
BAB 25
"Iya terus apa hubungangannya sama ka Al...?" Ucap Ameldita seraya mengingat-ingat kejadian setahun lalu, dia ingat tapi tidak begitu mengingat siapa laki-laki yang kena copet itu, karena ia sedang terburu-buru saat itu.
"Karena laki-laki itu adalah aku sayang, suamimu..., dan sejak saat itu, aku jatuh cinta padamu, aku berusaha mencari tahu siapa dirimu, aku juga menyuruh orang-orang untuk mencari tahu tentang dirimu, namun semua tak berhasil seluruh data tentang dirimu tertutup rapi, dan saking aku menginginkanmu hampir tiap hari kau selalu hadir dalam mimpiku, seakan ku hidup bersama bayanganmu, hingga akhirnya Tuhan mengirimkanmu kepadaku." Jelas Alghi panjang kali lebar.
"Benarkah itu ka Al..., aku merasa tak percaya, sungguh..." Ucap Ameldita serius, seraya menatap kedua bola mata Alghi, mencari kesungguhannya.
"Benar sayang..., jadi jangan lagi meragukan cintaku, percayalah aku benar-benar mencintaimu, maka dari itu aku selalu menolak perjodohan orang tuaku." Sahut Alghi serius. Alghi pun memeluk tubuh Ameldita, dia tak lagi menolak kini membalas pelukan itu dengan erat, dia pun menitikkan air matanya, karena terharu.
"Terimakasih ka, sudah mau menerima Meldi, papa sama mamaku sengaja menutup dan merahasiakan data tentangku, dia tak mau aku terikat atau punya hubungan dengan orang lain, karena aku juga sudah dijodohkan oleh mereka, maka dari itu aku kabur dari rumah, dan bekerja menjadi tkw, ingin berpetualang tanpa ikut campur tangan kedua orang tuaku, mereka benar-benar posesif ka, aku jenuh dengan sikap mereka." Jelas Ameldita seraya menikmati belaian sang suami, yang sengaja mendudukan dia dipankuannya.
"Sama-sama sayang...benarkah kedua orang tuamu seperti itu?" Sahut Alghi.
"Bener...dan mereka memaksaku untuk menekuni bidang bisnis biar meneruskan perusahaannya, sementara aku kan ingin menjadi dokter, tapi gak bisa..." Ucap Ameldita dengan muka sendunya.
"Apa sekarang masih menginginkan menjadi seorang dokter? Aku mendukungmu sayang..." Kata Alghi serius
"Mmm...sepertinya gak lagi ka, ku sudah terlanjur mengambil jurusan management bisnis dan perkantoran , sesuai keinginan papa dan mama., dan sekarang sudah gak minat kuliah lagi." Jelas Ameldita.
"Benarkah...? Bagaimana kalau kita datang ke rumahmu, aku akan minta restunya, karena kita sudah menikah?" Kata Alghi seraya menatap bola mata indah itu.
"Tapi papaku itu galak ka, beranikah?" Ucap Ameldita.
"Tentu saja aku berani, jangankan kedua orang tuamu seribu singa pun akan ku hadapi, demi dirimu sayang." Tutur Alghi sambil tersenyum.
__ADS_1
"Gombal juga tuan Arogan ini..., sejak kapan?" Sahut Ameldita sambil menyentuh hidung mancung sang suami.
"Sejak kau hadir disisiku..." Kata Alghi mengerlingkan matanya.
"Ihhh...gombal dan so puitis..." Ameldita merasa tersanjung namun gengsi mengakuinya.
"Sayang aku baru ngeh, nama papa kamu disurat nikah kita Aldiando Yusdirja Pranata, seperti sahabat kedua orang tuaku, sekaligus yang menjalin kerja sama dengan perusahaan papaku, bener gak sayang." Ucap Alghi mengingat-ingat seraya mengerutkan kedua alisnya.
"Mana aku tahu, aku kan tak pernah peduli dengan perusahaan papaku, lagian yang namanya seperti papaku banyak ka, mungkin kebetulan saja sama, udahlah jangan dipikirin, tapi beneran ya lain waktu ka Al datang ke rumahku." Sahut Ameldita, dengan menaik turunkan alisnya.
