TERPERANGKAP JODOHKU

TERPERANGKAP JODOHKU
Draft


__ADS_3

BAB 8


Pagi menjelang, dengan perlahan Ameldita membuka matanya, pandangannya menyapu seluruh ruangan, merasa heran dengan ruangan yang terasa asing itu, dan betapa terkejutnya disaat menoleh ke arah kanan ada sosok pria yang tampan sedang memejamkan mata dan dengan tangan dilipat memeluk dadanya, tak disangka tuan muda sombong dan angkuh itu mau bela-belain duduk dikursi menunggu asistennya yang sedang sakit. Ameldita pun mencoba menggerakan tangannya namun."Awwww..." Dia meringis terasa ngilu ternyata tangannya masih terpasang infus.


"Hai Mel...sudah bangun...apa merasa lebih baik?" sahut Alghi membuka matanya, lalu memandang ke arah Ameldita yang nampak cantik dengan rambut panjang tergerai, mata bulat, bulu mata lentik, hidung mancung dan kulit yang sangat putih, yah sejak kejadian tadi malam Ameldita dilarikan ke rumah sakit, dan terpaksa mamanya Alghi membuka baju kulit Ameldita agar lebih akurat dalam pemeriksaannya. Terbongkar sudah topeng jelek yang selalu digunakan untuk penyamarannya, sempurna memang untuk menutupi keindahan tubuhnya.Dan sekarang mama dan papa Alghi sudah tahu siapa gadis itu, ternyata putri sahabatnya yang kabur tempo hari dan bekerja sebagai tkw, dan beruntungnya gadis itu bekerja dirumahnya.


Mereka pun sempat menghubungi kedua orang tua gadis itu, dan nampak mereka bahagia, ingin sekali mereka menemuinya, namun demi mendekatkan dua insan yang sudah dijodohkan sejak dalam kandungan, mereka pun mengurungkannya dan ingin membiarkan mereka saling jatuh cinta dengan sendirinya, karena sudah tahu sendiri kedua anak mereka menolak mentah-mentah perjodohan itu.


Alghi pun meraih tangan Ameldita kemudian meraba keningnya. "Alhamdulillah sudah turun panasnya.


Karena masih dalam mood yang shock, Ameldita menepis sentuhan tangan Alghi, dia benar-benar shock karena kulitnya sudah berubah seperti kulit dia yang sebenarnya, pikirannya negative saat itu, dia pikir tuan muda inilah yang membuka baju kulitnya, dia pun merasa malu karena penyamarannya terbongkar, ingin rasanya dia menghilang saja dari tempat itu.


"Tuan apa kau yang mem-bu-ka pakaianku?" ucap Ameldita terbata dan memeluk dadanya, sambil menatap tajam ke arah Alghi.


"Tentu saja,,,,," Belum sempat meneruskan kata-katanya, Ameldita sudah ngegas memotong perkataannya.


"Kenapa berani sekali tuan, aku takut... jangan-jangan tuan berbuat mesum, oh my God tubuhku...tubuhku ternoda." Dengan linangan air mata dia berbicara, karena jujur dia takut dimanfaatkan oleh majikannya, dia sering mendengar bagaimana kisah seorang tkw yang tidak beruntung dan bernasib buruk.


"Saya yang membuka bajumu Meldi, bukan Alghi justru dia yang menolongmu tadi malam, dan karena kamu pingsan dan demam tinggi terpaksa dibuka baju untuk melakukan pemeriksaan dokter tepatnya.

__ADS_1


"Oh benarkah nyonya, maaf...." sahut Ameldita seraya menatap Alghi yang sedari tadi memandangnya.


'Is Ok, tidak masalah, bagaimana keadaanmu sudah lebih baikkah?" Sahut Fiandra seraya duduk disamping Ameldita, kemudian meraba keningnya. Ya mulai sekarang dia harus menjaga Ameldita dengan baik dan penuh kasih sayang, karena dia adalah calon menantunya, namun untuk sementara biarlah Ameldita tahunya hanya sebagai majikannya saja, biarkan sandiwara berjalan sesuai alurnya, dan sepertinya Alghi pun belum tahu bahwa Ameldita adalah gadis yang mau dijodohkannya.


