
BAB 24
Dan setelah selesai mereka sarapan, akhirnya mereka bertolak ke bandara, mereka sengaja beramai-ramai mengantarkan pengantin baru itu. Tadinya mau menggunakan jet pribadi, secara dia orang kaya gitu jadi apa sih yang tidak dia miliki?
Namun Ameldita menolaknya, dengan alasan ingin menikmati suasana pesawat umum.
"Excuse me..Sir what do you want to drink, coffee, juice or milk?" ( maaf tuan, apa yang ingin anda minum, kopi, jus atau susu?") Ucap seorang pramugari yang cantik dan seksi, seraya tersenyum ramah ke arah Alghi, sementara Ameldita setelah berbincang dengannya dia terlelap tidur mungkin kelelahan, secara Alghi begitu ganas.
Alghi pun menolehkan wajahnya ke arah pramugari itu dengan maksud ingin minum kopi saja. Namun pramugari itu seakan terkejut melihat wajah Alghi, ternyata dia adalah temannya sewaktu kuliah, dan dia pun sempat jatuh cinta pada Alghi, karena Alghi berwajah tampan dan terkenal kaya raya, dia pun bersaing dengan temannya Dina, tapi ternyata Alghi memilih Dina sebagai pacarnya, dan akhirnya Sinta mengalah walau pun sampai saat ini cinta itu masih bersemayam dihatinya.
"Al-Alghi...Alghiantara Putra Pratama kan?" Kata pramugari itu seraya menunjuknya.
Alghi masih mengingat-ingat siapa pramugari ini, karena sudah bertahun-tahun tak pernah bertemu, lagian Alghi tidak begitu peduli waktu itu, secara banyak sekali perempuan yang suka caper, bahkan mengejar-ngejarnya.
"Mmm...siapa ya? Jawab Alghi mengerutkan keningnya.
"Aku Sinta teman kuliah dulu dan juga temannya Dina." Ucap Sinta si pramugari itu.
"Oh iya...iya...aku ingat, kau jadi pramugari rupanya." Sahut Alghi setelah mengingat-ngingat masa dulu jaman kuliah.
"Iya Al, kabarnya putus ya sama Dina, kenapa Al? Dulu saja kamu nolak aku demi Dina, iya kan?" Ucap Sinta seraya menuangkan kopi yang Alghi minta, karena pesawat sedikit berguncang eh kopi kena bajunya Alghi tumpah sedikit, dan refleks Sinta pun mengusap-ngusap dada Alghi dengan tisue.
"Eh Al sorry, sorry gak sengaja..." Sahut Sinta sambil mengusap-ngusap dada Alghi yang terkena tumpahan kopi.
Alghi pun berdiri sambil mengusapnya sendiri, dan menolak untuk dibersihkan oleh Sinta, dia tak sadar kalau Ameldita memperhatikannya, dia terbangun saat mendengar suara sedikit gaduh, dan pemandangan yang dia lihat sangat tidak menyenangkan seolah Alghi menikmati sentuhan pramugari itu, etah kenapa hatinya jadi kesal dan merasa tidak rela suaminya disentuh wanita lain, meskipun itu tidak sengaja.
__ADS_1
"Is ok Sin tak apa-apa, biar nanti saya ganti baju saja." Kata Alghi, berusaha menghindari sentuhan Sinta.
"Tapi Al baju kamu jadi kotor, biar saya bersihkan ya.." Ucap Sinta merasa tidak enak hati.
"Gak apa-apa, don't worry, lanjutkan saja pekerjaanmu Sin..." Jawabnya seraya tersenyum.
"Ok thanks ya Al, nanti lain kali kita bisa ketemuan kan?"
Kata Sinta berharap bisa ketemu lagi dan ada kesempatan bersama Alghi karena dia sudah putus sama Dina, siapa tahu Alghi kali ini, mau menerima cintanya, begitu pikiran Sinta saat ini.
Setelah Sinta pergi melayani penumpang lainnya, Alghi duduk kembali dan melihat ke arah Ameldita yang ternyata dia sudah memasang headsetnya, padahal tadi dia kan sebelum tidur tidak memakainya, jangan-jangan sang istri sudah bangun dari tadi.
