
"Benarkah? Terus apa kau menyukai Alghi?" Tanya Bisma menatap wajah Missya.
"Mmm...iya...dia baik kok kak..." Kata Missya jujur.
Deg jantung Bisma seakan terlepas dari tempatnya, ada rasa sakit yang menusuk disana, dia berusaha tenang dan meredamnya, tak ingin nampak buruk didepan Missya.
"Lalu apa yang dia katakan?" Tanya Bisma penuh selidik.
"Dia mengatakan bahwa dia mencintaiku, dan ingin menikahiku." Jawab Missya jujur.
"Sialan si Alghi ni, beraninya dia mendahuluiku." Gerutu Bisma dalam hatinya, dia mengepalkan kedua tangan serta mengeraskan rahangnya.
"Apa kau percaya dengan orang yang baru dikenal?" Kata Bisma berdecak.
"Etah kenapa aku merasa percaya padanya, tapi apa kakak tahu dimana suamiku?" Tanya Missya menoleh ke arah Bisma.
"Dia sudah membuangmu, jangan dipikirkan..., dan untuk lamaran Alghi, saya tidak setuju paham, dia orang asing bagi kita, harus waspada, mulai sekarang jauhi dia, ku harap kau mengerti, semua demi kebaikkanmu!" Ucap Bisma panjang kali lebar, seraya mendengus kesal.
"Kak tapi ku merasa sudah lama mengenalnya, makanya ku nyaman berada didekatnya..." Kata Missya tetap menatap wajah masam Bisma.
"Saya tidak akan mengulangi kata-kata tadi, jadi cukup patuhi saja, jangan membantah...!" Ucap Bisma tegas.
"Kak...mengapa begitu?" Kata Missya cemberut dan melipat kedua tangan dibawah dadanya.
Mereka diam membisu dengan pikiran masing-masing hingga mobil itu sampai diparkiran, Bisma langsung keluar tanpa menoleh ke arah Missya, dan Missya pun hanta bisa menarik nafas dalam-dalam, bingung dengan sikap kakaknya ini, dia pun turun perlahan, namun baru saja dia mau melangkahkan kakinya, tiba-tiba Bisma balik lagi dan seperti biasa meraih tangan Missya untuk membantunya turun dari mobil, kalau biasanya melakukan hal itu dengan penuh canda tawa tapi kini dengan raut wajah yang datar.
Bisma mendudukkan diri dikursi kerjanya, dia langsung menyibukkan diri dengan memeriksa e-mail masuk. Begitu pun dengan Missya, dia membuka laptop dan mulai bekerja. Hingga membuat Josep bingung dengan sikap mereka jadi aneh yang biasanya ruangan itu hidup ada celotehan diantara mereka, kini sepi bagai kuburan.
Missya membuka handphonenya disaat iatirahat tiba, ada beberapa panggilan dan chat masuk, salah satunya dari Alghi.
"Apa kabar? Apa sudah makan? Serius banget kerjanya hingga tak ada waktu buat mengangkat telpon." Kata Alghi.
__ADS_1
"So sorry tadi ada beberapa pekerjaan yang harus dikerjakan dengan serius, ku baru beres makan dan mau istitahat." Balas Missya.
"Oh oke selamat beristirahat sampai jumpa dimeeting nanti😘" Balas Alghi.
"Ok bye..." Balas Missya, merebahkan tubuhnya dikasur, tapi dia spontan memijit nomor kontak Alghi, etah kenapa dia ingin mendengar suaranya.
"Ha-halooo...!" Ucapnya pelan namun Alghi mendengarnya disebrang sana.
"Halooo..., halooo...Missyaaa..." Tanya Alghi, namun tak ada jawaban.
"Missya ada apa? Kenapa tak menjawab? Kalau tidak menjawab juga ku kesana sekarang ni..." Kata Alghi khawatir.
"Mmm...tidak apa-apa, hanya kepijit saja, so sorry mengganggu istirahat anda tuan Alghi." Bohong Missya, dia gengsi kalau ketahuan ingin mendengar suara Alghi.
"Oh benarkah? Is oke tak apa-apa, apa menginginkan sesuatu, nanti saya bawa sekalian?" Tanya Alghi menunjukkan rasa perhatiannya, karena menurut google, kadang-kadang orang hamil banyak maunya, dan diatas namakan sang baby.
"No thanks tuan..." Kata Missya.
"Serius ni, jangan sungkan..." Ucap Alghi.
"Oke bye..." Ucap Alghi tersenyum bahagia.
