
Pukul 1 siang mereka baru terbangun, disaat Ameldita merasakan perutnya keroncongan minta diisi.
"Kak Meldi lapar..." Sahut Ameldita menyentuh hidung suaminya dengan telunjuk, karena Alghi masih belum terjaga.
"Iya sayang kita order makanan dulu ya..." Kata Alghi seraya mengisik matanya lalu mengambil handphone.
"Oke...Meldi mandi dulu ya..." Ucap Ameldita seraya turun dari kasur.
"Sayang apa sudah baikan, atau masih mual?" Tanya Alghi.
"Sudah kak jangan khawatir, awww...!" Teriak Ameldita terasa keram dibagian perut bawahnya.
"Kenapa sayang...apa yang sakit?" Alghi terperanjat dan menghampiri sang istri yang tengah berdiri depan pintu kamar mandi sambil memegang perutnya.
"Ka perutku keram ni..." Ucap Ameldita meringis.
"Kita ke dokter ya, kalau gak berbahaya sayang..." Kata Alghi khawatir.
"Gak usah ka, ini efek lapar sepertinya..." Tolak Ameldita.
"Bandel juga ya...istriku tersayang ini..." Ucap Alghi mengelus perut sang istri, dan memang benar rasa sakit itu hilang seketika.
"Ya udah ku mandi dulu ka..."
Bagaimana kalau kita mandi bersama?" Ucap Alghi seraya menggendong sang istri ke kamar mandi, dan akhirnya mereka mandi bersama.
__ADS_1
"Ka kita jalan-jalan ya habis makan, ku kangen tempat yang dulu sering ku kunjungi, setelah itu kita pulang ke rumah papa, bagaimana?" Kata Ameldita.
"Oke, asal jangan ketempat yang sering kau kunjungi bersama mantan saja ya, sakit hatiku nantinya." Ucap Alghi ditengah-tengah menyuapi istrinya.
"Tidaklah, kak Al jangan cemburu, aku sudah melupakan tentangnya, kita jalan ke dufan saja bagaimana?" Kata Ameldita.
"Beneran sudah lupa?" Lalu dihatimu ada siapa?"
"Benaaar...kak serius, karena dihatiku ada suamiku seorang." Kata Ameldita meyakinkan suaminya, lalu mengecup pipinya.
"Terimakasih sayang, I Love you so much..." Alghi menatap mata indah istrinya, lalu mendaratkan ciuman mesranya dibibir seksi itu.
Hari sudah nampak sore, sepasang suami istri itu turun dari mobil mewahnya, yaitu adalah mobil kesayangan Ameldita, tadi papa sama mamanya sempat nelpon dan memberi tahu kalau mau jalan-jalan mereka sudah mengantarkan mobil milik Ameldita keparkiran hotel.
Salah satunya mencengkram bahu Ameldita dan mengarahkan pisau belati ke lehernya.
"Hi...apa yang kalian inginkan, lepaskan istriku..."Teriak Alghi, dia tak rela tangan itu mententuh istrinya apa lagi kalau sampai melukainya.
Ameldita shock dan histeris: "Kak pergiii...jaga keselamatan kak Al, jangan hiraukan Meldi..." Teriak Meldi, dia tak ingin juga suaminya terluka, salah dia sendiri menolak untuk pergi bersama para pengawal yang papanya sediakan untuk menjaganya.
"Tidak sayang, tenang aku akan menyelamatkanmu...!" Kata Alghi, dia mengeraskan rahangnya dengan kedua tangan yang mengepal.
"Apa yang kalian inginkan, lepaskan istriku, kalau kau berani melukainya maka jangan salahkan jika nyawa kalian berakhir disini..."Teriak Alghi lagi benar-benar emosi.
"Serang dia...!" Teriak preman yang menyandera Ameldita.
