
"Tidak apa-apa kak...aku baik-baik saja..." Jawab Ameldita berbohong, takut suaminya pun merasa lelah seharian sibuk bekerja, dia tak ingin menambah beban pikirannya, walau pun hatinya sedikit dongkol, karena seharian ini ditinggal terus.
"Tapi keningmu sedikit panas sayang...sekarang kita ke dokter ya, jangan menolak...aku khawatir sayang...!" Kata Alghi seraya menutup laptop Ameldita, sedangkan Reni sudah pamit pulang duluan.
"Kak aku tidak apa-apa...tenang saja cuma sedikit pusing..." Ucap Ameldita menatap suaminya dan memijit pelipis yang terasa pusing.
"Tidak sayang, wajahmu nampak pucat, aku tidak mau ambil resiko dengan kesehatanmu, ayo kita jalan ke rumah sakit langsung..." Tegas Alghi tak mau dibantah.
"Anton ayo kita ke rumah sakit dulu, sebelum kau pulang...!" Kata Alghi lagi.
"Siap bos..., saya tunggu dibawah..." Kata Anton sambil membawa laptop kedua bosnya itu.
"Ayo sayang...!" Ucap Alghi seraya membenahi pakaiannya.
Ameldita menurut, dia memasukkan handphone ke tas kecil miliknya, lalu dia beranjak dari kursinya, namun etah kenapa rasa pusing itu semakin mendera, dia pun memaksakan diri melangkah mengikuti sang suami dari belakang, tapi baru saja dua langkah dia sudah ambruk dan tak sadarkan diri, untung saja Alghi dengan sigap menahan tubuh sang istri yang hampir tumbang kelantai.
"Sayangngng...apa yang terjadi? Kau benar-benar sakit sayang, kenapa harus berbohong dan menahannya? Ya Alloh...!" Teriak Alghi merasa shock dan cemas, mengelus mukanya yang pucat kemudian mencium kening sang istri lalu dia menggendongnya dengan cepat menuju lift, agar segera sampai ke mobil untuk menuju rumah sakit terdekat.
Beberapa menit kemudian sampai dirumah sakit, Alghi langsung memerintahkan dokter untuk memeriksa Ameldita, tak mau istrinya ditaruh dibrankar pasien untuk didorong, dia langsung membopong sang istri dan membaringkannya diranjang pasien.
"Maaf tuan bisakah anda keluar dulu, supaya kami melakukan langsung melakukan pemeriksaan? " Ucap seorang dokter itu.
"Kenapa saya harus keluar, cepat lakukan pemeriksaan yang akurat, sekarang juga...!" Teriak Alghi sangat panik, dan menatap tajam ke arah dokter itu.
"Maaf tuan sesuai peraturan kami, maka tuan harus keluar dulu, agar kami bisa melakukan pemeriksaan yang akurat, mohon kerjasamanya tuan..." Kata dokter yang bernama Sandra.
"Periksa istriku...!" Kata Alghi, terpaksa dia keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
Dia berjalan mondar-mandir, menunggu hasil pemeriksaan dokter, merasa tidak tenang hatinya, hingga beberapa saat kemudian pintu ruangan itu terbuka, nampak disana seorang dokter keluar, Alghi langsung bertanya dengan tergesa.
"Dok bagaimana keadaan istri saya? Dia baik-baik saja kan?" Tanya Alghi tak sabar ingin mengetahui kondisi istrinya.
"Semua baik-baik saja tuan, dan selamat anda akan menjadi seorang ayah..." Kata dokter Sandra sambil tersenyum ramah.
"Benarkah dok istri saya sedang hamil?" Tanya Alghi girang, dia sangat bahagia mendengar kabar baik itu, sudah lama menantinya.
"Iya tuan, dan anda akan menjadi ayah dari dua baby sekaligus." Kata dokter Sandra.
"Ja-jadi istri saya mengandung kembar dok? Alhamdulillah, terima kasih ya Alloh, apa boleh saya menemuinya sekarang?" Ucap Alghi bahagia, dia meneteskan air matanya dan mengucap syukur yang tiada henti.
