
Setelah sampai diparkiran, mereka keluar dari mobil dan disambut oleh para bawahan Bisma dengan hormat, mereka langsung menuju ruang meeting, dan tak berselang lama datang Bisma bersama Josep, hingga membuat Alghi heran dan bertanya-tanya, kemana Missya mengapa tak jadi ikut meeting.
Sementara Missya diruangan itu, menatap layar laptopnya, ya tadi Bisma melarangnya untuk ikut meeting dengan alasan takut dia terlalu lelah, jadi disuruh nunggu dan memeriksa beberapa file, dia pun menoleh ke meja Bisma, ternyata ada file yang tertinggal untuk meeting hari ini.
"Ih bos sama asisten sama aja selalu pelupa, memang cocok kalian ini..., haduuuh kenapa sih gak ngangkat telpon?" Gerutu Missya, mencoba memanggil kontak sang kakak dan Josep, maksudnya biar mereka ambil, namun tak ada yang diangkat, terpaksa dia harus mengantarkannya.
Dengan senang hati dia punya kesempatan untuk bertemu Alghi, walau pun hanya memandangnya sesaat.
Dia pun segera melangkahkan kakinya menuju ruang meeting, dengan maksud mengantarkan file tersebut.
Dan pintu ruang meeting pun dia ketuk beberapa kali, lalu dia masuk, semua orang menoleh ke arahnya dan tersenyum ramah, sementara Bisma sedikit nampak kesal melihat Missya datang, sedangkan Alghi tersenyun bahagia dia pikir ikut meeting, lain lagi dengan Anton matanya melotot mulutnya menganga dalam mood yang benar-benar shock berat, melihat kehadiran wanita hamil itu, wajahnya mirip dengan Ameldita istrinya bos Alghi yang dinyatakan meninggal setelah sebulan pencarian disungai itu.
"Non Ameldita?" Gumannya namun masih terdengar sama Alghi.
"Kak ini filenya tertinggal, kenapa kalian tak mengangkat telpon?" Ucap Missya seraya memberikan file itu.
"Sorry Missya sayang..., telponnya disilent, dan kau Josep kenapa tak mengangkat telpon, kasian kan Missya jadi yang mengantarkan...!" Ucap Bisma.
"Sorry tuan telpon saya tertinggal." Kata Josep.
"Haduh, lain kali jangan seperti ini lagi, paham...!" Ucap Bisma kesal, jadinya kan Alghi dan Missya bertemu lagi.
"Thank you adikku sayang..., sekarang istirahatlah jangan maksain bekerja, pasti lelah kan?" Kata Bisma menatap wajah Missya.
"Oke kak, ku pergi dulu, semoga lancar meetingnya..." Ucap Missya tersenyum, dia sedikit grogi karena dari tadi Alghi menatapnya dalam, begitu dengan Anton yang masih dalam mood shock.
Tatapan Alghi dan Missya bertemu, dan hati mereka semakin berdebar-debar terpesona dengan senyuman dan wajah masing-masing, sungguh saling tertarik satu sama lain bagaikan ABG yang pertama jatuh cinta.
__ADS_1
"Baiklah meeting dimulai...!" Ucap Bisma membuyarkan lamunan keduanya, Missya dengan cepat pergi keluar sambil memegang dadanya, sementara Alghi fokus menatap layar didepan.
Dan meeting pun berjalan lancar, setelah selesai semua orang meninggalkan ruangan tersebut.
"Tuan Bisma apa saya boleh menemui adik anda sebentar." Ucap Alghi ketika mau keluar ruangan.
"Sorry tuan Alghi, dia lagi istirahat kasian, tolong jangan menggangunya dulu, mungkin dilain waktu saja." Kata Bisma berusaha untuk tidak mengizinkan Alghi menemui Missya.
"Oke tuan Bisma, tapi jangan lupa apa yang ku katakan kemarin, aku serius terhadapnya..." Sahut Alghi lagi.
"Baiklah, semoga adik dan nenekku setuju, karena jujur saya belum membicarakannya dengan mereka." Kata Bisma.
"Oke ditunggu kabar baiknya, sampai jumpa dilain waktu..." Ucap Alghi.
"Oke Bye..." Ujar Bisma kemudian dia berjalan menuju ruangannya.
"Bos cantik juga Missya itu, sama seperti istri bos." Kata Anton seraya mengemudikan mobilnya.
