
ĺ"Sudah tuan sepertinya anda terlalu cape jadi ngomongmu sudah melantur kemana-mana, lebih baik istirahatlah." Balas Missya, dia tak menganggap chat itu serius, walau pun tak dipungkiri hatinya sangat berbunga-bunga, namun tak berharap lebih karena menyadari siapa dirinya.
"Tak apa-apa jika kau tak percaya, tapi lihat saja akan ku buktikan, istirahatlah...kalau ada apa-apa hubungin aku ya, jangan sungkan." Balas Alghi.
"Ok...jangan bercanda terus nanti ke bawa mimpi🤣." Balas Missya.
"Have a nice dream ( semoga bermimpi indah), bye😘. Balas Alghi.
"Thanks, bye..." Balas Missya.
Missya menarik selimut menggulung tubuh dengan selimutnya, ada rasa bahagia dalam jiwanya, hingga dia bisa terlelap.
Pagi sekali Missya sudah terbangun, setelah menjalankan sembahyangnya, dia keluar rumah untuk sedikit berolah raga dengan jalan kaki mengelilingi jalan komplek elit nan mewah disana dan hanya orang-orang kelas atas yang memilikinya.
"Ahhh...segar sekali udara pagi ini." Missya menarik nafas dan mengeluarkannya, merentangkan kedua tangannya dan tanpa disengaja mrngenai oyrang disamping kanannya.
"Eh...aduh so sorry, sorry...tak sengaja...!" Ucap Missya seraya menengok ke arah kanan, dan betapa terkejutnya dia, ternyata orang tersebut adalah Alghi.
"Kurang keras nona Missyaaa...! Seru Alghi sambil menggisik matanya yang terkena tangan Missya.
"Tuan Alghi...?" Kata Missya terperangah dalam mood shock, sambil menutup mulutnya.
"Ya seperti yang kau lihat nona...!" Seru Alghi lagi.
"Ke-kenapa tuan ada disini, apakah mengikutiku?" Tanya Missya heran seraya mengelus perutnya, karena sang jabang bayi tiba-tiba bergerak-gerak lagi.
"Kalau iya kenapa, keberatan?" Jawab Alghi menatap Missya yang dengan cantiknya memakai kaos oblong besar, serta memakai leging, dengan perut membesar, sungguh sangat menggemaskan.
"Mmm...tentu saja keberatan, kenapa harus menguntitku?" Bohongnya, padahal hati kecil Missya sangat bahagia, benar-benar membuat hatinya senang bisa bertemu lagi dipagi hari, apa lagi melihat Alghi memakai setelan baju jogingnya yang pas body, sungguh sangat tampan dan semakin macho, menggetarkan jiwanya saat memandang betapa sempurnanya ciptaan Tuhan itu.
__ADS_1
"Tapi aku suka membuatmu merasa keberatan he he...sebenarnya ku sengaja tiap jam segini suka keliling komplek, karena udaranya sejuk dan nyaman." Kata Alghi sambil menggerak-gerakkan kedua tangannya ke kiri dan ke kanan.
"Jadi anda juga tinggal dikomplek ini?" Tanya Missya lagi.
"Ya ini salah satu rumahku, yang paling dekat dengan kantor." Jawab Alghi.
"Kenapa kau sendirian berjalan kaki, apa kakakmu itu masih tidur?" Kata Alghi lagi.
"Tidak juga, dia sudah bangun, cuma aku tak mau merepotkanya." Ucap Missya.
"Benarkah, bukankah itu berbahaya berjalan seorang diri?" Kata Alghi.
"Shshsh....awww..." Missya meringis memegang perut bawahnya, selalu terasa begini kalau lagi ngobrol sama Alghi, seakan kedua baby itu ingin mendapat sentuhan darinya.
Dan refleks Alghi menghampirinya, lalu membawa Missya untuk duduk dikursi taman yang berada dikomplek tersebut, tangannya tanpa pemisi mengelus perut Missya perlahan.
"Apa terasa sakit lagi perutnya? Hi...baby-baby jangan buat moomymu kesakitan, bermain dengan perlahan, oke..." Ucap Alghi berbicara pada perut Missya lalu tanpa ragu dia mencium perut itu sambil terus mengelusnya, hingga rasa keram pun hilang seketika.
"Ahhh...,kenapa aku tak bisa mengingat semuanya, Ya Alloh..." Kata Missya mengusap wajahnya kasar.
"Hi...tenangkan dirimu, jangan dipaksakan untuk mengingat semuanya, biarkan itu berjalan sesuai alurnya, aku pun sama sepertimu..., apa perutnya masih sakit?" Ucap Alghi menatap wajah Missya.
