
Dan mereka pun tertawa bahagia, sesekali Alghi jahil memberi coklat pada hidung Amedita dengan telunjuknya, Ameldita pun membalasnya, mereka benar-benar nampak bahagia membuat orang yang melihatnya menjadi iri.
"Kak mau mencoba tidak rujaknya? Enak ni..." Kata Ameldita seraya mengambil potongan mangga kecil, lalu dicelupkan ke bumbu rujak dan menyuapkannya ke Alghi, mau tidak mau Alghi pun membuka mulutnya serta mengunyah mangga masam campur rasa pedas tersebut.
"Mmm...sangat enak sayang..." Ucap Alghi brigidik dengan mata terpejam, rasanya masam plus pedas.
"Benarkah, tapi ekspresi mukanya ko begitu kak..." Kata Ameldita menatap wajah suaminya yang menahan rasa.
"Ya karena rasanya masam dan pedas sayang, aku gak kuat ih..." Ucap Alghi jujur, karena selalu serba salah kalau ngomong sama orang ngidam tu.
"Mmm...enak juga..." Ucap Ameldita menyuapkan beberapa potongan mangga kecil ke mulutnya, lalu dia membawanya ke meja makan.
"Roti panggangnya sudah siap sayang..." Kata Alghi menghampiri istrinya yang tengah menikmati rujak mangga muda.
"Wowww....harum...mauuu..." Ucap Ameldita mencium aroma rotinya dengan senang hati, disana tersedia juga susu khusus bumil yang hangat, ditambah yang membuatnya suami tercinta yang paling tampan dan gagah, betapa bahagianya kehidupan dia.
"Cobalah sayang, semua untukmu..." Ujar Alghi meraih satu keping roti bakar dan disuapkannya ke sang istri.
"Mmm...mantap kak, ku suka banget, Terimakasih suamiku tersayang..." Ucap Ameldita tersenyum, sambil mengunyah rotinya.
"Kak Al tidak makan rotinya, makanlah kak..." Kata Ameldita menatap sang suami.
__ADS_1
"Tidak sayang belum mau, nanti saja...makanlah dulu yang kenyang, terus kita tidur lagi sebentar." Ucap Alghi menyentuh pipi Ameldita dengan punggung jari telunjuknya.
"Ciap daddy, kita akan makan yang banyak biar cepat besar..." Kata Ameldita menirukan suara anak kecil yang baru bisa ngomong.
"Oke sayang daddy tak sabar menanti kalian tumbuh besar..." Kata Alghi seraya tersenyum dan mengelus perut sang istri.
"Kak ku sudah kenyang..." Ucap Ameldita mengusap perutnya, setelah beberapa saat menghabiskan satu buah mangga muda dan 3 slice roti bakar.
"Alhamdulillah, minum dulu susunya sayang..." Ujar Alghi memberikannya ke mulut Ameldita.
Setelah selesai dengan drama sarapan didapur mereka pun kembali ke kamar untuk tidur sesaat.
"Kak ku kedinginan..." Ucap Ameldita setelah keluar dari toilet.
"Kriiing...kriiing...kriiing." Suara alarm berbunyi, Alghi merogoh hanphone yang berada diatas nakas, lalu mematikan alarmnya, jam sudah menunjukkan pukul setengah 8, dia pun perlahan metakkan kepala sang istri diatas bantal, lalu dia pergi ke kamar mandi.
"Kak Al sudah siap..." Kata Ameldita menatap suaminya yang sudah memakai kemeja.
"Sedikit lagi sayang...tinggal pasang dasi saja..." Ucap Alghi menatap wajah bantal sang istri, so cute dan semakin bersinar, membuat Alghi enggan untuk bekerja, ingin rasanya bermalas-malasan dengan memeluknya seharian. Dan semenjak Ameldita menjadi pemilik perusahaan papanya, agak sedikit waktu untuk selalu berduaan, ya biasanya kan dikantor pun selalu bersama, sedikit-sedikit memeluk istri ditengah kesibukkannya.
"Kak mari ku bantu memasangkan dasinya..." Kata Ameldita bangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Gak usah sayang...biar ku pasang sendiri, tidur lagi saja sayang kelihatannya masih ngantuk..." Ucap Alghi kasian sama istrinya yang nampak masih lelah dan ngantuk.
"Tapi kantorku bagaimana? Kerjaanku juga? Tapi ku lagi malas, pengen tiduran..." Kata Ameldita mukanya nampak lesu.
"Lalu masalahnya dimana sayang, kau itu bosnya, boleh datang kapan pun ke kantor bahkan tak ke kantor pun tak masalah, semua sudah ada yang menghandle, iya kan?" Ujar Alghi seraya menangkup wajah sang istri, lalu mencium seluruh wajahnya.
"Tapi kak Al jangan macam-macam dikantor, jangan mentang-mentang istri gak ada, lalu cari kesempatan." Ucap Ameldita memperingatkan suaminya.
"Dalam kesempitan...gitu sayang." Kata Alghi memeluk tubuh istrinya.
"Nah itu tahu..." Ucap Ameldita sambil mengendus dada suaminya yang sangat harum.
"Mana ada sayang...ku akan selalu setia pada istriku tercinta sampai maut memisahkan, percayalah ssyang..."Alghi meyakinkan Ameldita seraya mengelus kepalanya.
"Benarkah...? Terimakasih kak sudah hadir dalam hidup Meldi..." Ucap Ameldita makin mengeratkan pelukkannya.
"Ya sudah ku berangkat dulu, istirahat sayang, I love you more..." Ujar Alghi membaringkan Ameldita, lalu menyelimuti dan mengecup bibir serta kepalanya.
"Ok kak be careful..." Kata Ameldita seraya mencium punggung tangan sang suami, kemudian setelah suaminya keluar dari kamar Ameldita memejamkan matanya, tak tahan sama kantuk, lalu dia pun terlelap dialam mimpinya.
Alghi dan juga kedua orang tuanya pun pergi ke kantor, dan sang nenek pergi juga ke rumah orang tua Mona, jadi dirumah hanya ada Ameldita yang sedang tidur juga para pelayan yang mengerjakan pekerjaannya masing-masing.
__ADS_1
"Ini dimana? Kenapa gelap, kak...kak Al..., tapi kan suamiku lagi kerja mana mungkin ada kamar." Ameldita bangkit dari tidurnya, dia meraba-raba ke kiri dan ke kanan, ini asing baginya, dia berada digudang yang penuh debu, sedikit ada celah dari jendela yang gordennya sedikit terbuka, namun jauh diatas jendela itu berada, susah untuk dijangkau.
"Apakah ku masih dialam mimpi?" Ameldita mencubit tangannya kuat-kuat takutnya ini semua mimpi, karena dia masih ingat tadi pagi dia tidur lagi, dan hanya sang suami yang berangkat ke kantor.