TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 41


__ADS_3

"Oh Oke...ayo sayang nanti kita lanjutkan..." Kata Alghi tak malu-malu seraya mengecup kening istrinya, sementara Ameldita merasa malu bukan main, ketahuan lagi mesra-mesraan dikantor, ya walau pun perusahaan milik suaminya sendiri.


Dan mereka pun pergi sama-sama ke ruang meeting, hampir dua jam meeting, Ameldita sudah mulai jenuh namun ia paksakan, ia tak ingin membuat suaminya khawatir.


"Awww...!" Teriakan kecil Ameldita disaat high heelsnya Susan menginjak kakinya dan seperti disengaja, sakit bukan main karena high heelsnya Susan sangat tajam dan mungkin kakinya terluka, namun sedikit ditahan takut terdengar orang-orang disana, dia hanya meringis dan menatap Susan yang wajahnya nampak datar, dan sedikit tersenyum sinis.


Beberapa menit kemudian meeting pun berakhir, semua orang masuk keruangannya masing-masing.


"Alhamdulillah selesai juga meetingnya, apa kau boring sayang...?" Kata Alghi menatap wajah cantik sang istri.


"Gak juga kak..., biasa saja..." Ucap Ameldita.


"Oke kita makan siang dimana sayang? Kata Alghi seraya berjalan keluar dari ruangan tersebut.


"Aduuuhhh...awww..." Ameldita meringis dan berjongkok memegang punggung kaki yang terhalang high heelsnya.


"Ada apa sayang? Apa kakimu sakit?" Ucap Alghi khawatir, seraya ikut berjongkok dan meraih kaki Ameldita, lalu dia membuka high heelsnya, dan betapa terkejutnya dia, disaat kaki istrinya terluka dan berdarah.


"Sayang ibu jari kakimu terluka, kenapa bisa begini?" Alghi langsung menggendong sang istri ala bridal style menuju ke ruangan kerjanya, lalu mendudukkan Ameldita disofa.


"Gak apa-apa kak, lukanya sedikit...don't worry..." Kata Ameldita berusaha menahan rasa sskit dan perih.


"Antooon...bawa kotak P3K..., cepat...!" Teriak Alghi panik.

__ADS_1


"Siap bos...Ya Alloh kenapa kakimu non?" Kata Anton.


Dia teringat tadi pas diruang meeting Susan menginjak kaki Ameldita, dikiranya gak separah ini, ternyata si Susan menginjaknya disengaja.


"Gak apa-apa cuma sedikit terluka om." Kata Ameldita.


"Sayang mari diobati dulu lukanya, ya Alloh ini dalam sayang, kalau tidak bawa kedokter ya takut infeksi." Ucap Alghi, sambil membersihkan darahnya dengan alkohol.


"Awww...pelan-pelan kak, ini perih sekali..." Ameldita menitikkan air mata yang sedari tadi ditahannya, dia memang sedikit cengeng dan mellow, mudah sekali menangis, maklum anak manja.


"Iya...iya...perlahan..." Alghi meniup-niup kaki Ameldita.


Dan selesai sudah lukanya diberi obat lalu dikasih plester. Kemudian Alghi mengusap air mata Ameldita yang terus mengalir membasahi pipi mulusnya.


"Sayang kenapa kakimu ini, kesandung apa sampai terluka?" Selidik Alghi penasaran, seingat dia tadi Ameldita duduk disampingnya, kemudian sesekali berdiri, lalu kenapa kakinya bisa terluka?


Tadinya Ameldita tak mau mengatakan yang sebenarnya, takut Aghi marah terhadap sekretarisnya. Eh malah Anton mengatakan yang sebenarnya.


"Sayang kenapa tidak jujur saja, aku khawatir, berani dia melukaimu, maka aku akan memecatnya...!" Kata Alghi geram, lalu dia memeluk istrinya.


"Kak jangan lakukakan itu, mungkin dia tidak sengaja, please..." Kata Ameldita memohon, tak tega kalau harus memecatnya, kasian dia akan kehilangan pekerjaan yang sudah lama digelutinya, walau pun sepertinya Susan tidak mentukai dirinya.


"Semua yang menyangkut dirimu adalah urusanku sayang, jangan dipikirkan setelah makan siang kita istirahat ya..." Kata Alghi, dan mereka akhirnya makan disitu yang tadinya mau makan diluar tak jadi karena kaki Ameldita sakit, Alghi tak mau ambil resiko, takut terjadi apa-apa dengan istri tercintanya.

__ADS_1


Setelah Ameldita terlelap tidur didada Alghi. Dia membawanya ke kamar untuk beristirahat, mengelus rambutnya lalu mengecup keningnya penuh kasih sayang.


"Maafkan sayang kali ini sudah gagal lagi menjaga dirimu, kakimu terluka, aku benar-benar tak berguna, didepan mata pun membiarkan istrinya terluka..." Sesal Alghi merutuki dirinya sendiri.


"Bos ini rekaman cctv diruang meeting tadi..." Kata Banyu.


"Oke..." Alghi pun meneliti apa yang terjadi diruangan itu, selama dia fokus dalam pembahasan proyek dengan klaennya.


"Brengsekkkk beraninya dia, aku memelihara seekor singa ternyata, panggil dia ke ruangan khusus interogasi...!" Teriak Alghi menggebrak meja.


Bagaimana tidak emosi di sana nampak jelas Susan sengaja menginjak kaki Ameldita dengan sekuat tenaga dan selama beberapa menit, kalau tidak sengaja berarti tak kan ditekan dalam waktu lama kan.


"Benar-benar keterlaluan, aku tak menyangka dia berhati busuk." Ucap Anton ikut geram.


"Anton...bereskan kutu busuk itu, kenapa dia membenci istriku?" Kata Alghi bertanya-tanya, padahal dia pikir selama ini si Susan itu tak banyak berulah hanya saja penampilannya yang over.


"Patah hati juga kali bos, hingga dia membenci non Meldi." Ucap Anton.


"Berarti dia ingin mengakhiri hidupnya, singkirkan dia, jangan biarkan dia muncul lagi didepanku..." Kata Alghi serius.


"Siap bos...laksanakan..., dan jangan lupa ada meeting lagi dengan klaen kita dari Jepang pukul 2 bos!" Ucap Anton.


"Oke..." Kata Alghi singkat.

__ADS_1


Hari sudah menunjukkan pukul 2 lebih, berarti suaminya sudah meeting kembali, tapi Ameldita baru bangun dari tidur siangnya. Dia menggisik matanya, lalu berjalan ke luar dari ruang istitahat itu, dia duduk dikursi kerja suaminya, dan tetnyata handphone suaminya tertinggal disana.


Hanphone itu menyala, tandanya ada pemberitahuan atau chat yang masuk, Ameldita penasaran lalu membuka handphone itu, tapi harus memasukkan password atau scan wajah, dia mencoba iseng-iseng memasukkan tanggal lahirnya, karena menurut para pakar cinta, orang yang sangat mencintai kita, maka salah satunya akan menggunakan kode password tanggal lahir orang yang dicintainya.


__ADS_2