TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 72


__ADS_3

Beberapa menit kemudian mereka sampai di restoran pizza terkenal itu, mereka disambut dengan hormat disana karena mereka tahu siapa tuan Alghiantara yang sangat tampan dan terkenal kaya raya. Alghi pun langsung memesan menu yang diinginkan belahan jiwanya.


"Mmm...enak sekali ice creamnya..." Ucap Ameldita.


"Perlahan sayang makannya, tak kan ada yang mengambil..." Ucap Alghi seraya mengusap bibir Ameldita yang belepotan dengan ice cream.


"Habisnya enak kak...dan mau lagi..." Kata Ameldita setelah menghabiskan suapan terakhirnya.


"No sayang..., itu sudah cup yang ketiga, kasian tu pizzanya dianggurin, emang enak gak disentuh cuma dilihatin saja..." Ucap Alghi, ya dari tadi Ameldita makan ice cream terus, sementara pizzanya belum disentuh.


"Okelah kalau begitu daddy, tapi besok janji beliin lagi ice cream ya..., sekarang kita makan pizza dulu..." Kata Ameldita menirukan suara balita yang baru belajar bicara, sangat lucu dimata Alghi.


"Good anak penurut...daddy sayang kalian..." Ujar Alghi tersenyum melihat tingkah sang istri yang mengemaskan.


"Meldi ngantukkk kak..." Sahut Ameldita ditengah masih mengunyah pizzanya.


"Oke sayang, habiskan dulu yang dimulut...kita pulang dan tidur, kasian istriku ini..." Ucap Alghi mengusap pipi Ameldita dengan punggung telunjuknya.


"Anton selesaikan billnya...!" Kata Alghi lagi, memberi perintah kepada Anton yang dari tadi sudah menyelesaikan makannya.


"Siap bos laksanakan..." Jawab Anton kemudian dia pergi ke kasir.


Setelah menyelesaikan acara makan malam yang penuh drama mereka segera pulang dan menuju mobilnya.


Ameldita merebahkan tubuhnya karena kekenyangan dan merasakan ngantuk berat.

__ADS_1


"Sayang tidurlah, nanti kalau sudah sampai rumah dibangunkan ya..." Kata Alghi meraih kepala sang istri ke pangkuannya sebagai bantal, agar tidur dengan nyaman.


"Terimakasih suamiku tersayang..." Kata Ameldita seraya mengambil posisi tidur miring dikedua paha sang suami.


Dan Alghi pun mengelus-ngelus kepalanya, lalu sesekali menciumnya, hingga terdengar bunyi dengkuran halus, tandanya sang pujaan hati sudah terlelap.


Alghi merogoh handphonenya kembali, dia membaca chat dari sang papa dan mamanya, mereka menanyakan sudah sampai mana, makan malam sudah siap.


"Mah kita sudah makan diluar, ni lagi on the way pulang, sebentar lagi sampai." Balas Alghi dalam chatnya.


"Ok sayang be careful..." Balas mama Fiandra.


"Ok mah thanks..." Balas Alghi.


Setelah 15 menit berlalu, mereka pun sampai dirumah, seperti biasa Alghi tak tega membangunkan Ameldita yang tengah merajut mimpinya, dia pun menggendong sang istri langsung menuju kamarnya, menidurkannya perlahan karena takut terbangun, sementara dia bersama papanya akan membekuk penjahat yang berada dirumahnya malam ini dan tak ingin Ameldita mengetahuinya, rencananya nanti setelah beres semua baru dikasih tahu.


"Baik tuan..." Jawab bu Ani sigap, dia pun langsung memberi perintah kepada semua pegawai agar secepatnya menuju ruangan tuan besar.


Semua pegawai termasuk para pengawal sudah berkumpul disana, kini papa Ghian memasuki ruangan diikuti mama Fiandra dan Alghi juga Anton serta dibelakang ada Elkam yang berpakaian rapi.


"Lho kenapa si Elkam bersama tuan dan nyonya? Dan penampilannya rapi berbeda ketika dia sedang beres-beres?" Guman Sari dalam hatinya, dia merasa heran melihat Elkam berada didepan bersama majikannya tak nampak seperti pegawai lainnya, lebih berwibawa.