__ADS_1
"Bhuk, bhuk,bhukkk..." Suara baku hantam antara Alghi dan 6 preman itu, ada beberapa orang menggunakan pisau dan curilit sebagai senjatanya, Alghi berusaha menghindar dan memasukan beberapa tendangan ke arah mereka, mereka pun sempoyongan dan mundur beberapa langkah, namun mereka menyerang kembali lebih brutal, hampir saja Alghi kewalahan, dan disela-sela Alghi mengalahkan mereka, tiba-tiba terdengar Ameldita menjerit.
Ternyata Ameldita dinaikan ke mobil jeep warna hitam, dan mobil itu pun mulai melaju cepat, dengan cepat juga Alghi mengendarai mobilnya dan mengejar mobil yang membawa sang istri, dia pun sambil menelpon mertuanya untuk meminta bantuan, karena takut kehilangan jejak, dan tiba-tiba beberapa mobil suruhan kedua orang tua Ameldita ikut mengejar mobil tersebut.
Akhirnya terjadi saling mengejar, dan ada beberapa kelompok polisi dan tentara yang ikut mengejar mobil itu, rupanya kedua orang tua Ameldita yang menghubungi mereka.
"Apa yang kau mau, kenapa menculikku...?" Teriak Ameldita seraya berurai air mata, dia ketakutan.
"Diamlah, bosku menginginkan nyawamu...!" Gertak si preman itu.
"Siapa bosmu, cepat katakan...!" Ucap Ameldita.
"Diammm...jangan bicara lagi....!" Teriak laki-laki itu, dia berusaha keras menghindari beberapa tembakkan yang mengenai mobilnya. Dan ban mobilnya pun tertembak satu, hingga mobil itu oleng, Ameldita berteriak histeris.
"Tidaaakkk...tolong hentikan mobilnya, aku takut..., ka Al tolong Meldi, mama papa...!" Teriaknya seraya menangis ketakutan, dan keram diperut bawahnya kini terasa lagi, sakit bukan main, dia memejamkan matanya dan beberapa saat kemudian pandangannya kabur lalu menggelap, Ameldita tak sadarkan diri.
Mobil Alghi menghantam pinggir mobil penjahat itu, saling berdecit keras, dan tiba-tiba ada mobil Mercedes S-Class Guard, mobil mewah yang anti peluru dan hanya orang-orang miliuner yang memilikinya, keluarlah dari sana seorang laki-laki yang mengokang senjata dengan gagahnya tampa rasa takut sedikit pun, dia adalah papanya Ameldita yaitu Aldhiando Yusdirja Pranata, ternyata selain pembisnis kelas dunia, dia pun seorang tentara yang berpangkat kelas atas, tak pernah ada yang tahu kecuali kelurganya.
Alghi pun yang masih berada dimobil Ameldita, berhenti seiring mobil penjahat itu stuck disana, dia tercengang melihatnya, tidak menyangka papa mertuanya begitu gagah dan dia memiliki gelar militer tingkat tinggi. Dia pun dengan cepat keluar dari mobil menghampiri mobil penjahat itu, dia menggedor pintu mobilnya dengan keras.
"Hiii...buka pintunya...keluar...kalau tidak nyawamu akan berakhir disini..." Teriak Alghi, dia panik karena tak melihat lagi istrinya berteriak minta tolong, etah apa yang terjadi, tadi sebelum mobil mereka berhenti masih nampak sang istri meronta disana, namun kini tak terdengar lagi.
"Dor..."Dengan satu kali tembakkan papa Aldhiando membuka pintu mobil penjahat itu, dan keluarlah seorang laki-laki sekitar usia 35 tahun dari sana, namun tak bersama Ameldita.
"Dimana putri saya, cepat katakan...!" Teriak papa Aldhiando mencengkram kerah peia itu, ysng kini menciut, ketakutan disaat melihat kiri kanan depan belakang sudah dikepung oleh para pengawal dan satuan kepolisian serta para tentara.
__ADS_1