TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
Draft


__ADS_3

BAB 16


"Kriiiing...kriiing...kriiiing..." Bunyi handphone Alghi berbunyi, karena Alghi masih dikamar mandi, Ameldita sedikit melihatnya, nampak disana tertera nama My Lovely Mom.


"Mel siapa yang menelponku angkat saja dulu, ku sebentar lagi keluar, kalau gak bawa kesini" Teriak Alghi menyembulkan kepalanya dari balik pintu.


Ameldita pun membawa handphone itu ke arah tuannya. Alghi memberi isyarat agar Ameldita memegang handphonenya, ya dia pun menurut saja, lucu bukan handphone pun harus dipegang orang, kenapa tidak nanti saja telpon lagi gitu atau telpon balik, ribet ya jadi orang kaya.


"Ya mom ada apa? Alghi lagi dikamar mandi ni..."


"Alghiantara Putra Pratama...kenapa kau berbuat onar haaa...kenapa membuat malu keluarga...!"


Teriak mama Fiandra melengking suaranya, saking kesal terhadap anak si mata wayangnya.


"Mah kenapa marah-marah sih...ada apa, sedih ni anakmu?" Manja Alghi seraya mengerlingkan matanya ke arah Ameldita yang lagi memegang handphonenya. Dan Ameldita merasa geli dengan sikap manja seorang anak muda yang berusia 27 tahun itu, sungguh diluar dugaan, Ameldita mengedikkan kedua bahunya sebal.


"Mama dan papamu yang lebih sedih, apa kau tidak melihat berita terkini?"


"Belum...berita apaan sih mah?"


"Pulang dan bicarakan dirumah, papamu sudah berusaha menutup sumber berita itu."Bentak mama Fiandra kesal bukan main sambil menutup handphonenya.


"Ya...ditutupnya, mama-mama..." Sahut Alghi seraya memandang wajah cantik Ameldita.


Sambil menunggu Alghi keluar dari kamar mandi Ameldita berbaring disofa lalu ia membuka handphonenya, biasa chat dengan teman-temannya yang ada digrup, dan ia pun senyum-senyum sendiri, karena mereka benar-benar kocak, hingga datang Alghi yang baru selesai dari kamar mandi, karena dia ingin tahu sama siapa dia chatnya, maka dia sedikit kepo dan mengintip, menghampirinya dan mendekat ke arah handphone yang lagi dipegang,


dan tiba-tiba Ameldita menyadarinya.


Alhasil bibir Alghi yang sedikit bengkak itu mendarat dibibir Ameldita, karena tiba-tiba saja Ameldita mendongak dan sedikit mengangkat kepalanya.


"Hi...tuan..." Sahut Ameldita disela-sela bibir itu memberi sentuhan hangat, mau memberontak namun tangan Alghi tak tinggal diam, dia sengaja memegang dagunya, Alghi memperdalam ciumannya, lidahnya memaksa menerobos masuk kedalam mulut Ameldita hingga bertemu dengan lidahnya, dan etah kenapa sensasinya terasa berbeda, Ameldita pun sedikit lebih menikmati namun belum bisa membalasnya.


Dengan lihainya tangan Alghi yang satu memberi sentuhan dibagian leher, dada dan meraba perlahan buah semangka yang sedikit menyembul dibalik branya. Ameldita mencoba menahan tangan Alghi, namun dengan nakalnya Alghi terus memberi sentuhan lembutnya, hingga mulut Ameldita mengeluarkan *******, ada rasa nikmat yang menjalar ke seluruh tubuhnya, etah apa itu.


"Ting tong...ting tong..." Suara bel pintu berbunyi beberapa kali, dengan terperanjat mereka berdua menghentikan kegiatannya.

__ADS_1


"Sial siapa tu yang datang, mengganggu saja." Rutuk Alghi kesal, karena rasa nikmat itu terpaksa harus berakhir.


Ameldita pun bangkit seraya membenahi bajunya yang sedikit berantakan akibat ulah tuannya, Alghi yang masih menggunakan handuk, dan berambut basah sungguh nampak seksi dan tampan bagaimana setiap wanita tidak tertarik padanya, begitu pun dengan Ameldita dia terpesona melihat pria yang rupawan itu, Alghi pun menatap wajahnya penuh damba dan blush pipi putih Ameldita memerah, malu dan etah apa lagi yang dirasakannya saat itu. Karena bel terus berbunyi Ameldita pun mau membukanya, namun Alghi melarangnya.


"Biar aku saja yang buka..." Sahut Alghi seraya menyentuh pipi putih yang memerah itu, sungguh sangat menarik baginya, kalau tak ada yang mengganggu ingin rasanya terus mengkungkung gadis itu.


Alghi pun dengan segera membuka pintu dan ternyata Anton yang datang, ya karena semua panggilan dan chatnya dari tadi tak ada yang dibalas oleh Alghi, jadi memutuskan untuk datang ke apartemennya.