"Baiklah karena semua sudah berkumpul, saya akan memberitahukan pada kalian, bahwa saya hanya menerima orang-orang yang tulus dan memiliki hati bersih untuk bekerja disini, yang menganggap rumah ini adalah rumahnya sendiri, menjaganya dan mengikuti peraturan yang ada, bukan yang memiliki niat jahat, iri dan dengki apa lagi mencoba mencelakai keluarga kami, mengerti...!" Tutur papa Ghian panjang kali lebar.


Deg si Sari hatinya tercubit, dia merasa bahwa dirinya memang sudah banyak melakukan kejahatan sama Ameldita, namum sejauh ini semua rapi dan tak ada yang mengetahuinya.

__ADS_1


"Dan saya pun akan menyingkirkan orang-orang yang sudah berani melakukan kejahatan terhadap putri kami yaitu nona muda Ameldita istrinya putra kesayangan kami, silahkan pak polisi dan para pengawal tangkap mereka, jebloskan ke penjara dan beri hukuman seberat-beratnya." Tegas papa Ghian serius.


Dengan sigap beberapa orang polisi dan para pengawal langsung membekuk Sari dan 2 orang laki-laki yang bekerja sebagai pengawal juga, tiada ampun lagi bagi si Sari karena sudah melewati batas.


"Tu-tuan kenapa menangkap saya, sa-saya tidak bersalah, tolong jangan perlakukan saya secara tidak adil tuan, nyonya..." Teriak Sari berusaha membela diri, dia tak ingin menghabiskan hidupnya dipenjara.


"Cukup Sari, kami sudah berbaik hati padamu selama ini, namun kau membalas semua kebaikkan kami dengan kejahatan, kami sudah tak ingin melihatmu lagi, kesabaran kami sudah habis Sari." Teriak mama Fiandra geram.


"Semua bukti kejahatan kamu sudah ada ditangan, jadi kau tak bisa menghindar lagi, mengerti...bawa dia pak polisi...!" Ucap Papa Alghi geram juga.


"Tungguuu..." Teriak Alghi sambil menghampiri Sari.


Si Sari pun sedikit gembira, dia pikir Alghi merasa tak tega dan kasian terhadapnya, hingga ingin meminta pak polisi untuk melepaskannya, namun apa yang terjadi kebahagiaannya hanya harapan semata, Alghi menghampirinya hanya untuk memberikan sebuah tamparan yang sangat keras diwajahnya.


"Plakkk, plakkk, plakkk..." Tiga kali tamparan itu melayang diwajah menornya, hingga bibirnya meneteskan darah, dia pun meringis kesakitan.


"Kau wanita yang tak tahu diri, yang tak pernah memahami kebaikan orang, rasa sakit itu belum seberapa bila dibandingkan dengan penderitaan istriku, akibat semua perbuatan jahatmu, enyahlah untuk selamanya..." Teriak Alghi merasa geram dan emosi.


"Aku melakukannya karena aku mencintaimu tuan, harusnya aku yang berada disisimu, bukan dia, kenapa tidak mengerti...!" Teriak Sari sambil menangis.


"Mimpimu terlalu tinggi, tak akan ada yang sudi dengan wanita licik dan serakah sepertimu, dasar gila...! Teriak Alghi lagi.


"Al sudahlah jangan buang-buang energi untuknya, biarkan yang berwajib mengurusnya, dan terimakasih Ms.Elkam karena dengan bantuan anda semua kejahatan dirumah ini menjadi terkuak."Ucap papa Ghian seraya tersenyum ke arah Elkam.


Ms.Elkam adalah seorang intel yang profesional, yang sengaja papa Ghian tempatkan dirumahnya, sejak kejadian Ameldita terkurung digudang tua, hingga alhirnya semua kejahatan dirumahnya bisa diketahui siapa dalangnya.

__ADS_1


Semua orang disana sangat terkejut dengan ditangkapnya Sari, mereka tak menyangka yang selama ini berbuat jahat terhadap istrinya tuan muda Alghi adalah dia, seorang pelayan yang sudah hampir 3 tahunan bekerja dirumah mewah itu, dan sudah dianggap sebagai keluarga oleh majikannya.


"Elkam ternyata kau yang melaporkan semuanya hah..., kau sengaja ingin membuatku hancur hah..." Teriak Sari geram bukan main, ternyata si Elkam yang dianggap sebagai pelayan baru itu adalah orang yang melaporkan segala kejahatannya, menyesal juga dia karena sudah terbuka terhadap orang itu.


__ADS_2