TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
BAB 82


__ADS_3

"Oke let's go..., perlahan jalannya, jangan terburu-buru Miss!" Kata Bisma khawatir melihat bumil itu, yang terkadang dia ceroboh, tak ingat dirinya sedang hamil besar.


"Ok kak, don't worry..." Ucap Missya langsung keluar dari restoran tersebut.


Sesampainya dikantor Missya langsung masuk ruangan istirahat, dia merasa lelah, seperti biasa dia membaringkan diri dikasur yang empuk itu, biasanya kalau sudah makan, langsung terlelap, tapi kali ini dia gelisah, miring ke arah mana pun tetap tak nyaman, ia mengingat kembali pertemuannya dengan Alghi, etah kenapa wajah tampan itu selalu menari-nari dipelupuk matanya, apakah dia jatuh cinta? Tapi tidak mungkin dia kan lagi hamil walau pun tak tahu kini dimana suaminya.


"Ah kenapa ku tak bisa tidur, dan selalu mengingat tuan Alghiantara?" Gumannya perlahan dan mengacak rambutnya sendiri.


"Ting..." Bunyi notifikasi dihandphonenya.


Dia pun langsung merogoh handphone itu, lalu membaca text daru nomor baru. "Nona Missya dompetmu tertinggal dimobilku..."


Betapa girangnya dia ternyata itu chat dari tuan Alghiantara, langsung Missya membalasnya dengan girang: "Benarkah...? Haduuuh tadi ku gak sadar malah."


"Ternyata kau pelupa juga nona Missya, ya sudah nanti ku antar kesana." Balas Aghi pakai emot senyum.


"Tidak usah tuan, nanti saja kalau ada meeting lagi, takutnya merepotkanmu." Balas Missya, berusaha menolak padahal hatinya sangat bahagia mendapatkan text dari Alghi, orang yang selalu menjadi pikirannya saat ini.


"Tidak apa-apa nona, sekalian pulang, kebetulan lewat sana." Balas Alghi.


"Ok kalau begitu tuan, terimakasih banyak ya..." Balas Missya.


"Ah akhirnya nanti jumpa lagi dengannya." Ucap Missya sambil mengeliatkan tubuhnya, dia merasa bahagia sekali karena akan bertemu lagi dengan Alghi.


Begitu pun dengan Alghi, hatinya sangat berbunga-bunga, etah kenapa wajah bumil itu selalu dalam pikirannya, memenuhi relung hatinya yang terdalam.


"Andai kau istriku pasti ku akan menjagamu Missya, apa lagi kondisimu sedang hamil besar, aku pasti bahagia menanti bayi kembar yang sebentar lagi lahir kedunia, kasian tak tahu dimana suamimu." Lamunan Alghi berkelana, disaat dia menutup meetingnya dan orang-orang meninggalkan ruangan tersebut.


Hari sudah sore, sesuai janjinya Alghi mau mengantarkan dompet Missya, dia pun bergegas naik ke mobilnya, dan beberapa menit kemudian dia sampai didepan gedung yang megah dan menjulang tinggi itu, Alghi turun dari mobilnya hanya dengan memakai kemeja putih yang tangannya digulung setengah lengan, karena jasnya sudah dibuka, nampak tampan dan mempesona, bagi siapa pun yang memandangnya.

__ADS_1


"Missya mau kemana terburu-buru, hati-hati jalannya..." Teriak Bisma, dia melihat Missya sudah merapikan baju, lalu memakai tas selempangnya dan sudah berada didepan pintu tangannya mau membuka pintu itu.


"Kak ku tunggu dibawah ya..." Kata Missya setengah berteriak dan dengan cepat keluar ruangan.


"Missyaaa...jangan berlari itu berbahaya..." Teriak Bisma lagi, namun tak dihiraukan oleh Missya.


Missya turun dan menuju halaman gedung perusahaan itu, disana sudah nampak Alghi yang bersandar ke mobil mewahnya, sungguh sangat terpesona dengan wajah tampan itu, senyumannya sangat menggetarkan jiwa Missya.


"Hi..." Ucap keduanya bersamaan.


"So sorry merepotkan..." Sahut Missya seraya menyingkirkan rambut yang menghalangi wajahnya, dan dibiarkannya tertiup angin sore hari.


"Is oke Missya, tidak masalah...sekalian lewat kok." Ucap Alghi menatap wajah cantik yang menebar senyum indahnya, dan Jantung Alghi pun tak kalah berdebarnya.


"Terimakasih banyak tuan Alghi..." Kata Arrabella seraya meraih dompet yang diberikan Alghi, mereka saling menatap dalam diam, merasakan debaran dada yang sama-sama bergelora. Hingga terdengar seseorang berdehem membuyarkan angan-angan mereka.


