TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 57


__ADS_3

Semua bersorak gembira, papa Ghian langsung naik ke mimbar memberikan pengumuman, tentang anak menantunya yang sedang berbadan dua, serta dilanjutkan pesta sampai besok, sebagai penyambutan kehamilan istri putra kesayangannya.


"Kak Meldi mau ke toilet dulu ya..." Kata Ameldita melepas pegangan tangan sang suami yang makin posesif.


"Oke tapi aku ikut..." Ucap Alghi, tak mau kejadian-kejadian yang lalu terulang lagi, jika membiarkan istrinya sendiri.


"Kak ku cuma ke toilet saja, sebentar doang ko..." Kata Ameldita.


"Iya aku tahu sayang...tapi please biarkan ku menjaga kalian..." Ucap Alghi tak mau dibantah.


"Baiklah kalau mau ikut suamiku sayang, tapi jangan malu kalau ada orang yang menertawakan masalahnya kan toilet wanita kak..." Kata Ameldita tersenyum.


"Oke...siapa takut sayang, demi kau jangankan menanggung malu, menanggung batu setumpuk dipundak pun akan ku lakukan." Ucap Alghi seraya mengecup kening istrinya.


"Pret ah, tuan muda sombong dan angkuh sudah bisa bercanda rupanya..." Ledek Ameldita sambil tersenyum.


"Iya tertular istri gokilku ha ha ha..." Alghi balas meledek.


"Jadi menurut kak Al aku ini gokil, gitu...?" Ameldita cemberut sambil memalingkan wajahnya dan melipat kedua tangannya dibawah dada.


"Maksudku bukan begitu sayang...salah ngomong ni..." Kata Alghi meraup wajah sang istri yang lagi ngambek.


"Jangan ikuti aku...!" Suara Ameldita meninggi sambil berjalan menuju toilet umum.


"Sayangngng...tunggu ku udah pesan private room jangan ke toilet umum...!" Alghi setengah berlari mengejar sang istri, takut istrinya terpeleset.


Dan tanpa aba-aba lagi Alghi langsung saja menangkap tubuh ramping sang istri, menggendongnya lalu membawa dia ke private room, tak mau ambil resiko berbahaya seperti kemarin-kemarin.


"Kak lepasss...Meldi lagi marah dan tak mau bicara sama kak Al..." Ameldita berontak ingin melepaskan diri.


"Sayang diam nanti terjatuh, bahaya..." Ucap Alghi mempererat gendongannya tak peduli orang-orang disana melihat kearahnya.

__ADS_1


"Menyebalkan...aku kesalll..." Kata Ameldita seraya memukul-mukul dada Alghi, namun lama-lama dia memeluk dada sang suami. Dan beberapa detik kemudian sampai diprivate room VIP itu, Ameldita langsung pergi ke toilet karena tak tahan ingin membuang hajatnya.


"Pelan-pelan sayang, jangan terburu-buru jalannya.." Ujar Alghi sangat khawatir.


Alghi duduk disofa menunggu sang istri, dia memejamkan matanya sesaat, hingga Ameldita keluar dari toilet Alghi tak menyadarinya.


"What tertidur...?" Ucap Ameldita seraya menghampiri suaminya, dia menatap wajah tampan itu, perlahan mengelus pipi dan hidung mancungnya, namun baru saja mau mendudukkan diri Alghi membuka matanya dan langsung mendaratkan ciumannya dibibir Ameldita, ******* dan menyesapnya dengan rakus, hingga membuat tubuh Ameldita jatuh diatas tubuh Alghi, dan saling melepas ciumannya disaat mereka hampir kehabisan oksigen.


"Kau selalu menggodaku sayang...apa kau baru sadar kalu suamimu ini ganteng dan mempesona?" Kata Alghi menempelkan hidung mancungnya dihidung sang istri yang nampak tersipu malu, sementara tangannya memegang pundak dan pinggang ramping sang istri.


"Percaya diri banget sih kak...,Kak andai waktu itu ku benar-benar buruk rupa, kau tak akan menyukaiku kan?" Ucap Ameldita mengingat pertama kali bertemu suaminya dengan penyamaran gadis yang culun dan berkulit hitam.


"Siapa bilang, tentu saja aku akan menyukaimu, karena ku tahu siapa dirimu yang sebenarnya sayang..." Sahut Alghi menyentuh hidung mancung Ameldita dengan telunjuknya.


"Benarkah? Tahu darimana coba?" Ucap Ameldita menatap mata suaminya.


