
"Ok tunggu biar ku selesaikan masakannya ya..." Ujar Alghi mencium kening sang istri mesra, lalu dia berkutat didapur dan memasukan sayuran ke dalam wajan tersebut.
"Kak emang bisa gitu...?" Ucap Ameldita menghampiri suaminya seraya menaruh dagu dibahu sang suami.
"Tentu saja bisa sayang...gini-gini juga ku pandai memasak." Kata Alghi seraya meraup wajah sang istri dengan tangan kirinya.
"Benarkah...kalau begitu anak-anakku akan bangga punya dady yang pandai memasak, meskipun dia seorang presdir yang sombong dan angkuh..." Ucap Ameldita.
"Ko ujungnya gak enak sayang, mengataiku yang jelek, dady sedih ni nak, momy mu membuli..." Kata Alghi seraya tersenyum bahagia.
Dan bu Ani serta pelayan lainnya benar-benar tercengang melihat tuan mudanya memasak, baru kali ini mereka melihat tuan muda berkutat didapur demi sang istri yang lagi ngidam. Sementara si Sari mengepalkan kedua tangannya, merasa geram melihat kemesraan tuan muda bersama istri tercintanya.
"Sial bener-bener menyakitkan, aku tak rela melihat mereka bahagia, sampai kapan pun heu heu heu...!" Gerutu Sari dalam hatinya.
Dan beberapa menit kemudian Alghi sudah selesai memasaknya, dia pun menyajikannya dimeja, tak membiarkan sang istri mengerjakan apa pun, dia benar-benar memanjakan istrinya, memperlakukannya seperti seorang ratu.
"Trataw... sopnya jadi, tuan putri bersama anak-anak dady sudah bisa menikmatinya..." Ucap Alghi, seraya duduk disamping sang istri.
"Wowww...kak Al benar-benar ahli bagaikan chef yang handal..."Puji Ameldita seraya menghirup aroma sop itu.
"Semua demi dirimu dan juga baby kita sayang, cobalah..., kalau tidak enak bilang ya, biar kutambah bumbunya." Kata Alghi menyuapkan sop itu ke istrinya dan sesekali dia meniupnya.
__ADS_1
"Mmm...enak sekali kak sopnya, aku suka, kak Al coba deh..." Ucap Ameldita menyuapkan suaminya juga.
"Mmm...benar juga, enak...nanti kapan-kapan ku buatkan lagi sayang..." Kata Alghi, dan mereka pun saling suap menyuapi sampai Ameldita nambah lagi.
"Alhamdulillah sudah kenyang kak, thanks ya kak, sudah repot-repot masakin Meldi..." Sahut Ameldita.
"Sama-sama sayang...semuanya hanya untukmu, I love you..." Kata Alghi mencium kembali kening istrinya.
"Kak Al mau tidur lagi atau langsung siap-siap ke kantor?" Tanya Ameldita seraya minum susu coklat hangatnya.
"Ini kan masih pagi sayang, pukul 6 juga belum, mending kita tidur lagi sambil..." Kata Alghi membisikkan sesuatu ditelinga istrinya, lalu dia membopong sang istri menuju kamarnya.
"Kak jangan nakal dan mesum...aku masih marah tangan kak Al sudah menyentuh perempuan lain yang bukan muhrim, aku membencinya...!" Seru Ameldita disela-sela gendongan sang suami, sambil memukul-mukul dadanya kesal.
"Gombal, kak Al masih suka tebar pesona, aku tak menyukainya..., diam aku lagi malas kak...!" Kata Ameldita, mendorong tubuh suaminya yang berada diatas tubuhnya, karena sepulang dari dapur Alghi langsung membaringkan Ameldita dikasur.
"Tapi aku menginginkannya sayang, semalaman kau mendiamkanku, aku sangat tersiksa, please...ku janji akan pelan-pelan melakukannya..." Tutur Alghi seraya mengendus leher sang istri merambat keseluruh bagian tubuhnya, membuat Ameldita menggelinjang merasakan sensasi serta desiran yang menjalar ke seluruh nadinya. Hingga terjadilah pergumulan panas pagi hari antara pasangan muda itu.
"Sayang jangan ngantor dululah, nanti kelelahan tar malam kan masih ada acara...biar ku handle dulu semua pekerjaannya, istirahat saja, bagaimana? Kata Alghi mengelus punggung sang istri yang masih berlabuh didadanya setelah kegiatan panasnya berakhir.
"Tapi kak mama sama papa, mau ke kantorku, masa akunya gak ada, kan kasian mereka..." Ucap Ameldita.
__ADS_1
"Kalau begitu sebentar saja ya, kalau mamah sama papa sudah jalan, pulang ya..." Kata Alghi sambil mengelus kepala sang istri.
"Ok kak..." Sahut Ameldita seraya memejamkan matanya sesaat.
Hari begitu cepat berlalu hingga jam pun menunjukkan pukul 8, pesta penyambutan atas kehamilan Ameldita pun dimulai, papa Ghian memimpin doa dan rasa syukur atas anugrah yang diberikan oleh Alloh SWT.
Ameldita dan Alghi nampak bahagia mereka mengenakan pakaian yang senada yaitu warna abu-abu terang, terlihat sangat serasi dan semua orang memandang ke arahnya, sungguh mereka sangat kagum terhadap pasangan ini. Dan yang merasa patah hati melihat pasangan ini silahkan berdamai dengan keadaan he he.
Lain lagi dengan seorang wanita yang tengah duduk disamping papanya Mr.Yukito, etah kenapa dia merasa benar-benar patah hati dan tidak terima melihat kebahagiaan Alghi dan istrinya.
"Tidak, aku tidak rela mereka hidup bahagia, sampai kapan pun ku ingin memilikimu Al..." Rutuk Royko dalam hatinya.
"Sayang kau sangat cantik hari ini, aku suka sekali dengan penampilanmu ini...aku tak sabar ingin melihat perutmu membesar." Ucap Alghi menatap wajah cantik sang istri.
"Jadi hari-hari biasa aku gak cantik kak?" Kata Ameldita salah pengertian lagi.
"Maksudku bukan begitu sayang... kau selalu cantik kapan pun, tapi hari ini benar-benar membuatku selalu ingin memandangmu, kau membuatku semakin tergoda, I love you sayang." Tutur Alghi seraya mengecup tangan sang istri ditengah-tengah duduk menikmati makan malam dipestanya.
"Kak coba lihat temanmu itu, selalu memandangmu dari tadi, sebel aku melihatnya, jangan-jangan dia menyukaimu kak" Ucap Ameldita menoleh ke arah Royko, yang memang dari tadi matanya tak lepas dari Alghi, setiap gerak-geriknya selalu diperhatikan.
"Ah jangan dihiraukan sayang, dia memang seperti itu, semua laki-laki dia perhatikan, bukan cuma ke aku saja, iya kan?" Kata Alghi seraya membersihkan sisa makanan yang menempel dibibir sang istri, dengan ibu jarinya.
__ADS_1
"Awas saja kalau kak Al tergoda olehnya, aku tak akan pernah memaafkan penghianatan..." Ucap Ameldita mengerucutkan bibirnya.
"Siapa yang akan tergoda sayang, para pria tak ada yang mau sama dia, apa lagi aku yang hanya mencintaimu, buktinya sampai saat ini dia masih sendiri." Kata Alghi tersenyum dan menyentuh hidung mancung sang istri.