"Jangan kau banding-bandingkan dia Totooon..." Bentak Alghi, dia tak mau Missya dibandingkan dengan istrinya, yang tak pernah diingatnya.
"Bukan membandingkannya Bos, tapi saya benar-benar shock melihat Missya sama persis dengan istri anda." Ucap Anton tetap dalam pendapatnya.
"Benarkah, bisa kau lihatkan photo istriku, karena kedua orang tuaku menghapus semua photo tentangnya, jadi aku tak bisa melihatnya." Kata Alghi, ya semua photo yang menyangkut dengan istrinya dihapus oleh kedua orang tua Alghi, bahkan diakun sosmed pun dihilangkannya, tapi semua itu dilakukan mereka, karena tak ingin anaknya terus hidup dalam keterpurukan, karena Alghi begitu dalam mencintai istrinya.
"Iya tuan sama percis, tar ku cari dulu, mana tahu masih ada yang nyangkut di galeriku, tunggu sampai dirumah ya..." Ucap Anton.
"Saya bilang sekarang Tooon..., cepat cari dan kirimkan ke handphoneku!" Kata Alghi dia tak sabar ingin melihat photo istrinya.
__ADS_1
"Oke tuan kita berhenti dulu sebentar kepinggir." Ujar Anton, dia tak mau ambil resiko ditengah jalan.
"Iya cepetannn...!" Kata Alghi memaksa.
Mobil pun parkir dulu dipinggir jalan, Anton meraih handphonenya, lalu membuka galeri dengan teliti, dan Alhamdulillah dia menemukannya satu, photo Alghi dan Ameldita yang posisinya Ameldita memeluk pundak Alghi dari belakang, Anton masih ingat waktu itu dia ambil photonya ketika mereka berada dikantor.
"Nah bos ada satu, sudah ku kirimkan lewat WattsApp..." Ucap Anton.
"Oke thanks..." Alghi pun langsung membuka WatsAppnya dan betapa terkejutnya dia, ternyata benar Missya sama percis dengan istrinya, dia berusaha mengingat masa lalunya namun hanya bayangan saja yang terlintas dikepalanya.
"Bagaimana bos...apa sekarang percaya?" Tanya Anton, karena dari tadi bosnya terdiam.
"Arghhhhh..." Alghi meremas kepalanya yang terasa sakit.
"Bos, apa sakit lagi kepalanya? Jangan paksakan diri untuk mengingat sesuatu bos, tenangkan pikiran anda, itu berbahaya." Ucap Anton menghampiri Alghi lalu memberikan obatnya.
"Aku ingin mengingat semuanya Ton, tapi setiap kali aku berusaha maka rasa sakit dikepalaku menyerang tiba-tiba, aku harus bagaimana coba? Ton apa aku sangat mencintai istriku?" Kata Alghi setelah minum obatnya.
"Banget, banget bos, anda benar-benar sangat mencintai non Ameldita..." Kata Anton, kasian juga melihat kondisi bosnya.
"Jadi namanya Ameldita, aku bahkan tak mengingatnya ." Ucap Alghi sedih.
"Iya bos Ameldita Pranata, sudahlah itu masa lalu, sekarang fokus pada masa depan bos." Kata Anton, lalu dia kembali mengemudikan mobilnya.
"Bisakah kau menceritakan bagaimana istriku meninggal, dan dimana kuburannya, kenapa mama sama papa tak pernah membawaku kesana? Tanya Alghi dengan wajah sedih.
"Semua demi kebaikan anda bos, makanya mereka menutupi semuanya, semua orang berduka saat itu, karena istri anda harapan semua keluarga, nanti saya akan menceritakan bagaimana kejadiannya, sekarang kita pulang dan beristirahatlah." Kata Anton tak tega melihat keadaan tuannya.
__ADS_1
Hari sudah menunjukkan pukul sembilan malam, namun Alghi belum bisa memejamkan matanya, setelah tadi sempat menelpon Missya, dia pergi ke balkon menikmati sejuknya angin malam, dia gelisah memikirkan kanapa dia jatuh cinta lagi pada wanita lain, padahal kata Anton dia sangat mencintai istrinya, apakah karena dia memiliki wajah yang sama, tapi sebelumnya Alghi lupa bagaimana wajah sang istri, kalau saja tadi Anton tak mengirimkan photonya.