"Feeling sayang...karena ku berjumpa seorang gadis cantik didapur, tetapi pagi-paginya bertemu seorang gadis jelek yang memecahkan benda kesayanganku, dan apa kau tahu keramik kaca itu isinya apa?" Tutur Alghi seraya mendudukan Ameldita dipangkuannya.


"Coba nanti lihat yang ada dikantor, ada benda yang sama disana, kau akan tahu apa yang terlukis didalam keramik kaca itu sayang." Kata Alghi mengecup kening istrinya mesra.


"Ok nanti ku lihat, yang ku tahu ada gambaran perempuan tapi samar tak jelas, ku pikir itu photo pacarnya ka Al..." Ucap Ameldita.


"Tepat sekali, kau teliti lebih dalam lagi, pasti tahu siapa yang ada disana..." Kata Alghi.


"Ok, dan kalau benar itu photonya pacar ka Al, maka aku akan memecahkannya kembali, ku hancurkan seperti debu, paham...karena ku gak mau suamiku masih menyimpan kenangan masa lalunya." Tutur Ameldita cemberut.


"Buktikan saja dulu sayang..." Ucap Alghi.


" Iya...,ka ku lapar ni..." Kata Ameldita meraba perutnya.


Alghi pun ikut mengelus perut sang istri lalu mendaratkan ciumannya disana seraya berkata:

__ADS_1


"Oh anak-anak dady ne lapar rupanya...kalau begitu kita cari makan dulu yuk...!"


"Kak tapi ku mau rujak pedas..." Kata Ameldita.


"What rujak pedas, tapi disini mana ada sayang, kita order saja ya...barangkali masih ada yang jual jam segini." Ucap Alghi melihat jam tangannya, ya pukul setengah sepuluh, ada tidak yang jual, haduuuh yang ngidam ada-ada saja ni.


Mereka pun berjalan menuju tempat makanan disajikan, melihat-lihat sesuatu yang dia inginkan, namun tak ada yang menggugah hatinya, semua tak menyenangkan bagi bumil muda ini, dia tetap menginginkan yang pedas-pedas.


"Minum saja dulu sayang...isi perut sedikit ya, kasian baby kita sayang, ne lagi diorder rujaknya, sabar ya..." Kata Alghi melirik sang istri yang gak mood makan apa pun, padahal disana tersaji makanan lokal dan khas luar.


"Ku mau macaroni schotel ka, sama cocktail minumannya..." Sahut Ameldita.


"Oke sayang ku ambilkan ya, tunggu dulu dikursi dekat mama sama nenek ya...!" Ucap Alghi, tak mau dia membiarkan sang istri duduk sendiri, dia pun mengantarkannya untuk duduk bersama keluarga besarnya.


"Sayang...sudah makan belum?" Ucap mama Liana dan mama Fiandra.


"Belum mah, lagi diambilkan dulu sama kak Al...perutnya kurang nyaman jadi tidak nafsu makan, tapi ka Al maksa terus..." Kata Ameldita.


"Biasa kalau hamil muda memang seperti itu sayang, tapi harus dipaksakan, kasian baby kamu sayang dia kan butuh nutrisi...makanlah sedikit-sedikit ya..." Sahut mama Liana, mengelus bahu putri kesayangannya.


"Iya sayang selama trimester memang begitu, yang sabar ya..." Kata mama Fiandra.


"Nenek yakin kau bisa melewatinya sayang, kami semua menjagamu...percayalah sama kekuatan Tuhan..." Ucap nenek Elisha.


"Dan kalau ada yang diinginkan jangan dipendam, katakan saja..." Kata Mona sepupu Alghi sambil tersenyum.


"Kau seperti orang yang berpengalaman saja Mon, padahal pacar pun belum ada ha ha ha..." Ucap Marsel masih sepupu Alghi, meledek Mona sambil tertawa.


"Kami siap melayanimu tuan putri Ameldita..." Kata Marsha kembarannya Marsel sambil tertawa pula.


Dan Alghi pun datang membawa makanan yang dipesan sang istri. "Ternyata seorang presdir yang angkuh dan sombong pun kalah kalau didepan istrinya, good job bos..." Ledek Keanu masih sepupu Alghi.

__ADS_1


"Hi...jangan meledekku, kalian akan tahu kalau nanti sudah menjadi seorang suami..." Kata Alghi sambil tertawa juga, seraya meletakan makanan didepan Ameldita.


__ADS_2