"Iya tuan, usia kandungan baru menginjak 3 minggu, Tentu saja boleh tuan, silahkan..." Kata dokter Sandra.
Tak banyak berpikir Alghi langsung masuk ke ruangan dimana istrinya diperiksa, dia langsung menghampiri sang istri yang masih terbaring namun sudah siuman.
"Kak jangan menangis...ku baik-baik saja..." Sahut Ameldita menatap bola mata sang suami yang berkaca-kaca.
"Sayang...ini air mata bahagia, akhirnya kita akan menjadi orang tua sayang...kau sedang hamil..." Kata Alghi tersenyum lalu mencium kedua punggung tangan sang istri berulang kali.
"Benarkah kak...aku hamil?" Ucap Ameldita meraba perut ratanya, lalu menatap suaminya.
Alghi menganggukkan kepalanya dan ikut mengelus perut Ameldita, kemudian mereka saling berpelukkan
dan menangis bahagia, Alghi berulang kali menghujani ciuman diwajah sang istri tak peduli disana masih ada dokter Sandra yang melihat drama kemesraannya dari tadi, dunia terasa milik berdua dan yang lain ngontrak.
"Iya sayang, kita akan punya anak kembar..." Kata Alghi.
__ADS_1
Ameldita membuka mulutnya terkejut, mendengar calon buah hatinya kembar, betapa bahagianya dia, pasti kedua orang tua mereka pun ikut bahagia mendengar kabar ini.
"Ini sungguhan kak...? aku tak menyangka akan punya kembar..." Ucap Ameldita tersenyum bahagia.
"Benar sayang..., iya kan dok?" Kata Alghi mengusap air mata sang istri, lalu menoleh kedokter yang ada q1, baru sadar bahwa disana masih ada dokter.
"Betul nyonya...anda akan memiliki bayi kembar, mohon jaga kesehatan dan banyak mengkonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi, karena kandungan masih tahap awal jadi berhati-hatilah dalam beraktivitas nyonya." Jelas dokter Sandra
"Baik dok, terimakasih banyak ya..." Ucap Ameldita dan Alghi seraya tersenyum.
"Sama-sama...ini resep vitamin yang harus anda konsumsi nyonnya." Kata dokter Sandra.
Setelah semuanya beres, mereka pun beranjak dari rumah sakit, Alghi tak membiarkan istrinya berjalan, dia menggendongnya sampai ke mobil walau pun Ameldita berusaha menolak.
"Kak Meldi bisa jalan sendiri, Meldi ini hamil bukan sakit kak...jangan digendong, malu tu orang-orang melihat..." Kata Ameldita.
"Nanti cape sayang, biarkanlah mereka melihat...suka-suka mereka..." Ucap Alghi sambil mendudukkan istrinya dimobil.
"Hari ini benar-benar hari spesial, aku sangat bahagia, kita akan beri kejutan sama mama dan papa juga nenek, kan nanti malam ultahnya mama sayang, acaranya dihotel Radisson..." Tutur Alghi.
"Oke kita beri kejutan, Benarkah...hari ini acara ultahnya mama?" kata Ameldita menatap suaminya.
"Benar sayang...dan kita punya kado spesial untuk mama..., pasti dia sangat senang, kita pulang dulu istirahat sekejap lalu bersiap ke pesta, tapi jangan terlalu lelah sayang, sebentar saja disananya, kasian baby kita..." Ucap Alghi mengelus perut rata sang istri.
"Insya Alloh kuat kak...don't worry, asalkan kak Al selalu ada disampingku, dan hari jni aku kesal pas bangun kak Al sudah jalan...!" Kata Ameldita seraya bersandar ke bahu Alghi, masih saja ingat kejadian tadi pagi.
"So sorry sayang...tadi tu meeting tak bisa dicancel, sorry sudah membuat istriku tersayang kecewa, I love you..." Ucap Alghi mencium bibir istrinya yang masih saja merajuk.
__ADS_1
Dan mereka pun sampai dihalaman rumah mewah itu, Alghi langsung menggendong istrinya kembali, tiada lelah baginya, apa pun akan dilakukan untuk membahagiakan dan menjaga sang istri, apa lagi kini sedang berbadan dua.