"Ada apa Ton, apakah ada hal penting?"


"Ya tuan, apa tuan sudah melihat berita hari ini benar-benar mengejutkan, dan untuk acara lusa semua sudah siap."


"Ok god job, soal berita belum tahu, orang baru beres mandi, nanti saya lihat Ton, sekarang mau dibaju dulu."


Anton pun tersenyum kepada Ameldita, dia tak menyangka gadis cantik itu jadi rebutan dua CEO ternama, dan itu berarti tuannya sudah jatuh cinta kepadanya, terbukti dia rela adu jotos dengan rekan bisnisnya tak mempedulikan ke hormatan keluarga tercoreng akibat ulahnya.


" Bagaimana keadaanmu Mel, are you ok?"


"Alhamdulillah ku baik-baik saja..." Jawab Ameldita tersenyum.


"Is ok, itu sudah tugas saya."


"Dia itu baik sebetulnya cuma kadang-kadang seperti singa Mel..." Ucap Anton tertawa.


"Dan seperti buaya darat..." Sahut Ameldita sambil tertawa juga.


"Hi siapa yang seperti singa dan buaya darat...?" Kalian keterlaluan menggibah bos sendiri hah, akan ku tunjukkan bagaimana buaya menerkam mangsanya..." Teriak Alghi seraya mendekap tubuh Ameldita dari belakang dan menggelitik pinggangnya tanpa ampun, tak peduli si empunya meronta karena geli, dan Anton pun ikut tertawa menonton acara live yang dilakukan tuannya, tak merasa canggung seakan sudah hidup bertahun lamanya.


"Hentikannn...geliii..." Teriak Ameldita seraya memegang kedua tangan Alghi yang melingkar di pinggangnya. Dan mereka pun saling menatap dalam seakan terpana dengan keindahan mata masing-masing, tak peduli ada orang dihadapannya, dengan posisi Alghi dibawah tubuh Ameldita, mereka nampak bahagia. Akhirnya mereka memutus pandang dan saling melepaskan disaat Anton berdehem dan pergi ke dapur mengambil air minum.


"Menyebalkan tahu..." Gerutu Ameldita kesal tapi menikmatinya, mulut menggerutu tapi hati seakan berbunga-bunga.


"Itulah buaya darat, makanya jangan coba-coba menggibah orang, dan itu belum seberapa aku bisa melakukan lebih ganas lagi, mau coba?" Goda Alghi makin menjadi.


"No thanks aku tidak tertarik, kau itu mesum sekali...menyebalkan..." Ucap Ameldita seraya melemparkan bantal sofa ke arah dada Alghi.

__ADS_1


Anton pun hanya bisa geleng-geleng kepala menyaksikan kelakuan bos dan asistennya itu.


"Bos coba cek berita terkini." Sela Anton seraya memberikan laptopnya.


Alghi pun membuka laptopnya dengan cepat.


"Sial siapa ni yang mencoba menerbitkan berita ini." Geram Alghi kesal bukan main.


"Ya bos makanya hati-hati kalau bertindak, banyak sekali para pencari berita tentang anda, untung saja Pak Ghian sudah menutup sumber penerbitnya." Tegas Anton.


"Jadi kau menyalahkanku hah..." Ucap Alghi merasa tersinggung.


"Bukan begitu maksudku bos, tapiii...." Belum selesai Anton bicara, Alghi sudah menyela.


"Sudahlah kita pulang sekarang, kita makan malam dirumah, tadi mama telpon, pasti mau ngomel tentang berita tersebut, haduuuh..." Sahut Alghi sambil menepuk jidatnya.


"Bos keren juga tadi melawan Tuan Ricard, dan makin keren bibirnya, kena tumbuk ya bos."


"Sial kau meledekku ya, ku potong gajihmu bulan ini 50 persen, puas..."


"Sorry bos, jangan begitu, kasian istriku tar makan apa?" Anton memelas, menyesal juga mengatakan hal itu, dasar bos sadis.


"Makan angin tu banyak tak kan habis..." Ucap Alghi melenggang ke dapur tak peduli wajah Anton sedih.


"Mel ayo siap-siap kita pulang..." Teriak Alghi dari dapur seraya minum segelas air.


"Nah aku bos gimana?" Ucap Anton


"Kelauttt..., ya ikutlah kau yang drive."


"Enak saja, tugasmu belum beres, kita akan memberi kejutan sama mama dan papaku, aku ingin mengenalkan calon istriku, biar terbebas dari perjodohan sialan itu, mengerti...!


"Jadi Ameldita setuju menikah kontrak bos, berapa lama?"


"What menikah kontrak?" Ameldita terkejut jadi tuannya itu ingin menikahinya secara kontrak pakai perjanjian yang dibatasi waktu, seperti dinovel-novel itu.

__ADS_1


__ADS_2