangga, namun sayang Missya atau Ameldita sudah ada pemilik hati, serta jiwa dan raganya.


Bisma hanya sekilas kenangan yang mampir dalam kehidupannya, dan dia harus bisa menerima semua kenyataan ini, sebuah takdir yang sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa.


"Sudah kak, kami siap..." Jawab Ameldita.


"Wow...kalian luar biasa, sangat sempurna..." Ucap Bisma menatap Ameldita dan kedua bayinya.


"Kak Bisma juga sangat tampan, benar-benar sempurna juga." Puji Ameldita seraya tersenyum.


"Biar sempurna tapi tak ada yang tertarik kepadaku Missya." Ucap Bisma merendah.

__ADS_1


"Jangan begitu kak, banyak wanita yang tertarik terhadapmu, kalau menurutku kakak saja yang tidak bisa membuka hati untuk seseorang, cobalah buka hatimu, jangan terlalu beku kak..." Kata Ameldita menatap wajah Bisma.


"Bagaimana aku bisa membuka hatiku untuk seseorang Missya, kalau dihatiku sudah ada dirimu seorang, tak mungkin ku bisa berpaling, ku akan selalu menunggumu Missya." Guman Bisma dalam hati.


"Kak, kak, Hi...malah melamun..." Kata Smeldita menepuk pundak Bisma, yang sedang hanyun dalam lamuannya.


"Eh iya Missya, kaka mendengar, sudahlah waktunya kita ke pesta, tersenyumlah Missya sambut harimu dengan bahagia." Ucap Bisma seraya memeluk erat Ameldita, seakan itu pelukkan terakhirnya.


"Oke kak...,kok jadi kak Bisma yang bersedih sih..., tidak ganteng lagi kalau wajah kak Bisma mengeluarkan air mata, stop jangan lagi, itu tidak pantas bagi seorang Bisma." Kata Ameldita melepas pelukkannya lalu mengusap air mata Bisma.


"Kakak cuma terharu Missya, Missya apakah akan selalu menganggapku kakakmu, jika suatu saat kau akan kembali pada suami dan keluargamu, atau kau bahkan akan melupakanku?" Ucap Bisma.


"Kak, kau adalah pahlawanku, kau akan selalu menjadi kakakku, aku hidup sendiri tak memiliki kakak atau pun adik, jadi ku sangat bahagia bisa mengenal kak Bisma, selamanya ku ingin kau menjadi kakakku, meski aku kembali kerumahku nanti, ku harap kak Bisma bisa tinggal bersama kami, begitu pun dengan nenek, ku ingin kalian hidup bersamaku." Tutur Ameldita sungguh-sungguh.


Bisma menarik nafas dalam, kini dia paham siapa dirinya buat Ameldita, tapi bersyukur juga dia bisa mengenalnya, walau pun hanya sebagai seorang kakak buatnya.


"Terimakasih Missya..., ku sangat menyayangimu." Kata Bisma.


"Sama-sama kak..." Ucap Ameldita tersenyum.


"Halooo Zea, Zeo, kalian tampan dan cantik sekali, jadilah anak-anak yang sholeh-sholehah nak, berbahagialah selalu, ku sangat menyayangi kalian, love you all, mari kita berphoto sebentar." Ucap Bisma mengabadikan momentnya bersama mereka, dan kedua bayi itu pun tersenyum bahagia.


Kemudian MC pun membuka acaranya, semua memperhatikan dengan apik, namun nampak raut wajah Ameldita yang betsedih, ya dia merindukan keluarganya.


"Mama, papa, ka Al ku merindukan kalian, ya Tuhan bisakah ku secepatnya bertemu mereka?" Gumannya dalam hati.


Bisma dan sang nenek melihat kesedihan Ameldita, mereka tak tega, sakit rasanya. "Missya saatnya kau kembali kepada keluargamu, biarlah ku hidup seperti semula, tanpa hadirnya dirimu." Guman Bisma dalam hati.


"Missya ku punya hadiah untukmu dan kedua bayimu." Ucap Bisma menatap wajah sendu itu.


"Benarkah, apa itu?" Kata Ameldita.


"Kau lihat kesana...." Ucap Bisma menunjuk orang-orang yang menari, kemudian mereka bergeser membentuk lingkaran love dan ditengah-tengah love itu muncul seseorang yang selalu dia rindukan, belahan jiwa yang sudah beberapa saat jauh darinya.


