TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 73


__ADS_3

"Elkam ternyata kau yang melaporkan semuanya hah..., kau sengaja ingin membuatku hancur hah..." Teriak Sari geram bukan main, ternyata si Elkam yang dianggap sebagai pelayan baru itu adalah orang yang melaporkan segala kejahatannya, menyesal juga dia karena sudah terbuka terhadap orang itu.


"Seperti yang kau lihat, dan semua sudah terungkap..." Ucap Elkam santai.


"Kau benar-benar penipu Elkam, ingat ku akan menghancurkanmu, ingat itu..." Ancam Sari geram, masih saja berniat jahat, meskipun hidupnya diujung tanduk.


"Kalau kau bisa silahkan..." Ucap Elkam mengedikkan kedua bahunya.


"Pak polisi silahkan bawa orang-orang tak berguna ini, dan beri hukuman yang seberat-beratnya." Kata Alghi dan papa Ghian, tak ingin buang-buang waktu lagi.


"Hi...lepaskan...saya bisa berjalan sendiri..." Teriak Sari meronta, sementara yang 2 orang menurut saja.


"Mama gak menyangka Sari memiliki hati busuk, dulu mama memungutnya dari jalan, karena kasian terhadapnya, mama pikir dia seorang wanita yang baik..." Ucap mama Fiandra bersedih.


"Hati orang tiada yang tahu mah, makanya lain kali kita harus lebih berhati-hati lagi, jangan sampai kita lengah atau kecolongan seperti ini..." Kata papa Ghian.


Dan si Sari pun diseret ke mobil oleh para polisi untuk dibawa ke penjara. Setelah selesai mama Fiandra dan papa Ghian pergi ke kamarnya untuk beristirahat, sementara Alghi pergi ke dapur mengambill minuman, dan disana dia bertemu Ameldita yang ternyata mau mengambil minum juga karena haus.


"Sayang...apa menginginkan sesuatu?" Kata Aghi seraya menghampiri sang istri.


"Iya kak haus..., kak Al darimana tadi Meldi cari-cari tidak ada?" Tanya Ameldita menatap wajah suaminya.


"Nanti ku bicarakan diatas ya, ayo minum dulu..." Jawab Alghi.


"Oke kak...tapi Meldi mau coklat." Ucap Ameldita meraih coklat kitkat yang ada lemari pendingin itu.


"Makanlah sayang..." Kata Alghi sambil mengecup kening Ameldita.


"Sudah kenyangkah?" Tanya Alghi, dia melihat coklatnya tidak habis.


"Mmm...sudah mau tidur lagi, ngantukkk..." Jawab Ameldita menggisik kedua matanya.

__ADS_1


"Ayo sayang...kita tidur..." Kata Alghi keluar dari dapur, dia menoleh ke belakang nampak sang istri cemberut dan mengerucutkan bibirnya dengan langkah yang lemas.


"Ada apa sayang...? Ko mukanya kusut begitu?" Tanya Alghi, menyamakan langkahnya dengan sang istri sambil merangkul bahunya.


"Gendongngng...malas berjalan..." Jawab Ameldita manja dan menghentikan langkahnya.


"Baiklah tuan putriku yang cantik dan yang menggemaskan..." Kata Alghi seraya meraih tubuh sang istri dan menggesekan hidungnya ke hidung mancung Ameldita, lalu dia berjalan ke arah lift, Ameldita melabuhkan kepalanya didada sang suami serta mengalungkan kedua tangan ke lehernya.


"Apa masih ingat dengan janji tadi sore sayang?" Kata Alghi menatap mata sang istri.


"Maksud kak Al janji apa?" Ucap Ameldita mengernyitkan keningnya.


"Jangan pura-pura lupa sayang, kau tidak bisa mengelak lagi, aku sudah menahannya dari tadi..." Kata Alghi seraya menghujani wajah dan leher sang istri dengan kecupan hangatnya.


"Yang buat janji siapa kak?...ahhh..." Ucap Ameldita mendesah dikala bibir sang suami berlabuh didadanya yang sedikit berisi dan membuat Alghi semakin tergoda.


Mereka keluar dari lift dan Alghi masih setia dengan benda favoritenya, dia segera memasuki kamarnya dan membaringkan sang istri dikasur, Alghi langsung menjelajahi setiap jengkal tubuh sang istri dengan ciumannya hingga membuat Ameldita terbakar gairah, dia pun membalas setiap sentuhan suaminya dan kini dialah yang memimpin permainan panas itu.