Anton menatap wajah tuannya yang terlihat sangat berbeda dari hari-hari yang lalu, nampak sangat bahagia dan bisa tersenyum lagi. Ya Anton baru datang tadi pagi dari Brunei, disuruh papa Alghi untuk mengawalnya kemana pun seperti biasa, papa Ghian sangat khawatir berlama-lama membiarkan putranya sendiri di Swis, meskipun disana banyak sanak-saudara dan para sahabatnya.
"Bos apakah dia wanita yang ingin kau selidiki? Wanita itukah kekasihmu?" Tanya Anton penasaran.
"Kepomu tak pernah berhenti Ton, iya dia orangnya, aku merasa semangat hidup setelah bertemu dengannya." Kata Alghi jujur.
"Alhamdulillah, semoga bos bisa kembali bahagia." Ucap Anton tersenyum.
"Ayo kita berangkat, jangan sampai kita telat datang." Kata Alghi bersemangat dengan wajah yang berseri-seri.
__ADS_1
"Oke bos..., semangat meeting atau semangat bertemu wanita itu, siapa namanya?" Goda Anton, sudah berbulan-bulan tak pernah bercanda dengan bosnya, karena kondisi Alghi yang berubah drastis sejak tragedi rumah tangganya yang sangat berat.
"Dua-duanya Totooon, dia Missya wanita yang sangat cantik, etah kenapa ku langsung jatuh cinta padanya, meskipun dia sedang berbadan dua." Kata Alghi sambil berjalan menuju mobilnya.
"What...??? Maksud bos dia, dia, dia sedang hamil...?" Anton benar-benar terkejut mendengarnya.
"Ya dia sedang hamil dan dua atau tiga minggu lagi dia akan melahirkan, jadi saat itu pula aku akan menikahinya." Ucap Alghi seraya mendudukan tubuhnya dijok mobil.
"Kok bisa-bisanya bos jatuh cinta sama orang yang hamil, apa dia seorang janda?" Tanya Anton lagi.
"Bukan janda, tapi dia hilang ingatan sama sepertiku, dan etah kenapa suaminya tak berusaha mencarinya, seakan dibuang begitu saja, kasian kan, hati ini benar-benar terasa sakit melihat keadaannya." Kata Alghi memegang dadanya.
"Oh my God..., bos apa sudah tahu bagaimana kejadiannya dia bisa hilang ingatan?" Tanya Anton seraya menjalankan mobilnya menuju perusahaan Bisma.
"Justru itu aku belum tahu, kakaknya merahasiakan semua tentang dia, tapi sebentar lagi aku mengetahuinya, karena papa sudah menempatkan mata-mata dirumah Bisma untuk menyelidiki semuanya." Jelas Alghi penuh harapan.
"Bagus itu, semoga semua cepat-cepat diketahui informasinya, lalu bagaimana jika suatu saat suaminya datang bos?" Ucap Anton.
"Ya makanya secepat mungkin ku harus menikahi dia, sebelum suaminya datang, aku tak rela dia kembali bersamanya. "Kata Alghi tetap dengan pendiriannya.
"Haduuuh bos ni tak pernah berubah sifatnya, apa dia tidak berpikir bagaimana jika mereka saling mencintai, mau dibawa kemana pernikahannya nanti, yang ada menderita lagi." Guman Anton dalam hatinya, tak berani dia ngomong langsung takut menyinggung bosnya, biarlah yang penting dia bahagia, begitulah pemikiran Anton saat ini.
"Tooon...apa yang kau pikirkan? Apa kau mengumpatku dalam hatimu?" Ucap Alghi mulai jadi cenayang, karena melihat Anton geleng-geleng kepala.
"Tidak bos, mana saya berani..." Kata Anton gelagapan, mulai ni bosnya seperti dulu, berarti dia sudah membaik.
"Awas ya Ton kalau kau berani..., ku potong habis gajimu!" Ucap Alghi serius.
"Whattt...??? No bos saya mohon...please..." Mohon Anton serius juga, karena dulu jika bosnya berkata tak pernah main-main.
"Sudahlah kita sudah sampai noh gedungnya..." Ucap Alghi menunjuk kedepan.
__ADS_1
"Oke bos..." Kata Anton.
Setelah sampai diparkiran, mereka keluar dari mobil dan disambut oleh para bawahan Bisma dengan hormat, mereka langsung menuju ruang meeting, dan tak berselang lama datang Bisma bersama Josep, hingga membuat Alghi heran dan bertanya-tanya, kemana Missya mengapa tak jadi ikut meeting.