"Alhamdulillah sudah lebih baik nyonya, maaf jadi merepotkan kalian." Sahut Ameldita sangat malu.


Mata indah Ameldita pun bertemu pandang dengan mata elang Alghi, dan etah kenapa hatinya dag dig dug tak karuan, begitu pun dengan Alghi dia merasakan hal yang sama.


"Al istirahatlah tak usah ngantor biar Anton yang handle dulu, dan biar mama yang jaga Meldi." Ucap Fiandra menatap anaknya yang terlihat masih mengantuk dan lelah maklum semalaman berjaga, namun terlihat ada rona bahagia diwajahnya.


Mau tidak mau Alghi pun menuruti apa yang dikatakan sang mama, ya walaupun berat sih meninggalkan separuh jiwanya masih terbaring dirumah sakit, namun sedikit tenang ada mama yang menjaganya, untung punya mama baik hati tak memandang manusia dari segi ke dudukan.


Tak lama dokter pun datang dan memeriksa kembali Ameldita. Dan menurut dokter Ameldita sudah mulai membaik kondisinya, hanya saja masih harus dirawat untuk pemulihan.


"Mel kamu begitu cantik luar biasa, kalau boleh tahu kenapa harus menyamar dan bekerja sebagai tkw, kau boleh bercerita jangan sungkan?" Tanya Fiandra pura-pura tak tahu alasan dibalik penyamaran Ameldita.


Deg, hati Ameldita merasa tak enak dengan pembicaraan majikannya. "Sorry bukan maksud saya untuk menipu kalian tapi ada alasan yang diharuskan saya melakukannya nyonya." Jawab Ameldita seraya menunduk dan meremas kedua tangannya.


"Is Ok Mel, bisakah kau menceritakan alasannya, karena jujur kami semua sangat terkejut." Ucap Fiandra sambil tersenyum ramah, dan mengusap pundak Ameldita.

__ADS_1


Akhirnya Ameldita pun menceritakan semua kisahnya dari awal hingga akhir dan Fiandra pun mengangguk-angguk seraya menyuapi makan karena dari tadi Ameldita menolak untuk makan.


"Begitu rupanya...kenapa kamu menolak perjodohan itu? Kenapa tak mencoba untuk menerima saja siapa tahu cocok?" Tanya Fiandra menatap wajah cantik Ameldita, seraya mengelus bahunya.


"Aku tidak bisa nyonya, karena aku ingin menikah dengan orang yang ku cintai."


"Oh ya, lalu apa kau punya kekasih?" selidik Fiandra, karena tak rela jika Ameldita harus berhubungan dengan laki-laki lain.


"Dulu ada sewaktu kuliah, tapi sayang dia berkhianat, dia berhubungan dengan sahabat aku sendiri." Ratapnya dengan sendu, ya karena patah hati juga salah satu alasan pergi dari rumah.


"Sabar mungkin itu bukan jodoh namanya, bersyukurlah Tuhan menunjukkan siapa dia sebenarnya, sebelum kalian menikah, iya kan..."


Ucap Fiandra menyemangatinya.


"Bagaimana bekerja dengan anak saya, apakah menyenangkan?" Selidik Fiandra lagi.


"Mmmm....sedikit dan banyaknya mengesalkan, eh maaf..." Ujar Ameldita, seraya menutup mulutnya karena berkata jujur, dan ia sadar yang digadapannya ibu dari tuan mudanya sekaligus majikannya.


"Is Ok, tidak masalah saya paham ko, tapi bersabarlah tetap bantu dia, kasian dia begitu sibuk semua kegiatannya dihabiskan untuk bekerja dan bekerja, saya titip dia ok, kalau dia keterlaluan kamu cerita saja ke saya ya jangan sungkan, waktunya istirahat biar cepat pulih."

__ADS_1


Sahut Fiandra seraya menyelimuti Ameldita, dan Ameldita pun menurut saja, karena pengaruh obat dia pun memejamkan matanya.


__ADS_2