Dan beberapa jam kemudian baru selesai, setelah saling memuaskan satu sama lain, baru mereka bisa tertidur dengan pulas.


Alghi pun mendaratkan ciumannya dibibir itu, dan Ameldita masih saja senyum-senyum, Alghi gemas lalu memperkuat ciumannya hingga membangunkan si empunya.


"Kak..." Kata Ameldita setelah Alghi melepas ciumannya.


"Iya sayang, apakah memimpikanku, hingga dari tadi senyum-senyum...hmmm..." Kata Alghi masih menempelkan bibirnya disana, sambil memeluknya erat.


"Meldi mimpi ke Jepang kak...dan bermain bersama anak-anak kita sambil memetik bunga sakura, ah sungguh indah..." Ucap Ameldita sambil memejamkan matanya kembali dengan senyuman tetap mengembang menghiasi wajah cantik yang baru bangun.


"Benarkah? Dan bagaimana kalau kita liburan ka Jepang mewujudkan segala mimpimu..." Ujar Alghi menatap wajah istrinya yang masih dalam posisi nyaman.


"Mauuu...kapan? Kan kak Al selalu sibuk, tak ada waktu buat kita babymoon." Ucap Ameldita mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Minggu ini kita berangkat ya..." Kata Alghi seraya mengecup kembali bibir manyun Ameldita.


"Janji...?" Ucap Ameldita girang.


"Iya sayang..." Alghi menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Terimakasih suamiku tersayang, dadynya anak-anakku..." Kata Ameldita mengecup pipi Alghi.


"Sayang jangan gerak-gerak terus, kau membangunkan sesuatu ni..." Kata Alghi sambil membawa tangan Ameldita ke bagian yang mengeras dibawah sana.


"Kak jangan mesum ih masih pagi, tadi malam kan sudah..." Ucap Ameldita so menolak, padahal hati kecilnya sama menginginkan hal yang lebih.


"Tapi kau selalu menggodaku sayang, lagian daddy ingin menjenguk anak-anaknya pagi ini, kasian ni sudah meronta sayang..." Kata Alghi seraya mengusap bagian perut Ameldita lalu berjalan ke lembah hangat milik sang istri, dan terjadi kembali adegan hot dipagi hari, membuat mereka penuh dengan peluh, namum sangat puas dan bahagia.


Dan setelah penampilan mereka rapi dengan pakaian formalnya yang senada, mereka pun turun kebawah, segera pergi menghampiri kedua orang tuanya yang sedang duduk menunggu untuk sarapan bersama.


"Pagi mah, pah..." Ucap keduanya.


"Pagi sayang, ayo kita sarapan dulu..." Kata mama Fiandra ramah.


"Baik mah.." Sahut Ameldita tersenyum juga seraya mengambil posisi duduk yang kursinya sudah Alghi tarik.


"Pah minggu ini kami akan ke Jepang, kebetulan ada pertemuan sama klien disana, sekalian mau liburan, kasian istri Al boring...." Tutur Alghi.


"Oh bagus tu sayang, berliburlah nikmati waktu kalian, jangan pikirkan tentang pekerjaan dulu, biar kami yang menghandle sama Anton dan juga yang lainnya, biar papa urus tiket kalian." Ucap papa Ghian, merasa kasian terhadap anak dan menantunya, waktu mereka hanya dihabiskan untuk bekerja selama ini.


"Terimakasih banyak pah atas pengertiannya..."Ucap Alghi dan Ameldita merasa bahagia.


"Sama-sama Al, tapi hati-hati jaga istrimu jangan lengah." Kata papa Ghian tersenyum.


"Iya Al, harus ekstra hati-hati, ingat cucu-cucuku harus dijaga, dan bawa saja beberapa pengawal, mama khawatir sayang..." Ujar mama Fiandra sedikit cemas.

__ADS_1


"Oke mah sesuai perintah, siap komandan...!" Kata Alghi tersenyum lebar.


"Pagi bu Ani..., lho kenapa bu Ani sendiri mengerjakannya, kemana Sari?" Tanya Ameldita heran, kan biasanya Sari dan bu Ani yang menyiapkan hidangan diatas meja, lagian Ameldita merasa kasian melihat bu Ani mengerjakannya sendiri, karena bu Ani sudah nampak tidak muda lagi.


__ADS_2