"Sayang sudah bangun kah? Hi..." Ucap Alghi seraya mencium kening Ameldita. Dan sang istri tidak mempedulikan sentuhan suaminya. Alghi pun meraih tangan sang istri disentuhnya dan dikecup mesra.
"Sudah kangen-kangenannya, lanjut ketemuan dimana?"
"Ada yang cemburu ni..., aku senang jika kau cemburu."
Kata Alghi seraya menautkan jari tangannya ke jari Ameldita, namun Ameldita melepasnya kasar.
"Siapa juga cemburu, ih malas..." Ucap Ameldita ketus seraya melipat tangannya didada, dan memilih memejamkan matanya kembali.
"Sayaaang jangan ngambek dong..."Sahut Alghi berusaha membujuk dan menyentuh dagu sang istri.
"Sudahlah ka, aku masih ngantuk, kalau masih mau ngobrol silahkan, tapi jangan ganggu tidurku, berisik...!" Seru Ameldita kesal dan mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Dia teman kuliahku sayang, kami tidak punya hubungan apa pun, aslinya..., please jangan marah lagi." Ucap Alghi memohon, dia tak mau kalau sampai Ameldita mendiamkannya. Namun yang diajak ngomong tak menyahutnya sama sekali.
"Sayaaang...hi..."Alghi masih berusaha membujuk sang istri yang tengah merajuk.
Setelah berjam-jam berada dipesawat akhirnya mereka sampai juga dikota Paris tempat sejuta umat berkunjung menikmati keindahan kota tersebut.
"Alhamdulillah kita sampai juga sayang." Ucap Alghi setelah sampai dihotel bintang 5 yaitu Bulgari Hotel Paris. Nampak mewah dan nyaman bagi pasangan pengantin yang sedang berbulan madu.
Namun dari tadi Ameldita nampak masih kesal, bagaimana tidak setelah turun dibandara, banyak sekali perempuan-perempuan yang sok dekat dan sok kenal alias SKSD yang menghampirinya, dan dengan senang hati dia menanggapinya dengan senyuman yang so friendly, Ameldita pun paham sih dengan keadaan suaminya yang terkenal kaya raya dan raja bisnis itu tentunya banyak orang yang mengidolakannya, namun etah kenapa sejak kejadian tadi dipesawat hatinya begitu kesal dan marah, dia pikir Alghi memang bagaikan sang cassanova, etah rasa cemburu atau apa yang dirasakannya.
"Sayang apa masih marah..., dari tadi mendiamkanku, aku minta maaf jika menyakiti hatimu, sayang tolong jangan begini..." Ucap Alghi seraya memeluknya dari belakang, dan melabuhkan dagunya diceruk leher Ameldita, yang kini Ameldita lagi berdiri didepan jendela kaca yang terbentang diluarnya kolam renang yang sangat luas, membuat hati tenang.
"Aku gak marah, cuma lagi kesal saja, kenapa aku bisa terjebak oleh seorang cassanova." Sindir Ameldita pedas.
"Siapa yang cassanova, aku hanya mencintai istriku seorang, percayalah sayang." Sahut Alghi sambil membalikkan badan sang istri supaya menghadap ke arahnya.
"Tapi buktinya, banyak sekali fansmu, aku tidak suka itu." Ucap Amedita mengerucutkan bibirnya.
"Itu hak mereka sayang, yang penting dihatiku hanya ada kamu seorang, apa kamu tahu sejak kapan ku jatuh cinta padamu?" Kata Alghi seraya mendaratkan ciumannya dibibir Ameldita yang mengerucut dan nampak menggemaskan.
"Mana aku tahu..." Seru Ameldita kesal seraya menepis ciuman sang suami.
"Aku suka kau cemburu, tandanya sudah mencintaiku, iya kan?" Berusaha memeluk sang istri kembali, walau pun sang istri berusaha menolak.
"Apa masih ingat kejadian setahun yang lalu, disaat dibandara, apa masih ingat ketika kau menyelamatkan seorang pemuda yang kena copet, kau begitu handal menghadang copet itu, iya kan?" Jelas Alghi berusaha membuat Ameldita mengingatnya.
__ADS_1
"Iya terus apa hubungangannya sama ka Al...?" Ucap Ameldita seraya mengingat-ingat kejadian setahun lalu, dia ingat tapi tidak begitu mengingat siapa laki-laki yang kena copet itu, karena ia sedang terburu-buru saat itu.