"Kak Al..." Ucap Ameldita menatap ke arah Alghi yang membawa seikat bunga mawar yang cantik dengan senyuman yang menawan menghias wajah tampannya.


"Kak..., nyatakah, ini bukan mimpi?" Sahut Ameldita seraya menoleh ke arah Bisma.


Bisma menganggukkan kepalanya, seraya tersenyum, lalu dia membawa Ameldita ketengah orang-orang yang berbentuk love itu.


"Sayang...Amelditaku..." Ucap Alghi menghampirinya.

__ADS_1


"Kak Al..." Kata Ameldita menatap wajah tampan itu penuh kerinduan.


"Sayang..., ku sangat merindukanmu..." Ujar Alghi menghambur pelukannya, meluapkan segala kerinduannya yang mendalam.


"Kak, ku juga sangat merindukanmu, ku tak mau jauh lagi darimu kak, aku tersiksa." Ucap Ameldita berurai air mata.


"Jangan lagi meninggalkanku sayang, berat rasanya menanggung beban karena terpisah." Kata Alghi seraya mengelus kepala dan punggung sang istri, Alghi pun menangis sedih plus bahagia, bisa bertemu lagi dengan istri tercintanya.


Mereka melepas pelukkannya sesaat, Alghi menghapus air mata yang membasahi rona pipi Ameldita, saling menatap dalam, kemudian mereka berpelukkan lagi semakin erat, tak mempedulikan orang-orang disekitarnya, kalau saja tak ada orang yang menepuk pundak Alghi dari belakangnya.


"Al jangan serakah, kami pun sangat merindukannya, biarkan kami memeluknya." Ucap Papa Aldhiando, seraya tersenyum, tak tahan rasanya melihat sang menantu menguasai putrinya, sementara mereka menuggu dari tadi.


Mereka saling melepaskan pelukkannya, Ameldita sangat terkejut mendengar suara tersebut.


"Papa, mama..." Ucap Ameldita menghambur pelukkannya terhadap kedua orang tuanya, menangis menumpahkan segala kerinduannya.


"Putriku, maafkan mama sama papa sayang, karena kelalaian kami, kau harus menderita." Ucap kedua orang tua Ameldita.


"Papa, mama, semua sudah suratan yang Maha Kuasa, bukan kesalahan kalian, jangan minta maaf, Meldi kangen sama kalian..." Sahut Ameldita semakin meraung dalam tangisnya.


Sayang...putriku..." Ucap mama Fiandra mengelus kepala dan bahu Ameldita.


Disusul dengan pelukkan kedua orang tua Alghi serta sang nenek, mereka pun menumpahkan segala kerinduannya, kemudian Bisma dan nenek Briska membawa kedua bayi kembar itu kearah mereka, Alghi dengan cepat menggendong kedua bayi itu, memeluk dan mencium pipi mereka, benar-benar sangat sayang dan merasa bangga memiliki bayi kembar yang sangat lucu dan menggemaskan.


Dan dengan hati yang sangat bahagia kedua orang tua mereka pun langsung merebut kedua bayi itu dari pangkuan Alghi, menggendong cucu-cucunya secara bergantian, dan kedua bayi itu terus menebar senyum manisnya, mereka mengerti situasi yang sedang berlangsung.


Ricard pun hadir disana, dan mengucapkan selamat kepada Ameldita dan Alghi, dia ikut berbahagia atas bersatunya kembali antara mereka berdua, namun tetap saja untuk kesekian kali hati terdalamnya merasakan sakit melihat orang yang dicintainya, hidup bersama orang lain, namun dia sudah berusaha untuk ikhlas asalkan mereka hidup bahagia.


Bisma pun sudah menyiapkan kamar pengantin untuk Alghi dan Ameldita dihotel itu, benar-benar Bisma sudah merelakan Ameldita bersama suaminya.


Akhirnya mereka bersatu kembali dan hidup bahagia, sedangkan kedua bayi kembar itu jadi rebutan antara kedua orang tua Alghi dan kedua orang tua Ameldita.


~\*TAMAT\*~


PENGUMUMAN


Para Readers yang terhormat serta budiman, terimakasih banyak atas dukungannya, semoga kalian selalu sehat dan berbahagia, teruskan hobi kalian dalam membaca, jangan lupa tinggalkan like dan komennya.


Author mohon maaf jika banyak keliru dalam penulisan, karena Author masih dalam proses belajar, dan untuk saat ini author masih belum bisa fokus menulis karena sedang sibuk dalam pekerjaan.


Love you all para Readers😘❤

__ADS_1


__ADS_2