"Tentu saja aku mau, dan secepatnya kita kesana, aku penasaran segalak apa papamu itu."
"Aku kangen mama papa, kasian mereka pasti sedih dengan kepergianku, aku menyesal meninggalkan mereka, tapi aku kesal kalau dikaitkan dengan perjodohan." Ucap Ameldita sedih dan berkaca-kaca.
"Kriiiing...kriiing...kriiing..." Suara handphone Alghi berbunyi, disana tertera nama My Dad.
"Sebantar sayang papa telpon."
"Ok..." Kata Ameldita.
"Assalamualaikum, halo pah...!" kata Alghi
"Sudah sampaikah Al dihotel...? Kasian mamamu ni khawatir.
"Iya pah, mah, sorry belum sempat kasih kabar, kami sudah sampai dan lagi dihotel ni, mama sama papa don't worry." Sahut Alghi.
__ADS_1
"Bagaimana istrimu baikkah?" Ucap kedua orang tua itu bersamaan. Sementara Ameldita pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Alhamdulillah baik mah, eh pah mah Alghi mau tanya, apa kalian punya sahabat sekaligus teman bisnis yang bernama Aldiando Yusdirja Pranata, karena namanya sama dengan papanya istri Alghi?" Tanya Alghi penasaran, karena sebelum menikah dia sempat menyuruh Anton untuk menyelidiki keluarga Ameldita, namun heran tak menemukan hasil juga, berarti keluarga Ameldita orang berkuasa dan sengaja menyembunyikan datanya.
"Tepat sekali Al pertanyaanmu itu, Al jika seandainya istrimu itu orang yang kami mau jodohkan bagaimana? Apa kamu tetap akan menolaknya?" Tanya papa Ghian serius.
"Maksud papa Ameldita gadis yang mau dijodohkan itu anaknya sahabat papa?" Jawab Alghi heran.
"Iya Al, apa kamu akan meninggalkannya?" Ucap papa Ghian lagi.
"Tentu saja tidak, Al sangat mencintainya pah, mah, mana bisa Alghi hidup tanpa dirinya, dia gadis impian Alghi selama ini." Jawab Alghi.
"Bagus kalau begitu, berarti anak kesayangan papa dan mama telah terjebak jodohnya sendiri, kami bahagia Al." Sahut kedua orang tua Alghi bersamaan.
"Maksud kalian..."Ucapan Alghi menggantung.
"Ya Ameldita Pranata istri kamu adalah anaknya Om Aldiando Yusdirja Pratama sahabat papa Al, dan dialah gadis yang akan di jodohkan denganmu, cantik bukan beruntung kau memilikinya." Ucap Papa Ghian dan mama Fiandra, tak lagi menutup-nutupinya dari Alghi, karena mereka sudah tahu kalau Alghi benar-benar mencintai istrinya.
"Apa kalian serius...?" Alghi benar-benar shock bercampur bahagia, tak menyangka istrinya adalah gadis yang berusaha ditolaknya karena dia membenci perjodohan itu, namun takdir Tuhan begitu nyata, dia mengirimkannya sebagai gadis impian dalam hidup Alghi. Dia benar-benar bahagia dan bersyukur dengan segalanya.
"Iya Al, kami serius...bahkan disaat akad nikah kalian, kedua orang tua Ameldita pun hadir sebagai wali, namun mereka menggunakan penyamaran agar rencana perjodohan kami berhasil, begitu Al ceritanya." Tutur papa Ghian begitu jelas.
"What...jadi ini semua rencana kalian, pantas saja kalian langsung merestui hubungan kami, ternyata mama sama papa sudah mengetahui kalau istriku anaknya sahabat kalian yang melarikan diri." Ucap Alghi terkejut dan bahagia.
Lucu bukan Ameldita melarikan diri dari rumah menghindari perjodohannya, namun dia malah datang ke rumah orang yang dijodohkannya dan kini menjadi suaminya, benar-benar takdir Tuhan tak bisa dihindari, sungguh luar biasa.
__ADS_1