"Ada tuan Alghi rupanya, selamat sore tuan..." Sahut Bisma seraya tersenyum menghampiri mereka, dan jangan lupa Josep mengekor dibelakangnya.


"Oh sorry merepotkanmu, adikku ini memang pelupa berat tuan..." Kata Bisma menggandeng bahu Missya, dia tak suka jika ada orang lain dekat dengannya.


"Kak...kau jahat bilang aku pelupa berat, kalau ku amnesia benar tu?" Ucap Missya mencubit tangan Bisma yang melingkar dibahunya.


"Awww...kau ni selalu mencubitku, galak banget sih...!" Teriak Bisma meringis seraya menyentil kening Missya, dan itu membuat hati Alghi memanas, dia pun tak rela ada orang lain yang sembarangan menyentuhnya, meskipun itu kakaknya sendiri.


"Rasain tu...dasar jahat..." Ucap Missya kesal.


"Kalian dekat sekali sebagai kakak beradik, saya kagum terhadap kalian." Kata Alghi menatap keduanya.


Sementara Josep tersedak batuk, mendengar apa yang dikatakan Alghi itu, karena dia tahu kisah yang sebenarnya, Mereka bukan saudara kandung dan tak terikat darah, bahkan Bisma sesungguhnya sangat mencintai Missya sebagai lawan jenis.

__ADS_1


"Oh tentu saja tuan Alghi, sebaiknya memang seperti ini kan?" Jawab Bisma tersenyum.


"Yaaa...memang sebaiknya begitu..., tuan Bisma so sorry, bisakah nanti kita makan malam bersama, ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan anda, apakah bisa tuan?" Kata Alghi menatap Bisma.


"Tentu saja bisa, dimana tempatnya?" Tanta Bisma.


"Direstoran AB tuan, kebetulan saya ingin mencari seorang sahabat, semoga anda berkenan." Jawab Alghi seraya memasukkan kedua tangan kesaku celananya.


"Dengan senang hati, saya setuju kita bersahabat..." Kata Bisma tersenyum, dan mengulurkan tangan untuk berjabatan sebagai sahabat.


"Terimakasih banyak tuan..., baiklah karena hari sudah sore, jadi saya pulang dulu sampai bertemu nanti tuan Bisma." Kata Alghi sambil menerima jabatan tangan itu.


"Sama-sama tuan Alghi, saya pun harus mengantar adikku ini, terlihat dia sangat lelah." Ujar Bisma menatap Missya yang sedikit cemberut. Ya Missya cemberut karena akan ditinggal lagi sama Alghi, ingin rasanya dia berdekatan terus sama dia, tapi apa boleh buat siapa dia baginya, dan sang jabang bayi pun bergerak-gerak terus seakan ingin mendapat sentuhan Alghi lagi.


"Baiklah bye semuanya..." Kata Alghi melambaikan tangan, lalu masuk ke dalam mobilnya.


Missya menarik nafas dalam, sambil mengelus perutnya, berharap mereka berhenti begerak-gerak, karena sedikit terasa linu. Dia tak tahu didalam mobil itu sebelum berjalan Alghi memperhatikannya, ingin sekali Alghi pun mengusap perut besar Missya, ingin rasanya dia memeluk tubuh itu, tapi semua hanya sebatas keinginan semata, dia bukan siapa-siapa untuknya.


"Ayo Missya kita pulang...!" Ajak Bisma, membuyarkan lamunan Missya.


"Oh oke kak..." Jawab Missya seraya melangkahkan kakinya menuju mobil yang sudah dibuka pintunya oleh Josep.


"Missya apa kau baik-baik saja?" Tanya Bisma seraya mendudukkan dirinya dijok kursi.


"Tentu saja kak, ku baik-baik saja, cuma ni babyku tak mau diam dari tadi, linu rasanya." Jawab Missya terus mengelus perut besarnya.


"Hi...babies, tenanglah disana jangan membuat mommymu kesakitan, kasian....kalian harus mengerti ya..." Kata Bisma berbicara pada perutnya Missya.


"Oke om ku yang ganteng, kami akan diam..." Ucap Missya menirukan suara baby yang baru bisa ngomong.

__ADS_1


Dua puluh menit kemudian mereka sampai dirumah, seperti biasa kedatangan mereka disambut sang nenek dengan senang hati. Setelah bersalaman dengan neneknya, Missya langsung pergi kekamar untuk mandi dan beristirahat sejenak, sebelum makan malam bersamanya. Begitu pun dengan Bisma, cuma bedanya Bisma sudah memiliki janji untuk makan malam bersama Alghi.


__ADS_2