"Sudah tidak lagi...terimakasih, boleh aku memelukmu sebentar saja." Kata Missya sedikit ragu dan malu, tapi etah kenapa dia memang menginginkannya, dan tak peduli walau disebut bermuka tebal.
Alghi pun langsung memeluknya dengan senang hati, seakan mendapat angin segar, dia merasa bahagia.
"Kemarilah...dengan senang hati nona..." Ucapnya seraya mengelus kepala Missya yang rambutnya dikucir kuda, dan tampa sengaja Alghi menyentuh bagian dada yang nampak membesar, maksud mau mengelus pundaknya, namun karena posisi duduk dikursi jadi terkena.
"Eh sorry tak sengaja Missya..." Sahutnya lagi.
__ADS_1
Tanpa menjawab malah Missya merasakan debaran yang bertalu-talu didadanya, dia menghirup aroma dada Alghi, begitu nyaman rasanya, terasa tenang seolah dia sering merasakannya.
"Sorry aku merepotkanmu tuan..." Missya menengadah menatap wajah Alghi yang juga memejamkan matanya seolah meresapi apa yang dia rasakan dalam jiwanya. Berusaha untuk mengingat masa silam yang terlupakan.
"Is oke Missya, aku senang menemanimu, aku ingin menjagamu, terimalah lamaranku...!" Kata Alghi.
Dan Missya langsung menjauhkan diri dari pelukkan Alghi, dia masih tak percaya kalau Alghi serius berniat menikahinya, sambil berbicara: "Tuan jangan membual!"
"Siapa yang membual, sudah ku katakan aku sangat serius, nomor berapa rumahmu? Aku mau kesana, kalau tidak ku antar pulang sekarang." Ucap Alghi menatap wajah cantik itu.
"Aku bingung dengan cara berpikirmu tuan, kenapa begitu cepat melabuhkan hatimu dengan wanita lain, apa dihatimu tidak ada istrimu, ya walau pun sudah tiada?" Kata Missya, karena takut menjalani rumah tangga yang dibayang-bayangin oleh masa lalu, yang nantinya malah menderita.
"Sudah ku bilang aku tak ingat apa pun Miss tentang masa laluku, tapi tidak apa-apa aku ingin menata ulang hidupku dari awal lagi, dan aku hanya ingin memulainya denganmu." Ucap Alghi, seraya menyentuh kedua tangan Missya.
"Apa anda yakin tuan? Sebaiknya dipikirkan kembali, jangan sampai menyesal diakhir kemudian, karena yang bersifat terburu-buru adalah perbuatan setan." Kata Missya.
"I know Missya ( saya tahu Missya), tapi feelingku tak pernah meleset, aku yakin 100 persen, kau adalah masa depanku." Ucap Alghi sungguh-sungguh.
"Aku, aku, aku bingung harus berkata apa? Melihat kondisiku yang seperti ini." Kata Missya bersedih, disatu sisi dia merasa bahagia dengan niat Alghi untuk menikahinya, tapi disisi lain dia sedang hamil dan takut suaminya suatu saat mencari.
"Jangan berkata apa pun, cukup jalani dan nikmati apa yang ditakdirkan oleh Alloh, dan aku yakin dengan sepenuh hati bahwa kaulah jodohku." Sahut Alghi.
"Eh sudah pukul setengah tujuh lagi tuan, aku harus siap-siap bekerja, jadi nanti kita sambung lagi pembicaraannya ya, terimakasih sudah menemaniku." Ucap Missya berdiri, dan menguelus perutnya lagi.
"Baiklah..., besok kita jalan kaki lagi ya..., Biarkan ku mengantarmu, ayo...!" Ucap Alghi meraih tangan Missya seraya tersenyum.
"Mmm...oke..." Kata Missya tersenyum juga hingga membuat hati Alghi semakin berdebar melihat senyuman indah itu.
Mereka pun berjalan lagi, menuju rumah neneknya Missya, hanya lima menit sudah sampai dihalaman rumah mewah itu. Nampak pak satpam membukakan pintu gerbang dengan tersenyum seraya membungkukkan badan sopan, Mereka berdua pun memasuki rumah, Alghi memaksa ingin masuk karena ingin memastikan Missya sampai dengan aman dan selamat.
__ADS_1
Diruang keluarga sudah ada sang nenek sedang duduk dan menonton ceramah subuhnya, dan dia tersenyum menyambut kedatangan Missya, namun dia menatap heran ke arah Alghi yang mungkin baru dilihatnya.