TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 45


__ADS_3

Hati Ameldita memanas dan sedikit tak rela jika suaminya terus ngobrol dengan Carolin yang jelas-jelas punya perasaan terhadap suaminya, dia pun langsung masuk dan menghampiri sang suami.


"Assalamualaikum..." Kata Ameldita seraya mencium punggung tangan sang suami.


"Waalaikum salam sayang..." Kata Alghi mencium kening istrinya.


"Ada tamu rupanya, Hallo apa kabar?" Kata Ameldita menyapa Carolin dengan ramah, tak ingin dia nampak cemburu dimata orang, sebisa mungkin bersikap semestinya.


"Hi I'm fine...tidak menyangka kau jadi istrinya Alghi, dan kau sangat beruntung karena bisa memilikinya, selamat ya semoga bahagia selalu..." Ucap Carolin.


"Amiiin yra...thanks do'anya..." Kata Ameldita.


"Sayang membawa apa itu...?" Kata Alghi menoleh ke arang kotak yang dibawa istrinya.


"Ini makan siang kita sayang..." Kata Ameldita menatap wajah tampan suaminya, dia sengaja memanggil suaminya kebih mesra, ingin menunjukkan kalau mereka sangat bahagia.


"Ok kalau begitu ayo kita makan ku sudah lapar ni..." Kata Alghi meraih tangan Ameldita.


"Oke Al kalau begitu aku pamit dulu, sampai berjumpa dilain waktu." Kata Carolin bangkit dari duduknya, dia tidak tahan kalau harus menyaksikan kemesraan mereka.


"Oh Oke, ku harap kau segera menggandeng seseorang yang bisa membuatmu bahagia." Kata Alghi.


"Ya ku harap begitu Al, bye..." Kata Carolin seraya pergi meninggalkan ruangan itu.


"Kau begitu cantik, aku semakin cinta sayang..." Kata Alghi mendudukan Ameldita dipangkuannya.


"Tapi kak Al selalu membuatku kesal, diam-diam dibelakangku ketemuan sama cewe lain..!" Kata Ameldita cemberut.


Cup Alghi mendaratkan ciumannya dibibir sang istri,

__ADS_1


"Tadi dia datang kesini setelah meeting, biasa dia orangnya kan seperti itu..." Kata Alghi.


"Dan kak Al menikmatinya, menerima dia dengan senang hati, iya kan? Mentang-mentang gak ada istri, nyebelin...!" Kata Ameldita turun dari pangkuan suaminya, namun Alghi menarik dan memeluk pinggang rampingnya.


"Aku mohon percayalah, jangan seperti ini sayang...aku tak mau kita bertengkar lagi, aku hanya mencintaimu seorang." Kata Alghi mengecup rambut bagian belakangnya yang harum menyeruak ke bagian hidung.


"Tapi kak Alnya nyebelin terus, aku tak suka...!" Gerutu Ameldita, berusaha melepas tangan yang melingkar diperutnya yang rata.


"So sorry sayang...sorry...please...mari kita makan siang dulu, sudah lapar ni..." Kata Alghi mengeratkan pelukkannya.


"Kak tapi dia tidak menyentuh ka Al lagi kan? Aku jijik kalau ada bekas cewe lain yang menempel ditubuhmu..."Ucap Ameldita memegang tangan Alghi yang masih memeluknya.


"Tidak sama sekali sayang, aku menghindari kontak fisik dengan lawan jenis yang bukan muhrim, kalau tidak percaya boleh cek cctv." Kata Alghi serius, istrinya ini benar-benar pencemburu, nasib jadi orang ganteng, percaya diri he he.


"Benarkah? Yakin tak ada yang tersentuh olehnya." Kata Ameldita membalikkan badannya jadi menghadap Alghi.


"Benar sayang, tangan ini hanya untuk menyentuhmu..." Cup Alghi mencium keningnya lagi.


"Tapi kalau satu macam boleh ya..." Kata Alghi mengendus leher sang istri.


"Kak kau ini...aku lapar, kita makan dulu..." Ucap Ameldita memukul-mukul dada sang suami.


"Oke sayang...apa yang kau bawa untuk makan siang? Kata Alghi menghentikan aksinya, lalu mereka duduk disofa dan mulai acara makan siangnya.


"Ini makanan kesukaan kak Al, spaghetti bolognese sama chicken crispy, pasti nyaman kak..." Ucap Ameldita membuka kotak makan siangnya.


"Wowww...terimakasih istriku tersayang..." Kata Alghi kembali mendaratkan ciumannya dipipi sang istri.


Dan mereka pun makan bersama, sesekali mereka saling menyuapi, terlihat sangat romantis, setelah selesai makan siang mereka beristirahat. Tentunya tak melewatkan kegiatan panasnya, Alghi tak dapat tidur kalau belum melakukan aktivitas suami istrinya.

__ADS_1


Alghi harus secapatnya menyelesaikan pekerjaan sebelum waktunya pulang, dia berjanji akan mengajak jalan-jalan istrinya ke mall one city, dia merasa jenuh sudah lama sekali mereka tak jalan-jalan.


"Sayang kau boleh belanja apa pun yang kau mau ni..." Kata Alghi memberikan black card pada istrinya.


"Beneran ka...thanks you so much..." Ucap Ameldita memberi kecupan dipipi sang suami.


"Sama-sama sayang..." Kata Alghi, seperti biasa dia menunjuk pipi sebelahnya untuk dicium lagi.


Mereka pun menginjakkan kakinya di mall itu, berjalan saling bergandengan, sesekali mereka tertawa bahagia, Alghi tadinya mau mengosongkan seluruh mall dari para pengunjung biar leluasa untuk istrinya bershoping tanpa ada gangguan, namun Ameldita menolaknya karena dia ingin menikmati suasana normal seperti orang lain.


"Kak lihat sepatu baby ini, so cute..." Kata Ameldita mengambil sepatu bayi yang mungil, namun dia nampak bersedih, dia teringat ketika ke guguran dan kehilangan calon anaknya.


"So cute sayang, tapi jangan bersedih kita kesini untuk bersenang-senang kan? Kata Alghi menatap mata istrinya yang mulai berkaca-kaca.


"Kalau saja dia masih disini kak, pasti ku akan membelikan barang-barang yang lucu ini..." Sahut Ameldita mengusap-ngusap perutnya yang rata lalu di menyimpan kembali sepatu bayi itu.


"Sabar sayang, kita masih banyak kesempatan untuk mendapatkan baby kembali, makanya kita harus rajin membuatnya tiap hari." Kata Alghi mengusap air mata Ameldita.


"Kak...kau ini, itu namanya kemesuman kak Al makin meningkat, enak saja tiap hari..." Kata Ameldita mencubit perut suaminya.


"Awww...mesum tapi kau suka kan?" Kata Alghi mengerlingkan matanya sambil memegang perut yang dicubit Ameldita.


"Kak jangan menggodaku, aku lagi bersedih tahu..." Ameldita mencabikkan bibirnya.


"Iya sayang aku mengerti, jangan berlarut dalam kesedihan, semoga cepat hadir kembali disini, tersenyumlah..." Kata Alghi mencubit pipi istrinya lalu mengusap perut rata itu.


"Kak ku mau ke toilet sebentar ya..." Kata Ameldita seraya berlari ke arah toilet yang jauh posisinya dari sana.


Dan ketika keluar dari toilet Ameldita hampir saja terpeleset, kalau saja tidak ada seseorang yang menahan tubuhnya.

__ADS_1


"Aduhhh...awww..." Teriak Ameldita.


__ADS_2